
Empat Bulan Kemudian..
Kehamilan Annisa sudah memasuki bulan ke lima, dimana ia akan mengadakan syukuran untuk kehamilannya dirumah kediaman mertuanya, Husein membantu sang istri untuk duduk dengan perlahan lahan membuat Aisyah tersenyum senang melihatnya.
"Selamat ya ponakan Aunty yang cantik, semoga lancar sampai nanti lahiran yaa sayang". Ujar Adinda pada Annisa.
"Iyaa terimakasih doanya Aunty". Ujar Annisa sambil tersenyum tipis pada Adinda.
"Selamat ya sayang, semoga kehamilan pertama kamu tidak mengalami ngidam yang aneh aneh seperti kita dulu". Ujar Maryam pada Annisa.
"Iyaa Aunty, Karena terkadang yang mengidam aneh Tuh mas Ein". Ujar Annisa pada Maryam.
"Biarlah para pria merasakan apa yang harusnya seorang istri rasakan". Ujar Maryam padanya.
"Iyaa benar Tuh apa yang dibilang kak Maryam". Ujar Adinda pada Annisa.
"Hehe iyaa aunty". Ujar Annisa sambil terkekeh pada Aunty nya.
"Sayangg, mas pengen nasi kuning buatan kamu sayang". Ujarnya pada istrinya.
"Yaampun sayangg, kasian loh istri kamu". Ujar Aisyah pada anaknya.
"Tapi abang pengen banget nasi kuning buatan Nisa bundaa". Ujarnya pada sang bunda.
"Yaudah bunda gapapa kok, biar Nisa buatkan saja kasian mas Ein". Ujar Annisa pada bundanya.
"Huft yaudah bunda temenin kamu di dapur ya sayang". Ujar Aisyah pada menantunya.
"Iyaa bunda". Ujarnya pada sang mertua.
Annisa dan Aisyah pergi menuju dapur bersama sama, Aisyah dengan perlahan lahan memapah menantunya karena kehamilan yang sudah lima bulan seperti sudah delapan bulan, sudah dipastikan menantunya tersebut hamil kembar menurut Aisyah.
"Sayangg, biar bunda aja yang buatkan". Ujar Aisyah pada menantunya.
"Gausah bunda, biar aku aja nanti mas Ein kecewa lagi". Ujar Annisa pada mertuanya.
"Yaudah kalau gitu bunda lihat saja, tetapi jika butuh bantuan bunda, jangan sungkan ya sayang". Ujar Aisyah pada menantunya.
"Iyaa siap bunda, sekarang bunda duduk aja dulu". Ujar Annisa diangguki oleh Aisyah.
"Loh bunda lagi apa di dapur?". Tanya Hasan yang hendak mengambil minum.
"Ini nemenin Nisa buatkan nasi kuning untuk Husein". Jawabnya pada anaknya.
"Manja banget sih, segala harus dibikin saMa istri". Ujar Hasan pada bundanya.
"Namanya juga adik kamu lagi ngidam sayang, ya pasti maunya buatan istrinya". Ujar Aisyah pada anaknya Hasan.
"Heum iya deh kalau gitu, Hasan kedepan lagi ya bun, Nisa". Ujar Hasan pada mereka berdua.
__ADS_1
"Iyaa bangg". Ujar mereka berdua pada Hasan.
Beberapa menit kemudian Nasi kuning buatan Annisa sudah jadi, Annisa menyiapkannya di meja makan bersama sama dengan mertuanya, Aisyah pun memanggil Husein agar datang ke meja makan untuk memakan nasi kuning yang Husein inginkan.
"Wah udah jadii aja nihh nasi kuningnya". Ujar Husein dengan mata berbinar.
"Yaudah dong mas". Ujar Annisa pada suaminya.
"Mas makan ya sayang". Ujar Husein pada istrinya.
"Iyaa mas, makan nya pelan pelan aja mas, jangan lupa doanya". Ujar Annisa pada suaminya.
"Iyaa siap sayangg". Ujar Husein pada istrinya.
"Bunda tinggal ya sayang, kalian berdua disini aja, kalau ada apa apa bilang aja sama bunda". Ujar Aisyah pada mereka berdua.
"Iyaa siap bunda". Ujar keduanya pada Aisyah.
Setelah melihat kepergian bundanya, Husein pun memakan nasi kuning buatan sang istri, Husein memakannya dengan lahap membuat Annisa tersenyum senang melihat sang suami, hingga beberapa menit kemudian Husein selesai memakan makanan tersebut hingga habis tak tersisa.
"Alhamdulillah kenyang sayang". Ujar Husein pada sang istri.
"Syukurlah kalau kenyang mas". Ujarnya sambil tersenyum tipis pada suaminya.
"Makasih ya sayang". Ujar Husein pada istrinya.
"Iyaa sama sama mas". Ujar Annisa pada suaminya.
"Alhamdulillah baby baik mas, ngga bikin aku sakit kok". Jawabnya sambil tersenyum pada suaminya.
"Syukurlah kalau begitu". Ujar Husein sambil tersenyum pada istrinya.
"Iyaa mas". Ujarnya pada suaminya.
"Aduhh ini ponakan malah pada disini, yang lainnya sedang menunggu kalian". Ujar Adinda pada mereka berdua.
"Ehh iyaa maaf Aunty". Ujar mereka berdua pada Aunty Adinda.
"Iyaa gapapa, yaudah yuk kita ke ruang tengah lagi". Ajak Adinda pada mereka berdua.
"Iyaa Aunty". Ujar keduanya pada Adinda.
Beberapa menit kemudian mereka sampai diruang tengah, terlihat banyaknya orang yang menunggu Husein dan Annisa selaku yang mempunyai acara, Annisa duduk dengan perlahan disamping mertuanya begitupun dengan Husein.
"Sayang sudah makannya?". Tanya Aisyah pada anaknya.
"Alhamdulillah sudah bunda". Jawab Husein pada bundanya.
"Syukurlah kalau sudah". Ujar Aisyah pada anaknya.
__ADS_1
"Iyaa bunda". Ujar Husein sambil tersenyum tipis pada sang bunda.
"Ah iyaa abang mana bun?". Tanya Ayra pada bundanya.
"Abang mana nih?". Tanya Husein padanya.
"Ya abang Hasan lah gimana sih abang ini". Ujarnya dengan kesal pada abangnya.
"Hehe iyaa maaf dek". UjarNya pada adiknya.
"Heum iyaa gapapa Abang". UjarNya pada Husein.
"Kehamilan kamu yang sudah maju lima bulan, engga ada yang kamu pengen sayang?". Tanya Syifa pada anak perempuannya.
"Heum belum ada deh bun". Jawabnya pada sang bunda..
"Jadi masih Husein yang merasakannya?". Tanya Syamil menatap menantunya.
"Benar sekali ayah". Jawab Husein pada mertuanya.
"Baguslah, jadi putri ayah tidak harus merasakan menyiksanya mual serta mengidam aneh aneh". Ujar Syamil sambil tersenyum tipis pada menantunya.
"Ish ayah seneng banget mas Ein menderita yaa". Ujar Annisa dengan sedih.
"Bukan begitu maksud ayah sayang". Ujar Syamil panik melihat anaknya sedih.
Husein yang melihat istrinya bersedih pun langsung menenangkan sang istri, hingga beberapa jam kemudian mereka pun bubar karena acara sudah selesai, serta Annisa harus beristirahat karena seharian tadi belum istirahat.
"Bang, Adek mau ngomong". Ujar Ayra sambil menunduk pada abangnya.
"Ngomong apa dek?". Tanya Husein padanya.
"Sebenarnya adek, suka sama bang Bian abangg". Jawabnya sambil menunduk malu.
"Wahh bagaimana bisa kamu suka sama abang?". Tanya Bian yang tanpa sengaja mendengarnya.
"Ahh engga abang salah dengar, Adek permisi". Ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan Bian dan Husein yang menatap Ayra dengan senyuman.
"Wajar perempuan". Ujar Husein padanya.
......................
Nulis Bab \= 07 Mei 2023 & 08 Mei 2023
Update Bab \= 08 Mei 2023
Author mulai lanjut ngetik jam 3 sore gays, jadi maaf kalau telat lagi updatenya hehe karena kemarin nulis sampai 250 kata sekarang dilanjut sambil update juga sih sebenarnya hehe :)
Seperti biasa aku lanjut lagi nulis jam 5 sore karena tadi author sibuk banyak yang beli soalnya :) , jadi maaf kalau lama ya karena aku juga butuh waktu istirahat menulis sebentar gays :)
__ADS_1
Author lanjut lagi nulis jam 7 malam karena tadi masih dalam perjalanan pulang ke rumah gays hehe :) , jadi maaf kalau agak lama nulis naskah novelnya ya gays kalian yang terbaik banget deh :) Terimakasih para readers ku :)
Jangan lupa terus kasih karyaku Like and Comment juga Vote nya ya guys :) Jangan lupa tambahkan karyaku ke Favorit kalian ya :) Terimakasih sebelumnya ya gays :) Kalian memang the best deh hehe:)