
Setelah semua pasukan kerajaan Gurun Barat yang tersisa pergi, orang-orang sekte dan teman-teman Baihu tidak mengejar mereka.
Kaki pegunungan itu kembali hening setelah pecahnya pertempuran tersebut. Orang-orang sekte kembali ke kediaman sekte Matahari Bulan untuk merawat mereka yang terluka dari pertempuran tersebut.
Tidak ada yang terbunuh dari pihak orang-orang sekte pada pertempuran ini. Namun mereka yang terluka tidaklah sedikit.
Baihu tiba-tiba berlutut di hadapan semua orang-orang sekte di aula utama sekte Matahari Bulan dan membuat mata semua orang terkejut melihatnya.
“Ketua sekte, tetua dan teman-temanku semua. Maafkan aku karena masalah pribadiku melibatkan kalian dalam peperangan ini” kata Baihu lirih sambil memberi hormat pada mereka semua.
“Baihu, bangunlah! Kamu adalah anggota kehormatan kami semua. Sudah kewajiban kami untuk menolong dirimu,” sahut ketua sekte Shang Chi
Ketua sekte Huasan segera mendekati Baihu dan membangunkannya. “Baihu, kamu anak yang baik dan berbakti. Masalahmu adalah masalah kami juga,” imbuhnya.
Semua orang-orang sekte membenarkan tindakan mereka membantu Baihu dan tidak merasa menyesalkannya.
Mendengar hal itu, membuat Baihu merasakan kehangatan sebuah keluarga yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya.
RROOOAAARRR...
Bahkan Sunu pun sependapat dengan orang-orang sekte tersebut.
Sambil memulihkan diri masing-masing, orang-orang sekte besar itu kini berdiskusi untuk menghadapi masalah ini bersama-sama.
“Baihu, hal ini tidak akan selesai sampai disini,” ucap Yang Zi membuka diskusi itu
“Benar. Kerajaan Gurun Barat akan kembali mengejar dirimu,” imbuh Yan Shu
“Bukan hanya Baihu. Kini mereka akan memusuhi seluruh sekte dunia bela diri yang membantu Baihu,” sahut Xin Ye
Wang Mei dan Zhou An yang ikut berdiskusi melihat ke arah Baihu yang merenung memikirkan masalah tersebut.
__ADS_1
Ketua sekte Shang Chi datang mendekati mereka, “Sebenarnya tanpa masalah ini pun kerajaan Gurun Barat memang bermaksud untuk melenyapkan sekte kita semua” kata ketua sekte Shang Chi.
Perkataan ketua sekte Shang Chi mengejutkan Baihu dan teman-temannya.
“Benar, mereka telah merencanakan untuk menaklukkan kita semua dengan menggunakan Chen Guo sebelumnya. Setelah itu mereka akan menghancurkan sekte kita satu persatu” imbuh ketua sekte Bulan Es Ying Hua.
“Setelah mereka menaklukkan seluruh sekte, mereka akan menyerang kerajaan lainnya satu persatu dimulai dari kerajaan Salju Utara dan Matahari Terbit.” lanjut ketua sekte Ming Raja Buas Shi Long.
“Mereka tidak menyerang kerajaan Pesisir Laut Selatan karena berharap untuk bersekutu dengan mereka melalui perkawinan,” imbuh ketua sekte Shang Chi.
Semua orang yang berada di ruangan itu menjadi geram mendengarkan penuturan dari para ketua sekte yang mengetahui rencana kerajaan Gurun Barat karena pernah dikurung oleh mereka.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang ketua sekte?” tanya Li Yan pada para ketua sekte
Semua merenungkan tindakan yang akan mereka lakukan untuk menghadapi masalah ini.
“Menurutku kita sebaiknya menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kita.” sahut Baihu.
“Aku berpikir menyerang secara diam-diam kekuatan musuh satu persatu dan menduduki kota-kota penting mereka” lanjut Baihu.
“Kita memiliki mata-mata yang bisa memata-matai dimana para jendral perang mereka berada. Lalu kita membunuh mereka satu persatu dan menguasai kota-kota penting mereka. Dengan demikian, kekuatan lawan akan berkurang.”
Mendengar perkataan Baihu, mereka merasa rencana itu masuk akal. Dengan menguasai kota-kota penting mereka, maka kekuatan lawan akan menjadi lemah, terutama masalah akomodasi perang mereka.
“Aku yakin para jendral mereka pasti menjaga kota-kota penting mereka yang vital.” lanjut Baihu.
Para ketua sekte menyetujui usul dari Baihu, jika mereka diam dan bertahan justru akan membuat musuh menghimpun kekuatan dan menghabisi mereka satu persatu.
Jadi mendahului menyerang adalah pilihan terbaik saat ini.
*****
__ADS_1
Sementara itu, berita tentang serangan kerajaan Gurun Barat ke wilayah kota Wuxia telah terdengar ke kerajaan lainnya. Mereka mengutuk serangan tersebut karena telah melanggar kesepakatan keempat kerajaan untuk menjadikan kota Wuxia tempat netral yang tidak boleh disentuh oleh satupun dari mereka.
Di Istana Kerajaan Gurun Barat, Raja Kerajaan Gurun Barat Zhang Yuwie terlihat marah pada Putra Mahkota yang bertindak diluar perintah istana mengerahkan pasukan kerajaan demi kepentingan pribadi.
“Zhang Mou. Apakah kamu sadar dengan perbuatanmu itu?” teriak Raja Gurun Barat.
“Ayah, maafkan aku. Aku menyesal melakukan hal itu karena rasa cemburu” sahut Zhang Mou berlutut sambil menundukkan kepalanya.
Zhang Yuwie sangat menyesalkan perbuatan anaknya itu tanpa berunding dengannya sehingga mengakibatkan terbunuhnya Zhang Ji, adiknya beserta Sun Yang dan melukai jendral Zhang Yei.
“Semua sudah terlanjut, kini semua sekte dunia bela diri melawan kita. Kerajaan lainnya tentu akan mengambil kesempatan untuk menyerang kita disaat lemah” lanjut Raja Gurun Barat.
Zhang Mou merenungkan tindakannya yang merupakan kesalahan terbesar di dalam hidupnya ini.
“Nasi sudah menjadi bubur. Yang berlalu tidak bisa dikembalikan lagi, Pergilah! Pulihkan kondisimu!” perintah Raja Gurun Barat pada anaknya Zhang Mou.
Setelah kepergian Zhang Mou, anak ketiga Raja Gurun Barat, Zhang Wu mendekati ayahnya. “Ayah, meskipun kakak terlalu ceroboh, tetapi apa yang dilakukannya sebenarnya tidaklah buruk.” sahut anak ketiganya yang lebih licik dari kedua kakaknya Zhang Mou dan Zhang Ji.
Zhang Yuwie memicingkan matanya mendengarkan perkataan dari anak ketiganya Zhang Wu. “Katakan apa pandanganmu?” tanya ayahnya
“Ayah, dengan kejadian ini dapat digunakan sebagai alasan kita untuk menyerang seluruh sekte besar yang ada dan menghancurkan mereka yang tidak mendukung kita,” lanjut Zhang Wu.
Mendengarkan perkataan Zhang Wu membuat Zhang Yuwie menghela nafasnya. “Seandainya kakak-kakakmu memiliki separuh saja kepandaianmu. Tentu mereka saat ini sudah aku berikan kedudukan untuk memimpin kerajaan ini.” sahut Raja Gurun Barat.
“Ayah, semua yang dilakukan oleh kakak adalah demi kejayaan kerajaan ini. Aku yakin kakak memiliki perhitungan sendiri dalam melakukan rencananya,” lanjut Zhang Wu memuji kakak pertamanya yang menjadi Putra Mahkota.
“Hmm... apakah benar seperti katamu itu?” Tanya Raja Gurun Barat kembali
Zhang Wu berjalan mendekati Raja Gurun Barat, “Ayah, sebelumnya kakak telah merencanakan untuk menguasai seluruh sekte besar dengan menggunakan Chen Guo.” kata Zhang Wu
“Meskipun rencananya digagalkan oleh anak yang bernama Baihu itu. Kakak masih berusaha melanjutkan rencananya untuk menaklukkan seluruh sekte. Namun kembali Baihu membuat kakak marah dengan merebut calon istrinya dan juga calon istri dari kakak Zhang Ji. Hal inilah yang membuat kakak menjadi ceroboh dan terburu-buru untuk menangkap dan menghabisi Baihu itu” jelas Zhang Wu yang telah mengetahui rencana kakaknya.
__ADS_1
Raja Gurun Barat menganggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan dari anak ketiganya Zhang Wu.