Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 160


__ADS_3

"Mas, bangun mas". Ujar Annisa pada suaminya.


"Mass ihh bangunn". Ujarnya kembali pada suaminya.


"Mas Ein!!". Ujarnya dengan sedikit keras.


"Ahhh astagfirullah kenapa sayang?". Tanya Husein pada istrinya.


"Mas sih susah banget dibanguninnya". Ujarnya pada sang suami.


"Kamu mau apa sayang?". Tanya Husein pada istrinya dengan lembut.


"Mau sate ayam mas". Jawab Annisa pada sang suami.


Husein melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam , kembali ia menatap raut wajahnya istrinya yang sungguh membuat nya tidak tega saat melihatnya, Husein bangkit dari tidurnya lalu memasuki kamar mandi membuat Annisa terus saja menatap sang suami kesana kemari.


"Mas mau kemana?". Tanya Annisa pada sang suami.


"Lah bukannya kamu pengen sate ayam sayang, jadinya mas langsung siap siap". Jawab Husein pada istrinya.


"Ehh yaa habis mas buru buru banget kaya mau kemana gitu". Ujar Annisa pada suaminya.


"Karena takutnya gaada lagi yang jualan sate ayam nya sayangku karena ini udah malem sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Eum yaudah kalau gitu aku ikut aja mas". Ujar Annisa pada suaminya.


"Engga sayangg, mas aja yang pergi yaa, kamu diem aja dirumah ya sayang". Ujarnya pada sang istri.


"Ihh tapi aku pengen ikut mas". Ujar nya pada sang suami.


"Eum yaudah pakai jaketnya sayang, soalnya udara malam gabaik". Ujar Husein pada istrinya.


"Okee mas". Ujar Annisa pada suaminya.


Hingga beberapa menit kemudian mereka kini tengah berada dalam perjalanan mencari orang yang berjualan sate, hingga akhirnya mereka menemukan tukang sate yang masih ramai pengunjung.


"Alhamdulillah ya mas , akhirnya ketemu juga tukang sate nya , masih ramai pengunjung juga". Ujar Annisa pada suaminya.


"Jelas lah ramai orang di sana tertulis buka pukul 7 malam sampai pukul jam 1 dini malam sayang, sebentar lagi juga tutup sih". Ujar Husein pada istrinya.


"Segininya ya cari rezeki mas". Ujar Annisa merasa kasian.


"Ya bagaimana pun kita harus bersyukur sayang, sekarang kita segera pesan saja sate nya keburu kehabisan". Ujar Husein pada istrinya.


"Oke mas, aku mau makan ditempat tapi ya". Ujar Annisa diangguki oleh suaminya.


Husein dan Annisa duduk di tempat yang kosong sambil menunggu pesanan mereka jadi, hingga beberapa menit kemudian pesanan mereka pun tiba dan mereka langsung memakannya setelah membaca doa sebelum makan.


"Alhamdulillah habis mas". Ujar Annisa pada sang suami.

__ADS_1


"Syukurlah jika habis, sekarang kita pulang ya, kasian utunnya sayang soalnya udah malem". Ujar Husein mengajak sang istri.


"Baiklah , ayok mas". Ujar Annisa yang sudah beranjak dari duduknya.


"Iyaa ayok sayang". Ujar Husein pada suaminya.


Ting!


...Bunda Aisyah...


...Online...


Assalamualaikum sayang, nak kamu kok jam segini online?


^^^Waalaikumussalam bunda, iyaa nih bunda baru aja beres makan sate hihi^^^


Ya ampun sayang kamu ngidam ternyata yaa, yaudah hati-hati di jalannya yaa sayang


^^^Eh tapi kok bunda jam segini belum tidur? Apa kebangun Bun?^^^


Ah bunda memang belum tidur sayang karena bunda khawatir sama kamu , karena biasanya kan bunda ada di rumah sayang


^^^Bunda gausah khawatir ya , aku ngga papa kok bunda, lagian mas Ein jagain aku dengan baik Bun^^^


Heum baiklah kalau begitu sayang , bunda akhiri yaa chattingannya, wassalamu'alaikum sayangnya bunda


Tak ada jawaban dari bunda Aisyah membuat Annisa menyimpan ponselnya, lalu menatap suaminya yang sedang fokus melajukan kendaraannya , Husein pun menyadari itu namun ia lebih memilih keselamatan mereka.


Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka berdua, Husein menuntun Annisa untuk turun dari mobil dengan hati hati, mereka memasuki rumahnya sambil bergandengan tangan.


"Mas , makasih ya udah memenuhi kemauan debay". Ujarnya pada sang suami.


"Iyaa sama sama sayangku, apapun yang debay mau ataupun kamu mas akan memenuhi nya". Ujar Husein menatap sang istri dengan penuh cinta.


"Wahh bersyukur banget aku punya suami seperti mas Ein". Ujarnya sambil memeluk lengan suaminya.


"Mas pun bersyukur memiliki istri seperti kamu sayang". Ujar Husein pada sang istri.


"Yaudah sekarang kamu cuci muka , cuci kaki sama sikat gigi terus kita tidur sayang". Lanjutnya lagi pada sang istri.


"Okee siap mas". Ujar Annisa pada suaminya.


"Iyaa sayang". Ujar Husein pada istrinya.


Hingga beberapa menit kemudian mereka selesai membersihkan badan, kini keduanya tengah berbaring di ranjang mereka , hingga beberapa menit kemudian Annisa merasakan kantuknya membuat Husein terkekeh melihat raut wajah sang istri.


"Tidurin aja sayang". Ujar Husein mengecup kening istrinya.


"Heum yaudah aku tidur duluan ya mas". Ujar Annisa pada suaminya.

__ADS_1


"Iyaa sayang nyenyak tidurnya ya sayangku". Ujar Husein pada sang istri.


"Gemes banget sih tidurnya sayangku ini". Ujarnya sambil mengecup pipi sang istri.


Pada akhirnya Husein pun menyusul sang istri yang sudah berada di alam bawah sadarnya, Husein memeluk istrinya seraya guling tetapi tidak terlalu erat karena ia mengingat ada kehidupan di perut sang istri.


Keesokkan harinya, Annisa sudah terbangun jam 4 subuh , ia menoleh ke arah sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya, betapa bersyukurnya Annisa mendapatkan suami yang sempurna seperti mas Ein, sambil mengusap perutnya yang buncit Annisa tersenyum manis.


"Anak ganteng atau cantik, baik baik ya nak di dalam perut Ammah". Ujar Annisa sambil mengusap perutnya.


"Sehat sehat yaa baik Ammah maupun kamu nak". Ujar nya kembali sambil mengelus perutnya.


"Sebaiknya aku ke kamar mandi dulu". Gumamnya sambil berusaha berjalan dengan perlahan.


"Sayang, kamu mau kemana?". Pertanyaan Husein yang tiba tiba membuat Annisa terkejut.


"Mas ihh ngangetin, aku mau ke kamar mandi mas , mau siap siap buat sholat subuh". Ujar Annisa pada suaminya.


"Ya ampun maafin mas sayang udah ngagetin kamu dan juga pastinya ngagetin anak kita". Ujarnya sambil mengelus perut sang istri.


"Heum yaudah engga papa mas". Ujarnya pada sang suami.


Pada akhirnya mereka berdua bersiap siap untuk sholat subuh bersama sama, hingga adzan pun berkumandang mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah , hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat berjamaahnya.


"Sehat sehat ya sayangnya Abi". Ujar Husein sambil mengelus perut istrinya.


"Iyaa siap Abi". Ujar Annisa layaknya anak kecil.


"Annisa sayang banget sama mas Ein". Ujarnya sambil menatap sang suami.


"Mas pun sama seperti kamu sayang". Ujarnya sambil tersenyum menatap wajah sang istri.


Keduanya saling menatap kemudian tersenyum kecil bersama sama, sungguh bahagia sekali mereka ini karena beberapa bulan lagi akan ada anggota baru di keluarga kecil mereka berdua .


...----------------...


Nulis Bab \= 22 September 2023


Update Bab \= 24 September 2023


Maaf yaa kalau misalkan author updatenya jarang lagi, di karenakan sedang tidak enak badan gays ,mohon perhatiannya yaa untuk semuanya karena lagi musim flu batuk jadi author pun sakit :(


Author lanjut menulis pukul 18.50 magrib gays , karena daritadi istirahat karena terus muntah muntah ,mohon di maklum ya gays author pun ngga mau sakit lama , tapi tadi minum obat aja kemuntahin lagi , eh jadi curhat wkwk


Maaf mungkin update akan dua hari sekali soalnya kadang keyboardnya ngga muncul lagi nulis naskahnya , mohon di maklum sekali lagi ya gays sungguh bukan kemauan author loh :(


Author lanjut lagi ngetik naskahnya hari ini tanggal 24 September 2023 , kemarin malam kan harusnya update tapi pas lagi ngetik ketiduran, maafin ya gays hehe :)


Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)

__ADS_1


__ADS_2