
Aisyah dan Adam begitu bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani, karena bertambah nya dua anak kembar perempuan, membuat Aisyah dan Adam selalu merasa bersyukur dengan kepercayaan yang Allah berikan pada mereka berdua.
"Anak ayah haus banget kayanya yaa". Ujar Adam menatap Baby Ayra yang menyusu.
"Iyaa mas, biasanya anak lelaki yang kaya gini". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iya kan kalau haus banget ga lelaki aja sayang, pasti perempuan juga sama". Ujar Adam menatap Baby Alyssa yang masih tidur.
"Iyaa sih emang mas, dulu aja abang dan kakaknya kalau udah haus banget, pasti nyusunya kencang". Ujar Aisyah sambil mengelus pipi anaknya.
"Tentunya ayahnya yang paling kencang". Ujar Adam sambil mengedipkan matanya.
"Mas ihh mulai deh". Ujar Aisyah kesal pada suaminya.
Adam memilih pergi dari sana, lalu melihat ketiga anaknya yang sedang bermain bersama, Adam tersenyum senang melihatnya hingga membuat ketiga anaknya menghampiri Adam yang masih tersenyum pada mereka.
"Anak ayah semakin hari semakin pintar ya sayang". Ujar Adam mensejajarkan tinggi badannya dengan mereka bertiga.
"Bunda mana yah?". Tanya Baby Hasan padanya.
"Bunda lagi di kamar sayang". Jawab Adam pada anak anaknya.
"Dedek bayi udah banun belum yah?". Tanya Baby Arsyi padanya.
"Udah sayang, sekarang lagi di mandiin sama mbak Ambar". Jawab Adam membuat mereka girang.
Mereka bertiga mengangguk, Adam membiasakan mereka untuk menyebut Ambar dengan sebutan Mbak begitupun juga pada Mira, beberapa menit kemudian sikembar dua telah selesai dimandikan.
"Masya Allah Cantiknya anak ayah, umm wanginya". Ujar Adam menggendong Baby Ayra.
"Gemas sekali yahh". Ujar Baby Husein pada Adam.
"Iyaa sayang, anak anak ayah yang cantik dan tampan ini gemas sekali". Ujar Adam pada mereka.
"Assalamualaikum anak anak". Salam seseorang.
"Waalaikumussalam". Jawab Aisyah dan Adam karena anak mereka masih belum bisa mengucapkannya.
"Apakabar din?". Tanya Aisyah padanya.
"Alhamdulillah baik kak, kakak Apakabar?". Tanya Adinda sambil memeluk kakak iparnya.
"Alhamdulillah kita semua baik din". Jawab Aisyah padanya.
Kini Adam, Aisyah serta Davin dan Adinda sedang berbincang riang bersama, mereka sudah lama tidak bertemu karena suami mereka sama sama sibuk kerja, Adinda menatap bayi perempuan kembar tersebut sambil mengusap perut nya.
__ADS_1
Semoga saja nanti aku bisa hamil kembar seperti kak Maryam dan kak Aisyah. Batin Adinda sambil tersenyum.
"Ohh iyaa gimana udah isi lagi?". Tanya Adam pada adiknya.
"Belum berencana orang anak aja masih kecil bang, tapi kalau diberi kepercayaan sama Allah aku akan menerima nya bang". Jawab Adinda pada abangnya.
"Heum baiklah, abang juga ga nyangka akan mempunyai anak kecil lagi, padahal anak abang yang tiga itu masih kecil". Ujar Adam terkekeh begitupun dengan Davin.
"Makanya bang, jangan terlalu sering ngelakuin nya bang". Ujar Davin padanya.
"Kaya ga aja kamu Vin". Ujar Adam pada adik iparnya.
"Hehe iyaa sih abang bener". Ujar Davin padanya sambil terkekeh.
Beberapa menit kemudian Adinda dan Davin pamit untuk pulang, Adam dan Aisyah mengantar mereka sampai pintu depan, setelah melihat kepergian mereka berdua Adam dan Aisyah kembali masuk ke dalam rumah.
Adam menghampiri ketiga anaknya yang asik bermain, Aisyah pergi ke dapur memasak sesuatu untuk makan siang, beberapa menit kemudian Aisyah selesai memasak dengan masakan yang super praktis.
"Mas Adam, makan siang dulu". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Ah iya sayang". Ujar Adam bangkit dari duduknya.
"Ambar, Mira jaga dulu anak anak yaa". Ujar Aisyah pada mereka berdua.
"Baiklah, nanti setelah aku dan mas Adam makan baru kalian yang gantian makan". Ujar Aisyah pada mereka.
Aisyah dan Adam makan siang hanya berdua karena biasanya mereka akan makan siang bersama Ambar dan juga Mira, tetapi karena anak anaknya masih kecil jadi Ambar dan Mira selalu bergantian jika waktunya makan.
Beberapa menit kemudian Aisyah dan Adam selesai memakan makanannya, mereka berdua menghampiri Ambar dan Mira yang kini sedang menidurkan sikembar ke kasur, Ambar menoleh pada majikan serasa kakak tersebut.
"Udah selesai kak?". Tanya Ambar pada Aisyah.
"Alhamdulillah sudah, sekarang gantian kalian yang makan gih". Jawab Aisyah pada mereka.
"Baiklah kak, kebetulan sikembar juga sudah pada tidur". Ujar Ambar padanya.
"Yaudah sana, ajak yang lainnya juga". Ujar Aisyah diangguki oleh keduanya.
Dikarenakan anak anaknya pada tidur, Adam mengajak istrinya untuk ke taman belakang rumah, Aisyah tentu saja senang karena sudah lama mereka berdua tidak ada waktu untuk hanya berdua saja.
Aisyah menyandar dibahu suaminya sambil memandang pemandangan di depannya, Adam mengelus kepala Aisyah yang tertutup jilbabnya ,sungguh Adam sangat senang bisa menikah dengan orang yang Adam sukai sejak kecil.
"Sayang". Panggil Adam pada istrinya.
"Iyaa mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
"Kamu gaada niat buat kerja?". Tanya Adam padanya.
"Aku ingin sekali, tapi anak anak masih kecil mas, aku ga bisa ninggalin mereka". Jawab Aisyah pada suaminya.
"Maaf ya, garagara mas, masa muda kamu jadi hancur". Ujar Adam menatap istrinya.
"Ssttt udah mas, mas ga salah kok, ini udah takdir aku menjadi seorang ibu mas, aku juga senang melihat anak anak". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Terimakasih sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Untuk apa mas?". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Terimakasih atas segalanya sayang, mungkin mas tidak akan bisa membalasnya". Jawab Adam memeluk istrinya.
"Udah ah mas, jangan mellow ginii". Ujar Aisyah pada suaminya..
Adam dan Aisyah menikmati kebersamaan mereka berdua, hingga Ambar datang menghampiri mereka dengan mengatakan bahwa Baby Alyssa menangis, langsung saja keduanya kembali masuk ke dalam rumah.
Aisyah menggendong anaknya yang menangis, ia melihat kulit anaknya yang memerah entah kenapa, Adam pun melihatnya segera memanggil pengasuh untuk bertanya.
"Ada apa kak? bang?". Tanya Mira pada mereka berdua.
"Kalian tau ini memerah karena apa?". Tanya Adam pada mereka.
"Ah seperti nya ini digigit nyamuk bang". Jawab Ambar padanya.
"Bagaimana bisa kena gigit nyamuk? bukannya sudah ada obat?". Tanya Aisyah pada keduanya.
"Maaf kak, sungguh kita berdua tidak mengetahui itu, maaf kak". Jawab Mira yang dianggyki oleh Ambar.
"Yaudah kalian cari obat nyamuk, agar kejadian ini tidak terjadi lagi". Ujar Adam pada mereka..
"Baik bang". Ujar keduanya sambil berlalu pergi meninggalkan Adam dan Aisyah.
Aisyah menatap sedih anaknya, karena baru sekarang anaknya kena gigit nyamuk, padahal dulu sikembar tiga tidak pernah sekalipun digigit nyamuk, tapi sekarang Baby Alyssa kena gigit nyamuk.
"Udah sayang jangan sedih, doakan saja semoga bukan nyamuk yang membuat demam berdarah". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa aamiin yaa rabbal'alamin sayang". Ujar Adam menatap putri cantiknya..
"Sehat selalu anak anak ayah dan Bunda". Ujarnya lagi mengusap pipi anaknya.
Semoga saja memang tidak menyebabkan demam. Batin Aisyah sedikit khawatir.
__ADS_1