
Adam dan Aisyah sedang berada di bidan untuk imunisasi anak mereka, begitupun juga dengan yang lainnya, Aisyah masih menunggu panggilan karena antriannya yang jauh, hingga beberapa menit kemudian nomor antrian Aisyah dipanggil.
"Assalamu'alaikum". Salam Aisyah masuk ke ruangan.
"Waalaikumussalam dengan bu Aisyah". Ujar dokter tersebut pada nya.
"Iyaa dok". Ujar Aisyah sambil tersenyum tipis pada nya.
"Coba letakkan anaknya, kita akan menimbang berat badannya". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Beberapa jam kemudian Adam dan Aisyah sampai di rumah kediaman mereka, perkembangan anaknya sangat baik membuat Adam serta Aisyah tersenyum senang saat mendengar ucapan dokter.
Saat mereka masuk ke dalam rumah ternyata sudah kedatangan tamu, yang tak lain adalah Sarah dan Azam serta Nizzam anak mereka, keduanya menghampiri mereka lalu saling berpelukan.
"Udah lama nunggu mbak?". Tanya Aisyah pada nya.
"Ngga juga Syah, kita memang berencana main sih, jadi gapapa nunggu lama juga". Jawab Sarah sambil terkekeh.
"Ngga gitu juga kali Sar". Ujar Adam duduk disamping Azam.
"Hey boy, Apakabar?". Tanya Adam pada Nizzam.
"ik uncle". Jawab Nizzam membuat Adam tersenyum gemas.
Mereka berbincang bersama hingga membuat Nizzam tertidur mendengarkannya, begitu juga dengan sikembar yang sudah di pindahkan ke kamar, banyak yang mereka bahas mulai mengenai perusahaan hingga ke perkembangan anak.
Hingga beberapa jam kemudian Sarah dan Azam pamit untuk pulang, Adam dan Aisyah mengantar mereka sampai ke depan pintu rumah, Hingga mobil yang dibawa Azam sudah tak terlihat lagi membuat keduanya kembali masuk kedalam rumah.
"Mas, sholat dzuhur berjamaah ya". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
"Sebelum sholat, coba cek dulu takutnya baby nangis". Ujar Adam pada istrinya.
"Baiklah mas, kalau gitu mas duluan yang ke air". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iya sayang". Ujar nya mengecup bibir istrinya sekilas sebelum pergi ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat berjamaah, diakhiri dengan membaca Qur'an bersama hingga membuat baby mereka tertidur lelap mendengarnya.
"Subhanallah, suara kamu indah syaang". Ujar Adam pada istrinya.
"Mas hampir tiap saat setelah membaca Qur'an pasti bilang begitu". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Mas serius loh syaang". Ujarnya pada sang istri.
__ADS_1
"Iyaa deh mas iyaa". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Sayang jika nanti mereka sudah berumur 5 atau 6 tahun, kita buatkan adik ya". Ujar Adam pada istrinya.
"Iya udah, aku nurut aja sama suami asal jangan sekarang aja bikin adik untuk merekanya". Ujar Aisyah pada suaminya.
Adam terkekeh mendengarnya, ia pun mengecup kening istrinya dengan lembut, Aisyah menutup matanya saat suaminya mencium keningnya, hingga beberapa menit kemudian Aisyah tertidur di paha suaminya.
"Ini namanya terbalik syang". Gumam Adam melihat istrinya tertidur.
"Tapi biarlah aku senang melihatnya, kamu makin lucu jika sedang tertidur". Ujar Adam mengecup kening istrinya kembali.
Adam memindahkan istrinya ke kamar, begitupun dirinya yang ikut berbaring di samping istrinya, hingga beberapa jam kemudian keduanya terbangun karena salah satu anak mereka menangis.
"Kenapa anak bunda? lapar ya? apa haus? apa pup sayang?". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Mas, boleh aku minta tolong". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Boleh sayang, mau minta tolong apa?". Tanya Adam pada istrinya.
"Tolong seduhin MP ASI yang merah mas, untuk makan baby". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Baiklah sayang, tunggu sebentar". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.
Beberapa menit kemudian Aisyah selesai menyuapi anak, terlihat Baby Arsyi yang sudah terlelap ia pun menidurkan di ranjang bayi, Adam pergi ke ruang kerja nya karena ada pekerjaan yang belum selesai.
"Mas". Panggil Aisyah pada suaminya.
"Ah iyaa sayang kenapa?". Tanya Adam menoleh pada istrinya.
"Engga, aku kira kemana mas, ternyata ada disini". Jawab Aisyah menghampiri suaminya.
"Iyaa syang, ada pekerjaan yang belum mas kerjakan". Ujar Adam pada istrinya.
"Aku temani ya mas". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
Beberapa menit kemudian Adam selesai mengerjakan pekerjaan nya, lalu menoleh pada istrinya ternyata tertidur di kursi sebelah segera saja Adam memindahkannya ke ranjang yang berada diruang kerjanya.
Adam menatap Aisyah dengan lembut, sebelum ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena waktu sudah mendekati ashar, sesudahnya ia membangunkan istrinya yang masih terlelap.
"Udah adzan ashar mas?". Tanya Aisyah dengan wajah sayu nya.
"Belum, tetapi sebentar lagi adzan sayang". Jawab Adam pada istrinya.
__ADS_1
"Baiklah mas, aku bersihkan badan dulu ya, mas tunggu aja di musholah ya". Ujar Aisyah diangguki oleh suaminya.
"Iyaa syaang, mas tunggu". Ujar Adam pada istrinya.
Beberapa jam berlalu, kini Aisyah tengah menonton televisi bersama dengan anaknya begitu juga dengan suaminya, saat mereka sedang asik menonton televisi bersama tiba tiba datanglah orangtua mereka berkunjung.
"Assalamualaikum". Salam mereka pada keduanya.
"Waalaikumussalam". Jawab Aisyah dan Adam lalu menyalimi tangan mereka.
"Apakabar Syaang? baik kan kalian?". Tanya Bunda Halwa pada nya.
"Alhamdulillah baik bunda, kalian Apakabar?". Tanya Aisyah yang duduk disamping suaminya.
"Alhamdulillah bunda baik begitu pun dengan umi mu, iya kan Humairah?". Tanya Bunda Halwa pada Umi Humairah.
"Iyaa benar apa yang dibilang oleh mertuamu syah". Jawab Umi Humairah pada Aisyah.
"Apakabar cucu oma?". Tanya Bunda Halwa menatap cucu nya.
"Alhamdulillah baik bunda". Jawab Aisyah pada Bunda Halwa.
Kini para kaum Adam berbincang di ruang tengah sedangkan para kau Hawa sedang berbincang di kamar bayi, Umi Humairah tersenyum senang melihat perkembangan cucu nya.
"Gemas sekali cucu oma em nenek aja deh". Ujar Umi Humairah menatap ketiga bayi tersebut.
"Haha kenapa ngga oma Rah?". Tanya Bunda Halwa terkekeh.
"Gapapa Halwa". Jawabnya pada Bunda Halwa.
"Cucu kita sangat lucu ya duhh, ngga sabar mendengar mereka berbicara dengan cadelnya". Ujar Bunda Halwa tersenyum gemas.
Aisyah hanya bisa tersenyum melihat keduanya bercengkerama, hingga beberapa jam kemudian kedua pasangan orangtua pun pamit untuk pulang, Adam mengantar mereka sampai depan karena Aisyah sedang menyusui anaknya.
Beberapa menit kemudian Aisyah selesai memberikan asi nya pada ketiga anaknya, kini tinggal menunggu suaminya yang sedang berada didalam kamar mandi , tak terasa Aisyah tertidur karena posisi nya menunggu sambil rebahan.
"Astagfirullah istriku, cepat sekali ketiduran". Ujar Adam yang keluar dari kamar mandi.
"Wajar saja, mengurus suami dan anak pasti capek". Ujarnya lagi menatap istrinya.
"Cantik sekalii tanpa kerudung, khusus untukku saja". Ujarnya mengelus rambut istrinya dengan lembut.
Beberapa menit kemudian Aisyah terbangun karena mendengar suara Adzan berkumandang, ia segera saja masuk ke kamar mandi untuk berwudhu , saat memasuki musholah ternyata suaminya sudah menunggu nya.
__ADS_1