
Mendengar perkataan Baihu, semua temannya membenarkan hal itu. Putri Zhou An termenung karena ayahnya sendiri terlalu baik membiarkan lawan menetap di wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan tanpa diawasi oleh para pengintai kerajaan.
“Yang Mulia!”
Tiba-tiba seorang pengawal kerajaan Gurun Barat tergesa-gesa masuk ke dalam aula untuk melaporkan sesuatu. Baihu dan teman-temannya tertegun melihat kedatangan pengawal tersebut dengan wajah cemas.
“Ada apa?” tanya Baihu padanya.
“Yang Mulia, para pendekar dari sekte Ming dan sekte Kun Lun berdatangan dari daerah kerajaan Pesisir Laut Selatan untuk mengungsi kemari,” sahut pengawal itu sambil memberi hormat
“Biarkan mereka masuk, kami akan menemui mereka,” kata Baihu yang kemudian berdiri.
“Baik Yang Mulia,” sahut pengawal itu yang kemudian pergi untuk mempersilahkan para pendekar dari sekte Ming dan Kun Lun untuk masuk ke aula kerajaan.
Kemudian para pendekar dari sekte Ming dan Kun Lun masuk ke aula kerajaan untuk melaporkan situasi di kerajaan Pesisir Laut Selatan pada Baihu. Wajah para pendekar itu tampak lesu dan penuh luka-luka di tubuh mereka.
Dalam peperangan melawan kerajaan Gurun Barat, sekte Ming dan sekte Kun Lun juga turut berjasa bersama mereka. Baihu tentu saja tidak akan melupakan hal itu, kerajaan Gurun Barat adalah rumah bagi seluruh sekte besar di dataran tengah, siapapun boleh tinggal di wilayah kerajaan Gurun Barat.
“Yang Mulia, bantulah kami. Pasukan bangsa Lato telah menyerang kerajaan Pesisir Laut Selatan dan membunuh para ketua sekte kami,” teriak mereka satu persatu dengan wajah sedih.
Baihu dan teman-temannya terkejut, ketua sekte Ming dan ketua sekte Kun Lun bukanlah orang biasa. Kekuatan mereka sangat tinggi. Siapa yang begitu kuat di bangsa Lato hingga dapat mengalahkan kedua ketua sekte itu.
__ADS_1
Para pendekar itu satu persatu melaporkan kejadian penyerangan bangsa Lato ke kediaman sekte Ming dan sekte Kun Lun. Baihu menjadi geram mendengar perkataan mereka. “Kalian beristirahatlah terlebih dahulu. Kita akan menyusun rencana untuk merebut kembali kerajaan Pesisir Laut Selatan,” lanjut Baihu.
Baihu meminta para pelayan kerajaan Gurun Barat untuk mengantarkan para pendekar sekte Ming dan sekte Kun Lun untuk beristirahat dan mengobati mereka yang terluka.
Para pendekar itu merasa bersyukur memiliki Baihu yang memimpin kerajaan Gurun Barat dan bersedia membantu mereka untuk memulihkan kondisi sebelum menyerang kembali ke kerajaan Pesisir Laut Selatan.
Setelah para pengungsi dari sekte Ming dan sekte Kun Lun diantarkan untuk beristirahat, wajah Putri Zhou An tampak cemas dan murung. Dia memikirkan keadaan kedua orang tuanya yang masih berada di ibukota kerajaan Pesisir Laut Selatan.
“Baihu dan teman-teman, tolonglah kedua orang tuaku. Mereka tentunya telah ditawan oleh bangsa Lato.” gumam Putri Zhou An dengan wajah sedih.
“Putri Zhou tenanglah, kami pasti akan menyelamatkan kedua orang tuamu dan merebut kembali kerajaan Pesisir Laut Selatan.” Wang Mei mendekati Putri Zhou An kemudian memeluk tubuhnya.
Demikian juga dengan teman-teman yang lainnya, peperangan melawan kerajaan Gurun Barat membuat tali persaudaraan antar sekte besar di dataran tengah menjadi lebih erat dan saling mendukung satu sama lainnya.
“Baihu, kamu harus segera menobatkan dirimu sebagai Raja Kerajaan Gurun Barat dan mengundang para sekte besar lainnya untuk bersatu kembali. Kita harus membalaskan dendam ketua sekte Ming dan ketua sekte Kun Lun serta membebaskan Raja Kerajaan Pesisir Laut Selatan, orang tua Putri Zhou An,” kata Yang Zi selanjutnya.
“Benar, setelah kamu melakukan perjalanan ke barat. Kami seluruh sekte besar sempat merasa khawatir dan cemas akan kepergianmu. Setelah kamu kembali adalah saat yang tepat untuk menunjukkan pada semua rakyatmu bahwa kamu telah kembali dan membuat hati mereka tenang kembali,” sambung Li Yan.
Baihu melihat pada semua teman-temannya yang menganggukkan kepala padanya. Semua teman-teman Baihu menyetujui dengan usul mereka berdua. Sejak kemenangan merebut kerajaan Gurun Barat, Baihu belum memproklamirkan dirinya sebagai Raja yang kini memimpin kerajaan Gurun Barat. Sehingga sebagian rakyat dan para pendekar merasa khawatir akan hal itu apalagi Baihu telah pergi meninggalkan kerajaan Gurun Barat menuju ke wilayah luar bagian barat yang membuat hati sebagian rakyat menjadi cemas karena kehilangan pemimpin mereka.
Setelah mempertimbangkan hal itu, Baihu akhirnya memutuskan untuk muncul dan mengumumkan kembalinya dia dari wilayah luar bagian barat dan menobatkan dirinya menjadi Raja Kerajaan Gurun Barat.
__ADS_1
Kemudian Baihu memerintahkan teman-temannya untuk mengatur hal itu. Teman-teman Baihu merasa senang dan bersemangat setelah Baihu bersedia mengumumkan penobatannya menjadi Raja Kerajaan Gurun Barat.
“Empat hari lagi adalah tepat dengan bertambahnya usiaku menjadi 19. Aku ingin menobatkan diriku menjadi Raja pada hari itu. Segera kirimkan undangan kepada seluruh sekte di dataran tengah untuk menghadiri upacara itu,” kata Baihu pada teman-temannya.
“Baik.” sahut teman-temannya semua yang segera pergi untuk mempersiapkan upacara penobatan itu empat hari lagi.
Hanya Zhou An yang masih berada disana karena hatinya masih merasa sedih memikirkan kedua orang tuanya. Baihu merasakan perasaan dari Zhou An, dia pun menenangkan Zhou An dan memikirkan cara untuk menyelamatkan kedua orang tua Zhou An.
Baihu juga telah memerintahkan beberapa pasukan pengintai untuk mengintai situasi di kerajaan Pesisir Laut Selatan.
*****
Ibukota kerajaan Pesisir Laut Selatan, pangeran bangsa Lato La Yuan sedang bertemu dengan empat orang jendralnya dan dua orang lelaki tua dengan penampilan pendekar. Kedua orang pendekar tua itu memiliki wajah yang mirip namun postur badan yang berbeda. Salah satu dari mereka berpostur tubuh yang tinggi namun tidak terlalu kurus bernama Xu Rou dan satu lagi yang bertubuh pendek namun gempal bernama Xu Gang.
Mereka berdua dikenal dengan Xu bersaudara dari sekte Gunung La Whu. Mereka berdua memiliki kekuatan yang tinggi dengan ilmu yang aneh. Mereka berdua lah yang telah membunuh ketua sekte Ming dan ketua sekte Kun Lun serta menguasai kedua kediaman sekte itu dengan murid-murid mereka dan pasukan dari bangsa Lato.
“Pangeran, hampir semua kota di kerajaan Pesisir Laut Selatan sudah kita kuasai. Apa rencana kita selanjutnya?” tanya salah satu jendral bangsa Lato pada pangeran La Yuan.
La Yuan yang duduk di singgasana kerajaan Pesisir Laut Selatan merenungkan rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dia datang ke dataran tengah ini dari seberang laut Selatan dengan rencana yang besar, yaitu memperluas wilayah kekuasaan bangsa Lato.
“Menurut informasi, kerajaan Gurun Barat baru saja di taklukan oleh para pendekar dataran tengah ini. Aku merasa situasi disana belum stabil. Bagaimana menurut kalian jika kita melanjutkan rencana menguasai daerah barat itu?” Pangeran La Yuan mengutarakan rencananya di depan keempat jendral mereka dan tetua itu
__ADS_1