
Baby Fikri menangis dengan keras membuat semuanya menoleh ternyata , baby Fikri kena timpuk tangan oleh baby Adnan yang sedang tertidur, segera Adinda menggendong anaknya sambil mengayun ayunkan anaknya.
"Ssstt, anak bunda kuatt Okee, maafin abang Adnan ya sayangg". Ujar Adinda pada anaknya.
"Anak sholeh, bobo lagi ya sayang". ujar Adinda menidurkan kembali anaknya namun agak berjarak dengan para bayi yang lain.
"Ohh ya dek, niat bikin adik buat Fikri?". Tanya Adam membuat Adinda langsung mendelik.
"Baby Fikri aja masih kecill abangg, udah mikirin bikin adik buat dia". Ujar Adinda dengan kesal.
"Lagian gapapa kali dek, banyak anak banyak rezeki nya loh". Ujar Adam menggoda sang adik.
"Ihh bunda, abangnya nyebelin bangett". Ujar Adinda sambil cemberut.
"Adam, udah deh jangan godain adik kamu". Ujar Bunda Halwa pada anak sulungnya.
"Iyaa bunda, maaf deh ya dekk". Ujar Adam sambil menatap adiknya.
"Yaudah gapapa deh". Ujar Adinda pada abangnya.
Beberapa menit kemudian mereka masuk kamar masing masing yang berada di villa, untung Villa yang dimiliki oleh keluarga Dirgantara mempunyai banyak kamar, jadi mau berapapun jumlah orangnya akan cukup.
"Sayang". Panggil Adam memeluk istrinya dari belakang.
"Iyaa mas kenapa?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Bikin adik buat mereka yuk". Ujar Adam pada Aisyah.
"Ihh mas, aku kan lagi halangan dan juga mereka masih kecil mas, repot nanti". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Ahh iyaa mas lupa sayang". Ujar Adam yang kini berganti menjadi menyandar di bahu istrinya.
"Kebiasaan mas, selalu aja gitu". Ujar Aisyah pada suaminya.
Aisyah dan Adam kini sedang rebahan di kasur, mereka bercengkerama dengan membahas berbagai hal, hingga tak terasa keduanya tertidur dengan saling berpelukan, membuat mereka nyenyak dalam tidurnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian terdengar suara bayi menangis, membuat salah satu dari mereka bangun, Adam menghampiri ranjang bayi dan melihat baby Arsyi yang menangis, ia mengecek popok yang dipakai anaknya ,ternyata anaknya menangis karena popoknya tidak kotor.
Adam membawa baby Arsyi ke ranjang tidur yang dimana istrinya tengah tertidur, Adam membuka kancing baju istrinya dan langsung saja Baby Arsyi mengemut dengan cepat membuat Aisyah meringis, mengira ini ulah suaminya tetapi saat ia membuka matanya ternyata anaknya.
"Loh mas, kok ngga bangunin aku sih?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Kasian kamu sayang, udah capek ngurus aku dan baby, jadi sekarang biarin aku yang mengurus anak anak". Jawab Adam membuat Aisyah terharu.
"Makasih ya mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa syaang". Ujar Adam pada istrinya.
"Jam berapa ini mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Masih jam 11 malam sayang, kamu tidur lagi aja sayang , biar mas yang melihat baby Arsyi dan memindahkan nya nanti". Jawab Adam diangguki oleh istrinya.
Melihat istrinya tertidur kembali, Adam menatap anaknya yang masih asik menyusu, ia tersenyum gemas menatap anaknya yang makin gembul, hingga beberapa menit kemudian baby Arsyi melepaskan nya membuat Adam segera memindahkan anaknya.
Adam tertidur kembali sambil memeluk istrinya dari belakang membuat nyaman, hingga beberapa jam kemudian adzan shubuh berkumandang keduanya bangun bersama , lalu Aisyah menyuruh suaminya lebih dulu ke kamar mandi karena ia akan menyusui baby Hasan.
Beberapa menit kemudian mereka kini sarapan bersama dengan khidmat, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis.
"Assalamualaikum". Salam mereka berdua pada ibu Panti.
"Waalaikumussalam, eh nak Aisyah nak Adam sehat?". Tanya Ibu panti tersebut pada mereka berdua.
"Alhamdulillah sehat bu, ibu bagaimana kabarnya?". Tanya Aisyah pada ibu panti tersebut.
"Alhamdulillah ibu juga baik, mari masuk nak". Ujar Ibu panti diangguki oleh keduanya.
"Masya allah, ini anak kalian?". Tanya Ibu panti saat mereka duduk bersama.
"Iyaa bu, alhamdulillah Aisyah melahirkan bayi kembar tiga". Jawab Aisyah pada ibu panti asuhan tersebut.
"Semoga saja anak anak kalian menjadi anak yang sholeh sholehah, berbakti pada kedua orang tuanya, menjadi kebanggaan bagi kalian berdua ya nak". Ujar ibu panti pada mereka berdua.
__ADS_1
"Aamiin yaa rabbal'alamin, terimakasih doanya bu". Ujar Aisyah pada ibu panti tersebut.
"Ahh iyaa bu, ini sedikit rezeki dari kami untuk anak anak". Ujar Adam menyimpan kresek besar tersebut.
"Aduh padahal ndak usah repot repot toh nak". Ujar Ibu panti pada mereka berdua.
"Ngga repot kok bu, silahkan diterima bu". Ujar Aisyah pada ibu panti tersebut.
"Baiklah terimakasih ya nak, semoga dibalas dengan lebih oleh Allah swt". Ujarnya diangguki oleh keduanya.
Beberapa jam kemudian mereka pamitan, karena waktu sudah menunjukkan jam 10 siang, selama dalam perjalanan menuju rumah Aisyah selalu mengajak suaminya berbincang mengenai keadaan perusahaan suaminya.
Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, Aisyah turun saat suaminya membukakan pintu mobil, mereka dibantu oleh pekerja dirumahnya untuk membawa bayi kembar tersebut masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum". Salam mereka berdua.
"Waalaikumussalam". Jawab para pekerja pada Aisyah dan Adam.
"Ini oleh oleh buat bibi, diterima ya bee, bagi rata sama yang lain". Ujar Aisyah memberikan sesuatu pada pekerja dirumah nya.
"Masya allah terimakasih non Aisyah tuan Adam, semoga dibalas kebaikan non dan tuan oleh Allah swt, aamiin yaa rabbal'alamin ". Ujar Bi Nur salah satu pekerja dirumah mereka.
"Aamiin yaa rabbal'alamin terimakasih doanya bi". Ujar Aisyah pada nya.
"Iyaa non sama sama". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.
Aisyah dan Adam memasuki kamar mereka , Adam menyuruh Aisyah untuk lebih dulu membersihkan badannya, sambil menunggu istrinya yang sedang membersihkan badannya, Adam memainkan ponselnya mengecek email yang dikirim oleh Davin, ia sangat bersyukur karena doa sang istri sangat mujarab.
"Ada apaa Mas?". Tanya Aisyah karena suaminya terlihat tersenyum terus.
"Perusahaan mas semakin sukses sayang, makasih berkat doa kamu membuat mas sukses". Jawab Adam pada istrinya.
"Terimakasih saMa Allah mas, aku hanya perantara saja, karena yang sebenarnya maha memberi adalah Allah swt mas atau bahkan orang yang mendoakan kita tadi". Ujar Aisyah menatap lembut suaminya.
"Iya Syaang, terimakasih ya Allah, berkat mu aku mempunyai istri yang sholehah, perusahaan ku makin maju dan sukses, terimakasih banyak ya Allah". Ujar Adam menengadahkan tangannya ke atas.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Adam dan Aisyah sedang melaksanakan makan siang bersama, Adam menyuruh para pekerja makan bersama mereka berdua, membuat para pekerja tidak segan tetapi Adam ingin para pekerja itu makan dimeja yang sama dengannya juga istrinya.
Sungguh hatiku tenang melihat kebersamaan ini ya Allah. Batin Adam sambil tersenyum menatap suasana dirumahnya.