Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 50


__ADS_3

Dua bulan kemudian Baby Ayra dan Baby Alyssa sudah bisa tidur menyamping, bobot mereka saja sangat berat hingga hampir sama tingginya dengan para kakak dan abangnya, karena bobot Baby Ayra dan Baby Alyssa 5,2 kg beda.


"Wah lucu kali Bunda". Ujar Baby Arsyi pada nya.


"Iyaa syaang, karena kakaknya juga cantik". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa cantik sepelti kakak Alsyi". Ujar Baby Hasan sambil tersenyum.


"Kalau bunda cantik tak?". Tanya Aisyah pada anaknya.


"Cantik bunda". Jawab mereka dengan senyum gemasnya.


"Terimakasih anak bunda yang cantik dan tampan". Ujar Aisyah mencium pipi mereka satu persatu.


"Iyaa bunda". Ujar mereka membalas mencium pipi Aisyah.


Aisyah dan Adam menidurkan kedua anaknya di kasur tebal, mereka sedang berada di ruang tengah menonton acara televisi bersama, hingga beberapa menit kemudian Aisyah mendengar salah satu anaknya menangis keras.


"Anak bunda haus ya sayang". Ujar Aisyah menggendong baby Alyssa.


"Minum susu nya yang banyak ya anak bunda". Ujar Aisyah mengusap kepala anaknya.


"Mas nya kapan dong syaang?". Tanya Adam padanya.


"Ish mas ngga inget umur yaa, ini tuh buat baby". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Haha iyaa syaang iyaa, nanti mas bagian malemnya". Ujar Adam terkekeh pada sang istri.


"Dasar mas nyebelin bangett". Ujar Aisyah pada suaminya.


Adam terkekeh lalu ia pamit pergi untuk menemui Client, Aisyah mengantar suaminya sampai pintu depan, lalu Aisyah mencium tangan suaminya sedangkan Adam mencium kening istrinya serta bibirnya dengan sekilas.


Aisyah kembali masuk ke dalam rumah saat suaminya sudah berangkat, ketiga anaknya menghampiri Aisyah dengan berjalan sedikit berlari membuat Aisyah berhenti lalu mensejajarkan tinggi badan nya.


"Kenapa anak anak bunda yang cantik dan tampan ini?". Tanya Aisyah dengan lembut.


"Ayah mana bunda?". Tanya Baby Hasan padanya.


"Ayah pergi kerja sayang". Jawab Aisyah pada anaknya.


"Kelja bunda?". Tanya Baby Arsyi padanya.


"Iya sayang ayah kerja". Jawab Aisyah pada anak anaknya.


"Yahh alsyi padahal ingin main bunda". Ujar Baby Arsyi padanya.


"Main sama Adek aja ya sayang". Ujar Aisyah diangguki ketiga anaknya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Adam sudah pulang kerumah bersama Ilham yang ingin berkunjung, Aisyah menyalimi tangan Adam dan abangnya lalu menyuruh mereka duduk, sementara Aisyah mengambilkan air minum untuk keduanya.


"Abang, kak Maryam ngga di ajak?". Tanya Aisyah yang sudah duduk kembali.


"Yaa kan abang habis temu Client dek, sekalian aja mampir gitu". Jawab Ilham pada adiknya.


"Ohh abang ketemu mas Adam gitu?". Tanya Aisyah pada abangnya.


"Iyaa karena kebetulan, ketemu Client nya ditempat yang sama dek". Jawab Ilham pada adiknya.


"Ahh iya bagaimana kabar kak Maryam? Baby Adnan dan Baby Ainun? sehatkan? ". Tanya Aisyah pada abangnya.


"Alhamdulillah mereka baik dek sehat juga, bahkan baby Ainun dan Baby Adnan semakin lancar larinya". Jawab Ilham sambil tersenyum pada adiknya.


"Syukurlah kalau mereka pada sehat bang". Ujar Aisyah pada abangnya.


"Iyaa dek". Ujar Ilham pada nya.


Adam dan Ilham memilih berbincang mengenai perusahaan, karena Aisyah sedang mengurus anak anaknya yang menangis, dibantu oleh Ambar dan Mira akhirnya anak anaknya tidur kembali dengan pulas.


"Maaf ya abang, aku tinggal soalnya tadi anak anak tiba tiba nangis barengan". Ujar Aisyah pada abangnya.


"Iyaa gapapa dek santai aja kali". Ujar Ilham pada adiknya.


"Ohh iyaa bangg, belum ada kabar baik nih?". Tanya Aisyah pada Abangnya.


"Maksudnya gimana dek?". Tanya Ilham Padanya.


"Belum dek, orang anak aja masih kecil, emangnya kalian". Jawab Ilham dengan santai.


"Enak tau punya anak banyak, banyak rezekinya bang". Ujar Adam padanya.


"Enak pas jadi apa bikinnya hah?". Tanya Ilham sambil mendelik.


"Ihh vulgar bangett bang". Ujar Aisyah pada nya.


"Biarlah, asal jangan begini di depan Client". Ujar Ilham pada adiknya.


"Terserah abang aja deh". Ujar Aisyah pada nya.


"Iyalahh, masa terserah kamu". Ujarnya membuat Aisyah kesal.


Aisyah mengusir abangnya karena kesal, membuat Adam dan Ilham terkekeh melihatnya, akhirnya Ilham pamit pulang karena tak tega membiarkan istrinya mengurus anak anak sendirian. Adam mengantarkan iparnya sampai pintu depan setelahnya masuk kembali saat Ilham pergi.


Adam menghampiri istrinya yang sedang menyuapi Baby Alyssa dan Baby Ayra bergantian, Adam membantu istrinya membuat Aisyah tersenyum senang pada suaminya dan Adam langsung membalas senyuman istrinya.


"Masya allah, anak ayah pintar ya, habis makannya". Ujar Adam tersenyum pada Baby Ayra.

__ADS_1


"Iyaa mas, pintar sekali mereka". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Iya sayang sama seperti ayah dan bundanya". Ujar Adam menatap istrinya.


"Iyaa mas, tapi kayanya mas yang lebih pintar". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Jangan merendahkan dirimu sayang". Ujar Adam mengelus kepala istrinya.


"Yaudah mas, jaga bentar ya, aku mau nyimpen piring bekasnya". Ujar Aisyah diangguki oleh Adam.


Ambar dan Mira melihat itu pun langsung mengambil alih, Aisyah hanya bisa pasrah dan memilih kembali menghampiri suaminya, Adam mengerutkan alisnya cepat sekali pikirnya.


"Cepat banget sayang, padahal jarak dapur lumayan jauh sama ruang tengah". Ujar Adam pada istrinya.


"Biasa mas, Ambar dan Mira mengambil alih". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Pantas saja, yaudah biarin karena mungkin mereka juga jenuh sayang karena anak anak yang lainnya masih tidur kan". Ujar Adam pada istrinya.


"Iyaa juga sih mas sikembar tiga belum pada bangun". Ujar Aisyah sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Lebih baik kita ajak bermain sikembar dua aja syaang". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


Kini Adam dan Aisyah sedang berada diruang khusus bermain, bola mainan di lempar dengan ceria oleh Baby Alyssa dan Baby Ayra, Adam tersenyum melihat tingkah mereka, begitupun Aisyah gemas sekali pada anaknya itu.


"Gemas sekali sih anak bunda inii". Ujar Aisyah mengusap pipi gembul anaknya.


"Karena bundanya juga gemesin yaa nak". Ujar Adam menatap anak anaknya.


"Eh ketawa sayangg". Ujar Adam tersenyum senang.


"Lucu sekali ya mas". Ujar Aisyah menatap keduanya yang asik melempar bola.


"Sama seperti bundanya lucu". ujar Adam menggoda Aisyah.


"Mas ihh kebiasaan ah". Rengek Aisyah pada suaminya.


"Hahaha iyaa sayangg maaf yaa". Ujar Adam mengecup kening istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruang bermain, karena kedua anaknya tertidur sebab kelelahan bermain, Aisyah dan Adam menidurkan mereka di ranjang bayi yang terhalang biar tidak jatuh kebawah.


"Sayang". Panggil Adam memeluk istrinya dari belakang.


"Kenapa sayang?". Tanya Aisyah pada suaminya.


"Produksi anak yuk". Ujar Adam membuat Aisyah mendelik.


"Mas udahh dong biarkan mereka besar dulu mas, mas ngga ngerasain sih sakitnya melahirkan, mas enak sembur doangg aku yang berjuang mas". Rengek Aisyah pada suaminya.

__ADS_1


"Iyaa syang, maaf ya maafin mas sayang". Ujar Adam mengecup kening istrinya serta bibirnya.


Terkadang aku lupa bahwa , istriku Aisyah adalah orang yang paling aku sayangi, tapi aku terus membuat dia kelelahan. Batin Adam sambil mengusap kepala istrinya yang sedang berada di dekapannya.


__ADS_2