BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 62 | Tiga bulan menuju rencana kedua


__ADS_3

Di kediaman sekte Makam Raja, Chen Guo yang menjamu Purta Mahkota sedang melakukan pembicaraan pribadi empat mata di sebuah tempat di halaman belakang kediaman sekte.


“Pangeran, sudah waktunya kita melakukan rencana kedua” kata Chen Guo pada Putra Mahkota Zhang Mou.


“Apakah kamu sudah berhasil menguasai seluruh ilmu tersebut?” tanya Putra Mahkota Zhang Mou pada Chen Guo


Chen Guo tersenyum, “Seluruh ilmu di dataran tengah ini telah aku kuasai dan kekuatanku sudah berada di tahap akhir alam Langit” sahutnya


Zhang Mou menyipitkan matanya, “Kamu benar-benar sangat berbakat. Aku senang sekali” kata Zhang Mou dengan wajah gembira


“Tetapi, kita harus waspada. Ada 3 tetua yang bisa menjadi penghalang bagi kita” sahut Zhang Mou.


Wajah Chen Guo tampak berubah setelah mendengar 3 tetua, dia mengetahui salah satu tetua yang dimaksud oleh Zhang Mou adalah Hong Jun yang juga guru dari Fu Xie, mantan kekasihnya yang berada di penjara itu.


“Meskipun ketiga tetua itu telah lama menghilang dari dunia bela diri, namun saat ada kekacauan, mereka pasti akan muncul kembali” kata Zhang Mou.


Tetua pertama yang dimaksud adalah Hong Jun yang dijuluki ‘Pertapa Selatan’, yang berada di Gunung Labu di wilayah luar kerajaan Pesisir Laut Selatan. Hong Jun tidak mendirikan sekte, namun hanya mengangkat 4 orang murid yang selama ini tinggal bersamanya di Gunung Labu. Namun, Fu Xie tiba-tiba menghilang dari kediaman Gunung Labu sekitar dua tahun yang lalu dan mereka telah mencarinya kemana-mana.


“Tetua kedua Dang Gui berada di Pegunungan Utara, di wilayah luar kerajaan Salju Utara, julukannya adalah ‘Raja Bintang Utara’ namun aku mendengar dia telah lama menghilang bersama dua orang muridnya.” kata Zhang Mou


“Tetua ketiga adalah Zhu Shimin dengan julukan ‘Angin Timur Gila’, berada di Teluk Timur, wilayah luar kerajaan Matahari Terbit. Sejak 5 tahun yang lalu tidak ada orang mendengar berita tentang dirinya lagi.” lanjutnya


“Apakah kamu sudah memantapkan dirimu?” tanya Zhang Mou pada Chen Guo


“Karena rencana kedua ini sangat penting untuk rencana selanjutnya. Dan rencana kedua ini tergantung pada dirimu.” lanjut Zhang Mou


“Dengan kekuatanku saat ini, aku merasa bisa melakukan rencana yang kedua ini.” sahut Chen Guo dengan mantap.


“Bagus. Jika demikian, kita akan melaksanakan rencana ini dalam tiga bulan ke depan. Persiapkan dirimu!” kata Zhang Mou kembali.


“Baik Pangeran” sahut Chen Guo dengan mata berbinar. Sudah saatnya dia menunjukkan dirinya pada dunia.

__ADS_1


Di pedesaan tempat beristirahatnya teman-teman Baihu, tampak Diao Shi dan Yan Shu telah datang berkumpul bersama mereka. Yan Shu menceritakan tentang pertarungan mereka melawan tiga orang aneh dan dibantu oleh Baihu sehingga mereka bisa melarikan diri ke tempat ini.


“Bagaimana dengan Baihu?” tampak Wang Mei, Yang Zi dan Li Yan berkata serempak dengan wajah cemas. Mereka bertiga tanpa sadar mengajukan pertanyaan yang sama dan sama-sama mencemaskan keadaan Baihu.


Wang Mei, Yang Zi dan Li Yan saling menoleh lalu wajah mereka sama-sama berubah menjadi merah karena merasa malu.


Xin Ye menutup wajahnya merasa pusing melihat hal itu, berbeda dengan Mu Lin, dia merasa cemas juga dengan Baihu namun tidak berani berbicara dengan mereka karena merasa statusnya yang seorang pelayan.


“Kami tidak tahu apa yang terjadi setelah kami pergi dari tempat itu.” gumam Yan Shu dengan wajah muram. Dia merasa sedih dan malu karena demi mereka, Baihu menghadapi ketiga orang itu agar mereka bisa selamat.


“Jika besok Baihu belum juga kembali, aku akan pergi kesana untuk melihatnya” kata Yang Zi.


“Aku ikut bersamamu nona Yang” timpal Li Yan yang juga mencemaskan Baihu.


Wang Mei merasa khawatir dalam hatinya, dia yang lebih tua dari para murid-murid sekte ini. Semua mata tiba-tiba memandang ke arah dirinya, dia tidak tahu harus memutuskan apa saat ini. “Aku harap kamu baik-baik saja Baihu” gumamnya dalam hati.


Di dalam lorong gelap, Baihu berjalan menyusurinya dengan membawa sebuah obor untuk penerangan. Tampak lorong itu seperti bekas penambangan pada jaman dulu yang sudah lama di tutup.


“Kemana arah lorong gua ini?” gumam Baihu saat berhenti untuk mengatur nafasnya.


“Aku harus cepat. Berada di tempat ini hanya membuang-buang waktuku.” Baihu lalu memutuskan untuk berlari lebih cepat hingga menemukan ujung dari lorong gua tersebut.


6 jam lebih telah berlalu, Baihu masih juga belum melihat ujung dari lorong gua itu. “Gila, lorong ini panjang sekali” pikir Baihu setelah 6 jam berlari di dalam lorong tersebut.


Kemudian, saat jam ke 8 Baihu melihat lorong itu telah melebar dan Baihu merasakan hawa panas berasal dari ujung lorong gua tersebut.


“Hawa panas apa ini?” gumamnya sambil berjalan terus mendekati ujung lorong tersebut.


Ketika tiba di ujung lorong yang lebih luas, Baihu tertegun melihat kolam lahar bergolak di sudut gua tersebut dan beberapa aliran lahar mengalir di sekelilingnya.


“Dimana ini? Apakah ini di dalam gunung berapi?” gumam Baihu melihat sekelilingnya

__ADS_1


Baihu lalu melompat turun ke areal gua yang luas itu, dan dia mengelilingi gua tersebut untuk mencari jalan keluar dari tempat tersebut.


Tiba-tiba dia merasakan angin serangan panas menyerang dari arah belakang tubuhnya. Baihu berkelit lalu melompat untuk menghindarinya sambil membalikkan badannya melihat ke arah penyerangnya.


Tampak lelaki tua dengan rambut terurai menyerang dirinya kembali dengan ganasnya.


“Tetua, mohon hentikan!” teriak Baihu yang tidak ingin menyerang orang yang tidak diketahuinya


Namun tetua itu tidak menghiraukan kata-kata Baihu, dia masih terus menyerang Baihu dengan semakin ganas. Jurus demi jurus dilakukannya dengan kekuatan yang semakin meningkat.


“Jika aku terus menghindar, aku akan terpukul olehnya suatu saat” gumam Baihu.


Baihu lalu tidak ingin menghindar lagi, dia mulai mengeluarkan jurus untuk membalas serangan dari lelaki tua tersebut. Baihu mengeluarkan jurus 9 Matahari dan Bulan untuk melawan jurus dari lelaki tua itu.


Melihat jurus yang dikeluarkan oleh Baihu, lelaki itu terkejut. Lalu dia menjadi semakin bergairah dan meneruskan serangannya dengan semakin kuat dan ganas. Lelaki tua itu mengetahui kekuatan kultivasi dari Baihu di alam Langit tahap awal. Dia pun segera mengerahkan kekuatan alam Langit tahap awal untuk mengimbangi kekuatan Baihu.


“Kakek tua ini sengaja menahan kekuatannya untuk mengimbangi diriku. Siapa dia?” pikir Baihu sambil mencoba membalas serangannya.


Baihu belum pernah melihat jurus yang digunakan oleh lelaki tua itu dan membuatnya merasa kewalahan untuk menghindarinya, sehingga dia terpaksa mengubah jurusnya lagi dengan mengeluarkan jurus Sembilan Semesta.


Kali ini lelaki tua itu berhenti sejenak setelah melihat jurus dari Baihu, matanya menatap tajam ke arah Baihu, “Siapa kamu bocah?” tanya lelaki tua itu.


Ini ketiga kalinya orang-orang menanyakan hal yang sama pada dirinya. “Namaku Baihu tetua” sahut Baihu sambil memberi hormat padanya.


“Apa hubunganmu dengan Hong Jun?” tanya lelaki tua itu kembali.


“Hong Jun? Apa maksudmu lelaki tua yang aku temui tadi yang berasal dari Gunung Labu?” sahut Baihu


“Benar. Hong Jun dari Gunung Labu. Apa hubunganmu dengannya?” tanya lelaki tua itu menyelidiki dirinya.


“Aku baru saja kenal dengannya beberapa jam yang lalu” sahut Baihu jujur.

__ADS_1


__ADS_2