
Ting!
...Caca Caresa...
...Online...
Assalamu'alaikum Syiii
^^^Waalaikumussalam Ca, kenapa?^^^
Tugas udah belum?
^^^Tugas yang mana Ca?^^^
Tugas bu Indah, matematika Syii
^^^Astagfirullah aku belum ngerjain Ca, kamu udah?^^^
Alhamdulilah udah, yaudah sana kamu kerjain dulu, untung aku ingatkan š¤
^^^Ah iyaa makasih ya Ca, yaudah aku kerjain dulu, Wassalamualaikum Caca š¤š¤^^^
Arsyila segera mengeluarkan buku tugasnya lalu mengerjakan nya dengan perlahan, untung saja sahabatnya mengingatkannya jika tidak ia pasti akan dihukum oleh guru karena tidak mengerjakan tugasnya.
"Sayang kamu sedang apa?". Tanya Aisyah pada putrinya.
"Lagi mengerjakan tugas bun, Arsyi lupa soalnya". Jawabnya pada Aisyah.
"Ada yang susah engga sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Belum ada kok bun, nanti kalau ada yang susah kakak tanya bunda aja". Jawabnya pada Aisyah.
"Baiklah kalau begitu sayang, bunda kembali ke ruang tengah ya kasian adek kamu main sendiri". Ujarnya pada Arsyila.
"Iyaa bunda". Ujarnya sambil menoleh pada Aisyah.
Aisyah keluar dari kamar anaknya Arsyila, ia menuruni tangga untuk menuju ruang tengah terlihat kini Kahfi sudah ada yang menemaninya, Aisyah menghampiri mereka berdua lalu duduk disamping anaknya.
"Bunda dari mana?". tanya Kahfi padanya.
"Bunda dari kamar Kak Arsyi sayang". Jawab Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Terus mana kakaknya bunda?". Tanya Husein menoleh kesana kemari.
"Masih dikamar sayang, ngerjain tugas katanya". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Tugas? ah abang lupa bunda, abang juga ada tugas ihh". Ujar Husein sambil menepuk jidatnya.
"Astagfirullah kenapa harus ditepuk jidatnya dengan keras abangg? kalau sakit gimana?? ". Tanya Kahfi yang langsung mengusap jidat abangnya.
"Abang ngga papa kok dek, ngga sakit juga hehe". Jawabnya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Beneran abang?". Tanya Kahfi padanya.
"Beneran Adek abang yang ganteng". Jawabnya dengan gemas pada adiknya.
"Syukurlah kalau begitu, jangan sampai sakit ya abang". Ujar Kahfi memeluk abangnya.
Aisyah yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa tersenyum senang, karena anak anaknya selalu akur membuatnya selalu bersyukur kepada tuhan-Nya, Arsyila menghampiri mereka bertiga membuat mereka menoleh pada Arsyila.
"Kak Arsyi, udah selesai ngerjain tugasnya? ". Tanya Kahfi padanya.
"Alhamdulillah udah dek". Jawab Arsyila sambil tersenyum pada adiknya.
"Alhamdulillah kalau udah, sekarang gantian Abang yang ngerjain tugas kan". ujar Kahfi menatap abangnya.
"Iya benar juga, yaudah abang ke kamar ya". Ujarnya pada mereka bertiga.
"Iyaa abang". Ujar ketiganya pada Husein.
"Oh Iya kak Arsyi, pelajaran SD itu susah engga sih?". Tanya Kahfi pada kakaknya.
"Ya tergantung sih, tiap tahun pasti akan ada yang berubah engga akan sama seperti tahun sebelumnya dek". Jawab Arsyila pada Adiknya.
"Benarkah begitu bunda?". Tanya Kahfi menatap bundanya.
"Benar apa yang dibilang oleh Kak Arsyi sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Ah belum masuk SD aja, banyak yang susah bunda". Ujar Kahfi pada bundanya.
"Bener apa yang dibilang sama kakak". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
"Ohh gitu, yaudah nanti adek belajar sama heum Adek bingung bunda". Ujarnya sambil menatap Aisyah.
"Bingung kenapa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Adek harus manggil Kak Adiba atau Dek Adiba, sedangkan umur Adek lebih muda dari Kak Adiba". Jawabnya pada Aisyah.
"Terserah Adek aja mau manggil Adiba adek atau kakak". ujar Aisyah pada anaknya.
"Baiklah bunda". Ujar Kahfi pada bundanya.
Beberapa menit kemudian Adam pulang dari kantornya, membuat semuanya menghampiri Adam dimulai Aisyah yang menyalimi tangan suaminya diikuti oleh kelima anaknya, membuat Adam tersenyum senang melihat mereka semua.
Aisyah menyiapkan pakaian suaminya yang sedang mandi, sementara anak anaknya berada diruang tengah sedang menonton acara televisi bersama, setelah menyiapkan pakaian suaminya Aisyah kembali menghampiri anak anaknya.
"Bunda mana ayah?". Tanya Husein pada nya.
"Masih mandi sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Ah begitu ternyata, yaudah kita tunggu ayah aja dulu baru makan". Ujar Husein pada mereka.
"Okee siap abang". Ujar Keempatnya pada Husein.
__ADS_1
"Bunda, seandainya aja abang Hasan udah pulang pasti seru". Ujar Ayra pada Aisyah.
"Iyaa sayang, tapi mau bagaimana lagi, abangmu masih betah dipesantren". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Kapan dong kita ngejenguk abang lagi?". Tanya Ayra pada bundanya.
"Nanti kita tanya ayah aja ya sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.
"Baiklah kalau begitu bunda". Ujar Ayra pada bundanya.
"Iyaa Syaang". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada anaknya.
Adam turun memghampiri istri serta anaknya yang sudah menunggu sedaritadi, Aisyah serta anaknya kompak menoleh ke belakang ternyata Adam sudah begitu lama didalam kamar membuat mereka berdiri dari duduknya.
Kini mereka tengah melaksanakan makan bersama setelah tadi Adam mengajak mereka untuk makan, Kahfi dengan lahap memakan ayam goreng bagian paha seperti kesukaan upin dan ipin, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa.
"Alhamdulillah habis". Ujar Kahfi pada mereka.
"Iyaa Alhamdulilah nikmat mana lagi yang akan engkau dustakan". Ujar Husein membuat mereka terkekeh.
"Benar itu apa yang dibilang sama abang Ein". Ujar Alyssa membuat semuanya menoleh.
"Bang Ein? Nama abangkan Husein sayang". Ujar Husein pada adiknya.
"Ya biarin biar gampang manggilnya abang". Ujar Alyssa pada abangnya.
"Huft baiklah jika itu maumu". Ujar Husein pada adik perempuan nya.
"Ayah ada pertanyaan nih buat kalian, tapi Ayah yang akan menunjuk salah satu dari kalian ya". Ujar Adam pada mereka.
"Pertanyaan apa emangnya yah?". Tanya Arsyila pada ayahnya.
"Baiklah pertanyaan dimulai, ini untuk Kak Arsyi ya, apa itu do'a masuk kamar mandi sebutkan juga artinya?". Tanya Adam pada Arsyila.
"Doanya adalah AllÄhumma InnÄ« a'uzu bika minal khubusi wal khabÄis(i) yang artinya adalah "Ya, Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki laki dan perempuan". Jawab Arsyila pada ayahnya.
"Masya Allah pintarnya anak ayah". Ujar Adam menatap Arsyila.
"Iyaa dong kakak Arsyi gituloh". Ujarnya sambil tersenyum bangga.
"Sekarang giliran abang Husein, apa itu do'a sesudah Adzan bacakan". Ujar Adam pada anaknya.
"Allahumma Rabba hazihid da'watit tammah (tammati), was salatil qaimah (qaimati), ati muhammadanil wasilata wal fadilah (fadilata), wab'asihu waqamam mahmudanil lazi wa 'adtah(u)". Ujar Husein pada ayahnya.
"Masya Allah abang juga pintar, sekarang giliran Adek Kahfi, coba bacakan doa sesudah minum". Ujar Adam pada anaknya.
"Alhamdulillahil lazi ja'alahu 'azaban furatan birahmatihi wa lam yak'alhu milhan ujajan bizunubina". Ujar Kahfi dengan tersenyum senang.
Mereka semua tersenyum mendengar Kahfi membacakan doa tersebut walaupun agak cadel, tetapi itu membuat mereka tersenyum senang dan gemas pada Kahfi anak terakhir di keluarga kecil Aisyah dan Adam.
Beberapa menit kemudian mereka kembali berbincang riang mengenai Hasan yang masih di pesantren, hingga beberapa menit kemudian Kahfi tertidur karena mengantuk membuat Adam yang melihatnya pun tersenyum tipis.
__ADS_1
Sehat selalu anak ayah. Batin Adam menatap semua anak anaknya.