Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 104


__ADS_3

Tiga tahun kemudian..


Kini anak anaknya sudah tumbuh menjadi anak yang sangat baik dan berbakti pada kedua orangtuanya, keluarga kecil Husna berkunjung ke rumah kediaman Aisyah dan Adam.


Tok


Tok


Tok


"Assalamu'alaikum ". Ujar Husna dan yang lainnya dati luar pintu.


"Waalaikumussalam, eh Aunty Uncle mari masuk". Ujar Arsyila yang membuka kan pintu tersebut pada mereka.


"Baiklah terimakasih ya sayang". Ujar Husna dengan lembut padanya.


"Iyaa saMa saMa Aunty, duduk aja dulu ya biar Arsyi panggilkan ayah dan bunda". Ujar Arsyila dengan sopan pada mereka.


"Iyaa silahkan sayang". Ujar Husna pada Arsyila yang langsung saja berlalu pergi dari sana.


Aisyah yang melihat putrinya memasuki kamarnya setelah ia suruh masuk, Arsyila langsung saja bilang pada ayah dan bunda maksud kedatangannya ke kamar mereka, Aisyah dan Adam langsung keluar kamar.


Mereka tiba diruang tamu, terlihat Husna bersama keluarga kecilnya sedang menunggu mereka ditemani oleh Husein dan kedua anaknya yang lain, Aisyah dan Adam duduk bersebrangan dengan mereka.


"Kebetulan sekali loh mbak, tadinya aku mah ngajak mas Adam dan anak anak ke rumah mbak, eh mbaknya yang dateng ke rumah". Ujar Aisyah pada Husna.


"Ah iya nih kita cuman mau silaturrahmi saja Syah". Ujar Husna pada Aisyah.


"Ah ya bagaimana dengan butik yang mbak jalankan??". Tanya Aisyah padanya.


"Alhamdulillah, semakin berkembang pesat banyak juga yang menyukai model terbaru". Jawab Husna pada Aisyah.


"Syukurlah mbak, semoga semakin pesat lagi Mbak". Ujar Aisyah pada Husna.


"Aamiin yaa rabbal'alamin Syah, makasih doanya ya". Ujar Husna sambil tersenyum tipis pada Aisyah .


"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin mbak". Ujar Aisyah pada mereka.


Aisyah mengajak keluarga kecil Husna untuk makan bersama setelah mereka mengobrol bersama, Husna yang tidak enak hati pun menerima ajakan dari Aisyah membuat Aisyah senang mendengarnya.


Selama melaksanakan makan bersama Arham selalu melihat Arsyila dengan diam, sungguh membuatnya tidak sabar menunggu beberapa tahun yang sangat lama baginya, Husna menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya.


"Alhamdulillah selesai juga makannya". Ujar Arsyila membuat Arham tersadar.


"Bunda, Arsyi duluan ya soalnya ada tugas". Ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa sayang, kalau ada yang susah bilang sama bunda atau ayah". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa siap bunda, Aunty Uncle bang duluan ya". Ujar Arsyila sambil tersenyum pada mereka semua.


"Iyaa sayang". Ujar Husna menatap gemas Arsyila.


"Bagaimana kabar Hasan sekarang?". Tanya Idris pada Adam dan Aisyah.


"Alhamdulillah baik bang, Hasan semakin kesini semakin baik ilmu agama nya bang". Jawab Adam pada Idris.


"Masya Allah, senang aku mendengarnya Dam". Ujar Idris tersenyum padanya.

__ADS_1


"Iyaa bang apalagi kita". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada Idris.


Beberapa menit kemudian Husna sekeluarga kecilnya pamit pulang pada Adam dan Aisyah, Adam mengantar mereka sampai ke pintu depan karena Aisyah yang sedang sibuk mengurus anaknya yang paling kecil dan bungsu, setelah melihat mobil keluarga kecil Husna berlalu meninggalkan kediamannya Adam kembali masuk.


"Masya Allah anak ayah semakin pintar saja". ujar Adam saat melihat Ayra menulis lafadz arab.


"Makasihh ayahh"..Ujar Ayra tersenyum senang pada ayahnya.


"Iyaa sama sama sayang". Ujar Adam pada anaknya.


"Ayah, bunda mana?". Tanya Alyssa padanya.


"Bunda lagi dikamar sayang". Jawab Adam pada anaknya.


"Lagi ngapain dikamar ayah?". Tanya Husein yang mendengarnya.


"Lagi ngurus adek kalian". Jawab Adam pada anaknya.


"Oh gitu ya ayah". Ujar Husein sambil mengangguk anggukan kepalanya .


"Kalian sedang bahas apa?". Tanya Aisyah yang turun kebawah bersama anaknya Kahfi.


"Sedang membahas bunda dan adek". Jawab Husein padanya.


"Emangnya kenapa ngebahas bunda sama adek? ". Tanya Aisyah dengan salah satu alisnya terangkat.


"Ya tadi adek Alyssa nanya bunda kemana terus abang nanya bunda ngapain di kamar, gitu aja bunda". Jawab Husein pada bundanya.


"Ohh gitu yaa deh". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa bunda". Ujar Husein sambil tersenyum pada Aisyah.


Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar seperti biasa mereka akan setor hafalan pada Adam, dimulai dari Arsyila hingga terakhir Kahfi yang menjadi penyebab gemasnya mereka karena masih ada huruf yang disebut Kahfi dengan cadelnya.


"Gemas sekali anak bunda ini". Ujar Aisyah pada Kahfi.


"Tentu saja buna". Ujar Kahfi dengan tersenyum manis.


"Ah senyuman manisnya membuat kakak terpesona loh dek". Ujar Arsyila mencubit pipi adiknya dengan gemas.


"Makasih kakak". Ujarnya sambil terkekeh pada kakaknya.


"Iyaa sama sama dek". Ujar Arsyila sambil tersenyum pada adiknya.


"Abang Ay pengen dengerin abang nyanyi lagu lagi dong". Ujarnya pada Husein.


"Nyanyi lagu apa dek?". Tanya Husein padanyaa.


"Lagu apa aja bebas asal enak di dengar". Jawab Ayra padanya.


"Baiklah kalau begitu". Ujarnya sambil melirik mereka satu persatu.


Ummi yaa lahnan a'syaqohu


wanasyidan dauman ansyuduhu


Fikulli makanin adzkuruhu

__ADS_1


wa-azhollu azhollu uroddiduhu


Ummi yaa ruuhi wa-hayati


yaa bahjata nafsi wamunaati


Unsi filhadhiri wal-ati...


Allohu ta'aala aushoni


fissirri walau fil i'laani


Bilbirri laki wal-ihsaani...


Ismuki manquusyun fi qolbi


Hubbuki yahdini fi darbi


wadu'a-i yahfazhuki robbiy...


Husein selesai menyanyikan lagu tersebut membuat mereka bertepuk tangan senang, membuat Husein tersenyum tipis melihat mereka semua tetapi hanya sesaat karena ia merindukan abangnya Hasan..


"Abang kenapa? kok sedih? ". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Abang rindu bang Hasan bunda". Jawabnya sambil menunduk.


"Kitapun sama merindukan abangmu syan". Ujar Aisyah memeluk putranya.


"Abang Kapan pulangnya sih bun?". Tanya Husein pada Aisyah.


"Bunda juga tidak tau sayang, abangmu tidak memberikan kabar pada bunda". Jawab Aisyah yang masih memeluk anaknya.


"Heum baiklah bunda". Ujar Husein pada bundanya.


"Iyaa sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruangan mushola, kini mereka sedang berkumpul diruang tengah menonton acara televisi bersama, canda tawa selalu mereka limpahkan saat menonton.


"Buna". panggil Kahfi padanya.


"Iya sayang kenapa?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Ayah itu kerjanya jadi apa?". Tanya Kahfi dengan polos.


"Yah katanya kerja ayah jadi apa? ". Tanya Aisyah sambil terkekeh pada suaminya.


"Kerja ayah cari uang sayang". Jawab Adam sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Iyaa apa ayah? kan cari uang kerjanya banyak". Ujarnya menatap Adam.


"Ayah jadi bos sayang". Ujar Adam sambil mengelus rambut anaknya.


"Bos itu apa bunda?". Tanya Kahfi membuat mereka menghela nafansya.


"Bos itu yang memberikan gaji atau uang pada karyawannya sayang". Jawab Aisyah memberikan pengertian pada anaknya.


"Ohh seperti itu ya bunda". Ujarnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Aisyah dan yang lainnya menghela nafasnya lega karena Kahfi selesai menanyakan ini itu, bahkan kini Kahfi sudah tertidur di lahunan abangnya Husein membuat Aisyah langsung menyuruh anaknya masuk ke kamarnya masing masing.


Sangat menggemaskan. Batin Aisyah menatap anaknya.


__ADS_2