Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 98


__ADS_3

Tak terasa kini sudah waktunya Hasan kembali masuk ke pondok pesantren, setelah selama sebulan ia libur bahkan lebaran idul fitri bersama keluarganya, Aisyah hanya tersenyum saat mengantar Hasan kembali begitupun juga dengan yang lainnya.


"Abang ingat ya, jangan sampai sakit". Ujar Ayra pada Abangnya.


"Iyaa abang akan selalu ingat dek". Ujar Hasan dengan gemas pada adiknya.


"Awas kalau sampai adek dengar abang sakit di sini". Ujarnya pada Hasan.


"Abang kan manusia dek bukan robot pasti ada sakitnya dek, robot aja tanpa batre ngga akan jalan". Ujar Hasan memberi pengertian pada adiknya.


"Heum Iyaa deh kalau gitu". Ujar Ayra pada abangnya.


Selama dalam perjalanan menuju sukabumi Ayra terus saja berbincang bersama Hasan begitupun dengan ketiga anaknya yang lain, Aisyah menatap baby Kahfi yang kini dibawa olehnya karena rewel jika ditinggalkan.


Hingga beberapa jam kemudian mereka baru sampai di pondok pesantren, Hasan bangun terlebih dahulu barulah yang lainnya bangun, Ayra kembali memeluk Hasan yang akan masuk ke dalam pondok karena mereka hanya mengantar sampai gerbang.


"Ingat pesan adek ya bangg". Ujarnya pada Hasan.


"Iyaa Adek abang akan ingat".. Ujarnya dengan gemas mencubit pelan pipi adiknya.


"Hasan, siapa ini?". Tanya teman sepondoknya.


"Adikku Mail, namanya Ayra". Jawabnya sambil menutup mata adikya.


"Kenapa ditutup?". Tanya Ayra pada abangnya.


"Adek ga boleh tatap temen abang bukan mahrom, kamu juga Mail jangan menatap adikku seperti itu dosa". Ujar Hasan pada mereka berdua.


"Ah baiklah afwan ya San". Ujarnya pada Hasan.


"Yaudah gapapa". Ujar Hasan sambil tersenyum tipis.


Beberapa menit kemudian Aisyah serta keluarga kecilnya kecuali Hasan pamit untuk pulang, mereka semua memeluk Hasan dengan bergantian membuat Mail iri karena ia saja tidak di antar oleh orangtuanya melainkan di wakilkan oleh pamannya yang mengantarnya.


Selama dalam perjalanan pulang Aisyah menatap keempat anaknya yang terdiam tidak biasanya, ingin bertanya tetapi tiba tiba keempat anaknya sudah terlelap mungkin mereka sedang menahan ngantuknya sedaritadi.


Ting!


...Mbak Husna...


...Online...


Assalamualaikum Syah


^^^Waalaikumussalam mbak^^^


Syah, Hasan sudah sampai pesantren?


^^^Alhamdulillah sudah mbak, ini juga lagi di perjalanan pulang mbak, kenapa mbak?^^^


Ah tidak tadinya aku ingin menitipkan pesan pada Hasan untuk Arham tapi sepertinya sudah terlambat juga ya


^^^Memangnya pesan apa mbak? kenapa ngga hubungi orang pondok aja?^^^


Maunya sih begitu tapi ah kapan kapaan saja Syah, yaudah kalian hati hati di jalannya ya, Wassalamualaikum Syah

__ADS_1


^^^Ah baiklah kalau begitu mbak, terimakasih mbak waalaikumussalam mbak^^^


Adam melirik istrinya yang baru saja menyimpan ponselnya ke dalam tas, untung saja Aisyah menggendong Baby Kahfi dengan cara membalikkannya ke depan, Aisyah menyadari lirikan suaminya pun mengerti.


"Tadi mbak Husna mengirim pesan mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Pesan apa sayang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Tadi katanya ingin menitipkan pesan pada Hasan untuk Arham tapi gajadi karena telat". Jawabnya pada suaminya.


"Telat gimana sayang?". Tanya Adam padanya.


"Iyaa telat karena kita sudah dalam perjalanan pulang mas". Jawabnya pada Adam.


"Ah seperti itu rupanya". Ujar Adam diangguki oleh istrinya.


"Sayang kamu ngga pegal gendong baby Kahfi?". Tanya Adam menatap istrinya.


"Ya sedikit sih mas, tapi gapapa kok". Jawabnya pada suaminya itu.


"Beneran sayang?". Tanya Adam pada istrinya.


"Beneran mas gapapa kok". Jawabnya pada sang suami.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah kediaman nya, sebelumnya mereka mampir ke sebuah toko untuk membeli sesuatu saat akan sampai dalam perjalanan pulang, Aisyah serta yang lainnya masuk ke dalam rumah yang langsung disambut oleh pekerja.


Aisyah menyapa ramah semuanya sebelum memasuki kamarnya menidurkan baby Kahfi, ia begitu ingin cepat merebahkan dirinya di kasur karena lelahnya perjalanan, hingga beberapa menit kemudian kini Aisyah sedang merebahkan badannya setelah menidurkan anaknya dikamar khsusu bayi.


"Syang kamu sudah tidur?". Tanya Adam yang baru memasuki kamarnya.


"Pasti karena lelah tambah capek juga ya syaang". Ujarnya mengelus rambut istrinya..


"Kamu adalah cinta pertama dan terakhir mas syang"..Ujar Adam pada istrinya.


"Terimakasih karena sudah bertahan selama ini dengan segalanya sayang" . ujarnya mengecup kening istrinya.


"Ah sebaiknya aku membersihkan badan terlebih dahulu sebelum tidur". Gumamnya sambil berlalu pergi dari hadapan istrinya.


Beberapa menit kemudian Adam selesai membersihkan badannya kini ia sudah merebahkan badannya disamping istrinya, Adam memeluk istrinya membuat Aisyah begitu nyaman sekali berada dipelukan suaminya, Adam mengusap rambut istrinya sampai akhirnya ia tertidur.


Ting!


...Bang Ilham...


...Online...


Assalamu'alaikum dek


Kamu tidur?


Sudah pulang dari pondok Syah?


Hallo!


Fiks pada tidur inimah

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Aisyah dan Adam baru saja bangun dari tidurnya, Aisyah terlebih dulu ke air karena ia pengen buang air kecil, sedangkan Adam menatap ponsel istrinya yang menyala pun mengambilnya dan terlihat abang iparnya mengirim pesan pada istrinya.


"Siapaa mas?". Tanya Aisyah yang baru saja keluar.


"Abang kamu kirim pesan sayang". Jawabnya pada sang istri.


"Coba buka aja mas". Ujar Aisyah pada suaminya.


"Kamu aja sayang, mas kan mau ke air dulu". Ujar Adam membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Heum mau ngapain sih abang?". Tanya Aisyah pada dirinya sendiri.


...Bang Ilham...


...terakhir di lihat hari ini pukul 13.00...


^^^Waalaikumussalam bang, maaf ya abang Aisyah baru bangun tidur , ada apa ya bang?^^^


Ah abang hanya menanyakan tentang perusahaan pada suamimu.


^^^Kenapa engga ngirim pesannya pada mas Adam aja?^^^


Iyaa karena kan kamu sama dia sepaket dek 😂


^^^Ish emangnya Aisyah apaan bangg 🙂^^^


Yaudah nanti bilangin sama Adam suruh hubungin abang jam 5 sore karena sekarang abang belum pulang dek


^^^Kenapa ngga sekalian bicarakan nya dirumah bang?^^^


Ah benar juga ya, oke nanti abang ke rumah dek, kalau gitu abang lanjut kerja ya dek, Wassalamualaikum


^^^Iyaa silahkan abangg, waalaikumussalam^^^


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar, Adam langsung memasuki ruang kerjanya saat istrinya memberitahu bahwa Ilham akan datang kemari saat pulang kerja, Aisyah memghampiri anaknya yang sedang duduk bersama menonton acara televisi.


"Nonton apa nih? seru kayanya". Ujar Aisyah pada anak anaknya.


"Nonton kartun upin ipin Bunda". Ujar mereka pada Aisyah.


"Abang, mau sampai kapan pondok pesantren disana?". Tanya Aisyah pada anaknya Hasan.


"Sampai umur abang 16 tahun bunda". Jawabnya pada Aisyah.


"Abang ngga mau sekolah biasa?". Tanya Ayra pada abangnya.


"Abang terlalu nyaman dek". Jawabnya pada Ayra sambil tersenyum.


"Emang abang ngga rindu suasana sekolah biasa?". Tanya Ayra pada abangnya.


"Ya rindu sih tapi abang nyaman di pesantren dek". Jawabnya membuat Ayra menganggukkan kepalanya.


Mereka terus berbincang bersama, karena Ilham dan Adam sedang berada diruang kerja membahas pekerjaan mereka, hingga beberapa menit kemudian Aisyah bangkit dari duduknya saat ingat belum memberikan air minum pada abang dan suaminya.


Ya allah sehatkanlah keluarga hamba jauhkan dari segala bahaya, aamiin. Batin Aisyah tersenyum menatap anaknya.

__ADS_1


__ADS_2