Assalamu'alaikum Suamiku

Assalamu'alaikum Suamiku
Bab 80


__ADS_3

Tak terasa kini sudah 5 bulan yang artinya sudah menginjak satu tahun lebih, Hasan benar benar menjadi lebih pintar dalam agamanya, bahkan ia bisa mengajari kakak dan adeknya tentang agama, sungguh Aisyah dan suaminya bahagia melihat perkembangan anak anak mereka.


"Masya allah bunda bangga melihat abang yang sekarang". Ujar Aisyah memeluk putranya.


"Haruslah, bunda harus bangga dan ayah juga, semoga saja nanti di akhirat kelak Hasan juga bisa membanggakan ayah dan bunda". Ujarnya pada kedua orangtuanya.


"Aamiin yaa rabbal'alamin". Ujar keduanya pada Hasan.


"Ah iya mana adik dan kakak?". Tanya Hasan padanya.


"Mereka tidak tau kamu pulang, kasih suprise pada adik dan kakak kamu". Jawab Aisyah yang sedang mengelus perut besarnya.


"Baiklah bunda". Ujarnya pada Aisyah.


Keempat anak Aisyah dan Adam sedang menulis sesuatu dibuku mereka masing masing, mereka tidak menyadari kedatangan Hasan karena sengaja tidak menimbulkan suara, hingga Hasan berdehem membuat mereka menoleh ke belakang, semuanya berdiri ketika melihat adanya Hasan dirumah.


"Wah pasti aku halusinasi nih liat abang Hasan ada dirumah". Ujar Ayra pada mereka.


"Iyaa sama abang juga". Ujar Huseuin sambil mengucek ngucek matanya.


"Ini mimpi kayanya". ujar Alyssa pada mereka.


"Masa mimpi barengan sih". Ujar Arsyila pada mereka.


"Kalian ngga mimpi ataupun halusinasi". Ujar Hasan sambil terkekeh.


"Wah apa jangan jangan ini hantu yang nyamar jadi abang". Ujar Husein pada mereka.


"Manaa ada hantu di siang bolong begini abang ih". Ujar Ayra padanya.


"Ya siapa tau kan". Ujar Husein lalu menatap pada kaki Hasan yang menginjak lantai.


Hasan tersenyum ketika kembarannya menyadari bahwa dia benar benar ada dihadapannya, sontak saja tubuhnya dipeluk oleh mereka untung saja ada kasur dibelakangnya hingga Hasan tidak terluka akibat jatuh ke lantai.


Aisyah dan Adam yang mendengar itupun terkejut segera keduanya menghampiri ruang tengah, masya allah Hasan dipeluk sampai jatuh oleh keempat anaknya yang lain, Aisyah dan Adam segera memisahkan mereka.


"Kasian dong abangnya syang, kalau kalian meluknya sampai jatuh, untung ada kasur kalau engga abang kalian sakit badannya". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa maaf bunda". Ujar mereka pada Aisyah.


"Minta Maaf sama Hasan". Ujarnya pada mereka.


"Minta maaf ya abang, adek". Ujar keempatnya pada Hasan.


"Iya gappa kali, lagian ga luka juga". Ujar Hasan sambil tersenyum pada mereka.


"Iyaa deh bang". Ujar ketiga adiknya.


"Udah udah duduk semuanya kasian abang loh". Ujar Aisyah pada anaknya.

__ADS_1


"Baikk bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Karena abang sedang libur nih, kita mau nanya sama abang tentang agama". Ujar Husein pada kembarannya.


"Iyaa silahkan, mau nanya apa?". Tanya Hasan padanya .


"Abang doa menuntut ilmu apa?. Tanya Husein padanya.


"Robbi zidni'ilman naafi'an warzuqni fahma yang artinya "Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan berikanlah aku pemahaman yang baik." Jawab Hasan pada adiknya.


"Masya allah abang keren, kalau begitu nyanyikan lagu untuk kita dong". Ujarnya pada Hasan m


"Heum baiklah baik tapi abang nyanyikan untuk bunda saja". Ujarnya pada adiknya.


"Ini adalah lagu saat abang jauh dari bunda". Ujarnya lagi pada Aisyah.


Tak terbayang rintihan tangismu


Di saat melahirkanku


Betapa besar pengorbananmu


Kasih sayang padaku


Oh ibu... Belaianmu aku rindu


Kadang tanpa sengaja sering lukai hatimu


Saatku jauh darimu betapa hatiku rindu


Siang malam ku kan selalu mengabdi lewat doaku


Wahai ibuku tercinta


Ku ingin slalu bersama


Bukan di dunia saja


Oh ibu... belaianmu aku rindu


Demi anak yang kau cintai tersenyum bahagia


Harta benda bahkan nyawa kau sudi memberikannya


Sungguh mulia jasamu begitu agung cintamu


Aku malu dan tak mampu membalas pengorbananmu


Aisyah yang mendengar itupun terharu, ia memeluk anaknya dengan sangat erat, Hasan membalas pelukan bundanya, hingga beberapa menit kemudian Aisyah melepaskan pelukannya pada anaknya lalu menatap anaknya dengan lembut.

__ADS_1


"Abang buat bunda terharu". Ujarnya pada anaknya.


"Iyaa harus bun hehe". Ujarnya terkekeh pada bundanya.


"Sini bunda peluk lagi". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Bunda udah dongg". Ujarnya karena Aisyah memeluk nya sangat erat.


"Maaf yaa syang". Ujar Aisyah pada anaknya.


"Iyaa gapapa bunda". Ujarnya pada Aisyah.


Beberapa jam kemudian mereka semua melaksanakan sholat ashar berjamaah, Hasan yang memang ingin mencoba menjadi imam membuat Adam membiarkannya, hingga tak terasa mereka selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah.


"Masya allah bacaan abang sangat merdu sayang". Ujarnya pada anaknya.


"Iyaa makasih bunda". Ujarnya pada Aisyah.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujarnya pada anaknya.


"Nah sekarang abang yang cerita tentang nabi atau apalah pasti abang hafal kan?". Tanya Ayra padanya.


"Yaa abang hafal, oke abang akan ceritakan". Jawabnya pada mereka.


Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah bertepatan dengan tahun 570 Masehi.


Nabi Muhammad lahir dari orang tua bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Abdullah merupakan seorang saudagar yang sering bepergian ke Negeri Syam.


Akan tetapi Abdullah meninggal dunia saat Aminah mengandung Nabi Muhammad yang baru berusia 2 bulan. Setelah itu, Nabi Muhammad pun lahir tanpa didampingi oleh sang ayah.


Setelah lahir, Nabi Muhammad diserahkan pada Halimah Sa'diah untuk disusukan. Zaman dulu masyarakat Arab memiliki kebiasaan menyusukan anak-anak mereka kepada perempuan desa. Hal ini bertujuan agar anak-anaknya tumbuh dilingkungan pedesaan yang udaranya mash bersih. Nabi Muhammad pun tinggal bersama ibu susunya di dusun Bani Sa'ad selama empat tahun.


Di usia 6 tahun sang ibu pun wafat. Kemudian Nabi Muhammad SAW dirawat oleh kakeknya dari pihak ayah yaitu Abdul Mutalib. Selang dua tahun, sang kakek wafat.


Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW dirawat oleh pamannya bernama Abu Thalib yang merupakan salah satu petinggi dari keluarga Bani Hasyim. Nabi Muhammad SAW pun sering ikut berdagang ke Syam bersama pamannya.


Tumbuh dewasa, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. Siti Khadijah adalah wanita terpandang, cantik dan berasal dari golongan orang berada di Arab. Nabi Muhammad menikah saat berusia 25 tahun. Sedangkan Khadijah saat itu berusia 40 tahun.


Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu saat usia 40 tahun. Setelah mendapat wahyu dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pun mulai melakukan dakwah. Pada awalnya, dakwah yang disampaikan dengan cara bersembunyi-sembunyi.


Nabi Muhammad SAW wafat saat berusia 63 tahun. Beliau mengalami sakit dalam beberapa waktu, suhu tubuhnya tinggi dan sampai akhirnya mengembuskan nafas terakhir.


"Abang hebat bisa menghafal cerita Nabi Muhammad SAW". Ujar Husein padanya.


"Jangan terus memuji abang, abangkan malu jadinya". Ujar Hasan sambil tersenyum pada adiknya.


"Lain kali aku akan menanyakan pertanyaan yang susah untuk abang jawab"..Ujarnya pada Hasan.


"Hahah baiklah baik". ujarnya pada adiknya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruang musholah, mereka semua akan berkumpul di ruang tengah menonton televisi


__ADS_2