
Sebulan kemudian pernikahan Ainun dan Nizzam dilaksanakan, Ainun ditemani oleh Arsyila dan sepupu perempuannya yang lain, karena ia merasa gugup sekali membuat Arsyila mengingat saat pernikahannya dengan Arham suaminya.
"Tangan kakak dingin banget ". Ujar Adiba pada Ainun.
"Jelaslah karena gugup banget". Ujar Ainun pada sepupu perempuannya.
"Haahha aku kan belum merasakan kak". Ujar Adiba terkekeh.
"Yaa engga akan lama lagi mungkin kamu akan merasakannya". Ujar Arsyila terkekeh pada Adiba.
"Ish jangan goda aku kak". Rengek Adiba pada Arsyila semakin membuat Arsyila menggoda sepupunya.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuat obrolan mereka terhenti, terbuka pintu memperlihatkan Maryam yang begitu tertegun menatap wajah pangling putrinya, hingga Arsyila menyadarkan Aunty nya membuat Maryam kembali mengingat tujuannya.
"Sayang, waktunya keluar kamar, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri". Ujar Maryam pada anaknya.
"Alhamdulillah". Ujar Ainun sambil berkaca kaca.
"Kalian bantu pegang gaun kak Ainun ya, Ayok sayang kita turun". Ujar Maryam menggenggam tangan anaknya.
"Iyaa ayok bunda". Ujarnya pada bundanya.
Arsyila yang memang sedang hamil berusaha berjalan dengan perlahan lahan, karena takutnya ia tersandung sesuatu dan itu membahayakan anak di dalam kandungannya, sementara Nizzam yang sedang menunggu Ainun yang kini telah sah menjadi istrinya merasa gugup.
"Sabarr Zam, setelahnya kamu akan lega". Ujar Arham pada sepupunya.
"Iyaa bangg". Ujarnya pada Arham.
"Masya Allah cantiknya istriku". Seru Nizzam saat Ainun turun dari tangga.
"Istri abang juga cantik walaupun tertutup oleh cadarnya". Ujar Arham pada adik sepupunya.
"Heum iyaa deh yang udah nikah dan yang udah mau punya anak". Ujar Khadijah pada mereka berdua.
"Kamu kapan nikah Kak?". Tanya Nizzam pada Khadijah yang merupakan kembaran Arham.
"Ah nanti saja kakak mah, masih pengen fokus menjadi dokter". Jawabnya pada adik sepupunya.
"Heum yaudah deh kalau gitu". Ujar Nizzam hanya diangguki Oleh Khadijah.
Beberapa jam kemudian kini Ainun dan Nizzam sudah memasuki kamar pengantin, keduanya begitu gugup apalagi Ainun yang biasanya tegas menjadi sangat gugup saat berduaan dengan Nizzam yang kini sudah sah menjadi suaminya.
"Dek". Panggilnya pada Ainun.
"Iyaa kenapa mas?". Tanya Ainun dengan gugup.
"kamu dulu apa mas dulu yang mandi?". Tanya Nizzam pada istrinya.
"Mas dulu aja". Jawabnya pada suaminya.
"Beneran gamau kamu dulu aja dek??". Tanya Nizzam padanya.
"Beneran mas, mas aja dulu". Jawabnya pada sang suami.
__ADS_1
"Yaudah deh kalau gitu". Ujarnya pada istrinya .
Ting!
...Arsyi Ciciii...
...Online...
Assalamu'alaikum kak, bagaimana sukses malam pertamanya? ngga ada hambatan kan?
^^^Waalaikumussalam, jangan tanya itu ahh, kalau malam pertamanya sukses kakak ngga mungkin balas pesan kamu Cici^^^
Ihh kakak kenapa sih masih aja manggil aku Cicii dari mana dapatnya coba โน๏ธ
^^^Hahaha dari mana yaaa?? dari lubang Goa paling Cicii ku sayangg๐^^^
Ihh udah ah Kak Ai nyebelin bangettt, Wassalamualaikum
^^^Hahaha maaf ya bumill, waalaikumussalam ciciku sayangg ๐๐^^^
Tanpa Ainun sadari ia tertawa kecil didengar oleh Nizzam yang sedaritadi sudah selesai membersihkan badannya, Nizzam berdehem membuat Ainun tersadar kembali dan menetralkan mimik wajahnya, ia menatap suaminya dengan gugup.
"Kenapa berhenti tertawa?". Tanya Nizzam pada istrinya.
"Ah gapapa mas". Jawabnya dengan gugup.
"Cerita aja sama mas, terbukalah dengan mas karena kita sudah menjadi suami dan istri". Ujar Nizzam menatap lembut pada istrinya.
"Ngga ada apa apa kok mas, aku ketawa karena lucu aja sih". Ujar Ainun pada suaminya.
"Iyaa apanya yang lucu dek?". Tanya Nizzam pada istrinya.
"Sayangg". Panggilnya sambil memeluk Ainun membuat sang empunya menegang.
"Ap-a mas? ". Tanya Ainun dengan gugup.
"Boleh kah mas liat kamu tanpa adanya cadar dan kerudung sayang?". Tanya Nizzam pada Ainun.
"Boleh mas". Jawabnya dengan gugup.
"Jangan gugup gitu dong sayang, harus terbiasa loh". Ujar Nizzam sambil membenamkan wajahnya di pundak istrinya.
"Mas, bahaya jangan gini mas". Ujarnya pada Nizzam.
"Kenapa sih sayang? bahaya kenapa? ". Tanya Nizzam pada Ainun.
"Bahaya, jantung aku berdebar kencang mas". Jawabnya dengan polos membuat Nizzam terkekeh pada istrinya.
Hingga beberapa menit kemudian Ainun memberanikan dirinya menatap lekat sang suami, membuat Nizzam mendekatkan wajahnya pada istrinya, namun terhenti karena melihat tangan sang istri bergetar.
Menggemaskan sekali istriku ini. Batin Nizzam sambil tersenyum kecil menatap istrinya.
Kok ngga ngerasa apa apa ya?. Batin Ainun bertanya tanya karena tidak merasakannya.
"Buka aja sayangg matanya". Ujar Nizzam padanya.
"Mas Nizzam". Panggilnya dengan pelan pada sang suami.
"Iyaa kenapa sayang?". Tanya Nizzam pada istrinya.
__ADS_1
"Bolehkah aku membersihkan badanku terlebih dahulu? badanku berkeringat". Jawabnya pada Nizzam.
"Ah mas lupa, kamu belum membersihkan badan ya, yaudah kamu bersihkan badan kamu dulu sayang". Ujar Nizzam sambil beranjak dari ranjang.
"Mas mau kemana?". Tanya Ainun saat melihat suaminya hendak membuka pintu kamarnya.
"Keluar sayang, ngga mungkin mas di kamar kan, pastinya kamu malu sayang". Jawabnya sambil tersenyum pada istrinya.
"Heum baiklah kalau begitu mas". Ujar Ainun pada suaminya.
"Yaudah cepatlah mandi, nanti mas ke kamar lagi". Ujarnya hanya diangguki oleh Ainun.
Beberapa menit kemudian Ainun telah selesai membersihkan badannya, ia menunggu suaminya datang kembali ke kamar hingga tak lama kemudian Nizzam pun datang sambil membawa susu coklat kesukaan Ainun.
"Nih minum susu dulu sayang". Ujar Nizzam pada istrinya.
"Makasih ya mas, kok tau sih aku suka susu coklat?". Tanya Ainun pada suaminya.
"Tau dong apa sih yang engga aku tau tentang kamu". Jawabnya pada sang istri.
"Ih mas bisa aja". Ujarnya dengan malu malu pada sang suami.
"Harus bisa dong sayangg, Ai boleh engga aku ngambil hak ku?". Tanya Nizzam pada istrinya.
"Tapi kalau kamu belum siap gapapa kok". Ujarnya lagi sebelum istrinya menjawab.
"Siap ngga siap aku harus siap kan mas, karena ngga mungkin menolak permintaan suami". Ujarnya pada suaminya.
"Beneran sayang?". Tanya Nizzam pada istrinya.
"Beneran mas". Jawab Ainun pada suaminya.
Nizzam yang mendengar jawaban istrinya pun tersenyum senang pada istrinya, hinggaa beberapa jam kemudian Nizzam berhasil melakukan malam pertamanya bersama istrinya, Nizzam tersenyum senang sebelum menyusul istrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya..
Ting!
...Bang Arham...
...Online...
Assalamu'alaikum Zam, bagaimana malam pertama mU lancarkan?
Ngga ada halangan kan?
Wah sepertinya lancar yaa, yaudah deh selamat malam pengantin baru ๐
Pesan dari Arham tidak akan terjawab karena keduanya sudah tidur lelap.
...****************...
Maaf ya gays, ngga update kemarin karena capek banget + males banget ngetiknya kalau lagi ngantuk :(
Maaf juga aku kadang males kadang ngga kadang sinyal jelek, kadang ini kadang itu banyak kacangnya intinyamah hehe, maaf gays:)
Maaf sekali lagi ya guys :)
Jangan lupa Like Comment and Vote ya gays :)
Terimakasih sebelumnya ya para readers kesayanganku hehe :)
__ADS_1
Selamat menjalani ibadah puasa, tidak terasa besok sudah memasuki puasa ramadhan yang ke 8, perasaan baru aja hari pertama puasa bulan ramadhan ya gays haha:)