BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 135 | Menjadi Raja kerajaan Salju Utara


__ADS_3

Melihat semua orang berlutut padanya membuat hati Baihu tergerak. Dengan tatapan lembut dia kemudian membangkitkan tubuh permaisuri Tang Liu. “Berdirilah permaisuri Tang.”


“Kalian semua, berdirilah!” teriak Baihu menggema ke seluruh ruangan. Namun tidak satupun berani berdiri sebelum mendengarkan persetujuan Baihu.


“Yang Mulia, mereka akan mendengarkan perintahmu jika kamu bersedia menjadi Raja mereka.” kata permaisuri Tang yang juga menolak untuk berdiri.


Baihu tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan dari permaisuri Tang.


“Baiklah. Aku bersedia untuk menjadi Raja kalian. Mulai saat ini Kerajaan Gurun Barat dan kerajaan Salju Utara adalah satu. Kini berdirilah!” kata Baihu selanjutnya.


“Terima kasih Yang Mulia. Hidup Yang Mulia Baihu!” teriak seluruh orang di dalam ruangan itu bersamaan dan merasa senang karena Baihu bersedia untuk menjadi raja mereka.


Seluruh ruangan kini berdiri dengan wajah senang dan bersemangat untuk era baru dari kerajaan Salju Utara dibawah kepemimpinan Raja Baihu. Permaisuri Tang Liu pun berdiri bersama para keluarga kerajaan Salju Utara yang turut berada di tempat itu.


Kemudian dengan dibantu oleh permaisuri Tang dan ketua sekte Wudang, Baihu menempatkan para jendralnya di seluruh kota di wilayah kerajaan Salju Utara. Namun sebelum mereka pergi menjalankan tugas ke kota masing-masing, mereka ingin mengadakan upacara penobatan dan perjamuan atas kemenangan kerajaan Salju Utara.


Setelah semua pergi untuk mempersiapkan upacara tersebut, Baihu kemudian pergi ke atas benteng kota dan melihat ke arah matahari sore yang akan terbenam di arah barat.


“Matahari terbenam selalu indah untuk disaksikan.” Tiba-tiba terdengar suara permaisuri Tang Liu yang datang mendekati Baihu dan berdiri disampingnya.


“Ah, permaisuri Tang.” Baihu tersenyum ketika melihat kedatangan permaisuri Tang.


Wajah permaisuri Tang tampak lega setelah situasi kerajaan Salju Utara kembali normal setelah peperangan ini.

__ADS_1


“Terima kasih Yang Mulia. Aku dengar kamu lah yang membantu untuk membebaskan kami dari tengah alun-alun kota.” kata permaisuri Tang Liu dengan lembut.


“Aku hanya kebetulan lewat ketika keluargamu dari sekte Burung Api datang menyelamatkan kalian.” sahut Baihu merendah.


Permaisuri Tang tersenyum mengetahui kerendahan hati Baihu, dia pun berjalan mendekati Baihu kemudian menurunkan tubuhnya seperti berlutut. “Yang Mulia, aku permaisuri Tang telah bersumpah saat berada di dalam tahanan. Aku bersumpah akan mengikuti dan melayani siapapun yang bisa membalaskan kematian suamiku dan membunuh Raja Mao Da. Jadi aku mohon Yang Mulia bersedia untuk menerima diriku menjadi pelayanmu.” kata permaisuri Tang.


Mata Baihu hampir melompat dari kelopaknya mendengar kata-kata permaisuri Tang, dia tidak menyangka akan ada hal seperti itu. Wajahnya menjadi merah dan dia pun dengan gugup menjawab. “I-Ini, bagaimana bisa seperti itu? Aku tidak memerlukan pelayan. Kamu permaisuri kerajaan Salju Utara, bagaimana bisa menjadi pelayanku.”


Permaisuri Tang Liu tersenyum melihat wajah Baihu yang merah dan gugup. Dia pun berdiri dan mendekati Baihu dengan aroma harum yang memabukkan menyebar ke sekitarnya, membuat wajah Baihu menjadi semakin merah.


“Jika Yang Mulia berkehendak, aku pun bisa menjadi selir Yang Mulia,” bisik permaisuri Tang dengan senyum genit yang membuat jantung Baihu hampir copot karenanya.


Wajah Baihu menjadi merah merasakan nafas yang hangat dan harum di wajahnya karena wajah permaisuri Tang begitu dekat dengannya. Jantung Baihu berdetak kencang karenanya. “Aku belum menikah, bagaimana bisa memiliki selir,” batin Baihu dengan mata terbelalak.


Baihu saat ini telah berusia 20 tahun lebih, namun dia belum memikirkan tentang siapa yang akan menjadi pasangannya.


“Aah..., mungkin sekarang aku harus memikirkan untuk berumah tangga.” gumam Baihu dalam hatinya. Kemudian sekilas muncul wajah-wajah wanita cantik yang selama ini telah menemani dirinya saat bertualang maupun berperang.


Kakak seperguruan Wang Mei, ada putri kerajaan Pesisir Laut Selatan Zhou An, kemudian Yang Zi, yang merupakan jodoh masa kecil Baihu dan juga Li Yan wanita dari sekte Bulan Es yang bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi dirinya selama peperangan.


Semua wanita itu berperan dalam petualangan dan peperangan Baihu dan membuatnya susah untuk memilih salah satu dari mereka. Semakin lama memikirkan semua itu membuat kepala Baihu semakin pusing, dia tidak tahu siapa yang harus dipilih olehnya.


Baihu kemudian kembali ke dalam kamarnya di kediaman Raja yang telah dipersiapkan di kota Linshang. Baihu juga memerintahkan para pengurus upacara penobatan untuk mengundang pada jendral termasuk para wanita yang dekat di hati Baihu untuk menghadiri upacara penobatannya di kerajaan Salju Utara.

__ADS_1


Berita tentang penobatan Baihu sebagai Raja kerajaan Salju Utara telah menyebar kemana-mana. Undangan untuk kehadiran para pejabat telah disebarkan termasuk kepada Raja Pesisir Laut Selatan yang telah dibantu oleh Baihu terbebaskan dari penyerangan bangsa Lato.


Upacara penobatan akan dilaksanakan dalam waktu 3 hari lagi, persiapan telah di lakukan dengan baik di ibukota kerajaan Salju Utara. Para pejabat tinggi kota dan para jendral telah berdatangan untuk membantu kelancaran dari upacara penobatan tersebut.


Para wanita Baihu telah berdatangan dari kerajaan Gurun Barat dan semuanya sangatlah cantik. Kehadiran mereka membuat mata para jendral merasa kagum dengan Raja Baihu.


“Yang Mulia benar-benar luar biasa bisa memiliki demikian banyak wanita cantik.” bisik salah satu jendral kepada temannya.


“Kamu belum tahu, bahkan permaisuri Tang pun jatuh hati kepadanya.” sahut jendral itu dengan suara pelan.


Para jendral banyak yang membicarakan kehebatan Baihu, baik itu strategi perang, kekuatannya dan juga wanita cantik yang mengelilinginya.


Ibukota kerajaan Salju Utara menjadi hiruk pikuk oleh kedatangan banyak pendatang dan pelancong yang datang untuk menyaksikan upacara penobatan raja yang baru kali ini dilakukan kembali oleh kerajaan Salju Utara.


Di tengah keramaian ibukota kerajaan, tampak dua orang wanita cantik berjalan menyusuri jalan di ibukota kerajaan untuk menemukan warung makan di tempat itu. Kehadiran dua wanita cantik itu terlihat mencolok dikarenakan oleh pakaian mereka yang berbeda dengan pakaian wanita di wilayah kerajaan Salju Utara.


“Nona Lei, sepertinya kehadiran kita terlalu mencolok. Sebaiknya kita mencari tempat untuk berganti pakaian dulu.”


Wanita itu adalah Lei Yan dan putri Ling Ling dari wilayah luar bagian barat, mereka sengaja datang ke ibukota kerajaan Salju Utara setelah mendengar adanya upacara penobatan Baihu sebagai raja di kerajaan Salju Utara.


“Benar Putri, mari kita ke toko pakaian terlebih dulu untuk berganti pakaian.” sahut Lei Yan setelah dia melihat mata orang-orang sekitar yang melirik ke arah mereka.


Merekapun pergi menuju ke sebuah toko pakaian wanita dan membeli pakaian baru yang indah lalu mengenakannya. “Dia pasti terkejut melihat kedatangan kita.”

__ADS_1


__ADS_2