Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 46


__ADS_3

Aisyah sedang mengusap peluh di keningnya karena merasa gerah, padahal AC sudah ia nyalakan dengan suhu agak tinggi, bagi Aisyah itu sangat menyejukkan tapi bagi suaminya Adam itu sangat dingin hingga membuatnya begitu menggigil.


"Sayang kecilkan suhu nya, dingin banget". Ujar Adam pada istrinya.


"Tapi aku gerah mas". ujar Aisyah pada suaminya.


"Yaudah kalau gitu ambilin mas selimut lagi sayang, ini dingin bangett". Ujar Adam menggigil pada Aisyah.


"Dingin banget ya mas? maafin Ais ya mas, tapi Ais juga gerah gatau kenapa mas". Ujar Aisyah berkaca kaca membuat Adam tak tega.


"Udah syaang gapapa, yang penting anak kita ngga tersiksa karena gerahnya". Ujar Adam mengecup perut istrinya yang terlihat agak besar.


Adam tidur dengan banyaknya selimut dibadannya, sedangkan Aisyah tidur tanpa menggunakan selimut, hingga keesokkan harinya Aisyah bangun terlebih dahulu dan menurunkan suhu AC kembali menjadi normal.


"Mas bangun, sholat shubuh". Ujar Aisyah menggoyangkan badan suaminya.


"Suamiku bangun". Ujar Aisyah sekali lagi pada suaminya.


"Mas ihh bangun, kenapa susah bangett". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Loh kok wajah mas dingin banget, mas ngga mungkin ninggalin Ais kan mas? mas bangun hiks maafin Ais mas, bangunn". Ujar Aisyah memeluk tubuh suaminya.


Sedangkan Adam memang sudah bangun namun ia masih kedinginan makanya matanya masih menutup, namun mendengar istrinya menangis menganggap nya meninggal ia pun bangun membuat Aisyah langsung saja meminta maaf padanya.


"Heii, istri mas kenapa heum? mas ngga papa sayang". Ujar Adam mengelus rambut istrinya.


"Aisyah takut mas pergi ninggalin Aisyah, Aisyah gamau mas". Ujar Aisyah masih memeluk suaminya.


"Mas ngga akan pergi syaang, tapi jika Allah sudah menakdirkan kamu harus ikhlas sayang". Ujar Adam pada istrinya.


"Yaudah yuk kita membersihkan diri dulu sebelum sholat shubuh". AjaK Adam pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan sholat shubuh berjamaah, seperti biasa keduanya akan membaca al Qur'an serta saling menghafal surat lalu menyetorkannya saat waktu sholat berikutnya.


Adam dan Aisyah keluar saat itu berpasan dengan pengasuh anaknya yang panik, membuat mereka berdua menatap Ambar dengan pandangan bertanya tanya, Ambar yang melihat majikannya pun ketakutan.


"Kamu kenapa Mbar?". Tanya Aisyah karena pengasuhnya memang lebih muda.

__ADS_1


"Aduh itu kak abang, Baby Arsyi ngga ada". Jawabnya dengan panik.


"Astagfirullah, bagaimana bisa Mbar?". Tanya Adam padanya.


"Gatau, saat akan mengecek mereka udah bangun atau belum nya, saya tidak melihat Baby Arsyi kecuali Baby Hasan dan Baby Husein". Jawab Ambar dengan berkaca kaca.


"Ya allah mas, cepat kita cari". Ujar Aisyah pada suaminya.


Mereka bertiga mencari dengan berpencar, ketiganya tidak teringat satu orang pengasuh yang kini sedang mengajak Baby Arsyi main, hingga beberapa menit kemudian Mira keluar dari ruang bermain.


Saat itu juga ketiganya langsung menghampiri Mira yang sedang menggendong baby Arsyi yang tertidur, sedangkan Mira kebingungan dengan ekspresi yang begitu panik sekali membuat banyak pertanyaan di pikirannya.


"Kalian kenapa?". Tanya Mira dengan polosnya.


"Astagfirullah Mira, kamu tau ngga sih aku nyarii Baby Arsyi dengan panik takutnya di culik orang jahat". Ujar Ambar dengan gemas pada temannya ini.


"Kamu dari mana Mira?". Tanya Aisyah dengan lembut.


"Ini kak, tadi Baby Arsyi bangun jam dua malam kebetulan saya bangun karena akan sahur, eh baby Arsyi katanya pengen main jadinya aku bawa ke ruangan bermain, maaf ya bikin kalian panik". Jawab Mira pada mereka..


"Aduhh kamu bikin aku jantungan tau ngga". Ujar Ambar padanya.


"Udah udah, jangan rebut, kan sekarang Baby Arsyi udah ketemu dan juga ga kenapa napa mendingan tidurin aja dia di kamar". Ujar Adam menjadi penengah diantara keduanya.


Beberapa menit kemudian, sekarang sudah jam 6 pagi, Aisyah memasak untuk sarapan dibantu oleh pekerja dirumahnya, Adam yang tidak melihat Aisyah di kamar pun panik tetapi hanya sesaat karena ia melihat bidadarinya tersenyum senang.


Aihh janji masa kecil, terlaksana juga. Batin Adam terkekeh.


"Assalamualaikum". Salam seseorang membuat Adam menoleh.


"Waalaikumussalam, loh Zafran Zahra kalian sama siapa kesini?". Tanya Adam bingung padanya.


"Siapa mas?". Tanya Aisyah dibelakang suaminya.


"Loh Zahra, Zafran kalian jam segini udah kesini aja". Ujar Aisyah sedikit terkejut.


Pasalnya Zafran dan Zahra ini adalah ponakan Aisyah dan Adam, rumah mereka juga lumayan jauh jadi tidak mungkin mereka kesini sendirian, tetapi jawaban keduanya membuat Adam dan Aisyah melototkan matanya.

__ADS_1


"Kita kesini karena takut di grebek". Ujar Zafran menunduk.


"Hah? di grebek? sama siapa sayang?". Tanya Aisyah saat mereka duduk di sofa.


"Katanya kalau megang tangan lawan jenis, bakal hamil, Zafran takut uncle Aunty, Zahra kalau hamil gimana?". Tanya Zafran dengan polosnya.


Astagfirullah tau dari mana mereka tentang hamil?. Batin Aisyah semakin terkejut.


"Siapa yang bilang kalau megang tangan lawan jenis bakal hamil?". Tanya Adam pada ponakannya.


"Aunty Hanifah". Jawab keduanya membuat Adam dan Aisyah menepuk jidatnya.


"Maksud Aunty Hanifah bukan itu sayang, jadi pegangan sama saudara kandung ya gapapa, tapi kalau pegangan sama yang bukan mahramnya gaboleh sayang, misal abang megang tangan Baby Ainun itu gaboleh atau pun baby Arsyi". Ujar Aisyah menjelaskan pada ponakannya.


Zafran pun mengerti, ia sekarang lega begitupun dengan Zahra, karena memang keduanya saudara kandung, Aisyah mengajak mereka sarapan bersama karena kebetulan mereka berdua sedang sekolah dasar (SD).


Mereka sarapan dengan nikmat hanya terdengar dentingan sendok dan garfu, hingga beberapa saat kemudian mereka selesai memakan sarapannya sampai habis, Adam berangkat sambil mengantar kedua ponakannya sekolah.


"Anak bunda yang cantik dan tampan udah bangun ya sayang". Ujar Aisyah melihat ketiga anaknya yang berjalan padanya.


"Ayah ana unda?". Tanya Baby Husein padanya.


"Ayah berangkat kerja sayang, maaf ya ga pamitan sama kalian, soalnya ayah sambil mengantar abang kalian sekolah". Jawab Aisyah pada mereka.


"cekoyah unda?". Tanya Baby Arsyi padanya.


"Iya sayang abang Zafran sama kak Zahra tadi diantar oleh ayah ke sekolah". Jawab Aisyah memperjelas pada anaknya.


Ketiga anaknya pun mengerti apa yang diucapkan oleh Aisyah, kini mereka sedang di suapi oleh pengasuh, Baby Hasan dan Baby Husein begitu nempel pada Ambar sedangkan Baby Arsyi nempel pada Mira.


Beberapa menit kemudian kini Aisyah sedang mengajak anaknya belajar cara membaca yang benar, hingga beberapa tak terasa ketiganya tertidur karena kelelahan belajar membaca, begitupun dengan Aisyah yang tertidur menyamping.


"Ya ampun kebiasaan tidur di lantai tipis". Ujar Adam di kantornya.


"Untung aja Aisyah gatau aku masang CCTV buat jaga jaga, takut terjadi apa apa di rumah". Gumam Adam menatap layar monitor.


"Dan lagi Aisyah tidak akan menyadari nya, karena sangat kecil ukurannya". ujarnya lagi sambil melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Nanti belikan makanan kesukaan mereka deh pulangnya". Gumam Adam sambil mengangguk anggukan kepalanya..


__ADS_2