
Serigala Hitam itu terlempar oleh tendangan dari Baihu tersebut namun masih bisa berdiri sambil memegangi perutnya. Dari sudut bibirnya mengalir darah segar dan dia menggeram karena kesal.
“Hmm... kamu sangat menarik. Apakah kamu yang membantai orang-orang sekte Makam Raja?” tanya Baihu
RROOAARR...
Manusia buas Serigala Hitam meraung mendengar pertanyaan Baihu seolah-olah dia mengiyakan pertanyaan Baihu. Kini Serigala Hitam itu meningkatkan kekuatannya yang berada di alam Langit tahap awal. Kekuatannya jauh lebih rendah dari Baihu, namun instingnya lebih kuat dari manusia yang memiliki kekuatan setara dengannya.
Baihu tertarik untuk mempelajari gerakan serangan dari Serigala Hitam tersebut. Baihu merasa Serigala Hitam ini seolah-olah dapat melihat gerakan lawannya. Itulah sebabnya Baihu mengubah-ubah serangannya untuk membingungkan Serigala Hitam. Kemudian Baihu tiba-tiba menghentikan serangannya.
Kali ini Serigala Hitam yang memulai serangannya setelah melihat Baihu menghentikan serangan. Baihu memang sengaja bermaksud memancing Serigala Hitam untuk menyerang dirinya terlebih dulu, kemudian membalas serangan Serigala Hitam dengan kecepatan yang dimilikinya.
Ketika cakar Serigala Hitam hampir mengenainya, Baihu memutar tubuhnya dan kembali menendang perut Serigala Hitam dengan kecepatan tinggi.
BUGH... DUESSHH... RRRR...
Serigala Hitam terpental kembali oleh Tendangan Api dari Baihu yang mengenai perutnya. Dia pun meraung kesakitan kembali.
Melihat lawannya belum sempurna mendarat dan mengatur nafas, Baihu segera mengejar Serigala Hitam dan membalas serangannya. Baihu mengeluarkan jurus Matahari dan Bulan dengan lebih ganas.
Serigala Hitam hanya bisa mengelak serangan dari Baihu. Namun sayang ketika dia mulai bisa menghindari dan mengikuti serangan Baihu, tiba-tiba Baihu mengubah serangannya dengan mengeluarkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit.
GRRRR...
Serigala Hitam geram dan menyeringai. Dia menyadari tidak bisa menghindari perubahan serangan tersebut. Dia hanya bisa memblokir serangan Baihu dengan menggunakan kedua tangannya. Serigala Hitam juga mengerahkan seluruh kekuatannya pada kedua tangannya itu.
BUMM...
Ledakan kekuatan terjadi saat kedua tangan Serigala Hitam beradu dengan telapak tangan Baihu. Tentu saja kekuatan Baihu yang lebih kuat darinya membuat Serigala Hitam terlempar mengenai dinding tembok kediaman sekte Huasan.
__ADS_1
Orang-orang dari sekte Huasan dan teman-teman Baihu segera datang setelah mendengar ledakan itu dan memperhatikan Baihu sedang menghadapi manusia buas tersebut.
RROOAARR...
Serigala Hitam memegangi perutnya lalu memuntahkan darah segar di mulutnya. Dia meraung kesakitan oleh serangan Baihu.
Menyadari dirinya tidak bisa mengalahkan Baihu karena perbedaan kekuatan mereka, Serigala Hitam bermaksud untuk melarikan diri. Namun kecepatan gerak Baihu melebihi kecepatan dari Serigala Hitam sehingga kemanapun dia melarikan diri, Baihu selalu dapat mengejar dan menghadangnya.
Serigala Hitam tampak putus asa karena Baihu selalu bisa menutupi seluruh jalur pelariannya. Akhirnya dia memutuskan untuk bertarung sampai mati dengan Baihu.
RROOAARR...
Masih dengan meraung keras, Serigala Hitam menyerang Baihu dengan membabi buta. Gerakannya menjadi semakin ganas melebihi kekuatan sebelumnya.
“Ternyata saat terdesak, kekuatannya bisa meningkat hingga maksimal,” gumam Baihu yang juga mempelajari gerakan musuhnya.
“Bagus!” Baihu menjadi makin bersemangat untuk melawan Serigala Hitam. Dia melawan dengan jurus Matahari dan Bulannya. Melihat Serigala Hitam yang sudah kewalahan karena menyerang dengan membabi buta, Baihu mengubah serangannya.
Baihu tidak melepaskan kesempatan saat Serigala Hitam terhuyung-huyung, dia segera menghantam dada Serigala Hitam dengan menggunakan jurus ke 8 Matahari dan Bulan.
BUMM...
Tubuh Serigala Hitam merasakan pukulan telak dari Baihu dan meremukkan tulang dadanya. Wajahnya yang sebelumnya garang perlahan berubah menjadi wajah manusia biasa. Matanya yang merah berubah kembali normal.
Merasa hidupnya sudah akan berakhir, dia mengeluarkan seringai senyum ke arah Baihu, “Te-Terima kasih. Aku kini merasa bebas,” suaranya lirih. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia benar-benar tersenyum pada Baihu.
Serigala Hitam ini merasa tersiksa dalam hidupnya selama ini. Dia hidup di dalam kurungan dan tidak pernah merasa bebas. Hidupnya juga dikendalikan oleh orang lain. Sehingga saat kematianlah dia benar-benar merasa terbebaskan.
“Aku akan membunuh orang yang memanfaatkanmu, Teman. Beristirahatlah dengan tenang,” gumam Baihu dengan tubuh bergetar karena marah.
__ADS_1
Agar tidak menimbulkan kegemparan diluar sekte, Baihu mengangkat tubuh Serigala Hitam dan menguburkannya di belakang kediaman sekte Huasan dibantu oleh orang-orang dari sekte Huasan.
Tampak orang-orang sekte Huasan juga mengangkut para korban dari Serigala Hitam tersebut untuk dikuburkan di tempat yang sama.
Setelah memberikan penghormatan terakhir pada seluruh korban, Baihu kemudian kembali ke kediaman sekte Huasan dengan wajah tanpa ekspresi bersama teman-teman dan orang-orang dari sekte Huasan.
Pagi harinya mereka berkumpul untuk mendengarkan informasi yang berhasil di dapat dari hasil pengintaian tim pengintai mereka.
“Tuan, seluruh jendral mendapatkan perintah dari Raja Gurun Barat termasuk Jendral Song Que untuk memperkuat pertahanan mereka. Kemudian para jendral mulai mengerahkan pasukan untuk melindungi kota mereka dan menyebarkan tim pengintai untuk memantau sekitar kota-kota mereka.” sahut tim pengintai sekte Huasan.
“Seperti yang diharapkan dari kerajaan Gurun Barat. Mereka tidak mudah untuk dikalahkan. Untung kita sudah berada di dalam kota, jika tidak maka akan sulit untuk memasuki kota ini.” sahut Baihu setelah mendengar laporan tim pengintai
Baihu berdiri dan berjalan mengelilingi ruang pertemuan itu. “Baiklah, malam ini aku akan berangkat ke kediaman Jendral Song Que dan membunuhnya sendiri,” lanjut Baihu membuat seluruh mata di ruang pertemuan itu melotot mendengar kata-katanya.
“Baihu, jangan gegabah. Meskipun kekuatanmu sangat tinggi, tetapi yang kamu hadapi adalah jendral militer dan juga pasukan militer.” sahut Yang Zi cemas.
“Aku sependapat dengan Yang Zi, yang kamu lawan bukanlah orang biasa. Dia adalah jendral pasukan militer.” imbuh Wang Mei.
Baihu menggelengkan kepalanya, “Aku tahu hal itu. Aku melakukan ini untuk menghindarkan lebih banyak korban di pihak rakyat.”
“Aku memang dendam pada kerajaan Gurun Barat, namun aku tidak ingin rakyat terlibat lebih banyak dalam urusan pribadiku. Aku akan membunuh keluarga Raja dan para jendralnya,” sahut Baihu dengan tegas.
Menurut Baihu, untuk mengalahkan musuh harus terlebih dulu membunuh pemimpinnya. Ini akan melemahkan semangat tempur mereka, sehingga akan memudahkan untuk menaklukkan kota.
*****
Malam itu, Baihu bersama teman-temannya telah mengenakan pakaian serba hitam dan bersiap untuk pergi ke kediaman Jendral Song Que. Teman-temannya tetap tidak ingin Baihu menyerang sendirian. Setelah berbagai alasan mereka, akhirnya Baihu tidak bisa menolak keinginan mereka.
Baihu berdiri di puncak atap sebuah bangunan dekat kediaman jendral Song Que, sementara teman-temannya merunduk disampingnya. Waktu menunjukkan dini hari dan orang-orang yang berjaga tampak mulai mengantuk. Para penjaga pengganti di kediaman itu belum datang untuk menggantikan waktu jaga mereka.
__ADS_1
Kemudian Baihu dan teman-temannya menyelinap ke kediaman jendral Song Que, mereka membunuh orang yang ditemui dengan cepat tanpa bersuara dan kemudian mencari kamar milik jendral Song Que untuk membunuhnya.
Ketika mereka menemukan kamar jendral Song Que, Baihu segera masuk ke dalam kamar sementara teman-temannya berjaga diluar kamar tersebut.