
Beberapa bulan kehamilan Aisyah sudah masuk usia 5 bulan, sedangkan Maryam memasuki usia 7 bulan dan Adinda yang sudah memasuki usia 3 bulan, sekarang ini Adinda dan Aisyah sedang mengantar Maryam membeli perlengkapan bayi.
"Wahh ini lucu sekali kak baju nya, gemes". Ujar Adinda pada Maryam.
"Iyaa tapi itu warna pink, kita beli warna yang bisa dipakai untuk lelaki atau perempuan aja". Ujar Maryam pada Adinda.
"Yaudah cari ke sebelah sana aja kak". Ujar Aisyah pada Maryam.
"Yaudah yuk". Ujar Maryam diangguki oleh keduanya.
Sedangkan para suami sedang berada di kantornya, mengadakan rapat penting bersama Client , mereka juga mengizinkan para istrinya pergi dengan syarat dikawal oleh bodyguard.
Saat ketiga nya sedang memilihkan baju bayi untuk Maryam, tiba tiba saja datang seorang perempuan pada mereka, membuat mereka menoleh bersamaan karena perempuan tersebut adalah Embun, yang mereka kenal di kampus.
"Assalamualaikum". salamnya pada mereka.
"Waalaikumussalam". Jawab mereka pada Embun.
"Kalian sedang memilih baju bayi untuk siapa?". Tanya Embun pada mereka bertiga, karena ketiganya juga hamil.
"Ohh ini, untuk kak Maryam". Jawab Aisyah padanya.
"Kenapa kamu ngga sekalian aja Syah?". Tanya Embun padanya.
"Nanti deh bareng mas Adam, Ohh ya kamu sama siapa kesini?". Ujar Aisyah padanya.
"Ohh gitu ya Syah, aku kesini sama bunda, tapi kebetulan liat kalian, jadi aku pamit ketemu kalian dulu". Ujarnya pada Aisyah.
"Iyaa Mbun, apa bunda kamu ga perlu bantuan kamu? maaf bukan maksud aku ngusir, tapi takutnya bunda kamu kesusahan bawanya". Ujar Aisyah hatihati pada Embun.
Embun yang mendengar itupun langsung menepuk jidatnya, ia berterimakasih pada Aisyah yang telah mengingatkan nya, karena sebenarnya bundanya itu sedang sakit kaki, setelah mengucapkan salam pada mereka, Embun berlari pelan menghampiri bundanya.
"Kok ya aku ga suka sama dia". Celetuk Adinda pada keduanya.
"Loh kenapa?". Tanya Maryam dan Aisyah barengan.
"Terlalu kepo sama urusan orang tau kak". Jawab Adinda pada mereka.
Maryam dan Aisyah hanya diam saja, sampai beberapa jam kemudian mereka selesai belanja perlengkapan bayi tersebut, saat sedang mengantri untuk membayar tatapan Adinda melirik pergerakan Embun yang mencurigakan.
"Adinda pergi ke toilet dulu ya kak". Ujar Adinda pada mereka berdua.
__ADS_1
"Iyaa din, kita tunggu di parkiran nanti ya". Ujar Aisyah diangguki oleh Adinda.
"Oke kak, assalamualaikum". Ujarnya dijawab oleh mereka berdua.
Adinda mengikuti kemana Embun pergi yang ternyata ke toilet, Adinda masuk ke salah satu toilet yang kosong untuk mendengar kan sesuatu, betapa terkejutnya ia saat tau Embun adalah orang yang akan menghancurkan pernikahan abangnya dan juga Maryam.
"Gue udah coba mendekati mereka, tetapi rasanya susah, adiknya selalu ada di dekat mereka, gimana gue mau buat kandungannya keguguran coba". Suara Embun membuat Adinda menutup mulutnya kaget.
"Gila lo? gue harus nyingkirin adiknya dulu? kalau gue ketangkap gimana? gak, gue ga mau".
"Gue bantuin lo, karena gue ga suka lihat Aisyah diratukan oleh Adam, Adam orang yang gue suka, tetapi lo sadis amat pengen gue nyingkiran si Adinda itu"
"Ya ya, okee gue turutin, gue akan bikin rem mobil mereka blong"
"Kenapa lo segitu ga suka nya sama Maryam?"
"Apaaa?? gila lo? lo suka sama abangnya Aisyah, tapi mau bikin adiknya hilang di dunia selamanya?".
"Sadiss ya gue Embun juga sadis hahaha".
"Okee gue matiin teleponnya".
Aisyah dan Maryam terkejut, untung saja mereka belum masuk ke dalam mobilnya, tetapi Mbak Melda harus ia kasih tau dan untung saja Mbak Melda memang sudah tau kecurigaan dari Embun.
Sedangkan di kantor, Adam dan Ilham serta Davin segera berlari untuk menuju mall, untung saja rapat telah selesai , mereka memakai mobilnya masing masing untuk menjemput sang istri, sebelum berangkat Adam sudah melapor ke pihak yang berwajib.
Embun yang saat itu baru keluar dari mall pun kaget karena Aisyah dan Maryam menghadang nya, ia pikir mereka akan menyapa nya namun ternyata dugaan nya salah karena tangannya diborgol.
"Loh loh kenapa tangan ku di borgol? aku salah apa?". Tanya Embun pada nya.
"Anda Kami tangkap atas rencana pembunuhan". Ujar Pakpol padanya.
"Apaan sih pak? rencana pembunuhan? ngga mungkin pak, main tuduh aja nih bapak nya". Ujar Embun dengan kesal.
"Anda bisa menjelaskan nya dikantor polisi nanti, ayok ikutt!!". Teriak Pakpol padanya.
"Ihh lepasin pak, saya ngga bersalah pakk!!". Teriak Embun padanya.
Aisyah dan Maryam melihat tatapan Embun yang memohon pada mereka, namun mereka terlanjur kecewa dengannya, hingga beberapa menit kemudian para suami tiba di mall, tetapi Adinda belum juga keluar.
Sedangkan disisi lain, Adinda meronta ronta karena lengannya dipegang dengan kencang oleh sepupu suaminya, siapa lagi jika bukan Devan. Adinda ketakutan karena tempat sepi.
__ADS_1
"Lepas!! lepas kak , Dinda mohon!!". Teriak Adinda padanya.
"Coba saja kamu teriak, tidak akan ada yang mendengar". Ujar Devan terkekeh.
Yaa Allah Bantu hambamu Ini, tolong sampaikan pada suamiku bahwa aku disini ya Allah. Batin Adinda sedih.
"Kak, aku salah apa sama kakak?". Tanya Adinda dengan lembut padanya.
"Salah? Lo ga salah, tapi kakak lo yang salah". jawab Devan pada Adinda.
"Apa kak? salah abang aku apa?". Tanya Adinda dengan tergugu.
"Salah kakak lo, rebut milik gue". jawab Devan dengan kesal.
"Sejak kapan Kak Aisyah jadi milik kakak?!!! sejak kapan hahh!! sebelum abang Adam menjadi pemiliknya, kak Aisyah adalah milik kedua orangtua nya!!!". Teriak Adinda dengan marah yang tidak bisa ditahan lagi.
Davin serta yang lainnya sedang mencari Adinda, Aisyah dan Maryam tidak boleh ikut mencari karena kondisi nya yang sedang hamil, Aisyah dan Maryam mencemaskan Adinda di parkiran.
"Bang lebih baik kita berpencar". Ujar Davin diangguki oleh mereka berdua.
"Sayang kamu dimna? Mas khawatir" . Ujar Davin berkaca kaca.
"Ya allah bantulah hamba, untuk menemukan istri hamba". Gumam Davin sambil berlari ke lorong lorong.
Hingga sampailah ia melewati ruangan yang jarang didatangi, karena hanya ia yang boleh masuk ke ruangan tersebut , setadinya ia akan lanjut saja mencari ke ruang yang lain tetapi teriakan perempuan membuatnya terkejut.
"LEPAS!!! SAKITT KAKK!! UHUKK UHUK, LEPASIN AKU!!". Teriak seseorang yang Davin kenali adalah istrinya.
"Coba saja kamu berteriak terus!! Percumaa!!". Teriak seorang pria yang membuat nya semakin geram.
"MAS DAVIN!! TOLONG UHUK UHUK AKU MAS! SAKITT!!". Teriak Adinda langsung terbuka lah pintu akibat di dobrak oleh Davin.
Bug
Bug
Bug
Davin langsung memukul kakak sepupu nya dengan ganas, membuat Adinda ketakutan melihatnya hingga tidak sadarkan diri, Davin yang melihat itu langsung menggendong istrinya.
"URUSAN KITA BELUM SELESAI!". Teriak Davin sambil berlalu pergi.
__ADS_1