Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 152


__ADS_3

Semenjak mendengar kabar Husein sakit, semua langsung berkunjung ke rumah kediaman Aisyah dan Adam, kecuali anak anaknya yang belum menikah serta Aisyah yang sudah terlebih dahulu tahu keadaan Husein begitupun dengan anak anaknya, bahkan Ayra dan Alyysa langsung memeluk Annisa yang terus saja terisak melihat abangnya Husein.


"Sayang, kamu kenapa?". Tanya Aisyah pada menantunya.


"Aku sedih bunda, mas Ein ternyata masih sakit". Jawabnya pada mertuanya.


"Sudah sayang, jangan sedih lagi yaa, berdoa saja untuk kesembuhan suami kamu". Ujar Aisyah pada menantunya.


"Heum iyaa bunda". Ujarnya sambil menghapus air matanya.


"Sayang , lebih baik kamu makan nak, dari kemarin kamu belum makan sayang". Ujar Aisyah sambil mengelus pundaknya.


"Aku engga nafsu makan bunda". Ujarnya pada sang mertua.


"Sayang, jangan gini dongg, paksain makan ya sayang". Ujar Aisyah pada menantunya.


"Heum baiklah bunda". Ujarnya dengan lemas pada sang mertua.


"Ayra, temani Kak Nisa makan". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Okee siap bunda". Ujar Ayra pada bundanya.


Annisa dan Ayra berjalan ke ruang makan bersama, tetapi Ayra memapah langkah kakak iparnya karena lemas seperti tak bertenaga, membuat Ayra sedih melihat kakak iparnya tersebut.


"Kak, jangan ngelamun dong, makan ya". Ujar Ayra pada kakak iparnya.


"Huft baiklah kakak makan dek". Ujar Annisa pada adik iparnya.


"Nah gitu dong kak". Ujar Ayra sambil tersenyum senang pada kakak iparnya.


"Kak, makan yang bener jangan ngelamun lagi ihh". Ujarnya pada Annisa.


"Ah iyaa dek". Ujar Annisa pada iparnya.


"Udah makannya sayang?". Tanya Aisyah saat melihat keduanya memasuki kamar.


"Alhamdulillah udah bunda". Jawab Annisa sambil tersenyum tipis pada mertuanya.


"Syukurlah kalau sudah". Ujar Aisyah pada menantunya.


"Iyaa bunda". Ujar Annisa pada bundanya.


Beberapa menit kemudian Adam datang menghampiri mereka, karena sedari tadi Adam berada diruang kerjanya mengerjakan beberapa berkas yang belum selesai dikerjakan, Aisyah yang melihat suaminya datang menghampiri mereka pun tersenyum.


"Udah selesai mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Alhamdulillah sudah sayangg". Jawab Adam padanya.


"Syukurlah kalau sudah selesai mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iyaa sayang, ah iya Nisa kamu jangan sedih lagi ya, banyak berdoa aja untuk kesembuhan Husein". Ujar Adam pada menantunya.

__ADS_1


"Iyaa ayahh". Ujarnya pada sang mertua.


"Ayra, coba kamu cek apakah Alyssa ada di kamarnya". Ujar Adam pada anaknya.


"Okee ayahh". Ujar Ayra pada ayahnya.


"Lebih baik sekarang kita masuk ke kamar untuk lihat kondisi Husein". Ujar Aisyah pada mereka berdua.


"Okee bun". Ujar keduanya pada Aisyah.


"Sayangg, bagaimana keadaan mu? masih lemas?". Tanya Aisyah sesampainya di kamar pada Husein.


"Iyaa masih lemas bunda, gerak saja susah". Jawabnya pada bundanya.


"Cepatlah sembuh sayang, kasian istri kamu sedih terus nih". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Ya aku juga ingin segera sembuh bunda, tapi mau bagaimana lagi". Ujar Husein dengan lemas pada bundanya.


"Sekarang kamu makan ya, Nis suapi Husein ya". Ujar Aisyah padanya.


"Iyaa bunda". Ujar Annisa dengan lembut pada mertuanya.


Husein makan dengan perlahan lahan karena masih lemas, Annisa dengan telaten mengurus suaminya yang sedang sakit, Aisyah yang melihat semua itu tersenyum senang karena merasa bahagia melihat anaknya mendapatkan pasangan yang cocok.


"Sudah sayang, mas kenyang". Ujar Husein pada istrinya.


"Tapi mas--"


"Udah sayang, jangan dipaksakan jika memang sudah kenyang". Ujar Aisyah pada menantunya.


"Iyaa sayang". Ujar Husein dengan lemah pada sang istri.


"Nihh mas obatnya". Ujar Annisa memberikan beberapa obat pada suaminya.


"Iyaa terimakasih sayang". Ujar Husein pada sang istri.


"Iyaa sama sama mas". Ujar Annisa pada suaminya.


"Yaudah bunda sama ayah tinggal dulu ya, kalian berdua istirahat aja". Ujar Aisyah pada mereka berdua.


"Iyaa bunda". Ujar keduanya pada Aisyah.


Adam dan Aisyah keluar dari kamar Husein dan Annisa, mereka berdua menghampiri Ayra yang terlihat kesal membuat Adam maupun Aisyah merasa heran pada putri mereka, Ayra yang melihat keberadaan kedua orangtuanya pun langsung menormalkan ekspresi wajahnya.


"Kamu kenapa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Ah engga papa kok bun". Jawabnya pada bundanya.


"Beneran gapapa sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Beneran lah bunda, masa Ayra bohong sama bunda". Jawabnya pada sang bunda.

__ADS_1


"Baiklah bunda percaya sama kamu sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Ya haruslah bunda". Ujar Ayra padanya.


"Eh Alyssa mana sayang?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Ah Alyssa tidur bun". Jawabnya pada sang bunda.


"Yaudah kalau gitu kamu juga tidur siang sayang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Okeee siap bundaku sayang". Ujarnya sambil mengecup pipi bundanya.


"Aduhh bunda aja nih yang dicium ayahnya engga?". Tanya Adam pura pura merasa sakit.


"Eh iyaa ya lupa, ayah sama bunda juga tidur siang yaa". Ujarnya sambil mencium pipi kedua orangtuanya.


"Iyaa sayang". Ujar keduanya pada Ayra.


Beberapa menit kemudian Adam dan Aisyah sampai di kamar mereka berdua, keduanya merebahkan tubuhnya di ranjang bahkan Aisyah sudah membuka kerudungnya jika sudah di dalam kamarnya.


"Sayang, rambut kamu makin lembut aja". Ujar Adam sambil mengelus rambut sang istri.


"Masa ahh? padahal umur kita udah engga muda lagi mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Beneran loh sayang, bahkan diumur kamu sekarang kamu malah terlihat awet muda loh". Ujar Adam pada istrinya.


"Heum mas bisa aja sih". Ujarnya dengan malu pada suaminya.


"Gemes deh kalau kamu sudah malu begitu sayang". Ujar Adam sambil tersenyum tipis pada istrinya.


Pada akhirnya keduanya tidak tertidur karena asik berbincang berbagai hal, bahkan saat pertama kali mereka berdua menikah sampai sekarang mereka mempunyai menantu dan cucu, semoga saja mereka bisa sampai melihat para cicitnya.


"Mas sangat mencintai kamu". Ujarnya pada sang istri.


"Aku pun begitu mas". Ujarnya pada sang suami.


"Semoga saja kita selalu bersama sampai maut memisahkan kita". Ujarnya.


"Iyaa mas". Ujarnya.


...****************...


Nulis Bab \= 27 April 2023 & 28 April 2023


Update Bab \= 28 April 2023


Mungkin updatenya akan jadi dua hari sekali gays, soalnya author kadang ada waktu nulis kadang engga gays, maaf banget ya semenjak ramai toko jadi keteteran akunya gays :(


Author mulai lanjut ngetik jam 7 pagi gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis sampai 235 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih hehe :)


Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 10 pagi karena tadi author sibuk beberes toko soalnya :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat menulis sebentar gays :)

__ADS_1


Author lanjut lagi nulis jam 2 siang karena tadi banyak yang beli gays hehe :) , jadi maaf kalau agak lama nulis naskah novelnya ya gays kalian yang terbaik deh :) Terimakasih para readers :)


Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)


__ADS_2