Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 55


__ADS_3

Aisyah serta yang lainnya sedang berkunjung ke rumah Adinda, mereka sudah lama tidak kumpul karena sibuk mengurus rumah tangga mereka, Adinda mengusap perutnya yang sudah memasuki usia ke tujuh bulan.


Mereka akan mengadakan syukuran tujuh bulanan kehamilan Adinda, Baby Fikri menatap perut bundanya yang besar, lalu mengusapnya membuat adiknya merespon dari dalam dan itu membuat Baby Fikri kaget.


"Bunda, ih Abang kagett". ujarnya membuat Adinda tertawa.


"Ini adik abang loh, katanya dia suka abang elus, coba elus lagi sayang". Ujar Adinda pada anaknya.


"Oke bunda". Ujarnya dengan senang mengelus perut Bundanya.


"Wah bunda, adik nendang lagi huaa senang sekali". Ujarnya pada Adinda.


"Iyaa sayang pasti adiknya pun senang di usap oleh abangnya". Ujar Adinda pada putranya.


"Ah adiknya perempuan apa laki laki bun?". Tanya Baby Fikri padanya.


"Belum di periksa sayang, memangnya abang pengen adiknya perempuan apa lelaki?". Tanya Adinda pada putranya.


"Heum dua duanya bun". Jawab Baby Fikri membuat Adinda tersenyum.


"Kalau misalnya ngga dua duanya gimana jadi cuman satu?". Tanya Adinda padanya.


"Ya nda papa bunda". Jawab Baby Fikri padanya.


"Ah pinternya anak bunda". Ujar Adinda memeluk anaknya.


Aisyah dan Adam serta yang lainnya tersenyum bahagia melihat komunikasi antara kedua nya, Aisyah menghampiri Baby Fikri lalu mengusap rambutnya membuat ponakannya menoleh pada Aisyah.


"Senang ya akan punya adik sayang?". Tanya Aisyah pada ponakannya.


"Iyaa senang Aunty, karena aku akan menjadi abang, yang akan melindungi adikku nantinya". Jawab Baby Fikri dengan berbicara lancar.


"Masya allah abang hebat ya sayang, semoga apa yang abang ucapkan menjadi kenyataan, kalau misal adik abang cewek dua duanya berarti abang menjaga tiga perempuan". Ujar Aisyah pada ponakannya.


"Loh kok tiga Aunty? siapa aja?". Tanya Baby Fikri dengan polos.

__ADS_1


"Kan bunda kamu dan kedua adik kamu, tetapi jika adik kamu lelaki dan perempuan, makan kalian berdua yang akan menjaga bunda dan adik perempuan kalian". Jawab Aisyah pada Baby Fikri.


"Ohh gitu ya Aunty, oke deh". Ujar Baby Fikri pada Aisyah.


Beberapa jam kemudian acara syukuran telah selesai, kini Aisyah dan yang lainnya pergi meninggalkan rumah kediaman Adinda dan Davin kecuali para orangtua, selama dalam perjalanan menuju rumah kediaman mereka, Aisyah selalu menceritakan kisah nabi pada anak anaknya.


"Bunda, ceritakan lagi kisah tentang para nabi dong". Ujar Baby Arsyi pada bundanya.


"Oke sekarang mau cerita tentang nabi siapa?". Tanya Aisyah pada anak anaknya.


"Nabi Adam seperti nama Ayah". Jawab Baby Hasan padanya.


"Nabi Idris seperti nama Ayah nya Bang Arham". Jawab Baby Husein padanya.


"Nabi Nuh bun". Jawab Baby Arsyi pada bundanya.


"Baiklah sekarang seperti biasa, jawab pertanyaan bunda, siapa yang bisa menjawab dengan cepat maka bunda akan menceritakan kisah nabi tersebut". Ujar Aisyah pada anak anaknya.


"Baiklah bunda". Ujar mereka padanya.


"Ahh abang tau bunda, rukun islam ada 5, syahadat, sholat, zakat, puasa, naik haji bunda". Jawab Baby hasan padanya.


"Ah masya allah, pinternya anak bunda, baiklah bunda akan menceritakan tentang Nabi Adam AlaihiSalam". Ujar Aisyah menatap ketiga anaknya.


Nabi Adam AS yang merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi. Allah SWT menciptakan Nabi Adam dari tanah, disebutkan dalam sebuah hadits: "Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh permukaan tanah, maka lahirlah anak Adam yang sesuai dengan asal tanahnya. Di antara mereka ada yang berkulit putih, hitam, dan perpaduan antara warna tersebut. Di antara mereka ada yang bersifat lembut dan kasar serta perpaduan antara keduanya serta di antara mereka ada yang baik dan jahat." (HR. Abu Dawud).


Setelah Nabi Adam AS diciptakan, Allah memerintahkan semua makhluk yang ada di surga untuk bersujud kepada Nabi Adam, semua mematuhinya terkecuali iblis. Iblis merasa bahwa mereka lebih mulia daripada Nabi Adam.


Akibat ketidakpatuhannya tersebut, iblis diusir dari surga dan dilaknat sampai hari kiamat. Sebagai bentuk pembalasannya, iblis bersumpah akan menyesatkan Nabi Adam dan keturunannya hingga hari kiamat kelak.


Kehadiran Siti Hawa


Setelah iblis tidak lagi di surga, Nabi Adam pun tinggal seorang diri di surga. Allah SWT lantas menciptakan Siti Hawa untuk menemani Nabi Adam. Mengutip buku Kisah Para Nabi oleh Imam Ibnu Katsir, Siti Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk Nabi Adam yang diambil oleh Allah SWT.


Bersama Siti Hawa, Nabi Adam menjalani kehidupan yang indah di surga. Mereka berdua menikmati berbagai kenikmatan yang telah disediakan oleh Allah SWT.

__ADS_1


Terdapat satu larangan Allah kepada Nabi Adam dan Siti Hawa yakni untuk tidak memakan buah dari pohon khuldi. Allah SWT berfirman “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di surga, dan makanlah berbagai makanan dengan nikmat yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, maka kamu akan termasuk kedalam orang yang dzalim!” (QS. Al Baqarah: 35)


Sesuai janjinya, iblis pun menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa agar dikeluarkan dari surga seperti dirinya. Iblis berkata, "Wahai Adam, sesungguhnya Allah melarang mendekati dan memakan buah dari pohon itu karena tidak ingin kemuliaanmu menyamai malaikat."


Nabi Adam dan Siti Hawa dikeluarkan dari Surga


Setelah memakan buah tersebut, Nabi Adam dan Siti Hawa menyadari kesalahannya. Mereka pun bersimpuh di hadapan Allah dan menyesali perbuatannya.


Karena telah melanggar perintah Allah, Nabi Adam dan Siti Hawa dikeluarkan surga. Allah SWT berfirman "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu terdapat tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditetapkan." (QS. Al Baqarah: 36)


Setelah Nabi Adam dikeluarkan dari surga, ia menerima ilham dari Allah SWT untuk bertaubat. Nabi Adam kemudian bertaubat seperti yang diabadikan dalam firman Allah surat Al A'raf ayat 23, yang artinya:


"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat-Mu, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (Al-A’raf: 23)


Allah SWT menerima taubat Nabi Adam dan melimpahkan rahmat kepadanya. Karena Allah Dzat yang Maha Pengasih dan memberi ampunan kepada orang yang bertaubat dari kesalahannya.


"Apa yang mau kalian ketahui lagi dari kisah Nabi Adam?". Tanya Aisyah pada anak anaknya.


"Apa saja mukjizat Nabi Adam bunda?". Tanya Baby Husein padanya.


"Mukjizat dari Nabi Adam adalah


- Menjadi khalifah pertama di bumi.


- Diajarkan oleh Allah segala hal tentang ciptaan makhluk hidup dan benda mati yang ada di bumi.


- Memiliki umur yang panjang dan bisa memberikan 40 tahun untuk Nabi Daud.


- Memiliki tinggi 60 hasta.


- Dikaruniai keturunan kembar berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.


- Diajarkan kepada kita umat Nabi Adam untuk tidak mudah terhasut oleh setan, disarankan untuk memperbanyak banyak bacaan taawuz sebelum melakukan tindakan sesuatu". Jawab Aisyah dengan panjang lebar.


"Masya allah ya bunda, sama dong seperti Bunda dan Ayah, kan dikaruniai keturunan kembar walaupun kelebihan". Ujar Baby Arsyi padanya.

__ADS_1


"Pinternya anak bunda dan Ayah ". Ujar Aisyah pada mereka.


__ADS_2