
Aisyah merasa bangga karena anak nya semakin pintar hingga membuat anak anaknya yang lain, ingin masuk pesantren tetapi Aisyah tidak bisa jika jauh dari mereka semua apalagi Alyssa dan Ayra umurnya masih kecil.
"Sayang kamu kenapa sedih?". Tanya Adam pada istrinya.
"Aisyah cuman ga mau jauh dari anak anak mas". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Rasanya berat tau mas, membiarkan Hasan saja dulu Aisyah berat, tapi Aisyah tidak mau menghalangi niat baik Hasan". Ujarnya lagi pada suaminya Adam.
"Kamu juga kan bisa sayang, mengikhlaskan mereka mencari ilmu dijalan allah". Ujar Adam pada istrinya.
"Berat mas, jika semuanya jauh dari pantauan Aisyah". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa sayang, udah jangan dipikirin nanti kamu sakit". Ujar Adam pada istrinya.
Aisyah memeluk suaminya dengan erat, hingga tak terasa ia tertidur dipelukan suaminya, karena sedaritadi menangis membuatnya ngantuk saat memeluk suaminya, sedangkan Adam membiarkan saja istrinya tertidur.
"Loh bunda tidur ayah?". tanya Arsyila padanya.
"Iyaa sayang, bundanya kelelahan". Jawab Adam pada anaknya.
"Kasian banget bunda, maaf ya Arsyila belum bisa membantu bunda". Ujarnya menatap Aisyah.
"Uda syang gapapa, kamu lanjut lagi aja main sama Adek kamu". Ujar Adam padanya.
"Baiklah Ayah". Ujarnya sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
"Mereka saja belum tentu bisa jauh darimu sayamg". Ujar Adam pada istrinya yang tertidur.
"Semoga saja kamu bisa ikhlas sayang, jika suatu saat nanti mereka juga akan pergi satu persatu untuk masa depan mereka". Gumam Adam menatap wajah istrinya.
Adam membawa istrinya ke kamar lalu membaringkannya, sesudah membaringkan istrinya di kasur Adam kembali ke luar kamar untuk mengecek anak anaknya, saat sampai diruang bermain mereka sedang tertawa bersama walau ada raut kesedihan di wajah mereka.
"Anak anak ayah kenapa?". Tanya Adam menghampiri mereka.
"Kangen abang ayah". Jawab keempat anaknya kecuali Arsyila yang begitu jelas merindukan adiknya.
"Nanti kita berkunjung lagi ke pesantren abang ya". Ujar Adam membuat mereka menatapnya.
"Beneran ayah?". Tanya mereka dengan kompak.
"Beneran sayang". Jawab Adam sambil tersenyum pada anaknya.
"Yeess, senangnya". ujar mereka membuat Adam tersenyum tipis.
"Tidur siang dulu yaa, kalian belum tidur siang loh". Ujar Adam pada anaknya.
__ADS_1
"Baik ayah". Ujar mereka pada Adam.
Adam mengantar mereka ke kamarnya masing masing, setelah memastikan mereka tidur siang Adam kembali masuk ke dalam kamar nya, dilihatnya istrinya masih tertidur lelap, ia membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
Adam ikut tidur karena memang ia juga mengantuk, hingga beberapa jam kemudian Aisyah terbangun lalu melihat jam yang menunjukkan pukul dua siang, Aisyah bangkit dari tidurnya lalu diam sejenak saat merasa pusing.
"Mungkin aku tidur terlalu lama makanya pusing". Gumam Aisyah sambil memijat kepalanya.
"Sebaiknya aku cuci muka terlebih dahulu". Ujar Aisyah pada dirinya sendiri.
"Pusing banget ya allah, kenapa ya". Ringis Aisyah saat berjalan terasa goyang.
"Astagfirullah sebenarnya aku kenapa". Gumamnya sebelum kesadaran nya direnggut.
BRUKK..
Adam yang mendengar itupun langsung terjaga ia melihat sampingnya, ternyata Aisyah tidak ada disampingnya, Adam segera bergegas mencari suara orang jatuh saat ia melihat Aisyah tak sadarkan diri pun panik.
"Yaa allah sayang kamu kenapa?". Tanya Adam menatap Aisyah yang tak sadarkan diri.
"Sayang kamu harus bangun, mas akan bawa kamu kerumah sakit". ujarnya sambil menggendong istrinya.
"Bi Sukma!! titip anak anak yaa". Ujar Adam dengan panik pada pembantunya.
"Baik tuan". Ujarnya diangguki oleh Adam.
Beberapa menit kemudian Adam sampai dirumah sakit, ia langsung membawa Aisyah kedalam lalu di baringkan di ranjang pasien, Adam menunggu diluar dengan cemas karena istrinya yang pingsan membuatnya takut.
Ceklek..
"Dokter bagaimana kondisi istri saya dok?". Tanya Adam padanya.
"Istri tuan tidak papa hanya kelelahan saja dan mungkin banyak pikiran". Jawab nya pada Adam.
"Ngga ada masalah serius kan dok?". Tanya Adam padanya.
"Tidak ada tuan, hanya saja saat ini nyonya sedang hamil, usia nya sudah sebulan". Jawabnya membuat Adam terkejut.
"Istri saya ha-mil dok?". Tanya Adam yang masih terkejut padanya.
"Iyaa benar tuan, istri tuan hamil ,selamat ya tuan". Jawab dokter tersebut pada Adam.
Melihat dokter yang telah pergi, Adam pun masuk ke dalam terlihat Aisyah yang masih pingsan, Adam merasa bersyukur istrinya hamil kembali sungguh Adam tidak menyangka akan mempunyai anak kembali di usianya yang akan memasuki kepala tiga.
Beberapa menit kemudian Aisyah terbangun dari pingsannya, Aisyah melihat sekelilingnya hingga tatapan nya berhenti pada suaminya yang menatapnya dengan lembut, Aisyah tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
"Mas, sebenarnya aku kenapa?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Kamu kecapean dan banyak pikiran syaang". Jawab Adam pada istrinya.
"Yakin hanya itu saja mas?". tanya Aisyah menatap suaminya.
"Kamu juga sedang hamil sayang, usianya sudah sebulan makanya kamu pingsan tadi". Jawab Adam membuat Aisyah melotot.
"Aisyah hamil mas?". tanya Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syaang kamu hamil". Jawab Adam sambil berkaca kaca.
"Alhamdulillah ya allah, terimakasih atas apa syang engkau titipkan pada hamba". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
Ting!
...Bang Ilham...
Assalamu'alaikum dam, abang denger dari bi sukma katanya Aisyah masuk rumah sakit, kenapa dam? ada apa?
^^^Waalaikumussalam bang, Aisyah tadi pingsan makanya aku bawa ke rumah sakit bang, katanya Aisyah sedang hamil dan juga tadi kelelahan serta banyak pikiran bang^^^
Apa? adek abang hamil? emangnya Aisyah banyak pikiran karena apa dam? kamu bangkrut?
^^^Apa sih bang enak aja bilang aku bangkrut 😡, Aisyah Tuh terlalu mikirin Hasan bang, makanya tadi pingsan.^^^
Hahaha maaf maaff deh dam, yaudah semog cepet pulangnya kasian nih anak kamu nungguin
^^^Okee bang secepatnya akan pulang.^^^
Yaudah, Wassalamualaikum
^^^Waalaikumussalam bang^^^
Adam memasukan ponselnya kedalam saku celana, lalu kembali menatap Aisyah yang masih tersenyum, Adam pun memberi tahu istrinya jika mereka pulang sehabisnya cairan inpusan, membuat Aisyah tersenyum senang.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam sudah kembali ke rumah, saat mereka masuk ternyata sudah banyak orang yang menunggu mereka termasuk anak anak yang mencemaskan bundanya. Mereka langsung memeluk Aisyah saking khawatirnya.
"Bunda gapapa kan? bunda baik baik aja kan? ngga ada yang luka kan bun?". tanya Arsyila beruntun pada Aisyah.
"Ngga bunda ngga papa syaang, ngga ada yang luka juga Tuh liat bunda baik baik aja kan sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Terus kenapa bunda ke rumah sakit?". Tanya Ayra padanya.
"Karena bunda sedang hamil adik kalian". jawab Aisyah sambil tersenyum pada mereka.
__ADS_1
Anak anaknya yang mendengar itu pun senang bukan main, sayangnya tidak ada Hasan disini pasti ia juga senang karena Aisyah hamil kembali dan merupakan adik dari Hasan, semoga saja abang dengar.