
Kabar bahagia datang dari Adinda, karena adik ipar Aisyah tersebut sedang hamil baru sebulan, semuanya mengucapkan selamat pada Adinda dan Davin, sungguh Davin tidak menyangka jika hadiah ulang tahun yang ia dapatkan adalah kehamilan istrinya.
"Makasih ya sayang, mas senang". Ujar Davin memeluk istrinya.
"Iyaa mas sama sama, mas juga harus sabar ya nanti menghadapi sikap bumil". Ujar Adinda pada suaminya.
"Iyaa tentu saja syaang, mas akan selalu sabar menghadapi nya". Ujar Davin tersenyum menatap istrinya.
Aisyah serta keluarga lainnya juga baru mengetahui jika hadiah yang akan diberikan oleh Adinda adalah sebuah testpack, Adinda sengaja tidak memberitahu dari awal rencana ia memang memilih waktu saat suaminya sudah pulang.
Aisyah dan Maryam memeluk Adinda dengan perasaan senang, akhirnya akan ada adik untuk Baby Fikri, Adinda pun merasa bersyukur diberikan kepercayaan lagi oleh Allah untuk hamil anak lagi. Para orangtua juga memberi nasihat pada Adinda sama seperti waktu pertama ia hamil anak pertama.
"Ingat jaga kandungan kamu, jangan sampai terjadi apa apa ya sayang". Ujar Ayah Ramli memeluk putrinya.
"Iyaa ayahh, selaluu". Ujar Adinda pada ayahnya.
"Anak bunda udah mau jadi ibu muda beranak dua". Ujar Bunda Halwa terkekeh pada Adinda.
"Iyaa nih bun, biar makin ramai saat berkumpul". Ujar nya terkekeh.
"Haha benar apa yang dibilang kamu sayang, nanti saat kumpul keluarga, akan sangat ramai dari sebelum sebelumnya". Ujar Davin pada istrinya.
Beberapa menit kemudian semuanya pamit pulang karena sudah malam, Adinda mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membantunya memberikan kejutan untuk sang suami, tentu saja mereka senang melihat Adinda senang.
Kini Adinda dan Davin saling menoleh, lalu Davin mencium bibir istrinya dengan lembut, Davin menatap wajah cantik istrinya, di umurnya yang sudah memasuki usia 20tahun lebih ia kembali merasakan bahagia karena istrinya hamil.
"Oh ya sayang, kamu jelasin kenapa kemeja putih aku ada noda? karena aku ga mungkin selingkuh dari kamu sayang". Ujar Davin membuat Adinda tersenyum tipis.
"Sebenarnya mas, aku yang membuatnya, maaf ya mas kalau aku keterlaluan". Ujar Adinda menunduk pada suaminya.
"Udah gapapa sayang, yang penting mas ga kehilangan kamu saja mas bersyukur, mas sangat mencintaimu". Ujar Davin menatap lembut istrinya.
"Aku juga sangat mencintaimu mas". Ujar Adinda memeluk suaminya.
Saat mereka sedang asik berpelukan tiba tiba saja kaki mereka ada yang memegang, keduanya menoleh ke bawah ternyata anaknya yang memegang kaki mereka berdua, siapa lagi jika bukan Baby Fikri.
"Anak ayah kebangun ya sayang?". Tanya Davin memeluk anaknya.
"Iyaa yah". Jawab Baby Fikri dengan mengucek matanya.
"Jangan dikucek sayang matanya, nanti pedih". Ujar Adinda pada putranya.
__ADS_1
"Yaudah sekarang anak ayah dan bunda tidur lagi yaa sayang". Ujar Davin mengajak istrinya masuk ke dalam kamar.
Sedangkan ditempat lain tentunya dirumah kediaman Aisyah dan Adam, mereka berdua tengah berbaring karena merasa lelah sekali, Adam menyuruh istrinya untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur.
Keesokkan harinya, Aisyah bangun terlebih dahulu seperti biasa ia akan memasak untuk sarapan mereka, kebetulan para pekerja sedang Aisyah kasih libur kecuali pengasuh anaknya yang ia tetapkan untuk bekerja, karena Aisyah akan kewalahan mengurus anak anaknya.
Tepat jam 7 pagi, terdengar suara ketukan dari pintu membuat Aisyah segera memakai kerudungnya, Aisyah akan membuka pintu tetapi ia teringat kompor belum di matikan, langsung saja Aisyah berlari ke dapur.
"Assalamu'alaikum". Salam seseorang karena Aisyah belum membukanya.
"Waalaikumussalam". Jawab Aisyah saat membuka pintu.
"Mbak Husna, Mbak Sarah apakabar? mari masuk". Tanya Aisyah pada keduanya.
"Alhamdulillah kita baik, oh ya maaf ya ganggu pagi pagi gini". Jawab Husna pada Aisyah.
"Ah gapapa kok mbak". Ujar Aisyah sambil tersenyum.
"Yaudah kalau begitu, sebenarnya kedatangan kita kesini mau pamitan". Ujar Sarah mewakili kakaknya.
"Pamitan? maksud mbak?". Tanya Aisyah kebingungan.
"Iya kita akan kembali ke Eropa dan menetap disana". Jawab Husna padanya.
"Kan masih bisa video call Syah". Jawab Husna sambil tersenyum padanya.
"Baiklah, sebentar ya mbak".Ujar Aisyah meninggalkan keduanya.
Aisyah memasuki kamarnya berniat untuk membangunkan suaminya, tetapi ternyata Adam sudah bangun bahkan sudah rapih dengan jas kantornya, Aisyah pun mengajak suaminya ke ruang makan.
Disana sudah ada Husna dan Sarah yang memang Aisyah suruh tunggu di ruang makan, Adam menoleh kepada Aisyah meminta penjelasan mengapa ada Husna dan Sarah padahal waktu masih pagi.
"Assalamualaikum dam". Salam keduanya pada Adam.
"Waalaikumussalam mbak, Sar". Jawab Adam kepada keduanya.
"Bagaimana kabarmu?". Tanya Sarah padanya.
"Alhamdulillah baik Sarah, oh ya mana Azam?". Tanya Adam tidak melihat keberadaan rekannya.
"Mas Azam ngga ikut karena sudah berangkat kerja dam". Jawab Sarah padanya.
__ADS_1
"Kalau bang Idris kemana mbak?". Kini giliran Husna yang ditanya.
"Mas Idris sedang mengurus surat surat kepindahan dam". Jawab Husna pada Adam.
Aisyah menyuruh mereka segera sarapan sebelum melanjutkan perbincangan nya, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan pagi ini denagn habis tak tersisa, Aisyah juga langsung menjelaskan kedatangan Husna dan Sarah pada suaminya.
Adam tentu saja terkejut mendengarnya, karena baik Idris maupun Adam tidak ada yang mengabarinya lewat chat, tetapi mungkin mereka lupa makanya sekarang Husna dan Sarah berkunjung kerumah kediamannya.
"Yaudah kita berdua pamit ya Syah, Dam". Ujar keduanya berdiri bersamaan.
"Iya hatihati ya mbak dijalannya, titipkan salamku pada Nizzam, Arham dan Khadijah". Ujar Aisyah diangguki oleh keduanya.
"Iya pasti Syah". Ketiganya berpelukan.
"Mas juga berangkat kerja ya sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, hatihati ya bawa mobilnya, jangan ngebut loh". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Iyaa istriku". Ujarnya terkekeh.
"Assalamu'alaikum suamiku". Ujar Aisyah melihat suaminya melupakan sesuatu.
"Ehh iyaa, assalamualaikum istriku". Ujarnya setelah mengecup kening istrinya.
Aisyah yang melihat mobil suaminya sudah keluar gerbang pun masuk kembali kedalam rumah, Aisyah menyuruh para pengasuh untuk memandikan anak anaknya, sementara Aisyah menyiapkan makanan untuk anak anaknya.
"Masya allah anak anak bunda udah pada cantik dan ganteng". Ujar Aisyah yang menghampiri mereka.
"Iyaa dong bun". Ujar sikembar tiga kompak.
"Yaudah makan dulu sini sayang". Ujar Aisyah pada mereka.
"Adik makan juga nda?". Tanya Baby Arsyi padanya.
"Iya nanti setelah kalian". Jawab Aisyah pada anak anaknya.
"Alsyi pengen makan sendili bunda". Ujarnya pada Aisyah.
"Hasan juga bun". Ujarnya pada Aisyah.
"Husein juga buna". Ujar nya membuat Aisyah menatap terharu pada anak anaknya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai memakan makanannya, walaupun berantakan setidaknya anaknya sudah mandiri, tidak perlu makan di suapi, tetapi sesekali mereka akan meminta di suapi saat makan.