
Beberapa pengintai dari bangsa Lato berhasil juga ditangkap oleh Yin Fang. Mereka menggunakan topeng wajah sehingga tidak bisa membedakan mereka pada awalnya. Namun ketika di ajak berbicara, hanya satu dua orang saja yang menyahut, sedangkan yang lainnya tampak diam.
Dari hal itu Yin Fang menjadi curiga bahwa mereka bukanlah bangsa dari dataran tengah. Mereka kemudian dikumpulkan dalam ruangan khusus dan untuk segera ditanyakan tentang asal dan tujuan mereka berada di kota ini.
Yin Fang yang menguasai beragam tehnik penyiksaan telah mengerti apa yang harus dilakukan untuk menarik informasi dari mulut mereka.
Ketika Yin Fang tengah asik menanyakan pada mereka tentang pasukan yang ada di kerajaan Pesisir Laut Selatan. Seseorang pengawalnya datang dengan tergesa-gesa. Wajah pengawal itu terlihat sedikit cemas. “Ketua. Raja Baihu sudah dekat.”
Mendengar hal itu Yin Fang segera memerintahkan anak buahnya untuk bersiap menyambut kedatangan Baihu. Dia sendiri yang akan pergi menyambutnya bersama dengan anak buahnya yang berjumlah 30 orang itu.
Menjelang sore hari, Baihu telah tiba di kota Langsang dan langsung disambut oleh pemimpin pasukan di kota Langsang. Yin Fang dan anak buahnya juga tampak di dalam barisan yang menyambut kedatangan Baihu yang mengendarai harimau Sunu nya.
“Yang Mulia!” teriak semua orang sambil berlutut saat melihat kedatangan Baihu yang mengendarai harimau Sunu memasuki gerbang kota dari arah kerajaan Gurun Barat.
Baihu pun turun dari punggung harimau Sunu dan berjalan mendekati pasukannya. “Berdirilah!” perintah Baihu.
Setelah mendengar perintah Raja, seluruh pasukan pun kembali berdiri namun masih berbaris dengan rapi di depan Baihu. “Aku ingin ke ruang aula kota untuk menerima laporan kalian. Datanglah!” kata Baihu pada mereka sambil berjalan menuju ruangan aula kota Langsang yang biasa digunakan untuk tempat pertemuan.
Baihu tampak duduk di singgasana yang telah disediakan. Lalu muncul tiga orang yang datang untuk melaporkan pada Baihu tentang kondisi di kota Langsang.
Yin Fang tampak dari tiga pelapor itu, wajahnya terlihat kagum dengan wibawa dan kekuatan Baihu di depannya. Kemudian satu persatu dari dua pemimpin pasukan itu melapor pada Baihu.
Lalu tiba giliran Yin Fang yang melaporkan sisi pengintaian yang dilakukan oleh pasukan mereka. Yin Fang juga menyebutkan telah menangkap beberapa penduduk pendatang yang dia perkirakan berasal dari bangsa Lato.
__ADS_1
Mendengar hal itu Baihu berdiri lalu mengajak Yin Fang pergi untuk melihat para tahanan tersebut. Yin Fang kemudian memberi hormat lalu memimpin perjalanannya menuju ruang tahanan tempat mereka mengurung orang-orang bangsa Lato.
Baihu kemudian membiarkan Yin Fang dan pasukannya bekerja untuk mengorek informasi dari para bangsa Lato itu. Setelah bekerja selama satu jam, Yin Fang akhirnya berhasil mendapatkan berita berharga bahwa bangsa Lato akan menyerang kota Langsang dalam waktu dekat ini.
Mereka juga telah diperintahkan untuk membuat sabotase dengan menyerang bahan persediaan pangan dari kota Langsang untuk membuat pasukan di kota Langsang menjadi turun semangat untuk berperang.
Baihu kemudian memanggil Yin Fang untuk berbicara secara pribadi. “Ada apa Yang Mulia memanggilku,” kata Yin Fang.
“Aku ingin kamu mengambil pakaian dan topeng dari salah satu pengintai itu dan memberikannya padaku. Aku sendiri akan menyusup ke wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan untuk menemukan Raja Kerajaan Pesisir Laut Selatan.” sahut Baihu.
Yin Fang terkejut mendengar permintaan dari Baihu, namun dia tidak bisa menolak perintah darinya. Yin Fang lalu meminta bawahannya melucuti dua pakaian dan topeng dari pengintai bangsa Lato itu.
Setelah itu Yin Fang memberikan satu buah pakaian itu pada Baihu dan kemudian pergi ke dalam sebuah ruang ganti untuk juga memakai salah satu pakaian tersebut.
“Yang Mulia, tugasku disamping mengintai adalah juga menjaga keselamatan Yang Mulia. Meskipun kekuatanku tidak sekuat Yang Mulia, namun aku mungkin akan berguna membantu Yang Mulia menyusup ke kerajaan Pesisir Laut Selatan. Jadi mohon ijinkan aku untuk turut serta bersama Yang Mulia,” sahut Yin Fang sambil berlutut.
Baihu menatap Yin Fang yang berwajah serius menundukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh. “Baiklah. Tetapi kamu harus mendengarkan perintah dariku selama kita pergi,” kata Baihu kemudian.
“Terima kasih Yang Mulia,” sahut Yin Fang.
Setelah mengkoordinasikan segala suatu dengan bawahannya, Yin Fang kemudian bersiap untuk menyusup bersama Baihu. Kali ini Baihu tidak mengajak harimau Sunu untuk menyusup karena terlalu mencolok.
Malam harinya, dengan menggunakan pakaian dari bangsa Lato membuat Baihu dan Yin Fang dengan mudah menyusup ke dalam ibukota kerajaan Pesisir Laut Selatan.
__ADS_1
Pagi harinya mereka telah tiba di dalam ibukota kerajaan Pesisir Laut Selatan, Baihu segera mengajak Yin Fang untuk masuk ke dalam istana kerajaan Pesisir Laut Selatan untuk menemukan penjara yang menahan Raja dan Ratu dari kerajaan Pesisir Laut Selatan.
Mereka dengan mudah memasuki istana kerajaan Pesisir Laut Selatan karena sebagian besar pasukan bangsa Lato telah dikirim untuk menyerang kerajaan Gurun Barat.
Kemudian mereka berhasil menemukan penjara tempat Raja dan Ratu kerajaan Pesisir Laut Selatan. Raja dan Ratu tampak duduk bersedih dimana Ratu meletakkan kepalanya di bahu sang Raja. Mereka terkejut saat melihat kedatangan Baihu dan Yin Fang yang membuka ruang tahanan itu.
“Yang Mulia, apakah kalian masih mengingat diriku? Aku Baihu teman dari nona Zhou An,” bisik Baihu pada kedua Raja dan Ratu tersebut.
Raja dan Ratu menyipitkan matanya berusaha untuk mengingat wajah Baihu. “Oh, kamu yang datang bersama harimau waktu itu bukan?” sahut Raja kemudian
“Benar Yang Mulia.” Baihu senang dia telah diingat oleh Raja dan Ratu tersebut.
Dia lalu melepaskan ikatan rantai dari Raja dan Ratu setelah mereka mengenali dirinya. Baihu lalu menceritakan tentang Zhou An yang bersama dirinya di kerajaan Gurun Barat. Dan dia juga memberitahukan rencana untuk mengajak Raja dan Ratu pergi ke kota Panai untuk dijemput oleh Zhou An dan Wang Mei yang menunggu di kota Bintang yang berada di seberang sungai.
Raja dan Ratu mengikuti petunjuk yang diatur oleh Baihu. Mereka pun segera berangkat menuju kota Panai secepat mungkin. Beberapa pengawal kerajaan bangsa Lato yang melihat Raja dan Ratu kabur dari penjara berusaha untuk menangkap namun dirubuhkan oleh Baihu dan Yin Fang dengan mudah.
Baihu tidak mengalami kesulitan karena berkat tim pengintai dan juga kekuatan bangsa Lato sendiri sedang dikonsentrasikan di hutan dekat kota Langsang untuk bersiap menyerang kerajaan Gurun Barat.
Perjalanan Raja dan Ratu setelah berganti pakaian menjadi pakaian rakyat biasa tidak mengalami hambatan berarti saat menuju kota Panai. Mereka dengan mudah tiba di kota Panai dalam waktu dua hari lalu menyeberangkan kedua Raja dan Ratu dengan perahu menuju kota Bintang yang disambut dengan suka cita oleh Zhou An.
Setelah misi penyelamatan berhasil, Baihu lalu kembali menuju kota Langsang dengan menggunakan jalur sungai mendekati wilayah kota Langsang yang tak jauh dari benteng tempat pasukan Baihu berkumpul.
Ketika turun dari perahu dan berjalan menuju benteng, Baihu dan Yin Fang melihat pertempuran telah terjadi di luar benteng kota Langsang.
__ADS_1