BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 46 | Kediaman keluarga Wang


__ADS_3

Karena ingin bertemu dengan Wang Mei dan menanyakan berita tentang ketua sekte, Baihu lalu memberanikan dirinya untuk menyelinap ke kediaman keluarga Wang saat malam tiba. Dia bergerak ke beberapa paviliun untuk melihat ke dalamnya berharap bisa bertemu dengan Wang Mei.


“PENCURI!” teriak seseorang secara tiba-tiba membuat Baihu terkejut.


Segera para penjaga datang dan mengepung dirinya yang terlambat menyadari dia lah yang dianggap pencuri oleh mereka. “Ah, mungkin membuat keributan adalah jalan satu-satunya untuk menarik perhatian mereka dan bertemu kakak Wang” gumamnya


Para penjaga yang mengepungnya segera menyerang hendak meringkus dirinya. Baihu hanya berkelit dan tidak membalas serangan mereka. Dia tidak ingin melukai orang-orang keluarga Wang dan membuat permusuhan dengan mereka.


“Aku tidak boleh melukai mereka. Aku hanya ingin bertemu dengan kakak Wang, bukan untuk membuat permusuhan dengan keluarga Wang” pikirnya sambil berkelit


Melihat serangan semua penjaga tidak bisa menyentuh Baihu, salah satu dari mereka melaporkan hal itu pada keluarga Wang. Wang Bao, kakak lelaki Wang Mei segera bergerak begitu mendengar ada pencuri yang memasuki kediaman keluarga Wang.


Wang Mei yang saat itu juga sedang menemui ayahnya Wang Huo juga terkejut mengetahui ada pencuri yang berani memasuki kediaman keluarga Wang. Dia yang juga belajar bela diri segera pergi untuk membantu meringkus pencuri tersebut.


“Siapa yang berani mencuri di kediaman keluarga Wang” teriak Wang Bao saat datang dan melihat Baihu yang berkelit tidak bisa disentuh oleh para penjaganya.


Wajahnya menjadi marah melihat hal itu, “Bocah sialan, kamu berani berbuat onar di kediaman keluarga Wang” teriak Wang Bao sambil menyerang ke arah Baihu.


Melihat serangan Wang Bao, Baihu hanya mengelak dan tidak melawannya. Namun hal itu malah membuat Wang Bao semakin beringas karena serangannya tidak bisa menyentuh Baihu.


“Bocah busuk, aku akan membunuhmu” teriak Wang Bao yang kini telah di puncak amarahnya. Dia pun mengeluarkan jurus yang lebih ganas dari sebelumnya dan menaikkan kekuatannya.


Mata Baihu berkedut dibuatnya, dia tidak ingin melawan Wang Bao, namun jika terus menerus ditekan seperti itu, suatu saat dia akan terkena juga oleh pukulan Wang Bao. Saat akan meningkatkan serangannya, tiba-tiba dia mendengar langkah kaki beberapa orang mendekati mereka.

__ADS_1


“Kakak, hentikan!” tiba-tiba terdengar suara wanita yang dikenalinya datang


Baihu menoleh ke arah Wang Mei yang datang bersama keluarganya. Dia melihat air mata Wang Mei menetes dari kedua matanya yang indah. Senyuman muncul di sudut bibirnya saat dia berjalan mendekati Baihu.


Alis Wang Bao berkedut melihat adiknya berjalan dengan santai mendekati Baihu. “Adik, kamu kenal bocah ini?” teriaknya


Wang Mei menganggukkan kepalanya, “Dia adik seperguruanku, kak” sahutnya tanpa menghiraukan kakaknya dan terus berjalan mendekati Baihu.


“Apa kabarmu kakak Wang?” tanya Baihu sambil tersenyum pada Wang Mei saat dia sudah berada di dekatnya.


Wang Mei tidak menjawab pertanyaan Baihu, namun dia segera menubruk tubuh Baihu dan memeluknya.


Semua mata orang-orang di kediaman itu hampir melompat keluar dari kelopak mata mereka. Mereka tidak percaya nona besar yang selama ini tampak selalu murung menjadi tersenyum bahkan memeluk tubuh seorang bocah.


Mata Wang Bao berkedut melihat sikap adiknya itu,”I...Ini... Siapa bocah ini?” Saking terkejutnya dia menjadi gagap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Wajah Wang Mei menjadi merah, dia baru menyadari apa yang telah dilakukan olehnya. Dia tidak menyangka setelah tidak bertemu selama lebih dari setahun membuat dirinya merasa senang bertemu dengan Baihu dan tanpa sadar memeluknya.


Wang Mei lalu membalik badannya menghadap ke ayahnya dengan wajah merah, “Maaf ayah, telah lebih dari setahun aku tidak bertemu dengan adik seperguruanku ini. Aku senang melihatnya masih hidup” sahutnya sambil menundukkan kepalanya.


Ayah Wang Mei, Wang Huo melihat ke arah Baihu yang tampak masih tertegun tidak percaya dengan kejadian yang dialaminya barusan. “Ajak dia ke aula tamu. Kita berbicara di dalam” perintahnya sambil membubarkan orang-orang di tempat itu.


Wang Mei lalu berbalik melihat wajah Baihu yang masih tertegun dengan wajah merah. Wang Mei lalu tertawa geli melihatnya seperti itu, “Hei bocah, ayo ikut denganku” kata Wang Mei sambil menarik tangan Baihu untuk mengikuti dirinya.

__ADS_1


Wang Mei saat ini baru saja berusia 22 tahun awal, sementara Baihu yang hampir berusia 17 tahun. Meskipun usia mereka terpaut agak jauh, namun tubuh dan wajah mereka tidak terlihat demikian. Wajah Wang Mei tampak jauh lebih muda dari usianya, sedangkan tubuh Baihu yang tinggi dan rambut putihnya terlihat lebih tua dari usianya, apalagi sikapnya yang lebih banyak dingin dan pendiam.


Saat duduk di aula tamu keluarga Wang, Baihu melihat wajah semua keluarga Wang melihat ke arah dirinya. Mata mereka seakan-akan ingin menelanjangi dirinya dengan tatapan yang tajam menyelidikinya.


Wang Mei yang berada agak jauh disampingnya berkeringat dingin merasakan aura dingin sekitarnya yang membuat dirinya menggigil.


“Ayah, Baihu adalah adik seperguruanku, namun kekuatannya berada diatas diriku. Dan terakhir dialah pemenang pertandingan bela diri antar sekte setahun yang lalu. Namun sejak kejadian tahun lalu, dia terkurung di dalam gua hingga saat ini baru aku melihat dirinya lagi.” jelas Wang Mei pada ayahnya.


Ayah Wang Mei menyipitkan matanya melihat sikap dari anak gadisnya Wang Mei, dia tahu anaknya menyukai bocah ini meskipun dia tidak mengatakannya. Dia lalu menghela nafasnya sebelum berbicara.


“Baiklah. Ada keperluan apa kamu datang kemari mencari Wang Mei?” tanya Wang Huo pada Baihu.


“Maaf tetua. Aku datang karena ingin bertanya tentang ketua sekte Shang Chi dan kediaman sekte Matahari Bulan pada kakak Wang. Aku juga ingin melihat keadaan kakak Wang sebab selama setahun aku tidak mendapatkan berita tentang dunia luar karena terkurung di dalam gua” sahut Baihu sambil memberi hormat pada ayah Wang Mei.


Wang Mei tertegun mendengar jawaban dari Baihu, dia pun cukup lama tidak mendengar tentang keadaan sekte sejak kepergiannya karena dijemput oleh ayahnya.


“Baiklah. Hari sudah malam, karena kamu adik seperguruan anakku, kamu bisa tinggal sementara disini. Besok kalian bisa membicarakan soal itu kembali” kata ayah Wang Mei


Mendengar hal itu, Wang Mei segera berdiri untuk mengantarkan Baihu menuju kamar tamu milik keluarga Wang. Ayah Wang Mei menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya yang menjadi bersemangat setelah bertemu dengan Baihu.


Wang Mei lalu mengantarkan Baihu menuju ke kamar tamu keluarga Wang dan dia pun kembali ke kamarnya tidak sabar untuk mengobrol dengannya esok hari.


“Suamiku, bagaimana menurutmu?” tanya istri Wang Huo setelah melihat hal itu.

__ADS_1


“Kamu bisa melihatnya sendiri, sebelumnya wajah anakmu Wang Mei selalu muram dan sedih, kadang dia juga susah menikmati makanannya. Lihatlah sekarang, dia begitu bersemangat dan kelihatan senang sekali” sahut Wang Huo sambil menghela nafasnya.


“Seperti kamu tidak pernah mengalaminya saat masih muda saja” bisik istrinya sambil memeluk suaminya dan mengajaknya ke kamar mereka.


__ADS_2