Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 83


__ADS_3

Aisyah menatap gemas anaknya yang semakin hari semakin menggemaskan, Aisyah mencium pipi gembul anaknya beginilah keseharian Aisyah ketika anak dan suaminya sedang beraktivitas, ia hanya dirumah bersama anaknya yang mungil terkadang ia juga membawa anaknya ke rumah orangtuanya.


Ting!


...Kak Maryam...


...Online...


Assalamualaikum Syah, kamu ada dirumah?


^^^Waalaikumussalam kak, ada kak emangnya kenapa?^^^


Ngga kenapa napa, kakak mau main ke rumah sama Rayyan dan Nadzar


^^^Ohh yaudah sini aja kak, lagian Aisyah ngga ada temen kecuali Adek Kahfi^^^


Yaudah kakak otw kesana ya


^^^Okee kak, hati hati ya di jalannya kak^^^


Iyaa Syah, Wassalamualaikum


^^^Waalaikumussalam kak^^^


Aisyah menatap anaknya yang tersenyum padanya sungguh menggemaskan sekali, sambil menunggu kakak iparnya datang Aisyah memainkan pipi anaknya yang gembul, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara bel serta salam dari luar.


"Masuk kak". Ujarnya setelah mengucapkan salam.


"Kamu tidur dilantai bawah?". Tanya Maryam padanya.


"Iyaa kak, ayo masuk ke kamar aja, karena kalau siang aku suka tidur dibawah kecuali kalau malam kak". Jawab Aisyah pada nya.


"Ohh gitu ya Syah". Ujarnya diangguki oleh Aisyah.


"Hai Nadzar, Rayyan ponakan ateu". sapa Aisyah pada ponakannya.


"Hai nty, ateu". sapa balik mereka pada Aisyah.


"Kalian mau liat Adek?". Tanya Aisyah pada mereka.


"Yahh Nty, teu". Jawab mereka pada Aisyah.


"Tuh liat dedenya lagi bangun". Ujar Aisyah pada mereka berdua.


"Ucu ateu, deknya". Oceh Rayyan padanya.


"Iyaa syang, sama seperti kalian berdua lucu". Ujar Aisyah pada ponakannya.


Beberapa menit kemudian Aisyah dan Maryam terus berbincang sambil menunggu jam pulang suami mereka, karena anak anak sedang tertidur pulas maka dari itu keduanya berbincang riang bersama. Bahkan mengenang masa masa mereka saat kuliah bersama, bahkan pindah kuliah.

__ADS_1


"Ngga nyangka ya Syah, kita sudah mempunyai anak kecil yang sangat menggemaskan". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Iyaa benar, aku juga ngga nyangka kamu yang akan menjadi kakak iparku kak". Ujar Aisyah sambil tersenyum pada Maryam.


"Apalagi aku Syah, tidak menyangka aku akan menikah dengan seseorang yang aku kagumi dari dulu". Ujar Maryam sambil tersenyum malu pada Aisyah.


"Umur kita udah 20tahun lebih, jangan malu malu gitu lah kak". Goda Aisyah pada Maryam.


"His kamu sih bahas itu, jadikan aku malu". Ujarnya sambil menutup wajahnya.


"Ahaha ada ada aja sih, padahal kamu yang duluan nikah loh". Ujar Aisyah membuat Maryam semakin malu.


"Udah ah jangan bahas itu lagi, yang lain bahasnya Syah". Ujar Maryam pada Aisyah.


"Haha iyaa deh iyaa". Ujarnya tertawa pelan pada kakak iparnya Maryam.


Beberapa menit kemudian, suami mereka telah sampai dirumah kediaman Aisyah dan Adam, keduanya menyalimi tangan sang suami lalu membawakan tas mereka sambil berjalan ke ruang tengah, Adam dan Ilham duduk dikursi sofa sedangkan Aisyah dan Maryam sedang mengambil air minum untuk suaminya.


"Ini mas minum dulu". Ujar Aisyah dan Maryam kompak.


"Ciee kompak yaa". Ujar Ilham terkekeh.


"Iyaa dong kita kan sahabatan". Ujar Aisyah merangkul bahu Maryam.


"Ihh apaan sekarang Maryam kakak ipar kamu dek". Ujar Ilham padanya.


"Udah jangan berdebat nanti suara kalian, bikin anak anak kebangun". Ujar Maryam pada kedua kakak beradik.


Mereka pun terdiam karena memang benar jika suara mereka sampai terdengar, bisa membangunkan anak anak yang sedang tertidur, Aisyah mengajak Maryam untuk masak bersamanya, mereka akan makan bersama dengan para suaminya.


"Syah, kamu makin pinter ya masaknya". Ujar Maryam sambil mengiris daun bawang.


"Yaiya kak, masa udah bertahun tahun menjalin hubungan pernikahan, aku masih belum bisa masak menu yang lain". Ujar Aisyah sambil terkekeh pada kakak ipar nya.


"Iyaa juga sih benar apa yang kamu bilang Syah, aku juga dulu begitu awal awal pernikahan, belum banyak yang aku bisa masak, tapi lama kelamaan aku menjadi bisa masak semua menu". Ujar Maryam pada adik iparnya.


"Nah itu tau kak, yaydah ah lanjut aja masak jangan sambil ngobrol, ngga bakalan selesai kalau kaya gitu". Ujar Aisyah pada Maryam.


"Okee syah". Ujarnya pada Aisyah.


Beberapa menit kemudian mereka selesai memasak makanan, Aisyah dan Maryam memanggil suami mereka untuk makan, membuat kedua pria tersebut senang karena memang masakan yang Aisyah dan Maryam buat adalah makanan favorit suaminya.


Mereka memakan makanan nya dengan tenang, hanya terdengar dentingan sendok dan garfu hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun karena memang makanan kesukaan mereka.


"Alhamdulillah kenyang sayang". ujar mereka pada istrinya masing masing.


"Saking sukanya ya sampai nambah berkali kali". Ujar Aisyah terkekeh pada mereka berdua.


"Haha jelas apalagi makanan kesukaan yang dimasak oleh istri tercinta". Ujar Adam dan Ilham membuat Aisyah dan Maryam malu.

__ADS_1


"Hahaha ada yang malu nihh". Ujar Ilham melihat istri dan adiknya.


"Ihh abang nyebelin banget sih". Ujar Aisyah kesal pada Ilham.


"Biarin aja, abang ini". Ujar Ilham pada adiknya.


Beberapa jam kemudian Ilham dan Maryam pamitan pada Aisyah dan Adam, keduanya mengantar mereka sampai pintu depan setelah melihat mobil mereka pergi, Aisyah dan Adam masuk ke dalam rumahnya kembali.


"Sayang, anak anak kemana?". Tanya Adam pada istrinya.


"Lagi tidur mas, abang Hasan masih dirumah bang Idris". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Ngapain abang Hasan masih disana?". Tanya Adam pada istrinya.


"Mungkin bertanya lebih dalam pada Arham yang jelas udah lebih lama daripada abang Hasan mas". Jawab Aisyah pada suaminya.


"Seperti itu ya sayang, yaudah paling nanti abang Idris atau mbak Husna mengabari kita". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


Mereka berdua masuk ke dalam kamar anak anaknya untuk mengecek apakah sudah bangun apa belumnya, ternyata mereka memang sudah bangun hanya saja sibuk mengerjakan tugas dari sekolah yang memang sudah sekali semakin mereka naik kelas.


"Sayangnya bunda, ada yang susah nak?". Tanya Aisyah sambil berjalan memasuki kamar anaknya yang berhubungan.


"Belum ada bun". Jawab mereka pada Aisyah.


"Baiklah kalau ada bilang sama bunda ya syang, biar bunda bantu jawab". Ujar Aisyah pada anak anaknya.


"Iyaa siap bunda". Ujar mereka pada Anna.


"Oke Syaang". Ujar Aisyah pada mereka berempat.


"Wah kamu salah menjawabnya boy". Ujar Adam saat melihat jawaban Husein.


"Salah gimana Ayah?". Tanya Husein padanya.


"Ya masa bahasa inggris nya kamu jawabannya two harusnya you syaang". Ujar Adam pada anaknya.


"Ohh salah ya, makasih ya Ayah". Ujar Husein pada ayahnya.


"Iya sama sama boy". Ujar Adam pada anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah, seperti biasa Adam akan menyuruh anak anaknya untuk setor hafalannya begitupun pada istrinya yang memang selalu pengen ikutan setor hafalan.


"Alhamdulillah hafalan kalian bertambah". Ujar Adam pada anak anaknya.


...****************...


Maaf kalau telat updatenya:(

__ADS_1


__ADS_2