Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 28


__ADS_3

Dua hari berlalu, kini gantian Maryam dan Ilham yang menjenguk Ayah Ramli setelah Aisyah dan Adam serta Adinda dan Davin, mereka berdua menghampiri Bunda Halwa yang termenung sambil memegang tangan Ayah Ramli.


"Assalamu'alaikum bunda". Salam keduanya pada Bunda Halwa.


"Waalaikumussalam, kalian datang". Ujar Bunda Halwa memeluk Maryam.


"Bagaimana kondisi ayah bun?". Tanya Ilham pada Bunda Halwa..


"Masih belum ada kemajuan Ham". Jawab Bunda Halwa sedih.


"Sabar ya bunda, in syaa Allah ayah akan bangun jika kita terus mendoakan nya". Ujar Maryam mengelus pundak Bunda Halwa.


Bunda Halwa sedikit tenang saat Maryam mengelusnya ,ia tersenyum sambil mengelus perut Maryam yang mungkin sebentar cucunya akan lahir, teringat dengan cucu pertama dari Adam.


"Ahh bagaimana kondisi Aisyah?". Tanya Bunda Halwa pada Ilham.


"Alhamdulillah sudah membaik bunda, semenjak kejadian itu penjagaan semakin ketat, karena bisa saja si Devan itu kabur lagi". Jawab Ilham pada Bunda Halwa.


"Apakah Adinda juga menjaga Aisyah?". Tanya Bunda Halwa padanya.


"Iyaa bunda, seperti suami keduanya aja haha". Jawab Ilham sambil tertawa pelan.


"Syukurlah kalau begitu, walaupun mereka berdua sama mengalami trauma, ternyata mereka bisa kuat dengan sendirinya tanpa menceritakan pada suaminya". Ujar Bunda Halwa pada mereka berdua.


"Tapi tetap saja Bunda, menahan dengan sendirian itu tidak enak, terkadang kita butuh mencurahkan pada suami". Ujar Maryam padanya.


Bunda Halwa tersenyum mendengar ucapan Maryam, memang benar kita tidak bisa memendamnya begitu lama dengan sendirian, terkadang seorang wanita butuh tempat untuk bersandar berkeluh kesah.


Hingga beberapa menit kemudian, Maryam meringis kesakitan karena perutnya seperti di remas, Maryam memegang besi kasur ranjang Ayah Ramli membuat Bunda Halwa panik.


"Ya allah sayang, kamu kenapa?". Tanya Bunda Halwa panik.


"Sa-sakit bunda, perut Maryam sakitt ahh". Jawab Maryam meringis kesakitan.


"Jangan jangan kamu mau melahirkan sayang, ya Allah Ilham juga belum kembali dari musholah". Ujar Bunda Halwa panik.


"Bunda huh huh sakitt eumm". Ujar Maryam menarik nafasnya.


"Sayang ketuban kamu udah pecah, sebentar bunda cari dokter, biar kamu melahirkan diruangan ini saja". Ujar Bunda Halwa lalu berlari keluar.


Maryam terus menarik nafas serta mengeluarkan nya, ia tidak menyangka melahirkan akan semenyakitkan inii, Maryam terus saja mengejan karena tidak kuatt hingga tiba tiba Bunda Halwa datang bersama dokter Ammah.

__ADS_1


Ilham yang berada dibelakang mereka kaget melihat istrinya terduduk lemas, segera ilham membaringkan di ranjang yang tersedia diruangan, gordeng menjadi penyekat untuk Maryam melahirkan, sementara itu suster membersihkan cairan ketuban yang pecah.


"Tarik nafas lalu keluarkan pelan pelan". Ujar Dokter Ammah pada Maryam.


"Sudah pembukaan ke 8 tinggal menunggu pembukaan ke 10". Ujar Dokter Ammah saat melihat ke bawah.


"Huh dokter sakitt ,rasanya aku gakuat lagiii". Ujar Maryam pada dokter tersebut.


"Tetap tenang Okee, ayoo sekarang kamu boleh mengejan". Ujar Dokter Ammah setelah pembukaan ke sepuluh.


Ilham yang berada disamping memegang tangan istrinya untuk menguatkan, hingga beberapa menit kemudian terdengar lah suara tangisan bayi dengan keras, membuat Ayah Ramli dialam bawah sadarnya terbangun.


"Alhamdulillah anak kalian kembar cewek cowok". Ujar Dokter Ammah dengan tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah mas, anak kita kembar". Ujar Maryam pada suaminya.


"Iyaa sayang, pantas saja perut kamu sangat besar". Ujar Ilham pada istrinya.


"Saya bersihkan dulu bayinya ya". Ujar suster diangguki oleh semuanya.


Ayah Ramli menoleh ke setiap sudut, hingga tatapannya mengarah pada gordeng yang menyekat dirinya dengan seseorang pikirnya, ia mencari keberadaan istrinya yang selalu menemaninya.


"Kemana Halwa?". Tanya Ayah Ramli dengan pelan.


Sedangkan Bunda Halwa sedang berada di sebelah, mereka tidak menyadari Ayah Ramli telah sadar karena kini Bunda Halwa sedang memeluk cucu perempuannya dari Maryam dan Ilham.


"Gemas sekali kamu sayang". Ujar Bunda Halwa menatapnya berkaca kaca.


"Semoga kamu menjadi anak yang sholehah, berbakti sama kedua orangtua kamu sayang, serta menjadi anak yang membanggakan". Ujarnya lagi sambil mendoakan ubun ubun bayi tersebut.


"Ahh andai saja Opa mu bangun, pasti sangat senang". Ujanya lalu bergantian memeluk cucu laki lakinya.


Seperti tadi, Bunda Halwa mendoakan kedua anak Maryam dan Ilham membuat orangtua bayi terharu mendengar nya, hingga Ilham pamit akan keluar tetapi ia malah menatap Ayah Ramli yang sedang menatapnya.


"Alhamdulillah Ayahh, sudahh sadarr". Teriakan Ilham membuat Bunda Halwa tertegun begitu juga dengan Maryam.


"Bentar,, Ilham panggilkan dokter dulu yah". Ujar Ilham yang sangat senang Ayah Ramli telah sadar.


"Mas Ramlii". Ujar Bunda Halwa memeluk suaminya.


"Akhirnya kamu sadar mas hiks terimakasih ya Allah". Ujar Bunda Halwa menangis .

__ADS_1


"Ssstt, sudah bunda jangan menangis lagi nanti mata kamu sembab". Ujar Ayah Ramli dengan lemah mengusap air mata istrinya.


Bunda Halwa membawa air minum untuk suaminya, sementara Ilham sudah kembali dengan seorang dokter, setelah minum air yang dibawain istrinya. Ayah Ramli di periksa oleh dokter.


"Alhamdulillah, kondisi tuan Ramli semakin membaik nyonya". Ujar Dokter pria pada Bunda Halwa.


"Hanya perlu menggerakkan badannya karena sudah lama terbaring dikasur pasti membuat badan susah digerakan". Ujarnya lagi pada Bunda Halwa.


"Kalau begitu saya permisi ya nyonya, karena kondisi tuan sudah membaik". Ujanya padanya.


"Terimakasih ya dok". Ujar Bunda Halwa diangguki oleh nya.


Dokter pria tersebut berpamitan pada mereka setelah mengucap salam, mereka menjawabnya setelahnya kembali berbincang bersama Ayah Ramli walau dijawab dengan lemah, tanpa mereka sadari Maryam ditinggalkan walaupun seruangan.


"Eh tadi ayah dengar suara bayi makanya terbangun, suara bayi siapa?". Tanya Ayah Ramli membuat keduanya tersadar.


"Astagfirullah Maryam". Ujar Ilham menghampiri istrinya.


"Sayang maaf ya mas melupakanmu". Ujar nya memeluk istrinya.


"Iyaa gapapa mas, ayah sudah sadarkan?". Tanya Maryam yang masih lemas.


"Iyaa syaang sudah, karena tangisan bayi katanya ayah terbangun". Jawab Ilham pada istrinya.


"Alhamdulillah, membawa berkah ya mas". Ujar Maryam diangguki oleh suaminya.


Ayah Ramli senang mendengar penjelasan dari istrinya, bahwa ia sudah memiliki cucu bahkan kembar , ingin sekali melihat cucu nya tapi ia hanya bisa terbaring karena badannya sangat kaku untuk digerakkan.


"Ayah sudah sadar?". Tiba tiba Maryam bertanya sambil menggendong salah satu cucunya.


"Alhamdulilah sudah berkat cucuku". Jawab Ayah Ramli menatap bayi tersebut.


"Ayah ingin memangku nya?". Tanya Maryam diangguki oleh Ayah Ramli.


Maryam menyuruh suaminya untuk memberikan bayi lelaki tersebut pada Ayah Ramli, saat Ilham memberikan bayi tersebut tiba tiba badannya bisa digerakkan dengan lancar, membuat semuanya terkejut melihat nya.


"Alhamdulillah Cucuku, terimakasih karena kamu Opa terbangun". Ujarnya mencium ubun ubun bayi lelaki tersebut.


"Alhamdulillah mas, kaki mas sudah tidak kaku lagi?" . Tanya Bunda Halwa pada suaminya.


"Iyaa bun, mungkin mukjizat dari Allah". Jawab Ayah Ramli pada istrinya.

__ADS_1


Semuanya tersenyum senang, Ilham sudah mengabari yang lainnya jika Maryam lahiran serta Ayah Ramli tersadar dari koma panjangnya, Aisyah serta yang lain pun merasa senang mendengarnya.


__ADS_2