Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 33


__ADS_3

Keesokkan harinya Adinda mengikuti olahraga ibu hamil didampingi oleh suaminya, karena sebentar lagi ia akan memasuki usia ke 9bulan jadi harus lebih banyak berolahraga, beberapa menit kemudian Adinda selesai olahraga ibu hamil.


Davin dan Adinda sedang berjalan menuju parkiran, namun seseorang menghampiri mereka serta membawa anak kecil, keduanya saling memandang serta bertanya siapakah ibu beranak satu tersebut.


"Assalamualaikum". Salam seseorang pada mereka berdua.


"Waalaikumussalam". Jawab mereka berdua padanya.


"Ahh cuman mau tanya, apakah kalian keluarga nya Aisyah?". Tanya seseorang tersebut.


"Iyaa benar saya adik iparnya". Jawab Adinda padanya.


"Masya allah ternyata benar kamu cantik sekali Adinda". Ujarnya menatap Adinda.


"Loh kok tau nama aku Adinda?". Tanya Adinda dengan kaget.


"Ya jelas tau, karena aku kenal dengan abang kakak mu". Jawabnya sambil tersenyum.


"Emang nama mbak nya siapa?". Tanya Adinda dengan alis terangkat.


"Kenalin nama aku Sarah, pasti Aisyah pernah menceritakan tentangku". Jawab Sarah membuat Adinda tertegun.


"Masya Allah ternyata mbak Sarah temannya abang Adam saat sekolah?". Tanya Adinda padanya sambil tersenyum.


"Iyaa Adinda". Jawab Sarah dengan tersenyum padanya.


"Kenalin mbak, ini mas Davin suami Dinda". Ujar Adinda padanya.


"Mbak sudah tau dari abangmu Din". Ujarnya sambil terkekeh.


"Mending kita ngobrolnya di Cafe aja mbak". Ajak Adinda padanya.


"Duhh maaf Din, mbak gabisa soalnya mau nganter Nizzam ke rumah mertua". Ujar Sarah dengan hatihati.


"Ahh yaudah deh gapapa mbak, lucu ya anak mbak, tampan lagi". ujar Adinda sambil tersenyum tipis pada Nizzam.


Davin sedaritadi hanya diam saja memperhatikan mereka berbincang, hingga beberapa menit kemudian Adinda mengajak suaminya untuk pulang, karena Adinda lelah ingin sekali beristirahat.


"Mas, sakitt banget perutku". Ujar Adinda pada suaminya.


"Kenapa sayang? kamu mau lahiran sekarang?".Tanya Davin panik.


"Bukan mas, tapi baby nya nendangnya kenceng banget". Jawab Adinda pada suaminya.


"Owalah, baby jangan sakitin bunda sayang,anak ayah kan baik ya". Ujar Davin mengelus perut istrinya walaupun matanya fokus ke jalanan.

__ADS_1


"Alhamdulillah mas, udah agak tenang baby nya ngga rewel di dalam Perutnya". Ujar Adinda pada suaminya.


"Syukurlah sayang, berartii baby nya mengerti apa yang ayah nya ucapkan". Ujar Davin pada istrinya.


"Iyaa ayahh". Ujar Adinda sambil tersenyum pada suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman keluarga Dirgantara, karena kehamilan Adinda yang sudah mau memasuki usia 9bulan ia disuruh untuk tinggal bersama orangtuanya, Adinda memasuki rumah bersama suaminya.


"Assalamu'alaikum". Salam mereka berdua.


"Waalaikumussalam". Jawab Bunda Halwa pada mereka.


"Gimana olahraga ibu hamilnya sayang?". Tanya Bunda Halwa pada putrinya.


"Alhamdulilah enak ke perutnya Bun". Jawab Adinda pada Bunda Halwa.


"Yaudah sana bersihin badan kalian, terus istirahat". Ujar Bunda Halwa pada mereka berdua.


"Baiklah bunda, kita ke kamar dulu ya". Ujar Adinda diangguki oleh Bunda Halwa.


Sesampainya mereka di kamar, Davin menyuruh istrinya mandi terlebih dahulu dengan mengantar istrinya ke kamar mandi, karena takutnya Adinda terjatuh dikamar mandi.


Setelah keduanya membersihkan badan, Adinda sudah terlelap saat rebahan diranjang, Davin yang melihat itupun tersenyum tipis lalu menyusul istrinya yang sudah tidur lebih dulu.


Sedangkan dirumah kediaman keluarga kecil Adam dan Aisyah, mereka sedang mengurus ketiga anak Kembarnya dengan senang, karena anaknya selalu tersenyum ketika melihat keduanya mengurusnya, Adam bersyukur memiliki anak kembar 3 sekaligus.


"Ya jelas lucu, karena nurun dari bunda nya". Ujar Aisyah sambil terkekeh.


"Iyalah bundanya lucu, anaknya pun lucu". Ujar Adam tersenyum melihat istrinya.


"Ngapain lihat aku kaya gitu mas?" . Tanya Aisyah pada suaminya.


"Kamu sangat cantik sayang, aku mencintaimu sampai akhir hayat hidupku". Ujar Adam membuat Aisyah merona.


"Aku pun begitu mas". Ujar Aisyah memeluk suaminya.


Adam dan Aisyah pergi ke ruang keluarga, mereka akan menonton acara televisi berdua saja, untuk menikmati waktu mereka yang biasanya tidak ada sama sekali karena sibuk mengurus anaknya.


"Mas, jika suatu saat nanti Aisyah yang terlebih dahulu pergi bagaimana?". Tanya Aisuah pada suaminya.


"Kenapa tiba tiba bahas itu sayang? mas ga suka ya kamu bahas itu". Ujar Adam dengan datar.


"Mas aku hanya bertanya". Uhar Aisyah dengan ketakutan.


"Jangan bahas itu Aisyah!". Ujar Adam sedikit membentaknya.

__ADS_1


Aisyah yang mendengar itupun sakit hati, ia berlari menuju kamar nya, Adam yang melihat itupun tersadar, ia menyusul istrinya ke kamar terlihat Aisyah yang sedang menangis di tutupi oleh selimut.


"Sayang, mas minta maaf udah bentak kamu, maafin mas sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Sayang, jangan nangiss, maafin mas, mas ngga bermaksud bentak kamu, mas hanya tidak suka dengan pertanyaan kamu sayang, mas takut kehilangan kamu". Ujar Adam membuat Aisyah membuka selimut nya.


"Tapi ga harus bentak Aisyah mas, Aisyah ga suka hiks hiks, maaf kalau pertanyaan Aisyah buat mas marah". Ujar Aisyah dengan terisak.


Segera Adam memeluk istrinya yang menangis, ia merasa bersalah telah membuat bidadarinya menangis seperti ini, ia mengecup kening istrinya dengan lembut sedangkan Aisyah menutup matanya saat suaminya mencium keningnya.


"Sayang, maafin mas ya". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa mas, aku juga minta maaf ya". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang, sungguh mas takut kehilanganmu". Ujar Adam kembali memeluk istrinya.


"Iyaa mas, aku minta maaf". Ujar Aisyah dengan pelan.


Sedangkan di rumah kediaman Maryam dan Ilham mereka sedang mengajak anaknya bermain, anak mereka tertawa melihatnya membuat Ilham senang saat anaknya tertawa.


"Lucu banget ketawanya sayang". ujar Ilham pada istrinya.


"Iyaa mas, saMa seperti ayahnya". ujar Maryam pada suaminya.


"Ah kamu yang lucu bukan mas sayang". Ujar Ilham pada suaminya.


"Hahah iya deh mas". Ujar Maryam terkekeh.


Ilham menyanyikan sholawat pada anaknya membuat kedua anaknya mengantuk, hingga akhirnya terlelap karena suara Ilham yang lembut, bahkan istrinya juga ikut tertidur.


Ilham yang melihat itupun tersenyum lalu mengecup kening mereka satu persatu, Ilham memindahkan tubuh istrinya ke ranjang tidur mereka, lalu ia pun memeluknya untuk menyusul istrinya yang sudah terlelap.


Kembali pada Adinda yang sudah terbangun dari tidurnya, ia melirik suaminya yang masih terlelap sambil memeluknya, Adinda melepaskan tangan suaminya dari pinggang nya.


"Huaa akhirnya lelahku hilang". Ujar Adinda sambil tersenyum.


"Mas aku mandi duluan ya". ujarnyaa mengecup kening suaminya.


"Sayang, kenapa tidak berdua saja mandinya?". Tanya Davin yang membuat Adinda terkejut.


"Loh bukannya kamu masih tidur mas". Ujar Adinda terkejut.


"Udah bangun saat kamu bilang mau mandi". Ujar Davin pada istrinya.


Davin menggendong istrinya, membawanya ke kamar mandi, Adinda memberontak namun ia terdiam karena takut terjatuh dari pelukan suaminya, akhirnya mereka pun mandi bersama tanpa adanya pijat plus plus.

__ADS_1


Maaf guys, jaringan jelek di Sumedang :(


__ADS_2