BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 140 | Hari Pernikahan


__ADS_3

Setelah pertarungan di puncak gunung Awan Api usai, Baihu kembali bersama para jendral yang menemaninya. Demikian juga dengan Xu Yuan dan La Guan yang juga kembali ke kerajaan bangsa Lato dengan membawa jasad La Xuan dan bersiap untuk menjelaskan masalah itu pada raja kerajaan bangsa Lato.


Baihu memerintahkan pasukan kerajaan Pesisir Laut Selatan untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan dari serangan bangsa luar yang menuju ke dataran tengah. Baihu juga melatih dan meningkatkan kemampuan para telik sandi dan pengintainya untuk lebih mewaspadai gerak gerik dari para pendatang bangsa lain yang masuk ke wilayah dataran tengah.


Semua jendral dan kepala kota dari seluruh tiga kerajaan kini telah datang di kita Xifang untuk menghadiri upacara pernikahan Raja Baihu dengan para istrinya. Pihak keluarga dari mempelai wanita juga turut hadir untuk menyaksikan upacara pernikahan keluarga mereka.


Sementara keluarga Baihu diwakilkan oleh ketua sekte Matahari Bulan bersama kedua kakek dan nenek yang merupakan pelayan setia keluarga Fang sebelumnya.


Kakek dan nenek pelayan keluarga Fang itu tak hentinya terharu dengan keberhasilan Fang Baihu menjadi raja yang besar. Mereka berlutut di depan kedua makam orang tua Baihu dan menceritakan keberhasilan Baihu pada mereka.


“Yang Mulia, Ananda Baihu telah berhasil membalaskan dendam dan juga menjadi raja besar mempersatukan hampir seluruh dataran tengah. Yang Mulia bisa beristirahat dengan tenang di alam sana. Ananda Baihu telah mewarisi kebesaran kalian.”


Kakek pelayan itu menuangkan arak penghormatan di depan makam kedua orang tua Baihu.


“Besok, Ananda Baihu akan menikah dengan para wanita yang sangat cantik dan baik. Yang Mulia tentu sangat bangga pada ananda.” Kakek tua itu kembali tersenyum pada kedua makam orang tua Baihu.


Hari upacara pernikahan Baihu tinggal sehari lagi. Meskipun Baihu telah menghadapi berbagai pertarungan hidup mati selama ini, namun tetap saja dia merasa gugup dengan hari pernikahannya ini.


Persiapan tempat upacara pernikahan juga telah rampung dan istana baru kerajaan di kota Xifang juga telah berdiri dengan megahnya. Dan Baihu bermaksud untuk tinggal di istana Xifang setelah melaksanakan upacara pernikahannya.


Akhirnya hari upacara pernikahanpun dilaksanakan, tampak seluruh undangan yang hadir telah memadati tempat yang telah disediakan di halaman istana kerajaan baru di kota Xifang.


Baihu terlihat mengenakan pakaian serba merah dengan wajah ceria namun hatinya masih gugup. Apalagi saat semua mata melihat ke arah dirinya yang akan segera naik ke pelaminan.

__ADS_1


Sementara di seberangnya, tampak para wanita Baihu berpakaian serba merah mengenakan kerudung berwarna merah menutupi wajah mereka. Jumlah mereka tujuh orang wanita yang semuanya sangat cantik dan salah satunya adalah janda permaisuri Tang Liu yang juga terkenal kecantikannya meskipun di usia yang lebih tua dari Baihu.


Setelah melalui beberapa urutan upacara yang panjang dari masing-masing mempelai, kemudian juga antara kedua mempelai. Kini tiba saatnya untuk upacara puncaknya.


“Yang Mulia Raja silahkan untuk maju ke depan.” Teriak pembawa acara.


Baihu segera berjalan perlahan menuju tempat yang telah disediakan di depan para orang tua wanita yang masih ada. Di belakang mereka juga terdapat altar nama dari kedua orang tua Baihu, kedua orang tua Yang Zi serta orang tua dari selir yang telah meninggal.


Sementara kedua orang tua Zhou An, ayah Wang Mei dan ayah Putri Ling Ling duduk di depan altar tersebut.


“Silahkan Yang Mulia Permaisuri bersama para selir untuk maju bersama-sama.” Lanjut pembawa acara pernikahan mereka.


Permaisuri Yang Zi bersama para selir lainnya segera mengikuti arahan dari pembawa acara dan berdiri menghadap para orang tua yang ada di depan mereka.


“Penghormatan pertama kepada Langit dan Bumi.”


“Penghormatan kedua kepada orang tua dan leluhur.”


Baihu beserta istri-istrinya memberikan hormat kepada altar nama orang tua dari mereka beserta orang tua yang masih hidup.


“Penghormatan terakhir kepada suami dan istri.”


Saat ini Baihu dan para istrinya mulai berhadap-hadapan lalu saling membungkukkan kepala untuk memberi hormat.

__ADS_1


“Demikian akhir dari proses upacara ini, maka pada hari ini Raja Baihu telah resmi beristrikan tujuh orang dengan permaisuri Yang Zi, selir Wang Mei, selir Zhou An, selir Li Yan, Selir Ling Ling, Selir Lei Yan dan Selir Tang Liu.”


Gemuruh sorak bergembira setelah mengikuti upacara pernikahan raja mereka dengan lancar. Kini tiba saatnya dari masing-masing undangan untuk memberikan selamat dan hadiah mereka kepada mempelai.


Baihu tampak duduk di singgasananya yang telah disiapkan dan didampingi oleh permaisuri Yang Zi. Sementara para selir nya duduk di sisi kanan dan kiri mereka.


Pada undangan berbaris dengan rapi untuk menuju ke arah Baihu dan para istri mengucapkan selamat serta memberikan hadiahnya masing-masing.


Setelah itu para undangan dipersilahkan untuk pergi ke halaman kebun di belakang yang sudah tertata dengan indah untuk menikmati penjamuan dan duduk di meja masing-masing.


Seluruh undangan memuju kecantikan dari para istri raja mereka. Mereka sangat bangga memiliki seorang raja yang tidak hanya memiliki kekuatan yang tinggi namun juga memiliki pesona yang mampu menaklukkan tujuh wanita cantik dari seluruh dataran tengah bahkan hingga wilayah luar.


“Semua para keluarga, sahabat, sekte-sekte bela diri, para jendral dan kepala kota serta hadirin lainnya.” Baihu mulai mengucapkan beberapa kata untuk para undangan. Semua undangan terdiam mendengarkan kata-kata Baihu.


“Pada hari ini, aku Fang Baihu, memindahkan pemerintahan ibukota kerajaan ke kota Xifang. Aku memberi nama kerajaan baru ini dengan nama Kerajaan Harimau Putih. Kini tidak ada lagi sebutan kerajaan Gurun Barat, Salju Utara ataupun Pesisir Laut Selatan. Kita semua adalah kerajaan Harimau Putih.” lanjut Baihu yang disertai sorak gembira dari seluruh undangan yang ada.


ROOOAARRR...


Harimau Sunu mengaum keras mendengar pengumuman yang disebutkan oleh Baihu. Semua orang meskipun terkejut namun mereka tersenyum melihat harimau Sunu yang duduk rapi di belakang Baihu sambil menikmati makanannya.


Mereka semua bersemangat untuk bersama-sama dalam kesatuan kerajaan Harimau Putih dengan raja mereka Fang Baihu atau lebih dikenal dengan Raja Baihu. Kota Xifang resmi dijadikan ibukota kerajaan Harimau Putih.


Dengan demikian kalangan pendekar pun memberi julukan kepada Baihu sebagai pendekar harimau putih, Fang Baihu.

__ADS_1


Ketika perjamuan sedang berlangsung, tiba-tiba datang tiga orang yang berjalan dengan tatapan tajam dan ekspresi wajah yang agung berwibawa. Dialah putra mahkota dari kerajaan Matahari Terbit, Liang Jun.


Liang Jun datang bersama seorang lelaki tua yang adalah gurunya Xiang Wen dari sekte Pulau Persik dan seorang wanita bernama Lin Wen yang merupakan murid terkuat dari sekte Pulau Persik dan juga kakak seperguruan dari Liang Jun.


__ADS_2