
Pangeran La Yuan kemudian memerintahkan para jendralnya untuk berkumpul melakukan pertemuan sebelum memutuskan apa yang akan dia lakukan dengan meminta pertimbangan dan juga mengecek persiapan dari pasukannya.
Segera empat orang jendral pasukannya berkumpul bersama kedua tetua Xu bersaudara untuk membahas penyerangan ini.
Setelah mengutarakan beberapa informasi yang di dapat dari tim pengintai dan juga pasukan air bangsa Lato yang datang seminggu lagi di tempat itu. Para Jendral dan Xu bersaudara tampak termenung memikirkan hal itu.
“Pangeran, memang saat ini seluruh pemimpin pasukan dan pemimpin kota kerajaan Gurun Barat tengah pergi ke ibukota kerajaan untuk acara penobatan Raja. Namun kekuatan kerajaan Gurun Barat di setiap kota perbatasan tidak bisa dianggap remeh.” sahut salah satu jendral.
“Mereka memiliki benteng pertahanan yang kuat di wilayah perbatasan. Menyerang benteng melalui jalur darat membutuhkan pasukan yang tidak sedikit. Menyerang ke seberang sungai lebih banyak lagi kesulitan apabila tidak mendapatkan bantuan dari pasukan air bangsa Lato,” lanjut jendral itu kembali.
Apa yang dikatakan oleh jendral itu memang benar. Wajah Pangeran La Yuan tampak mengkerut memikirkan hal itu.
“Pangeran, belum lagi kerajaan Gurun Barat memiliki persaudaraan dengan para sekte besar di dataran tengah. Mereka tidak akan tinggal diam melihat kerajaan Gurun Barat diserang oleh kita,” timpal salah satu jendral lainnya.
“Cih, sekte besar di dataran tengah ini tidak ada artinya bagi kami berdua. Kami bisa menangani hal itu. Kalian hanya perlu konsentrasi pada penyerangan pasukan militer mereka.” sahut Xu Rou dengan sombongnya.
Keempat jendral itu menundukkan kepalanya mendengar perkataan Xu Rou, meskipun mereka tidak suka dengan kesombongannya. Namun apa yang dikatakan oleh Xu Rou adalah benar. Menurut mereka, kekuatan Xu bersaudara jauh melampaui kekuatan seluruh sekte di dataran tengah.
“Baiklah, jika demikian aku memutuskan untuk menyerang kota Langsang esok hari. Kita akan menyerang dengan kekuatan penuh sambil menunggu kedatangan pasukan air untuk membantu menghancurkan kota Persik.” kata Pangeran La Yuan.
__ADS_1
“Aku serahkan pada tetua Xu bersaudara bersama para murid sekte Gunung La Whu untuk melawan para pendekar dari sekte besar dataran tengah. Sementara pasukan bangsa Lato akan berhadapan langsung dengan pasukan kerajaan Gurun Barat.” lanjut Pangeran La Yuan.
Keempat jendral itu tidak berani lagi memberikan pendapat setelah pangeran memutuskan hal itu. “Baik Pangeran. Kami akan segera bersiap,” sahut mereka berempat secara serempak.
Keempat jendral bangsa Lato itu segera pergi ke pasukan mereka masing-masing untuk bersiap melakukan penyerangan ke arah kota Langsang. Mereka adalah pemimpin dari pasukan panah, pasukan bayangan, pasukan tombak dan pasukan berkuda.
Pasukan bayangan adalah terdiri dari tim pengintai dan juga pembunuh bayaran yang bergerak secara sembunyi-sembunyi. Mereka bahkan sudah bergerak terlebih dahulu memasuki setiap kota yang ada di wilayah lawan untuk mencari informasi dan melakukan sabotase pada kekuatan lawan.
Pasukan bayangan bangsa Lato telah berada di setiap kota kerajaan Gurun Barat dan bersiap untuk melakukan pergerakan menyerang apabila sudah mendapatkan aba-aba dari jendral mereka.
\=====
Setelah selesai upacara penobatan, Baihu langsung membagi tugas bersama teman-temannya dan para sekte besar untuk menjaga kota-kota perbatasan di wilayah selatan. Wang Mei bersama Zhou An pergi ke kota Bintang bersama sekte Huasan dan sekte Matahari Bulan untuk menjaga kota Bintang dan juga menyusup melalui kota itu ke dalam wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan.
Sementara itu Baihu bersama jendral Yan Shu, Diao Shi, murid Dang Gui dan murid Hong Jun beserta sekte Makam Raja, Sekte Wudang dan sekte Teratai Suci bergerak menuju kota Langsang. Baihu menyerahkan komando pasukan kepada Yan Shu yang akan berpusat di kota Langsang.
Para tetua dan ketua sekte tetap berada di ibukota kerajaan untuk siap membantu apabila diperlukan.
Baihu memusatkan pertahanannya di kota Langsang yang berbatasan darat langsung dengan kerajaan Pesisir Laut Selatan. Karena serangan melalui sungai lebih sulit untuk dilakukan lawan, jadi menurut Baihu lawan akan menyerang melalui kota Langsang.
__ADS_1
Baihu yang bergerak terlebih dahulu segera pergi mengendarai harimau Sunu bersamanya. Kemudian para pemimpin pasukan dan murid sekte lainnya menyusul Baihu di belakang dengan mengendarai kuda.
Di Kota Langsang, para penduduk kota sebelum acara penobatan raja telah diungsikan terlebih dahulu ke kota terdekat lainnya untuk menghindari jatuhnya korban dari rakyat. Baihu juga telah menambah pasukan untuk memperkuat pertahanan di kota tersebut sebelum upacara penobatannya.
Para pengintai bawahan Li Yuan telah terlebih dahulu menyusup ke kota-kota kerajaan Pesisir Laut Selatan. Pasukan pengintai Li Yuan juga memiliki markas di masing-masing kota di wilayah kerajaan Gurun Barat termasuk di kota Langsang.
Pasukan pengintai Li Yan dikenal dengan nama Pasukan Hitam. Mereka adalah para elit yang direkrut dari berbagai pasukan kerajaan Gurun Barat dan dilatih untuk menyusup, menyelidiki bahkan membunuh musuhnya tanpa meninggalkan jejak.
Di kota Langsang, pemimpin pasukan hitam berada di tangan Yin Fang. Dia yang bertanggungjawab atas pengamanan kota Langsang dari serangan sabotase dan penyusup pihak lawan ke wilayahnya.
Yin Fang seorang wanita yang berusia sekitar 30an tahun merupakan mantan dari pasukan elit kerajaan Gurun Barat dibawah kepemimpinan raja yang sebelumnya. Namun ketika kerajaan jatuh ke tangan Baihu dan para pendekar sekte, dia memilih untuk meneruskan mengabdi ke kerajaan Gurun Barat.
Yin Fang juga adalah seorang murid dari sekte Wudang yang bekerja untuk kerajaan Gurun Barat. Dia berada di tingkat kultivasi alam Dewa tahap akhir dengan penguasaan 4 tahap jurus Pedang Semesta.
Pasukan hitam yang dipimpin oleh Yin Fang di kota Langsang berjumlah sekitar 30 orang. Dan mereka telah mendapat kabar bahwa Raja Baihu akan datang untuk mengunjungi kota Langsang.
Mendengar kabar itu, Yin Fang segera memerintahkan ke 30 orang bawahannya untuk mempersiapkan kedatangan dari Raja mereka. Yin Fang segera mengadakan pertemuan darurat untuk menghadapi hal itu.
“Yang Mulia Raja akan datang ke kota Langsang. Kita tidak boleh lengah sedikitpun, bersihkan kota dari para penyusup dan penduduk yang masih ada disini agar menghindarkan hal-hal yang bisa membuat kerusuhan di wilayah kota Langsang,” perintah Yin Fang pada pasukannya.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, Yin Fang dan pasukannya segera bergerak memeriksa setiap jengkal wilayah kota Langsang. Mereka menangkap orang yang dicurigai dan juga para penduduk yang masih keras kepala karena tidak mau mengungsi.
Yin Fang tidak membeda-bedakan mereka. Semua ditangkap dan ditempatkan dalam satu tempat setelah melakukan pemeriksaan terhadap identitas mereka satu persatu.