
Baihu tidak tahu kemana kapal layar itu akan membawa diriya bersama para tahanan wanita dalam kurungan di lambung kapal. Pikirannya berkecamuk antara Wang Mei, Yang Zi dan juga ketua sekte Shang Chi. Dia tidak tahu apa yang akan dihadapinya nanti setelah tiba di tempat tujuan.
Kapal itu pun berlayar menyusuri sungai menuju ke arah barat daya dan tiga hari kemudian tiba di sebuah kota yang bernama kota Bintang pada sore hari.
Kota Bintang terletak di perbatasan antara Kerajaan Gurun Barat dan Kerajaan Pesisir Laut Selatan yang hanya terpisahkan oleh sungai Panjang. Kapal layar yang mengangkut Baihu berlabuh di pelabuhan kota Bintang, Baihu segera menyelinap keluar dari kapal ketika kapal telah dekat pelabuhan dan mendahului kapal itu sebelum menurunkan jangkar di sungai tersebut.
Ketika orang-orang di pelabuhan menurunkan barang-barang mereka beserta kurungan tahanan yang berisi para wanita. Tampak dua orang berpakaian hitam dengan wajah tertutup memimpin perjalanan mereka dengan menaiki kuda.
Baihu mengikuti mereka yang menuju ke tengah hutan. Baihu melihat sebuah tanda prasasti yang tertulis di jalan menuju tengah hutan tersebut. “Makam Raja”.
“Apakah ini kediaman sekte Makam Raja?” gumam Baihu sambil terus mengikuti orang-orang tersebut.
Akhirnya rombongan tersebut berhenti di sebuah gerbang yang tampak lengang di tengah hutan dan di pinggir tebing pegunungan. Terdapat sebuah pintu masuk seperti gua buatan di tebing tersebut yang diterangi oleh cahaya obor di sepanjang lorong gua tersebut.
Di depan pintu masuk gua buatan itu terdapat 4 orang penjaga yang menganggukkan kepala saat dua orang berpakaian hitam itu masuk ke dalam lorong gua buatan itu. Kemudian mereka memasukkan seluruh barang-barang termasuk kurungan wanita itu ke dalam lorong gua tersebut.
“Keamanan mereka cukup ketat. Aku harus menunggu saat gelap untuk menyelinap masuk ke dalam gua tersebut” gumam Baihu
Ketika hari mulai gelap, Baihu langsung menyelinap mendekati para penjaga itu, ”Sia—” kata satu penjaga yang terkejut melihat Baihu, namun sebelum dia menyelesaikan kalimatnya Baihu telah membuatnya pingsan. Ketiga penjaga lainnya pun belum sempat berteriak namun sudah dibuat tidak sadarkan diri dengan kecepatan gerak dan kekuatan Baihu.
Kemudian Baihu pun masuk ke dalam lorong gua itu untuk menemukan kurungan tahanan wanita tadi. Setelah memeriksa beberapa ruangan, akhirnya dia menemukan para wanita itu telah dimasukkan ke dalam ruang penjara lain di dalam gua buatan tersebut.
__ADS_1
Baihu kemudian menghancurkan kunci pintu penjara itu dan bermaksud mengeluarkan para wanita dari dalam penjara itu. Tepat saat dia bertemu dengan Xin Ye tiba-tiba, “Ada penyusup!” terdengar teriakan dari arah luar pintu gua yang menyadari keempat penjaga telah pingsan di depan pintu masuk gua.
Terdengar hiruk pikuk langkah berlarian di dalam gua tersebut menuju ke arah pintu gua. Mereka pun memeriksa semua ruangan di dalam gua tersebut dan beberapa orang penjaga yang pergi ke ruang tahanan terkejut saat melihat Baihu telah mengeluarkan para wanita di sana.
“Mereka disini!” teriak salah satu penjaga yang menemukan Baihu.
Mereka langsung menyerang ke arah Baihu sambil menghunus pedang mereka. Baihu mengerahkan kekuatannya untuk melawan para penjaga tersebut. Untuk mempersingkat waktu dia langsung menggunakan kekuatan alam Dewa dan melumpuhkan para penjaga itu dengan jurus kedua Matahari dan Bulan.
Kemudian terdengar lagi derap langkah bala bantuan penjaga yang datang ke ruang tahanan itu. Baihu tidak membuang waktu lagi segera melumpuhkan bala bantuan yang datang itu. Kemudian dia melihat ada 3 sosok yang datang memasuki ruang tahanan tersebut.
Dua orang berpakaian hitam yang ditemuinya di dalam kapal dan satu lagi orang dari dalam gua tersebut. Wajah mereka menjadi gelap saat melihat para tahanan telah keluar dari ruang tahanan yang pintunya telah dijebol oleh Baihu.
“Siapa kamu?” teriak salah satu dari mereka.
“Si Mao, habisi orang itu!” teriak salah satu dari orang berpakaian hitam itu. Orang yang dipanggil Si Mao itu segera melompat dan menyerang dengan jurus yang ganas ke arah Baihu.
Baihu menyipitkan matanya melihat serangan ganas dari orang yang dipanggil Si Mao itu lalu dia mengerahkan kekuatan alam dewa dengan jurus ke 5 Matahari dan Bulan.
BUMMM!
Benturan antara dua kekuatan terjadi, orang berpakaian hitam Si Mao terpental 3 langkah dengan terluka parah. Wajah Si Mao menjadi pucat, dia menyadari bocah di depannya ini sangat kuat,”Cih, aku telah meremehkanmu nak” gumamnya pelan
__ADS_1
Melihat lawannya telah terluka, Baihu tidak memberikan kesempatan lagi pada lawannya memulihkan diri. Namun dua orang di belakangnya segera datang untuk memberikan bantuan dan mengeroyok Baihu.
“Si Mao, kita serang dia bersama-sama” teriak salah satu yang berpakaian hitam.
Serangan ketiga orang itu semakin ganas dan ingin secepatnya melumpuhkan Baihu, mereka pun mempercepat tempo pertarungan itu. Namun Baihu bukanlah sembarang bocah, dia melihat titik-titik kelemahan dan begitu celah terbuka di dalam tubuh ketiga lawannya. Segera Baihu tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menyerang balik pada mereka.
Dia pun melancarkan serangannya ke titik kelemahan orang-orang tersebut dan menyarangkan pukulannya ke arah titik tersebut. Baihu meningkatkan kekuatannya ke alam Langit tahap awal lalu mengeluarkan jurus kelima Matahari dan Bulan.
“Jurus sekte Matahari Bulan?” tampak lelaki yang tidak berpakaian hitam itu mengenali jurus dari Baihu dan segera menghindarinya.
Melihat lawannya telah mengetahui identitas dirinya, Baihu segera mengeluarkan jurus ke 8 Matahari dan Bulan untuk segera membungkam ketiga orang itu. Serangannya menjadi lebih ganas dari sebelumnya. Dia kemudian dengan mudah menjatuhkan ketiga penyerang itu dengan tiga pukulan telak mengenai dada mereka.
Ketiga orang itu berlutut dengan satu kaki di lantai gua sambil memegang dada mereka yang sakit. Tampak ketiga orang itu meneteskan darah segar dari mulut mereka karena terluka dalam akibat pukulan Baihu.
Melihat kekuatan Baihu yang sangat kuat, salah satu orang yang tidak berpakaian hitam itu memerintahkan penjaga mereka untuk menyerang Baihu. Sedangkan dia sendiri menyelinap pergi untuk melapor kepada atasannya.
Baihu menghajar seluruh penjaga yang menyerang dirinya lalu dia melompat lagi ke arah dua orang berpakaian hitam yang tersisa, ”Sial orang itu pergi meninggalkan kita” gumam Si Mao
Kali ini incaran Baihu adalah kepala Si Mao. Melihat serangan ganas Baihu mengarah ke kepalanya, mata Si Mao menjadi melotot karenanya dan dia tidak bisa menghindar lagi. Pukulan telapak tangan Baihu menghantam kepalanya dan membuat dia meregangkan nyawa seketika dengan kepala retak.
Wajah temannya yang berada tepat disampingnya terkejut “Si Mao!” teriaknya dengan tatapan tidak percaya atas kematian temannya itu.
__ADS_1
Baihu kini membalikkan arah serangannya ke arah orang berpakaian hitam di sebelahnya dan menghantam dadanya hingga tiga tulang rusuknya patah dan organ dalamnya hancur. Orang itu pun mati mengenaskan menyusul temannya.
Para penjaga yang ada disana mundur dengan tubuh gemetar melihat kematian banyak orang di tangan Baihu. Mereka membiarkan para wanita berlarian keluar dari dalam gua tersebut. Hanya Xin Ye yang masih disana bersama Baihu.