BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 137 | Surat Tantangan


__ADS_3

Setelah upacara penobatan Baihu di kerajaan Salju Utara, Baihu pun kembali bersama teman-temannya ke kerajaan Gurun Barat menuju kota Xifang untuk mempersiapkan upacara pernikahannya di depan makam kedua orang tua Baihu.


Pembangunan kota Xifang, telah dilakukan dan sudah hampir selesai dalam beberapa hari. Kota Xifang dikembalikan seperti semula dengan bangunan yang lebih megah dari sebelumnya. Baihu juga membuat istana di kota Xifang untuk tempat tinggalnya.


Kota Xifang yang rencana awal akan menjadi ibukota kerajaan Gurun Barat tetapi kini akan menjadi ibukota dari tiga kerajaan yang telah disatukan dibawah kepemimpinan Raja Baihu.


Baihu akan mengumumkan nama kerajaan baru yang akan membawahi ketiga kerajaan Gurun Barat, Salju Utara dan Pesisir Laut Selatan pada upacara pernikahannya sekaligus meresmikan ibukota kerajaan tersebut.


Persiapan upacara pernikahan juga berlangsung dengan lancar, para wanita Baihu tampak bergembira bersama mempersiapkan pakaian dan perhiasan mereka. Pihak keluarga dari masing-masing pengantin wanita telah berdatangan untuk turut merayakan hari pernikahan tersebut.


Sekte Burung Api dari wilayah luar bagian utara yang merupakan keluarga dari permaisuri Tang turut hadir sekaligus menemui Baihu untuk berbincang-bincang.


Sekte Lembah Obat dari wilayah luar bagian barat juga turut hadir untuk menemani Lei Yan. Demikian juga keluarga kerajaan bangsa bar-bar dari wilayah luar bagian barat berdatangan untuk putri Ling Ling.


Keluarga Wang Mei, keluarga Putri Zhou An pun tak kalah bergembira akan segera mendapatkan menantu.


Hanya Yang Zi dan Li Yan yang hidup sebatang kara, namun mereka memiliki keluarga dari sekte Pedang Langit dan sekte Bulan Es yang menemaninya.


Seluruh sekte besar di dataran tengah juga berdatangan untuk menghadiri kejadian penting tersebut.


Ketika semua sedang bergembira untuk persiapan upacara pernikahan tiba-tiba seorang penjaga datang dengan tergopoh-gopoh melapor kepada Baihu.


“Yang Mulia, seseorang telah mengirimkan surat untukmu.” kata penjaga itu sambil menyerahkan surat kepada Baihu.


Baihu kemudian mengambil surat tersebut dan membukanya. Baihu menyipitkan matanya, wajahnya tampak menegang membaca surat tersebut. Semua orang yang berada di dalam ruangan itu menatap Baihu dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


“Ada apa Yang Mulia?” Yang Zi memberanikan dirinya menanyakan isi surat itu.


Baihu menyerahkan surat tersebut kepada Yang Zi, namun pikirannya merenungkan isi surat tersebut.


Yang Zi membelalakkan matanya setelah membaca surat tersebut. “Surat tantangan untuk Baihu. Jika Yang Mulia tidak datang, dia akan menghancurkan seluruh sekte yang ada di dataran tengah ini.”


“Apa? Siapa yang berani melakukan hal seperti itu?” Teriak ketua sekte Bulan Es dan sekte Huasan hampis bersamaan.


“Putra pertama raja kerajaan Lato, La Xuan. Dia juga merupakan murid kesayangan dari sekte Gunung La Whu, dan kakak dari pangeran La Yuan yang telah dibunuh oleh Yang Mulia. Dia datang ingin membalas dendam adiknya pada Yang Mulia.” jelas Yang Zi dengan wajah cemas.


Seluruh sekte besar yang hadir di tempat itu merenung mendengarkan penjelasan Yang Zi. Hal ini tidak bisa dianggap angin lalu, menerima tantangan itu tentu akan cukup merepotkan disela-sela persiapan upacara pernikahan namun jika menolak maka resikonya tidak terbayangkan akan menimpa semua sekte di dataran tengah.


“Yang Mulia, apa yang akan kamu lakukan?” Wang Mei memandang Baihu dengan tatapan cemas. Demikian juga para wanita calon istri Baihu lainnya. Pernikahan mereka sudah dekat, dan melayani tantangan ini cukup berbahaya untuk Baihu. Tentu akan ada resiko terluka dalam pertarungan itu.


“Aku akan datang melayaninya.” sahut Baihu dengan tatapan bersemangat.


“Sebagai seorang raja dan petarung, aku tidak boleh menolak jika ada yang menantang diriku. Kalian semua tahu bagaimana sifatku. Jadi jangan menanyakan hal ini lagi. Aku akan pergi ke pertarungan itu.” kata Baihu sambil berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu.


Baihu berjalan menuju ruang pelatihannya. Dia berusaha untuk meningkatkan kekuatannya, terutama kekuatan jurus miliknya. Baihu juga sedang membuat sebuah jurus baru yang merupakan kombinasi dari beberapa jurus yang telah dikuasainya.


Tantangan dari La Xuan itu tepat tiga hari sebelum hari pernikahannya. Jadi masih ada sisa sepuluh hari lagi baginya untuk meningkatkan kekuatan tubuh dan jurusnya.


“La Xuan, aku akan melayani tantanganmu.” batin Baihu dengan mata bersemangat.


Sejak saat itu, Baihu menyerahkan urusan pernikahannya kepada para wanita calon istrinya. Sedangkan Baihu mengurung diri di dalam ruang pelatihan untuk meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Pertarungan akan diadakan di puncak gunung Awan Api, tempat yang biasa digunakan oleh para petarung untuk bertarung sesama mereka.


Di wilayah kerajaan Matahari Terbit, tampak putra mahkota kerajaan Matahari Terbit Liang Jun, tampak marah dan membanting barang-barang di dalam kamarnya.


Prang! Trang!


“Kurang ajar. Mengapa dewi tercantik sekte Bulan Es lebih memilih dia daripada aku?” Teriaknya geram setelah mendengar Li Yan murid sekte Bulan Es yang paling cantik memilih menikahi Baihu dan menjadi selirnya.


“Mengapa putri cantik Pesisir Laut Selatan juga memilih dia, bahkan janda permaisuri Tang Liu juga memilihnya. Aku tidak bisa menerimanya.” Wajah pangeran Liang Jun menjadi hitam karena kemarahannya. Dia memaki dalam hatinya merasa kesal dan marah kepada Baihu.


Wajah dua orang jendral yang berdiri di depannya juga tampak gelap melihat kemarahan dari pangeran Liang Jun. Seorang lelaki setengah baya tampak berdiri dengan wajah berwibawa menatap ke arah angkasa sambil menghela nafasnya.


“Pangeran, hentikan amarahmu. Kerajaan Gurun Barat telah mengundangmu untuk hadir dalam pernikahan raja mereka. Sebaiknya kamu juga menghadirinya. Aku akan menemanimu berangkat kesana.”


“Terima kasih, Guru,” sahut pangeran Liang Jun.


Lelaki setengah baya itu bernama Xiang Wen, ketua sekte Pulau Persik yang terletak di Laut Timur. Dia sengaja diundang oleh raja kerajaan Matahari Terbit untuk membantu mengajarkan ilmu bela diri kepada anak-anaknya.


“Aku akan datang ke pernikahanmu. Aku ingin melihat kekuatanmu dibandingkan dengan kekuatanku.” batin pangeran Liang Jun sambil mengepalkan tangannya.


Sementara itu di puncak gunung Awan Api, tampak tiga sosok telah datang ke tempat itu. Mereka adalah La Xuan sang putra mahkota, La Guan adiknya yang terkecil dan guru mereka yang merupakan tetua sekte gunung La Whu, Xu Yuan.


“Guru, sebaiknya kita beristirahat di tempat ini sambil menunggu kedatangan Baihu.” kata La Xuan.


Gurunya yang bernama Xu Yuan adalah salah satu tetua yang juga merupakan pendiri dari sekte gunung La Whu di kerajaan bangsa Lato. Dia pernah menguji kekuatan Baihu sebelumnya.

__ADS_1


“Pangeran, sebaiknya tetap berhati-hati. Baihu ini orang yang tidak sederhana. Kamu harus tetap fokus saat bertempur melawannya nanti.”


“Benar kak, kamu tidak boleh gegabah. Kita belum tahu sifat lawan.” timpal adiknya, La Guan yang turut datang bersama mereka.


__ADS_2