
Seminggu kemudian, ini adalah lamaran Ainun dan Nizzam sungguh membuat Arsyila merasa sangat terharu karena kini kakaknya akan menyusul dirinya, Arsyila dan Arham mengucapkan selamat pada mereka berdua..
"Nikahnya kapan nih?". Tanya Arham pada sepupunya.
"Nikahnya nunggu umur aku memasuki usia 20 atau ngga 21 tahun". Jawab Nizzam pada sepupunya.
"Ah baiklah, semoga lancar sampai nanti pernikahannya ya dek". Ujar Arham pada Nizzam.
"Iyaa Aamiin yaa rabbal'alamin makasih abang". Ujar Nizzam padanya.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin, kalau gitu kita pamit ya maaf gabisa lama, soalnya aku ada meeting dengan Client yang harus mengajak istri aku". Ujar Arham pada mereka.
"Iyaa udah gapapa bang". Ujar Nizzam pada abang sepupunya.
"Sekali lagi selamat buat kalian berdua ya". Ujar Arsyila pada keduanya.
"Iyaa makasih Kak Arsyi". Ujarnya pada Arsyila.
Aisyah dan Adam menghampiri anak serta menantu mereka yang hendak pergi, membuat Arsyila maupun Arham menghentikan langkahnya saat Aisyah dan Adam datang pada mereka berdua.
"Kalian mau kemana?". Tanya Aisyah pada keduanya.
"Ada meeting saMa client bunda". Jawab Arham pada mertuanya.
"Yaudah kalau gitu hati hati dijalannya sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa siap bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.
"Siip sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Yaudah kalau gitu kita berdua berangkat ya bunda ayah, assalamualaikum". Pamit Arsyila pada kedua orangtuanya.
"Iyaa hati hati dijalannya sayang, waalaikumussalam". Ujar Aisyah pada anaknya.
Setelah melihat keduanya pergi, Aisyah dan Adam kembali ke dalam melihat kelanjutan acaranya lamarannya, hingga beberapa menit kemudian mereka membubarkan diri karena Nizzam ada kesibukkan di kantornya yang tidak bisa ditinggal.
"Kebiasaan kamu itu Zam". Ujarnya pada anaknya.
"Kaya manggil diri sendiri aja kamu Zam". Ujar Adam terkekeh pada Azam.
"Hahaha benar juga apa yang kamu bilang Dam". Ujar Azam pada Adam.
"Ya benarlah gamungkin aku salah". Ujar Adam pada Azam yang akan menjadi saudaranya.
"Udah jangan berdebat mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa kamu juga mas". Ujar Sarah pada suaminya.
"Iyaa sayang". Ujar Adam dan Azam pada istrinya masing masing.
__ADS_1
Kini hanya tersisa Maryam, Ilham, Sarah, Azam, Aisyah dan Adam diruang tengah karena anak anaknya sedang berada di halaman belakang kecuali Arham dan Arsyila yang memang sedang ada urusan, mereka berenam berbincang tentang pernikahan Ainun dan Nizzam.
"Lebih baik sederhana tapi elegan aja". Ujar Aisyah pada mereka.
"Abang setuju dengan apa yang kamu bilang dek". Ujar Ilham pada adiknya.
"Kalau yang lainnya gimana?". Tanya Aisyah pada mereka berempat.
"Seharusnya yang membahas adalah Ainun dan Nizzam karena mereka yang akan menikah bukan kita". Ujar Adam pada mereka.
"Benar apa yang dibilang oleh Adam". Ujar Azam pada mereka semua.
"Yaudah jangan bahas lagi, nanti aja bahasnya kalau ada Nizzam dan juga Ainun". Ujar Sarah pada mereka semua.
"Iyaa mbak aku setuju". Ujar Aisyah pada Sarah.
"Yaudah kita pamit pulang ya semuanya". Ujar Azam pada mereka semua.
"Loh kenapa cepet banget Zam?". tanya Adam padanya.
"Soalnya Ada urusan Dam". Jawab Azam pada Adam.
"Heum baiklah kalau begitu". Ujarnya pada Azam.
"Kalau begitu kita pamit ya, assalamualaikum". Ujarnya pada mereka.
"Waalaikumussalam". jawab mereka pada Azam dan Sarah.
Selama dalam perjalanan pulang, Aisyah selalu merhatikan anaknya Hasan yang terlihat selalu melamun padahal biasanya anaknya selalu banya berbicara, hingga pada akhirnya pertanyaannya diwakilkan oleh Hasan.
"Bang kenapa sih daritadi aku perhatikan, melamun terus? ada yang abang pikirkan? cerita dong sama kita bang". Ujar Husein pada abangnya.
"Ah ngga papa kok dek". Ujar Hasan pada adik kembarannya.
"Abang ngga usah bohong, terlihat dari wajah abang kalau abang banyak pikiran, makanya cerita bang". Ujarnya pada Hasan.
"Abang ngga papa kok, cuman pengen diem aja".Ujarnya sambil tersenyum tipis pada adik kembarannya.
"Beneran nih?". Tanya Ayra yang ikut ikutan bertanya pada abangnya.
"Beneran dong dek". Jawabnya pada adiknya.
"Heum iyaa deh percaya". Ujar Ayra pada abangnya.
"Jangan percaya sama abang Hasan, musyrik dek". Ujar Husein pada adiknya.
"Hahah dasar abang selalu aja begitu". ujar Alyssa sambil tertawa kecil pada abangnya.
"Emangnya kenapa dek?". Tanya Husein padanyaa.
__ADS_1
"Ngga papa bang hehe". Jawabnya pada abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman rumahnya, Aisyah turun dari mobil begitupun dengan yang lainnya, bahkan Kahfi langsung berlari memasuki rumah membuat Aisyah takut anaknya terjatuh.
"Bunda jangan khawatir, Kahfi udah biasa seperti itu kan". ujar Hasan pada bundanya.
"Tetap saja bunda khawatir sayang". ujar Aisyah pada anaknya.
"Bunda udah deh jangan terlalu dikhawatirkan, paling kalau jatuh nangis". Ujar Husein pada bundanya.
"Ish kamu tidak mengerti perasaan seorang bunda terhadap anaknya". Ujar Aisyah kesal pada anaknya.
"Yaa maaf bunda, kan abang belum menikah belum tau rasanya seorang orangtua mengkhawatirkan anaknya". ujar Husein pada bundanya.
"Yaudah gapapa, sebaiknya kalian bersihkan badan kalian dulu sana". Ujar Aisyah pada anak anaknya.
"Okee siap bunda". Ujar mereka pada Aisyah.
Aisyah dan Adam pun memasuki kamar mereka, Adam terlebih dahulu menyuruh istrinya untuk membersihkan badannya, sambil menunggu istrinya selesai membersihkan badannya Adam mengirim pesan pada putrinya yang kini sudah memiliki keluarga kecil.
...Arsyila Cantiknya Ayah...
...Online...
^^^Assalamu'alaikum sayangg, kamu sudah pulang?^^^
Waalaikumussalam ayahh, alhamdulillah udah ini udah ada dirumah ayah, ayah sama yang lain udah pulang ke rumah?
^^^Ayah saMa yang lain udah pulang ke rumah sayang, yaudah udah dulu ya sayang , ayahh mau ke kamar mandi soalnya bundamu sudah selesai bebersih badan nya syang^^^
Okee siapp ayahku yang paling aku sayang 🤗🤗
Adam menyimpan ponselnya setelah melihat istrinya selesai membersihkan badan, Aisyah menyuruh suaminya untuk segera membersihkan badannya sebelum tidur siangg, Adam dengan cepat memasuki kamar mandi membuat Aisyah keheranan melihat tingkah suaminya.
Hingga beberapa menit kemudian Adam selesai membersihkan badannya, lalu menghampiri istrinya yang sedang memainkan ponselnya membuat Adam sedikit kesal karenanya, ia langsung memeluk istrinya membuat Aisyah terkejut melihat tingkah suaminya terlalu banyak tingkah.
"Mas kamu kenapa sih?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Aku ngga papa sayang". Jawabnya pada sang itri.
"Beneran ngga papa sayang?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Beneran sayang, masa mas bohong". Jawabnya dengan manja memeluk lengan istrinya.
Aisyah semakin heran melihat tingkah suaminya, tetapi ia hanya diam saja melihat tingkah suaminya.
...****************...
Semangat yang menjalani ibadah puasa, semoga lancar sampai buka ya gays :)
__ADS_1
Maaf kalau akhir akhir ini updatenya lama, bahkan ngga update karena sibuk kerja, jadi sempet main hp nya jarang karena ditempat kerja banyak yang beli, wajar aja aku kerja di toko plastik terus jualan es campur juga gays😂
Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys :) Makasih sebelumnya :)