
Kedua belah pihak keluarga sedang berkumpul untuk menentukan tanggal pernikahan Arsyila dan Arham, membuat Arham tidak sabar melihat Arsyila yang nanti akan sah menjadi istrinya.
"Tanggal yang lebih baik saat sesudah lebaran idul fitri aja deh". Ujar Husna pada Aisyah.
"Tanggal 03 Maret 2023 gimana?". Tanya Aisyah pada calon besannya.
"Boleh juga tuh , tanggalnya cantik juga Syah". Jawabnya pada Aisyah calon besannya.
"Iyaa jelas dong, kalau kalian berdua setuju?". Tanya Aisyah pada Arsyila dan Arham.
"Setuju bunda". Jawab mereka dengan kompak pada Aisyah..
"Syukurlah kalauu memang kalian sudah setuju dengan tanggal yang diambil". ujar Aisyah pada keduanya.
"Iyaa bunda". Ujar Arham sedangkan Arsyila hanya mengangguk saja pada Aisyah.
Aisyah dan Husna tersenyum senang mendengar perkataan keduanya, hingga beberapa menit kemudian mereka berpamitan pada keluarga kecil Aisyah dan Adam, seperti biasa Aisyah dan Arsyila akan mengantarnya sampai depan pintu.
Setelah melihat kepergian mobil mereka, Aisyah serta anaknya memasuki rumahnya kembali, hingga sampailah mereka di ruang tengah yang sudah ada suami serta anaknya yang lain.
"Cie calon pengantin nih". Ujar Husein pada kakaknya.
"Ih apaan sih dek". Ujar Arsyila pada adiknya.
"Udah deh jangan mulai kamu tuh, jangan jailin Kak Arsyi muluu nanti kamu yang dijailin balik loh sama Kak Arsyi". Ujar Hasan pada adiknya.
"Bener tuh apa yang dibilang sama Hasan, nanti giliran kamu mau nikah bakal kakak godain terus sampai mampus". Ujar Arsyila dengan kesal pada Husein.
"Ish gitu aja marah, padahal cuman bercanda loh kak". ujar Husein dengan cemberut.
"Bercanda apanya kamutuh". Ujar Arsyila pada adiknya.
"Udah udah, kakak sama abang jangan berantem ihh, malu sama anak kecil tetangga yang selalu akur". Ujar Kahfi pada mereka berdua.
"Wahhh dasar bocil bisa aja" . Ujar Husein pada adiknya.
"Udah deh abang jangan nyebelin jadi orang, pantes aja Kak Arsyi marah abangnya aja nyebelin banget". ujar Alyssa dengan wajah datarnya.
"Kenapa sih dek? sensi amat? lagi datang bulan ya?". Tanya Husein pada adiknya.
"Iya, lagi datang bulan, abang tau aja". Jawabnya dengan datar.
"Ish ngga seru dek kamu datar kaya gitu". Ujar Husein padanya.
"Terserah aku dong". Ujar Alyssa padanya.
"Udahh, jangan debat lagi, sekarang lebih baik masuk kamar kalian masing masing". Ujar Aisyah menengahi mereka berdua.
"Okee siap bundaku yang cantik". Ujar Husein mencium pipi bundanya membuat Adam melotot.
"Ehh ini istri Ayahh, jangan dicium sama kamu loh". Ujar Adam sambil memeluk istrinya.
__ADS_1
"Ih Ayahh, istri ayah juga bunda kita". Ujar Husein pada ayahnya.
"Gaboleh peluk peluk istri Ayahh, kalian udah gede". Ujar Adam pada anak anaknya.
"Kahfi masih kecil loh ayah". Ujar Kahfi pada ayahnya.
"Ya kecuali kamu boy". Ujar Adam pada anak bungsunya.
Aisyah yang mendengar serta melihat tingkah merekapun hanya bisa menghela nafasnya panjang, kebiasaan suami serta anaknya jika sudah saling merebut dirinya, padahal Aisyah milik mereka bersama bukan salah satunya pikirnya.
Aisyah menyuruh mereka untuk segera ke kamarnya masing masing, untung saja mereka langsung beranjak pergi meninggalkan Aisyah dan Adam diruang tengah, setelah melihat anak anaknya pergi barulah Adam dan Aisyah juga pergi ke kamar mereka.
"Oh ya mas, bagaimana? Apakah kamu setuju soal perjodohan Hasan dan Naya anaknya Pak Kiyai?". Tanya Aisyah saat mereka sudah sampai di kamar.
"Mas setuju setuju aja sih Syaang, tapi semuanya tergantung mereka kan". Jawab Adam pada istrinya.
"Heum iya juga ya mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Nantilah kita tanyakan pada Hasan sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa mas, karena bagaimanapun juga kita harus membicarakan terlebih dahulu tentang perjodohan ini, takutnya Hasan sudah ada calon secara diam diam mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Benar juga apa yang kamu bilang sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Iya bener dong sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Yaudah yuk tidur sayang". Ajak Adam langsung memeluk istrinya.
Hanya dalam hitungan menit mereka berdua tidur dengan lelap, hanya terdengar dengkuran halus saling menyahut hingga beberapa jam kemudian Aisyah terbangun terlebih dahulu daripada suaminya, ia menatap jam dinding kamarnya menunjukkan pukul 14.00 .
"Sayang bangun, udah yuk jangan tidur lagi". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Heum masih ngantuk sayang". Ujar Adam pada istrinya.
"Udah bangun syaang, gabaik loh tidur lagi menjelang ashar loh mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Heum. yaudah iyaa ini mas bangun syaang". Ujar Adam sambil beranjak dari pembaringannya.
"Jangan marah dong mas". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Mas engga marah sayang".. Ujar Adam pada istrinya.
"Terus kenapau dong syang". Tanya Aisyah pada suaminya.
"Mas ngga kenapa napa sayang, udah ya mas ke air dulu sayang". Jawabnya pada istrinya.
"Eum yaudah mas duluan aja aku seudah mas aja". Ujar Aisyah pada suaminya.
"Okee siap sayang". ujar Adam pada istrinya.
"Iyaa sayang". Ujar Aisyah pada suaminya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian kini mereka sedang berkumpul diruang tamu seperti biasa, Kahfi yang melihat semuanya udah kumpul pun tersenyum senang pada mereka membuat Arsyi aneh menatap sang adiknya.
"Kenapa sih dek? kayanya bahagia banget?". Tanya Arsyila pada adiknya.
"Bahagia karena kalian semua udah kumpul, saatnya aku menyanyikan kalian lagu". Jawab Kahfi sambil tersenyum tipis pada mereka.
"Wah seru kayanya, ya sok dek mau nyanyikan lagu apa?". tanya Husein pada adoknya.
"Nyanyikan lagu sholawat aja ya buat kalian dengar semuanya".Jawab Kahfi pada abangnya.
"Yaudah ayok dimulai sayang". Ujar Aisyah sambil memberikan semangat pada anaknya.
"Iyaa cepett dek kita udah lama ngga denger suara kamu bernyanyi dek". Ujar Arsyila pada adiknya.
"Okee Oke semuanya tenang ya". Ujar Kahfi pada mereka semua.
Raqqat 'ainaya shawqan, wa li Taibata tharafat 'ishqan
Fa'ataytu ila habibi, fahda' ya qalbu wa rifqan
Salli ‘ala Muhammad
Assalamu‘alaika Ya Rosulallah
Assalamu'alaika Ya Rosulallah (Roqqota Aina)
Assalamualaika ya habibi Ya Nabiyya Allah
Assalamu alayka ya Ya Rasool Allah
Assalamu alayka ya habibi Ya Nabiyya Allah
Yaa Rasulallah
Qalbun bil Haqqi ta'allaq, wa bi ghari hira'a ta'allaq
Yabki yas’alu khaliqahu, fa'atahul wahyu fa'ashraq
Hingga beberapa menit kemudian Kahfi menyelesaikan menyanyikan lagu sholawat, mereka semua langsung bertepuk tangan saat mendengar Kahfi menyelesaikan menyanyikan lagunya dengan sangat merdu.
"Sangat merdu dek abang suka". Ujar Hasan.
......................
Maaf ya kalau agak telat updatenya, sebentar lagi bulan puasa jadinya agak sibuk ditempat kerja, maaf sekali lagi ya 🙏🏻
Terkadang yang menjadi lamanya tuh, akunya ketiduran saat lagi ngetik novelnya:) ada juga yang sibuk ditempat kerja, jadi maaf :)
Maaf juga update nya kadang jadi suka malem banget kadang siang kadang pagi, karena tergantung gimana kesibukan aku sih, mohon di maklumi ya gays :) terimakasih sekali lagi untuk pengertiannya :)
Jangan lupa juga Like, Comment saMa Votenya ta guys :) Terimakasih readers :)
__ADS_1