
Baihu telah pergi sendirian menuju gua penjara untuk menyelidiki kembali tempat itu, namun saat dia berada di dekat gua tersebut, dia mendengar pertarungan di tempat itu.
“Siapa yang sedang bertarung?” Baihu mengintai mereka dari tempat tersembunyi.
Tampak tiga orang berpakaian aneh tengah bertarung dengan seorang pria dan wanita yang sepertinya dikenali oleh Baihu. Ketika kedua wanita dan pria itu mengeluarkan jurus Teratai Buddha barulah Baihu menyadari kedua orang itu adalah Diao Shi dan Yan Shu yang sedang bertarung melawan tiga orang aneh.
Tampak Diao Shi dan Yan Shu kewalahan melawan ketiga orang yang aneh tersebut. Melihat hal itu, Baihu segera muncul untuk membantu kedua teman dari sekte Teratai Suci melawan ketiga orang aneh tersebut.
“Baihu?” teriak Yan Shu yang lebih dulu mengenali orang yang pernah mengalahkan dirinya.
Dengan bantuan dari Baihu, mereka bisa mengimbangi kekuatan lawan dengan bertarung satu lawan satu. Namun jurus yang mereka kerahkan sangat aneh, gerakan mereka tidak terduga, bahkan terlihat sangat sulit untuk dibayangkan.
Baihu beberapa kali terkena pukulan namun tubuhnya yang memiliki jurus pertahanan Tubuh Emas tidak terluka serius karenanya. Setelah beberapa lama, tampak kembali Diao Shi dan Yan Shu kewalahan, kekuatan mereka yang telah berada di alam Dewa sulit melawan musuh yang ternyata berada di alam Langit.
Hanya Baihu yang bisa mengimbangi orang aneh tersebut. Dia melihat kedua temannya dari sekte Teratai Suci tedesak, lalu membantu mereka. “Kalian sebaiknya pergi dari tempat ini. Biarkan aku memperlambat mereka. Pergilah ke kediaman Makam Raja untuk bertemu teman-teman lainnya” bisik Baihu pada Yan Shu.
Baihu lalu mengerahkan jurus ke 6 dari Sembilan Semesta yaitu Raga Spirit Sejati, dia dengan mudah mengimbangi ketiga orang aneh itu dan memberi waktu pada Diao Shi dan Yan Shu untuk pergi dari tempat itu.
Ketiga orang aneh itu melompat mundur ketika melihat Baihu mengeluarkan jurus ke 6 tersebut, “Siapa kamu bocah?” tanya salah satu dari mereka.
“Mengapa kamu bisa menggunakan jurus Sembilan Semesta?” tanya mereka merasa heran
Baihu tidak mengerti dengan apa maksud dari ketiga orang tersebut, “Apakah ada orang lain yang mengetahui tentang jurus Sembilan Semesta ini selain aku? pikir Baihu.
“Katakan siapa dirimu? Bagaimana kamu bisa mengetahui jurus Sembilan Semesta?” tanya salah satu orang itu lagi dengan mata melotot.
“Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Majulah jika ingin mencobanya” sahut Baihu
Ketiga orang aneh itu saling menoleh, mereka tidak tahu apakah harus melanjutkan menyerang Baihu atau tidak. Tiba-tiba datang seorang lelaki tua melayang turun di depan ketiga orang itu.
“Guru!” sahut ketiga orang aneh itu serempak saat melihat lelaki tua itu datang di depan mereka.
__ADS_1
Lelaki tua itu melihat ke arah Baihu dengan tatapan tajam, dia kemudian menyerang Baihu tanpa bertanya terlebih dahulu. Ketiga murid aneh itu terkejut melihat gurunya datang dan langsung menyerang ke arah Baihu.
Baihu yang melihat serangan ganas itu segera menangkisnya dengan jurus pertahanan Tubuh Emas, lalu balik menyerang dengan Tendangan Api.
Lelaki tua itu menyipitkan matanya dan mengeluarkan jurus yang sama untuk melawan jurus Baihu. Kali ini mata Baihu yang berkedut melihat lelaki tua itu juga bisa mengeluarkan jurus Sembilan Semesta.
Lelaki itu lalu mengeluarkan jurus ke 9 Sembilan Semesta, Kuasa Sejati. Wajah Baihu menjadi gelap melihat jurus puncak Sembilan Semesta langsung dikerahkan oleh lelaki tua tersebut. Dia pun tidak mau mati konyol, segera menyambut serangan itu dengan mengerahkan jurus yang sama Sembilan Semesta tahap puncak, Kuasa Sejati.
BUMM!
Kekuatan jurus Kuasa Sejati yang sama beradu dengan keras dan mementalkan Baihu tiga langkah ke belakang dan tampak tangannya sedikit kebas namun dia tidak terlihat terluka sama sekali. Sementara lelaki tua itu masih tetap berdiri di tempatnya semula.
“Hahaha... ini sebuah kebetulan tak terduga” lelaki tua itu tertawa.
“Siapa kamu bocah, apakah kamu berhasil mendapatkan ilmu itu di dalam Gua Kebijaksanaan?” tanya lelaki tua tersebut.
Wajah Baihu tertegun mendengar kata-kata dari lelaki tua itu, “Namaku Baihu. Aku memang menemukan ilmu ini di dalam Gua Kebijaksanaan” sahut Baihu.
“Hahaha... Kamu sungguh beruntung nak. Sebelum guruku meninggal, dia mengatakan bahwa dia mendapatkan ilmu itu dari dalam Gua Kebijaksanaan juga seperti dirimu” kata lelaki tua itu kembali.
Akhirnya Baihu mengerti bagaimana lelaki tua itu bisa mendapatkan ilmu Sembilan Semesta itu.
“Nak, kamu dari sekte mana?” tanya lelaki tua itu yang kini sudah tidak bermaksud untuk bertarung lagi.
“Tetua, aku berasal dari sekte Matahari Bulan” sahut Baihu memberi hormat padanya.
Ketiga murid aneh dari lelaki tua itu saling menoleh melihat guru mereka ternyata tidak bermaksud menyerang bocah itu. Mereka pun merasa lega, karena guru mereka segera datang.
“Apa sebenarnya yang terjadi?” tanya lelaki tua itu pada ketiga murid anehnya itu.
“Guru, saat kami sedang mencari adik seperguruan, kami bertemu dengan dua orang di dalam gua penjara sekte Makam Raja itu” sahut salah satu dari mereka
__ADS_1
Mereka lalu menceritakan kesalahpahaman diantara mereka dan saling menyerang, lalu Baihu muncul dan membantu mereka.
“Baik. Aku mengerti. Ini cuma kesalahpahaman” kata lelaki tua itu kembali.
“Nak, apa rencanamu di tempat ini?” tanya lelaki tua itu pada Baihu.
Baihu menceritakan bahwa tujuannya adalah untuk mencari keberadaan ketua sekte Matahari Bulan yang menghilang sejak setahun yang lalu bersama ketua sekte lainnya.
Lelaki tua itu merenung mendengar cerita Baihu, “Hmm... aku memang pernah mendengar berita ini beberapa bulan yang lalu. Aku tidak tahu apakah itu berhubungan dengan salah satu muridku yang juga menghilang” sahut lelaki tua itu.
“Guru, itulah mengapa kami datang ke gua penjara ini. Namun aku tidak menemukan jejak adik seperguruan di dalam gua tersebut” sahut salah satu murid aneh itu
“Baiklah nak, aku Hong Jun, datanglah ke tempatku di Gunung Labu suatu saat. Aku ingin bercerita banyak denganmu sambil minum arak bersama” teriak lelaki tua itu sambil pergi meninggalkan tempat itu.
Ketiga muridnya yang aneh juga berpamitan dengan Baihu dan pergi mengikuti gurunya itu.
Baihu memandang kepergian mereka berempat, dia merasa bertemu dengan teman baru yang juga memiliki jurus yang sama dengan dirinya.
“Aku pasti akan berkunjung kesana suatu hari nanti” gumam Baihu dalam hatinya
Setelah itu Baihu melihat ke arah gua penjara sekte Makam Raja yang tampak sepi karena para penjaganya telah tewas di beberapa tempat yang dilalui oleh Baihu.
Baihu masih penasaran dengan tempat dia menemukan tiga ketua sekte sebelumnya, dia juga ingin menyelidiki ruangan yang ada disana untuk menemukan petunjuk lainnya.
Ketika dia memeriksa ruang penjara itu, dia mengambil salah satu obor di dinding dengan maksud untuk menerangi lorong di dalam penjara tersebut. Namun tanpa sengaja dia salah mengambil obor itu dan membuat sebuah pintu terbuka di sebelah obor itu.
RRRRRR....
Tampak lorong gelap lain terbuka membuat mata Baihu berkedut, “Gua buatan ini penuh dengan lorong rahasia” gumamnya dalam hati
Dengan membawa obor itu, Baihu berjalan perlahan memasuki lorong gelap tersebut, setelah berjalan tiga langkah, pintu itu segera menutup.
__ADS_1
BLAMM!
Baihu berbalik dan memeriksa pintu tersebut, dia mencari-cari sesuatu di dinding lorong itu untuk bisa membuka kembali pintu tersebut. “Sial, bagaimana aku keluar dari sini?” pikirnya