Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 6


__ADS_3

Aisyah dan Maryam akan mengumpulkan tugasnya pada Bu Wida , Maryam penasaran dengan judul novel yang dibuat Aisyah, ia pun melirik sedikit dan betapa terkejutnya judulnya hampir sama.


"Syah, judul novel kita hampir sama loh". Ujar Maryam membuat langkah Aisyah terhenti.


"Serius kamu?". Tanya Aisyah kaget.


"Serius bedanya, kamu calon imam kalau aku calon abi". Jawab Maryam pada Aisyah.


"Sama judul gapapa asal jangan sama isi nya aja". Ujar Bu Wida yang melihat mereka berdua.


"Eh Assalamu'alaikum bu Wida". Salam Mereka berdua padanya.


"Waalaikumussalam, tugas kalian sudah selesai kan?". Tanya Bu Wida pada mereka berdua.


"Alhamdulillah sudah bu, ini tugasnya". Jawab Aisyah memberikan naskah novel tersebut disusul oleh Maryam.


"Baiklah, ibu terima ya, oh iyaa bilang pada seluruh anak kelas kalian untuk mengumpulkan nya ke ruangan ibu, ibu tidak akan mengajar sekarang jadi kalian bebas mau ngapain asal jangan pulang ya". Ujar Bu Wida diangguki oleh keduanya.


"Yasudah ibu masuk dulu ya, Assalamualaikum". Lanjutnya pada mereka berdua.


"Waalaikumussalam bu". Jawab mereka berdua.


Dikarenakan tidak ada pembelajaran, Aisyah mengajak sahabatnya ke masjid untuk sholat dhuha, mereka Izin pada petugas piket kampus dan di izinkan asal jangan kemana mana lagi.


"Syah, kayanya novel yang kita buat dijadikan film akan bagus ya". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Iyaa tergantung bagaimana ceritanya sih, terkadang kita sudah membuatnya tetapi tidak ada yang tertarik bagaimana coba". Ujar Aisyah pada sahabat nya.


"Iyaa juga ya Syah, bener apa yang kamu bilang karena dominan banyaknya suka novel romantis ya Syah daripada islami". Ujar Maryam sambil melirik ke arah Aisyah.


"Ngga juga sih Mar, terkadang juga ada yang tertarik dengan cerita yang kita buat ,contohnya aku sendiri tertarik pada kisah nabi dan yang lainnya". Ujar Aisyah sambil masuk ke dalam masjid..


Maryam menyudahi obrolan mereka saat sudah masuk ke dalam masjid, Aisyah dan Adam bertemu kembali di masjid yang sama, segera Aisyah maupun Adam memalingkan wajahnya.


"Assalamualaikum kak adam". Salam Aisyah lalu pergi dari hadapan Adam.


"Waalaikumussalam Aisyah". Jawab Adam pelan.


"Jika kau memang bukanlah jodoh ku, aku harap mendapat kan jodoh yang seperti mu". Gumam Adam saat melihat Aisyah yang sudah berbelok ke arah tempat wudhu.


"Tuan, kita kembali sekarang? ". Tanya Davin pada Adam.

__ADS_1


"Ya". Jawab Adam dengan singkat.


Disisi lain Aisyah sudah melaksanakan sholat dhuha nya, sementara Maryam belum selesai karena masih berdzikir. Akhirnya mereka kembali ke kampus, selama perjalanan menuju kampus mereka berbincang bersama.


"Syah, aku mau nanya deh". Ujar Maryam lesu.


"Mau nanya apa? kenapa juga raut wajah kamu gitu? ada masalah?". Tanya Aisyah pada sahabatnya.


"Gatau dibilang masalah atau bukan Syah, tapi aku masih memikirkan soal perjodohan yang Ayah sama Uma siapkan". Jawab Maryam pada Aisyah.


"Lah sama dong, tetapi aku sudah menerimanya mungkin itu juga terbaik buat aku, bang ilham juga sama dijodohin". Ujar Aisyah membuat Maryam kaget.


"Beneran kalian berdua dijodohin? sama siapa? tau ngga orangnya? gimanaa orangnya? baik kan? . Tanya Maryam beruntun pada Aisyah.


"Masya Allah, satu satu kalau nanya Maryam, kita ngga tau baik ngga nya orang itu, karena kita juga tidak dipertemukan dengan calon kita kecuali kalau sudah menjadi mahram". Jawab Aisyah pada sahabatnya.


"Wahh berarti sama dong, aku juga begitu kata ayah". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Wahh ngga nyangka banget kita bisa kebetulan begitu ya, sama sama dijodohin". Ujar Aisyah diangguki oleh sahabat nya.


Akhirnya mereka sampai dikampus lalu masuk kedalam kelas, ternyata masih sama seperti tadi belum ada pembelajaran di mulai, Aisyah memilih untuk membaca mata pelajaran tersebut.


"Hayuk Syah". Ajak Maryam diangguki oleh Aisyah.


"Siapa ya kira kira Syah?". Tanya Maryam pada Aisyah.


"Aku gatau lahh, aku cuman tau perusahaan abang ilham sama Abi doang". Jawab Aisyah diangguki oleh sahabatnya.


"Iyaa deh iyaa, udah mending kita tunggu aja". Ujar Maryam diangguki oleh Aisyah.


Beberapa menit kemudian datanglah Pak Gara masuk ke dalam Aula, membuat semuanya tidak sabar melihat angkatan kelulusan 2018 dari kampus tersebut .


Tes Tes Satu.. Dua.. Tiga


"Untuk semuanya hari ini kita kedatangan CEO perusahaan Dirgantara yang akan menyampaikan beberapa kalimat, kita panggilkan Muhammad Adam Dirgantara untuk masuk kedalam aula". Ujar Pak Gara membuat Aisyah kaget.


"Kenapa Syah? kok kaget gtu?". Tanya Maryam pada Aisyah.


"Ngga, ngga papa kok Mar". Jawab Aisyah sambil tersenyum pada sahabatnya.


"Beneran gapapa?". Tanya Maryam padanya.

__ADS_1


"Iyaa beneran gapapa kok". Jawab Aisyah pada sahabatnya.


Adam juga sama kagetnya dengan Aisyah, ia pikir Aisyah tidak kuliah di tempat dulu ia mencari ilmu, Adam berdehem sebelum memulai pembicaraannya dan semua perhatian mahasiswa langsung mengarah ke depan terkecuali Aisyah dan Maryam yang menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa jam Adam menceritakan semua perjuangan dirinya dari nol sampe sekarang ia mempunyai segalanya, Adam menoleh sebentar ke arah mahasiswa sebelum membisikkan sesuatu pada pak Gara.


"Baiklah, ada yang mau bertanya pada pak Adam?". Tanya Pak Gara pada mereka semua.


"Saya pak". Ujar Adinda yang memang tidak ada yang mengetahui bahwa dia adiknya.


"Ya adinda, kamu mau bertanya apa?". Tanya Pak Gara pada nya.


"Pak Adam sudah mempunyai kekasih?". Tanya Adinda membuat semua menoleh penasaran kecuali Aisyah yang tidak tertarik.


"Pertanyaan yang lain dong Dinda masa pribadi sih". Ujar Pak Gara padanya.


"Biarin saja pak". Ujar Adam pada pak Gara.


"Saya akan menjawab pertanyaan dari saudari Adinda, alhamdulillah saya tidak memiliki kekasih tetapi saya sudah memiliki calon istri yang sholehah seperti idaman saya". Jawab Adam pada Adindan membuat semua yang mendengarnya patah hati kecuali Aisyah dan Maryam.


Siapa maksud kak Adam?. Batin Aisyah bertanya tanya.


"Syah, siapa ya kira kira yang beruntung mendapatkan pak Adam?". Tanya Maryam pada sahabatnya.


"Mungkin hamba Allah yang lainnya". Jawab Aisyah pada Maryam.


"Iyaa siapa?". Tanya Maryam pada nya.


"Ya mana aku tauu ihh kamu tuh yaa". Kesal Aisyah pada Maryam.


"Hehehe maaf ya Aisyah, jangan marah dongg". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Siapa juga yang marah sih". Ujarnya pada Maryam.


Beberapa menit kemudian mereka membubarkan diri dari aula, Aisyah dan Maryam memilih belakangan karena takut tersentuh oleh kaum lelaki, setelah semuanya hampir keluar barulah mereka berdua berdiri .


"Seandainya bukan dia orangnya pun tidak apa ya Allah, asal ia orang yang sholehah dan baik hatinya". Gumam Adam saat melihat Aisyah keluar dari Aula.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like and Comment juga Vote ya gays :)

__ADS_1


__ADS_2