
Arsyila menunggu adzan magrib sambil membaca al Qur'an bersama sang Ayah, begitupun dengan yang lainnya sementara Aisyah sedang menyiapkan santap untuk berbuka puasa, dimulai membuat es buah kesukaan mereka ketika sedang berpuasa dibulan Ramadhan.
Adzan magrib pun terdengar membuat semua nya mengucap alhamdulillah serta doa buka puasa, setelahnya mereka memakan es buah yang telah tersedia, sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan, setelah berbuka dengan yang manis Adam mengajak mereka sholat berjamaah magrib sebelum lanjut makan.
"Alhamdulillah ya bun, puasa Arsyila belum ada yang bocor". Ujar Arsyila pada Aisyah.
"Iyaa sayang, anak bunda harus bisa kuat sampai selesai sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa bunda, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Arsyila dengan tersenyum pada Aisyah.
"Iyaa syaang". Ujar Aisyah mengusap kepala anaknya.
"Ayok bun, kita terawih". Ajak Hasan pada Aisyah.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di masjid sekitar rumah nya, anak anaknya sudah turun lebih dulu dari mobil, Aisyah dan Adam baru saja turun, pandangan mereka terhenti ketika melihat sosok yang mereka kenal, sedangkan seseorang yang mereka kenal menghampiri Adam dan Aisyah.
"Assalamu'alaikum Adam, Aisyah". Salam mereka pada Aisyah dan Adam.
"Waalaikumussalam abang, mbak". Jawab Aisyah dan Adam.
"Apakabar kalian?". Tanya seseorang itu pada mereka berdua.
"Alhamdulillah baik mbak Husna". Jawab keduanya pada Husna.
"Ah ketemu lagi sama kalian, kemarin aku ga liat karena masih halangan". Ujar Husna pada keduanya.
"Oh begitu ya mbak, yaudah mari kita masuk sebelum adzan isya berkumandang mbak". Ajak Aisyah diangguki oleh Husna.
Aisyah mengamparkan sejadahnya di dekat Husna, mereka sholat di luar masjid karena di masjid sudah penuh, untung aja angin menyejukkan membuat Aisyah senang sholat diteras luar masjid, hingga beberapa menit kemudian sholat terawih selesai di laksanakan.
"Mbak mau mampir ke rumah kami?". Tanya Aisyah pada Husna.
"Lainkali saja Syah". Jawab Husna pada Aisyah.
"Baiklah mbak, kalau begitu Aisyah dan yang lainnya duluan ya mbak, assalamualaikum". Ujar Aisyah pada Husna.
__ADS_1
"Iyaa hatihati Syah, waalaikumussalam". Ujar Husna sambil melambaikan tangannya.
"Bunda tadi ada Aunty Husna tapi kok abang ngga liat adanya Bang Arham dan Kak Khadijah". Ujar Hasan pada Aisyah.
"Mungkin saja mereka ada tapi abang tidak melihatnya, kan banyak yang hadir syang". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Iyaa juga ya bun". Ujar Hasan sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka, Aisyah turun terlebih dahulu dan menggendong Alyssa dan Ayra, sedangkan ketiga anaknya sudah turun tanpa Aisyah bantu turun dari mobil, Adam yang melihat itupun senang melihat perkembangan anaknya.
"Bunda, acara pesantren kilat di sekolah tuh cuman seminggu bukan full sebulan ". Ujar Arsyilla pada Aisyah.
"Oh ya sayang?". Tanya Aisyah menatap putrinya.
"Iyaa bener bunda". Jawab Hasan pada Aisyah.
"Baiklah kalau begitu berarti kalian belajar dirumah dong ya". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada mereka.
"Iyaa bunda katanya belajar dirumah selama bulan puasa ramadhan". Ujar Husein pada Aisyah.
"Mau tidur aja bunda, ngantuk soalnya". Ujar Arsyila disetujui oleh kedua kembarannya.
"Yaudah sayang, ingat ganti bajunya sayang". Ujarnya pada ketiga anaknya.
"Baik bunda ". Ujar mereka bertiga.
Keesokkan harinya Aisyah membangunkan keluarga kecilnya untuk sahur, kelima anaknya dengan mau tak mau bangun karena jika mereka tidak sahur, tidak akan kuat menjalani hari ini, apalagi akan menyebabkan badan mereka lebih lemas.
Tak terasa mereka selesai makan sahur tanpa ada nya perbincangan, karena kelima anaknya langsung tertidur kembali tersisa Adam dan Aisyah yang masih bangun karena keduanya sedang menikmati anginnya malam lewat balkon kamar mereka.
"Ngga nyangka ya sayang, kita akan kembali melewatkan bulan puasa bersama". Ujar Adam memeluk istrinya dari belakang.
"Iyaa mas, Aisyah juga ngga nyangka akan mempunyai kalian dihidup Aisyah". Ujar Aisyah menatap suaminya.
"Mas pun begitu sayang". Ujar Adam pada Aisyah.
"Udah ah masuk lagi mah bentar lagi adzan shubuh, kamu bangunin anak anak mas, Aisyah nyiapin alat sholatnya dulu". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Iyaa syaang siapp". Ujar Adam mengecup bibir istrinya sekilas.
"Mas ihh". Ujar Aisyah kesal.
Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat shubuh berjamaah, kini seperti janji Aisyah pada anak nya kemarin ia akan menceritakan kisah nabi Hud, semuanya menunggu Aisyah bercerita sambil menatap wajah Aisyah.
Nabi Hud Alaihissalam merupakan salah satu dari 25 Nabi utusan Allah Ta’ala yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Nabi Hud ‘alaihissalam yang merupakan nabi ke-empat ini berasal dari bangsa Arab, tepatnya suku ‘Ad.
Sejak kecil Nabi Hud AS dikenal sebagai sosok yang memiliki perilaku sangat terpuji diantaranya, jujur, amanah, berbudi pekerti luhur, bekerja keras, serta sangat bijaksana dan ramah dalam bergaul dengan kawan-kawan sepantaran di sekelilingnya.
Kisah tentang kehidupan dan perjalanan dakwah Nabi Hud ‘alaihissalam sendiri banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Nama “Hud” bahkan diabadikan sebagai nama salah satu surat di Al-Qur’an, yakni surat ke-sebelas. Seperti diriwayatkan dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 50 yang menyebutkan tentang Nabi Hud ‘alaihissalam dan kaum ‘Ad.
"Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, ‘Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada.’” (Q.S. Hud ayat 50).
“Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (Seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?” (Q.S. Hud ayat 51).
Semasa hidupnya Nabi Hud ‘alaihissalam menempati sebuah daerah yang disebut dengan Al-Ahqaf, tepatnya di sebelah utara Hadramaut, berada diantara Yaman dan Oman. Hadramaut adalah sebuah daerah yang sangat indah karena memiliki tanah yang subur.
Banyak hasil pertanian yang tumbuh dengan baik dari tanah subur Hadramaut. Selain diyakini sebagai tanah kelahiran Nabi Hud ‘alaihissalam, Hadramaut juga diyakini sebagai daerah dimana Nabi Saleh AS dilahirkan.
Bukan hanya menyimpan fakta sebagai tanah kelahiran Nabi Hud ‘alaihissalam dan Nabi Saleh ‘alaihissalam, tetapi Hadramaut juga menyimpan keistimewaan lain yaitu terdapat bangunan suci umat Islam yang disebut dengan Qabr Hud (Makam Hud). Di dekat Qabr Hud terdapat sebuah masjid yang selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama pada tanggal 11 Sya’ban.
Sejarah Nabi Hud ‘alaihissalam sangat erat kaitannya dengan kaum ‘Ad yaitu kaum yang hidup di zaman Nabi Hud ‘alaihissalam dan merupakan kaum tertua setelah dibinasakannya kaum yang dzolim kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam.
Diriwayatkan, Nabi Hud ‘alaihissalam adalah cucu dari Nabi Nuh ‘alaihissalam atau bisa disebut juga merupakan keturunan dari Sam bin Nuh (kaum ‘Ad). Kaum ‘Ad yang hidup di zaman Nabi Hud ‘alaihissalam dikenal sebagai kaum yang hidup dengan amat nyaman dan sejahtera.
Kehidupan mereka makmur karena dilimpahi dengan ladang pertanian yang terhampar subur nan hijau, hewan ternak yang sehat dan banyak, serta aliran air yang melimpah dan segar. Selain itu, perawakan tubuh kaum ‘Ad juga diketahui besar dan kuat sehingga sangat menguntungkan mereka dalam bekerja sehari-harinya.
Namun kenikmatan dan berbagai berkah yang dilimpahkan kepada kaum ‘Ad tidak serta merta membuat mereka bersyukur dan menyembah Allah Ta’ala. Kaum ‘Ad tidak mengenal Allah Ta’ala sebagai Tuhan mereka, sama seperti yang dilakukan oleh kaum sebelum mereka (kaum Nabi Nuh). Mereka menyembah patung buatan mereka sendiri dan diberi nama dengan Shamud dan Alhattar.
"Masya allah bunda ini ceritanya sangat panjang, hingga membuat ku Mengantuk". Ujar Arsyila sebelum ia tidur.
"Ada ada saja kamu ini". Ujar Aisyah menatap anak anaknya.
...****************...
Update 3 bab nih, tapi besok gatau update gatau ngga, kuotanya menipis :(
__ADS_1