Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 105


__ADS_3

Aisyah sedang mengajarkan anaknya belajar berbagai hal tentang pelajaran TK, SD dan SMP , karena kini Arsyila dan Husein memasuki SMP, sedangkan Alyysa dan Ayra akan sebentar lagi lulus SD dan Kahfi yang sudah memasuki sekolah TK.


"Jadi satu tambah satu berapa sayang?". Tanya Aisyah pada Kahfi.


"Dua bunda". Jawabnya padanya.


"Ah pintar sekali sayang, jawaban kamu benar". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.


"Horee Adek bisaa". Ujarnya dengan semangat.


"Bagus jagoan ayah hebat"..Ujar Adam menatap anaknya.


"Iyaa dong jelas yah". Ujar Kahfi dengan tersenyum bahagia.


Ting!


...Adinda Adikku...


...Online...


Assalamu'alaikum kak, kak Ada dirumah ngga?


^^^Waalaikumussalam, ada Emangnya kenapa din?^^^


Aku sama anak anak pengen main kerumah kakak


^^^Yaudah sini aja din, biar kakak ada temennya ngurus anak anak^^^


Okee siap kak


^^^Yaudah kakak tunggu ya din^^^


Aisyah menyimpan ponselnya setelah melihat tidak ada balasan dari adik iparnya, ia kembali mengajari anaknya tentang pelajaran sekolah, hingga beberapa menit kemudian Aisyah selesai memberikan pelajaran pada anaknya.


"Sayang, nanti ada Aunty Dinda sama adek kalian datang kesini". Ujar Aisyah pada anak anaknya.


"Mau apa bunda?". Tanya Husein padanya.


"Mau main katanya". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Ohh Baguslah kalau Aunty Dinda sama adek mau kesini". Ujar Ayra pada bundanya.


"Iyaa sayang". Ujar Aisyah sambil tersenyum padanya.


"Assalamu'alaikum". Salam seseorang dari luar.


"Kayanya Aunty Dinda deh bun, Arsyi buka yaa". Ujar Arsyila diangguki oleh Aisyah.


"Waalaikumussalam Aunty". Jawab Arsyila sambil membuka pintu.


"Yang lain dimana sayang?". Tanya Adinda setelah Arsyila menyalimi tangannya.


"Ada diruang tengah Aunty". Jawab Arsyila pada nya.


"Ah baiklah yaudah yuk kita masuk sayang". Ajak Adinda pada anak anaknya.

__ADS_1


"Iyaa bunda". Ujar mereka pada Adinda.


Aisyah yang sedang menonton menolehkan pandangannya, terlihat Adinda bersama anaknya dan ponakannya kemari menghampiri, Aisyah langsung saja menyuruh Adinda untuk duduk dan menyuruh Bi Siti pekerjanya membawakan makanan serta minuman ke ruang tengah.


"Padahal ngga perlu repot repot kak". Ujar Adinda pada Aisyah.


"Engga repot kok din, silahkan diminum dulu airnya". Ujar Aisyah pada adik iparnya.


"Iyaa kak makasih". Ujar Adinda sambil meminum air tersebut.


"Ah jus nya enak ya bunda". Ujar Fikri pada Adinda.


"Iyaa sayang enak, seger banget kak". Ujar Adinda menoleh pada Aisyah.


"Syukurlah kalau enak, itu jus biasa yang kita minum kalau jam segini". Ujarnya sambil melirik ke jam tangannya.


"Iya sih enak jam segini minum jus kak". Ujar Adinda pada kakak ipar nya.


"Bagaimana sekolah ponakan ateu? sudah mulai susah kan?". Tanya Aisyah pada ponakannya .


"Dari dulu juga semuanya susah ateu". Jawab Fikri padanya.


"Loh dari dulu? saat kalian masuk TK?". Tanya Aisyah pada ponakannya.


"Iya ateu". Jawab mereka kompak kecuali Adiba yang biasa aja.


"Adiba sayang, gimana dengan sekolah kamu? apakah sama masih susah?". Tanya Aisyah pada ponakan perempuannya.


"Pelajaran akan mudah Aunty jika kita mau belajar yang bikin susah itu karena kita yang malas untuk belajar". Jawab Adiba pada Aisyah.


"Ah bijaknya ponakan ateu". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada ponakannya.


Aisyah mengangguk anggukan kepalanya mengerti, mereka kembali berbincang sambil menunggu para suami pulang kerja karena Adinda datang kemari menggunakan taksi, hingga beberapa jam kemudian Adam serta Davin pulang .


Aisyah dan Adinda serta anak anaknya menyalimi tangan para suami, Adam mengecup kening istrinya begitupun dengan Davin membuat anak anaknya tersenyum melihat orantuanya.


"Bunda jangan lupa minumnya buat ayah sama uncle". Ujar Husein membuat Aisyah dan Adinda langsung berjalan ke dapur.


"Ini mas minum dulu". Ujar Adinda dan Aisyah bersamaan membuat anak anaknya terkekeh.


"Iyaa makasih sayang". Ujar Davin yang juga samaan dengan Adam.


"Kalian kompak sekalii". Ujar anak anak pada kedua orangtuanya.


"Kalian juga kompak". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada mereka.


"Iya juga ya bun". Ujar Husein pada Aisyah.


"Iya syaang". Ujar Aisyah pada anaknya.


Kini mereka sedang berkumpul diruang keluarga, anak anak asik bermain bersama tetapi tidak dengan Adiba yang hanya menatap mereka membuat Adinda dan Davin merasa heran dengan putri mereka.


"Sayang kenapa kamu tidak gabung dengan mereka? ". Tanya Adinda pada putrinya.


"Engga bunda, aku udah bukan anak kecil lagi kan". Jawabnya pada sang bunda.

__ADS_1


"Kata siapa kamu bukan anak kecil syang? kamu ini masih kecil sayang". Ujar Adinda pada anaknya.


"Iyaa aku emang masih kecil tapi aku tidak terlalu tertarik lagi dengan bermain bunda". Ujarnya dengan cuek.


"Ini anak nurun sifat siapa sih?". Tanya Aisyah karena Adiba sangat berbeda dengan Adinda maupun Davin.


"Mungkin keturunan uncle Adam". Sahut Fikri membuat ketiganya menoleh pada Adam.


"Kenapa kalian liat aku seperti itu?". Tanya Adam pada ketiganya.


"Engga mas, emang bener dulu pas waktu kecil kamu cuek mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Ya benar kak, abang sangatlah cuek saat kecil". Bukan Adam yang menjawab melainkan Adinda adiknya sendiri.


"Wah berarti benar saja Adiba keturunan sifatnya dari kamu mas". Ujar Aisyah sambil menatap Adiba yang terlihat diam saja.


"Ya mana mas tau sayang, kan mas tidak meminta Adiba untuk menuruni sifat mas". Ujar Adam pada istrinya.


"Heum iyaa juga sih sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.


Beberapa menit kemudian Adinda dan keluarga kecilnya pamit untuk pulang pada Aisyah dan Adam, mereka berdua mengantar sampai pintu depan dan masuk kembali kedalam rumah setelah melihat mobil Davin pergi dari pandangan mereka berdua.


"Bunda ayah". Panggil mereka pada Aisyah dan Adam dengan kompak.


"Ya kenapa syang?". Tanya Aisyah pada mereka berlima.


"Kangen abang Nizzam bun". Jawab mereka dengan kompak.


"Ah ya bagaimana kabarnya sekarang ya?". Tanya Aisyah pada dirinya sendiri.


"Coba kamu kabari aja Sarah sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Ah benar juga apa yang kamu bilang mas, sebentar ya anak anak". Ujar Aisyah diangguki oleh mereka.


...Mbak Sarah 🤗❤...


...Online...


^^^Assalamu'alaikum mbak, maaf ganggu waktunya^^^


Waalaikumussalam Syah, engga ganggu kok Syah, ada apa?


^^^Aisyah cuman mau nanya, Mbak masih di Singapura? anak anak merindukan Nizzam sama yang lainnya mbak^^^


Ah iya Syah besok kita pulang kok, bilang sama mereka disini juga Nizzam sama yang lainnya merindukan mereka.


^^^Baiklah Mbak Sarah , makasih sebelumnya mbak kalau begitu udah dulu ya Mbak , Wassalamualaikum^^^


Iyaa Syah waalaikumussalam


Aisyah langsung memberitahu anak anaknya tentang Nizzam dan adik adiknya membuat kelima anaknya tersenyum senang mendengarnya, Adam senang melihat anak serta istrinya senang.


Semoga kalian bahagia selalu, ayah menyayangi kalian semua. Batin Adam menatap istri dan anaknya.


Makasih Ya Allah kau telah mempertemukan hamba dengan suami hamba sekarang, hamba sangat menyayanginya Ya Allah. Batin Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.

__ADS_1


...****************...


Maaf telat guys, baru buka puasa soalnya hehe :) Jangan lupa Like Comment Votenya.


__ADS_2