
Kini kehamilan Aisyah sudah memasuki usia ke 9bulan , Aisyah agak sensitif dikehamilannya yang kedua bahkan perutnya sama seperti saat ia hamil pertama kalinya, mungkin kembar lagi pikir Aisyah. Kini Adam pun dengan siaga menjaga istrinya serta calon buah hatinya.
"Sayang, kamu diam aja ya, kamu mau apa bilang sama mas". Ujar Adam pada istrinya.
"Mas tapi aku bosen duduk terus, sekali kali aku juga pengen mas jalan jalan walau cuman sampai taman belakang rumah". Ujar Aisyah cemberut pada suaminya.
"Mas begini, karena ngga mau kamu kenapa napa sayang, apalagi dulu saat kamu menggandung sikembar dulu, sempet mau jatoh kan". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, maafin Aisyah ya mas". Ujar Aisyah memeluk suaminya.
"Iyaa gapapa sayang, sekarang kamu bilang sama mas, kamu lagi kepengen apa syaang?". Tanya Adam menatap istrinya.
"Heum pengen mangga muda mas". Jawab Aisyah pada Adam.
"Masih aja ngidam mangga muda? kirain masih cuman di awal kehamilan aja sayang". Ujar Adam pada istrinya.
Beberapa menit kemudian Adam membawakan buah mangga muda yang di inginkan istrinya, Aisyah yang melihat itupun langsung meminta Bi Nur bikin bumbu rujak, Adam yang melihat itu hanya bergidik ngeri karena itu sangat asam menurutnya.
"Mas mau?". Tanya Aisyah menawarkan buah mangga muda tersebut.
"Ngga sayang, kamu aja". Jawab Adam sambil tersenyum tipis pada Aisyah .
"Iss enak tau mas, coba dehh aaa". Ujar Aisyah menyuruh suaminya membuka mulutnya.
"Ngga sayang, buat kamu aja oke". Ujar Adam pada istrinya.
"Ngga mau, mas harus nyoba juga". Ujar Aisyah yang masih meminta suaminya membuka mulutnya.
Adam akhirnya menyerah saja daripada membuat istrinya sensifit, Adam mengunyah buah mangga muda tersebut yang sangat asam, karena tidak mau membuat istrinya sedih ia pun menelannya dengan wajah tersenyum.
"Enakkan mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Iyaa enak sayang". Jawab Adam pada istrinya.
"Yaudah lagi mas, aaa". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Udah sayang, tadi aja cukup". Ujar Adam sambil menggelengkan kepalanya.
"Ga ihh cepetan makan". Ujar Aisyah pada suaminya.
Dosa apa hamba ya rabb, nak jangan bikin ayah tersiksa dong. Batin Adam sambil tersenyum paksa.
__ADS_1
Adam akhirnya membantu istrinya menghabiskan buah mangga muda, walaupun ia tersiksa karena rasa asam buah tersebut, ia melihat istrinya yang biasa saja memakan buah mangga muda tersebut, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan buah mangga muda tersebut sampai habis.
Adam segera minum yang banyak karena tidak kuat lagi, ia pun juga memakan cemilan yang manis untuk menghilang kan rasa asam tersebut, Aisyah menatap suaminya pun heran ia pikir buah mangga muda tak membuat suaminya kenyang.
"Mas masih mau buah mangga nya?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Ngga syaang, udah kenyang". Jawab Adam pada istrinya.
"Kenyang tapi kok makan cemilan sih". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Mas pengen yang manis manis sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Ya kan mangga tadi juga manis mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Itu kan menurut kamu sayang, kamu menyebutnya manis padahal asam bagi mas. Batin Adam menatap istrinya.
Mereka berdua akhirnya beranjak dari sana untuk menghampiri anak anaknya yang sedang bermain dengan pengasuh, ketiga nya menoleh pada Adam dan Aisyah mereka langsung girang dan memeluk kaki kedua orangtuanya.
"Anak ayah dan bunda, asik banget mainnya". ujar Aisyah pada mereka bertiga.
"Iya bunda". Ujar mereka bersama.
"Bunda kapan dedeknya kelual?". Tanya Baby Hasan sambil mengelus perut Aisyah.
"Sebentar lagi dedek kalian akan lahir ke dunia, kita nunggu waktunya saja ya". Jawab Aisyah pada anaknya.
Adam menemani mereka bermain bersama, Aisyah ke dapur untuk mengambil sesuatu, saat di dapur ia meringis kesakitan karena perutnya, saat bersamaan Ambar datang akan menyimpan piring bekas makan anak anaknya.
"Ya allah kak, kakak kenapa?". Tanya Ambar melihat Aisyah kesakitan.
"Duh Mbar kakak minta tolong, kamu panggilkan mas Adam, kayanya kakak akan melahirkan". Jawab Aisyah pada Ambar.
"Ya Allah sebentar kak, tunggu". Ujar Ambar sambil. berlari menuju ruang tengah.
"Mbar, kenapa lari sih? ada apa?". Tanya Mira padanya.
"Aduh mendingan kamu temani kak Aisyah didapur, genting Mir". Ujar Ambar meninggalkan Mira.
Kak Aisyah kenapa ya? apa jangan jangan terjadi sesuatu sma kak Aisyah, ya Allah. Batin Mira sambil berlari menuju dapur.
Sedangkan Ambar kini ia melihat Adam yang masih mengajarkan anaknya berbicara, Adam melihat Ambar yang datang ngos ngosan membuatnya menatap dengan heran, karena raut wajah Ambar sangat panik.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mbar?". Tanya Adam padanya.
"Aduh itu bang, kak Aisyah mau melahirkan". Jawab Ambar membuat Adam terkejut.
"Yang bener kamu Mbar? jangan bohongin abang deh". Ujar Adam padanya.
"Ihh abang cepatt, mana mungkin Ambar berani bohong, kak Aisyah lagi ditemani oleh Mira". Ujar Ambar membuat Adam langsung berlari menuju dapur, namun sebelumnya ia menyuruh Ambar untuk mengabari keluarga nya yang lain.
Aisyah memegang tangan Mira karena sakitnya sangat menyiksa walaupun ia sudah mengalaminya, tapi tetap saja ia merasakan sakit saat perutnya kontraksi, Mira sedaritadi menengok ke arah pintu dapur, menunggu Adam datang.
"Ya allah sayang, Mira biar abang aja, kamu jaga anak anak okee". Ujar Adam menggendong Aisyah.
"Iyaa bangg, hatihati dijalannya". ujar Mira pada Adam.
"Ya Allah semoga lahiran kak Aisyah lancar, ibu dan anaknya juga selamat, aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Mira sambil berjalan menuju Ambar.
"Gimana Mbar udah dikabarin sama Umi?". Tanya Mira padanya.
"Udah, mereka sebagian sedang dijalan menuju kesini sementara yang lainnya ke rumah sakit". Jawab Ambar menatap Mira.
Aisyah meringis kesakitan membuat Adam tak tega melihatnya, ia berjanji cukup sekarang ia mempunyai anak, Adam sungguh takut kehilangan istrinya jika terus saja melahirkan anaknya, mengorbankan hidup dan matinya.
Ya allah selamatkan lah istri dan anak hamba. Batin Adam sambil menatap jalan.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di rumah sakit, Aisyah segera di masukkan kedalam ruang bersalin, Adam ikut masuk saat dokternya menyuruh nya menemani sang istri, Aisyah langsung memegang suaminya karena sudah saatnya .
"Ayo Syaang, kamu pasti bisa". Ujar Adam mengecup kening istrinya.
"Sakitt mas". Ujar Aisyah sambil menjengut rambut suaminya.
"Iyaa sayang kamu lampiaskan aja sama mas". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa maaf yaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
Beberapa menit kemudian, lahirlah kedua putri kembar mereka, Adam langsung mengadzani keduanya bergantian, lalu ia mengecup kening anaknya satu persatu dengan sekilas.
"Selamat datang di dunia sayangnya ayah, semoga menjadi anak yang sholehah, berbakti pada ayah dan bunda, Aamiin yaa rabbal'alamin". Gumam Adam menatap keduanya.
"Alhamdulillah ya sayang, kita diberkahi anak yang cantik". Ujar Adam menatap istrinya.
"Iyaa mas, Aisyah juga sangat senang melihatnya". ujar Aisyah sambil tersenyum pada suaminya.
__ADS_1
Keduanya tersenyum sambil menatap kedua anak perempuan nya yang baru saja lahir ke dunia, sungguh sangat membuat hati mereka adem melihatnya, hingga tak terasa air mata Aisyah mengalir karena terharu.