BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 73 | Insting harimau Sunu


__ADS_3

Merasa telah dipermalukan dua kali oleh Baihu, Zhang Mou kini langsung bertindak untuk menyingkirkannya. Tanpa segan dia segera memanggil kedua utusan kiri dan utusan kanan yang merupakan pengawal utama kerajaan Gurun Barat.


Utusan Kiri dan Utusan Kanan berasal dari sekte Misterius di sebelah barat wilayah luar kerajaan Gurun Barat. Sekte Misterius ini jarang turut campur masalah dunia bela diri, mereka hanya mencari keuntungan dengan mengabdi pada kerajaan yang membayar pelayanan dari mereka.


Kerajaan Gurun Barat adalah salah satu dari kerajaan yang menggunakan jasa pelayanan dari sekte misterius ini. Dan kerajaam membayar mahal mereka untuk setiap tugas yang diberikan.


Kedua utusan kiri dan kanan segera datang dan menghadap Putra Mahkota Zhang Mou setelah dipanggil oleh Sun Yang.


“Pangeran, ada apa memanggil kami untuk menemuimu?”  Tanya utusan kiri sambil memberi hormat pada Zhang Mou.


“Aku ingin kalian menangkap seseorang untukku. Anak itu bernama Baihu dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke sekte Matahari Bulan.” kata Zhang Mou.


Setelah mendengar perintah dari Zhang Mou, kedua utusan kiri dan kanan itupun menyetujuinya. Mereka lalu pergi ke arah utara untuk menangkap Baihu yang dalam perjalanan menuju kediaman sekte Matahari Bulan.


Sementara itu Baihu yang tidak menyadari bahaya yang datang, menikmati perjalanannya yang ditemani oleh Sunu dan juga kedua wanita cantik Wang Mei dan Zhou An.


Sebelum memasuki hutan, mereka beristirahat sejenak di sebuah kedai yang ada di pinggir hutan tersebut. Orang-orang di kedai itu terkejut ketika melihat harimau besar yang datang bersama tiga orang itu.


“Sunu, sepertinya kamu terlalu menarik perhatian orang-orang dan membuat mereka ketakutan,” bisik Baihu pada harimau Sunu.


RROOAAARR...


Sunu menyahut bisikan Baihu dan membuat Baihu tertawa kecil karenanya.


“Apa yang dikatakan oleh Sunu?” tanya Zhou An penasaran setelah melihat Baihu tertawa mendengar raungan Sunu.


“Entahlah, aku juga tidak mengerti. Tetapi melihat dari sikap dan wajah Sunu sepertinya dia mengatakan kalau dia tidak peduli. Hahaha...” tawa Baihu.


Kedua wanita itu Wang Mei dan Zhou An pun tertawa kecil mendengar jawaban dari Baihu. Namun orang-orang di kedai itu tetap ketakutan meskipun Sunu hanya berbaring di sebelah kaki Baihu.


Mereka pun memesan makanan untuk disantap serta daging segar yang besar untuk Sunu. Pelayan yang membawa hidangan berjalan dengan gemetaran saat mendekati meja Baihu. Namun Sunu tidak sedikitpun menghiraukannya, dia masih berbaring tidur di samping kaki Baihu dengan tenangnya.


Barulah setelah daging segar miliknya datang, Sunu segera melahapnya dengan senang.


Tak berapa lama muncul dua orang berpakaian serba putih dan serba merah datang ke kedai tersebut dan melirik ke arah Baihu dan teman-temannya.

__ADS_1


GRRRR...


Sunu menggeram karena merasakan ancaman di sekitarnya, wajah Sunu menatap ke arah kedua orang yang datang itu dengan tatapan tidak suka. Baihu yang melihat sikap Sunu segera menenangkannya.


“Sunu, tidak baik terlalu mencurigai orang.” kata Baihu pelan. Baihu bukannya tidak mengetahui perasaan yang dirasakan oleh Sunu. Dia mengenal betul sifat Sunu sejak kecil yang selalu protektif terhadap dirinya jika dia merasakan bahaya disekitar mereka.


Wang Mei dan Zhou An tidak mengetahui hal itu, namun melihat wajah Baihu mereka merasa tenang karena Baihu tentu mengerti kenapa Sunu bersikap seperti itu.


GGRRRRRRR...


Tiba-tiba Sunu bangkit dan makin keras menggeram dan melihat ke arah kedua orang berpakaian putih dan merah itu. Semua orang di kedai itu menjadi ketakutan karena melihat harimau itu seperti akan menerkam seseorang.


“Sunu, diamlah!” perintah Baihu padanya.


Mendengar perintah dari Baihu yang tegas itu membuat Sunu tidak menggeram lagi, namun dia tetap berdiri dengan perasaan gelisah.


“Hahaha... sepertinya kita harus segera pergi dari sini, tidak baik menakuti semua orang disini lebih lama,” ajak Baihu sambil berdiri dan berjalan keluar dari kedai tersebut diikuti oleh Sunu bersama Wang Mei dan Zhou An.


Baihu berjalan dengan acuh tak acuh tanpa memperhatikan kedua orang berbaju putih dan merah itu. Dia dengan tenang meninggalkan kedai tersebut.


Baihu membalik badan dan memicingkan matanya pada dua orang berpakaian putih dan merah itu. Dia lalu tersenyum pada mereka, “Hanya pengecut yang menyerang seseorang dari belakang,” teriaknya dengan acuh tak acuh.


Mendengar kata pengecut, membuat mata kedua orang berpakaian putih dan merah itu berkedut dan wajah mereka menjadi merah padam. Mereka segera melompat ke arah Baihu.


GRRRRR...


Sunu sudah terlebih dahulu memasang posisi ingin menerkam kedua orang tersebut namun Baihu mengangkat tangannya kesamping untuk menahan serangan Sunu.


“Akhirnya kalian menunjukkan niat kalian. Bagus,” sindir Baihu kemudian


Wang Mei dan Zhou An sejak tadi juga sudah bersiap di samping Baihu, namun mereka belum mengetahui maksud dari kedua orang itu.


“Hehehe... ternyata binatang peliharaanmu telah mengetahuinya sejak awal,” sahut lelaki berpakaian putih itu.


“Aku Xin Putih dan ini saudaraku Xin Merah, kami utusan kiri dan utusan kanan. Apakah kamu yang bernama Baihu?” Tanya Xin Putih yang disebut utusan kiri.

__ADS_1


“Ya, Aku Baihu. Ada apa?” Tanya Baihu kemudian.


Xin Putih langsung menyerang ke arah Baihu, “Ada seseorang membayar untuk menangkapmu.”


Melihat Xin Putih menyerang, Sunu langsung melompat menerkamnya. Dia sangat protektif melindungi Baihu.


GRROOARRR...


Merasakan terkaman dari arah sampingnya, Xin Putih mengurungkan niatnya menyerang ke arah Baihu lalu memutar serangannya kepada Sunu.


Melihat serangan Xin Putih kepada harimau Sunu, Baihu segera melayangkan serangannya memukul dengan telapak tangan mengerahkan jurus Telapak Sakti dari Ilmu Sembilan Semesta untuk menghindari pukulan Xin Putih mengenai Sunu.


Merasakan serangan dahsyat Baihu ke arahnya membuat Xin Putih tidak bisa mengelaknya. Untung Xin Merah melihat hal itu dan segara menghadang serangan Baihu dengan menggunakan pedangnya. Dan membuatnya terpental satu langkah ke belakang.


Sunu selamat dari pukulan Xin Putih namun masih terus ingin menerkam mereka. “Sunu, mundurlah! Mereka bukan lawanmu.” perintah Baihu.


Meskipun Sunu tidak takut menghadapi bahaya, namun dia tidak berani membantah perintah Baihu. Sunu segera mundur kesamping Wang Mei namun tetap memasang posisi waspada dan siap menerkam apabila Baihu dalam bahaya.


“Harimau ini benar-benar terlatih oleh Baihu,” gumam Wang Mei dalam hatinya sambil melirik ke arah Sunu.


“Siapa yang meminta kalian untuk menangkapku?” Tanya Baihu pada utusan kiri dan utusan kanan itu.


“Kamu akan mengetahuinya nanti setelah kami tangkap,” teriak mereka sambil melakukan serangan bersama-sama.


Baihu segera mengerahkan ilmu dari Zhu Shimin, jurus Angin Badai Mengguncang Langit yang membuat kedua utusan kiri dan kanan itu tidak bisa mendekati Baihu. Mereka berdua seakan-akan diterbangkan oleh angin badai yang diciptakan dari jurus yang dikerahkan Baihu.


Meskipun kekuatan kedua utusan kiri dan kanan itu berada di alam Langit tahap menengah. Namun jurus yang dikerahkan oleh Baihu bukanlah jurus sembarangan, dengan jurus itu dia bisa menarik dan menghempaskan batu karang seberat 10 ton.


Kedua utusan kiri dan kanan itu bertahan agar tubuh mereka tidak diterbangkan dan dihempaskan oleh angin badai tersebut. Mereka lalu mengerahkan jurus rahasia dengan melemparkan sebuah bola yang kemudian meledak.


BUMM...


Tubuh mereka pun lenyap dari tempat itu saat ledakan terjadi dan asap mulai menghilang.


“Cih, cuma mulut mereka yang besar tetapi nyalinya kecil,” ejek Baihu setelah mereka lenyap melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2