Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 124 (Khusus Arham & Arsyila)


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berjalan, hingga kini tepat dimana Arsyila akan menikah dengan Arham, ditemani oleh para saudaranya ia duduk dengan kegugupan yang melanda, Aisyah menghampiri putrinya dengan perasaan haru di hatinya.


"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri dari nak Arham, jadilah istri yang penurut dan jangan membantah suami ya syaang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa bunda aamiin yaa rabbal'alamin makasih doanya bunda". Ujar Arsyila pada bundanya.


"Iyaa sayang sama sama". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Maaf ya kalau sifat Arsyi masih seperti anak kecil". Ujar Adam pada Arham.


"Iyaa engga papa Yah, justru aku senang kalau begitu". Ujarnya pada mertuanya.


"Senang begitu kenapa memangnya?". Tanya Adam pada Arham yang baru sah menjadi menantunya.


"Ya senang aja yah". Jawabnya pada Adam.


"Heum yaudah dehh kalau gitu". Ujar Adam pada menantunya.


Beberapa jam kemudian acara pernikahan Arham dan Arsyila pun selesai dengan penuh khidmat, kini kedua mempelai pengantin sudah berada dikamar pengantin, Arsyila begitu gugup begitupun juga dengan Arham mereka berdua duduk berdampingan.


"Mas, dek". Ujar mereka bersamaan.


"Mas dulu deh". Ujar Arsyila pada suaminya.


"Adek dulu ajah, ladies first". Ujar Arham pada istrinya.


"Heum engga akan ngelakuinnya sekarang kan?". Tanya Arsyila sambil menunduk tanpa berani memandang suaminya.


"Kalau kamu belum siap, mas akan tunggu sampai siap dek". Jawab Arham pada istrinya.


"Beneran mas? gapapa?". Tanya Arsyila pada Arham dengan masih menundukkan kepalanya.


"Beneran dek gapapa, mas ke kamar mandi dulu ya". Ujar Arham pada Arsyila.


"Iyaa mas". Ujar Arsyila pada suaminya.


Sambil menunggu suaminya selesai dari kamat mandi, Arsyila menyiapkan dirinya agar tidak terlalu gugup terhadap suaminya sendiri, hingga beberapa menit kemudian Arham selesai membersihkan badannya , membuat Arsyila dengan refleks menoleh pada suaminya.


"Astagfirullah mas, kenapa engga pakai bajunya?". Tanya Arsyila sambil menundukkan kepalanya.


"Ah maaf sayang, mas ngga bawa baju tadi". Jawabnya membuat jantung Arsyila berdegup kencang.


"Yaudah kalau gitu pakai bajunya dulu mas". Ujar Arsyila sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah, sekarang kamu bersihkan diri kamu sayang". Ujar Arham pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujarnya sambil berlalu namun kepalanya masih menunduk membuat Arham tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ada Ada aja sih kamu sayang". Gumam Arham sambil terkekeh menatap punggung istrinya.


Beberapa menit kemudian Arsyila telah selesai mandi namun ia masih di dalam kamar mandi, karena ia lupa tidak membawa baju saat memasuki kamar mandi membuatnya begitu gugup, takut suaminya masih ada di kamar membuatnya tidak berani keluar dari kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


"Dek, kamu masih lama? apa terjadi sesuatu di dalam?". tanya Arham dengan panik dari luar.


"Mas, bisa tolong ambilkan aku handuk kimono panjang?". Tanya Arsyila dengan terbata bata dari dalam.


"Loh memangnya kamu ngga bawa handuk dek?". Tanya Arham pada istrinya.


"Bawa cuman yang pendek aku sungkan mas". Jawabnya dari dalam.


"Yaudah sebentar mas ambilkan dulu handuk kimononya sayang". Ujar Arham padanya.


"Iyaa mas terimakasih". Ujar Arsyila pada suaminya.


"Iyaa sayang sama sama". Ujar Arham pada istrinya.


Beberapa menit kemudian Arham kembali mengetuk pintu kamar mandi, serta menjulurkan handuk kimono panjang pada istrinya dengan segera Arsyila mengambil handuk tersebut lalu menutup pintunya dengan perlahan.


"Sayang jangan lama ya, nanti kamu masuk angin loh". Ujar Arham pada istrinya.


"Yaudah mas keluar dulu sambil ambilkan makanan ya sayang". Ujarnya pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujarnya dari dalam.


"Mas udah keluar?". Tanya Arsyila dari dalam..


"Sudah ya mas, aku keluar ya". Ujarnya lagi sambil membuka pintu secara perlahan.


Arsyila dengan perlahan keluar, ia menghela nafasnya lega karena suaminya sudah keluar dari kamar, dengan cepat ia menggunakan bajunya karena takut suaminya datang ke kamar dalam keadaan dirinya belum benar benar memakai bajunya.


Beberapa menit kemudian terdengar ketukan pintu, membuat Arsyila yang baru selesai memakai kerudung langsung menoleh, ia hendak membuka pintu tetapi ia melupakan sesuatu hingga akhirnya ia memakai cadarnya.


"Mas masuk". Ujar Arsyila saat membuka pintu.


"Nih makan dulu sayang, di balkon aja ya makannya". Ujar Arham pada istrinya.


"Iyaa ayok sama mas aja". Ujar Arsyila sambil mengajak suaminya.


"Iyaa ayok syang , kamu yang bawa minumnya biar mas yang bawa makanannya". Ujar Arham diangguki oleh istrinya.

__ADS_1


"Sayang, mas boleh minta sesuatu ngga? ". Tanya Arham saat mereka tiba di balkon.


"Minta apa mas?". Tanya Arsyila tanpa menatap suaminya.


"Bisa engga kalau mas liat rambut serta wajah kaamu tanpa penghalang apapun?". Tanya Arham sambil menatap kedepan.


"Eheum, kalau kamu ngga bisa ngga papa, mas akan menunggu waktunya tiba". Ujarnya lagi pada istrinya .


"Mas jangan marah dongg". Ujar Arsyila dengan refleks memegang tangan Arham.


"Astagfirullah, maaf mas". Ujarnya dengan cepat menarik tangannya.


"Kenapa mesti minta maaf sayang? kamu itu istri mas, cinta pertama mas". Ujar Arham sambil tersenyum tipis membuat Arsyila merasa bersalah.


"Maafin Arsyi ya mas". Ujarnya dengan sedih pada Arham.


"Kenapa sih minta maaf terus? emangnya kamu salah apa sama mas?". Tanya Arham pada istrinya.


"Iyaa maaf karena Arsyi daritadi menutup diri Arsyi pada mas Arham, maaf mas hiks hiks". Jawabnya dengan terisak pada suaminya.


"Ssstt sayang, kenapa jdi nangis sih, mas ngga papa kok, jangan nangis ya sayang". Ujar Arham sambil memeluk istrinya.


"Heum iyaa maaf ya sekali lagi mas". Ujar Arsyila sambil mendongakkan kepalanya menatap suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka kembali melanjutkan acara makan yang tertunda, dengan perlahan lahan Arsyila mulai terbiasa dengan sikap romantis suaminya seperti saat ia melihat ayahnya yang selalu begitu pada bundanya.


Hingga tak terasa waktu sudah malam, membuat Arsyila begitu gugup bukan main karena sudah memasuki malam pertamanya, Arham yang melihat itupun tersenyum tipis pada istrinya lalu duduk disamping istrinya.


"Kalau kamu belum siap, kan mas udah bilang tadi, mas akan menunggu sampai kamu siap sayang". Ujar Arham pada istrinya.


"Aku udah siap kok mas". Ujarnya dengan terbata bata pada suaminya.


"Sayang jangan memaksakan, mas gapapa beneran". Ujar Arham sambil tersenyum tipis pada istrinya.


"Beneran gapapa mas?? ". Tanya Arsyila pada suaminya.


"Ya benerlah ngapain mas bohong sayang". Jawab Arham pada istrinya.


Hingga pada akhirnya mereka berdua benar benar hanya tidur biasa tanpa melakukan malam pertama seperti kebanyakan orang, Arsyila juga sudah membuka kerudungnya memperlihatkan keindahan rambutnya membuat Arham tersenyum senang melihatnya. Keduanya tidur dengan nyenyak sambil berpelukan tanpa mereka sadari sedari awal, kenyamananlah yang diberikan Arham padanya.


...****************...


Mohon maklum, kalau akhir akhir ini sering telat update ya guys:)


Maaf sekali lagi ya, aku sering ketiduran saat lagi nulis buat update guys, maafin banget ya :(


Jangan kabur please, aku butuh kalian sebagai penyemangat ku :)

__ADS_1


Terimakasih ya untuk semuanya:)


Jangan lupa juga Like, Comment and Votenya ya guys:)


__ADS_2