BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 39 | Tekanan kekuatan kultivasi alam Dewa


__ADS_3

Kali ini mata semua orang tidak lepas dari arah Baihu, dia ingin melihat kejutan apalagi yang akan dilakukan oleh bocah berusia 15 tahun itu.


Baihu yang sudah berada di tengah arena menghadap Gong Jun dan Zhao Yun segera bersiap, “Maafkan aku Zhao Yun.” katanya membuat mata Zhao Yun berkedut mendengarnya


Wajah Zhao Yun tertegun tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh Baihu selanjutnya.


Baihu lalu mengerahkan kekuatannya di alam Dewa tahap awal. Hal ini membuat mata semua orang terbelalak kembali, mulut semua penonton terbuka lebar tidak percaya melihat anak seusia itu kekuatannya bisa menyamai para tetua sekte.


“Bocah sialan. Jadi ini maksudnya..Ugh..” Zhao Yun merasakan tekanan yang sangat kuat pada tubuhnya


Kini Zhao Yun mengerti sedikit maksud dari kata-kata Baihu. Dia segera mengerahkan kekuatan maksimal miliknya, meskipun dia tahu itu tidak berguna.


Gong Jun terkejut merasa tidak percaya bocah di depannya ini menyamai kekuatannya. Dia pun segera mengerahkan kekuatan alam Dewa tahap awal untuk menahan tekanan dari Baihu padanya.


“Bocah ini juga telah menerobos alam Dewa?” Gong Jun tercengang melihatnya


Baihu tersenyum melihat Gong Jun sudah mengerahkan kekuatan kultivasinya. Namun hal yang tidak diduga oleh orang-orang disana, Baihu menaikkan tingkat kultivasinya menjadi tahap menengah alam Dewa.


Kali ini Zhao Yun merasakan tekanan lebih berat pada dirinya, dia hampir kehilangan kesadarannya oleh tekanan kekuatan tersebut. Sementara Gong Jun terkejut oleh kekuatan Baihu. Dia pun mulai berkeringat dingin merasakan tekanan kekuatan Baihu yang membuatnya tidak bergerak.


“Ughh... kekuatannya diluar nalar. Aku tidak bisa bergerak” Gong Jun tertegun karenanya.


Melihat lawannya hanya terdiam, Baihu kembali meningkatkan kekuatannya menjadi tahap puncak alam Dewa.


Kali ini Raja Buas tidak bisa tinggal diam lagi, dia segera menyelamatkan muridnya yang sudah tampak tidak sadarkan diri karena tekanan kekuatan Baihu. Wajahnya menjadi jelek saat menyelamatkan muridnya itu.

__ADS_1


“Nak, kamu menang saat ini. Tunggu kami tiga tahun lagi” kata Raja Buas Shi Long yang tidak terpengaruh oleh tekanan dari Baihu dan menyelamatkan muridnya Zhao Yun yang telah pingsan.


Baihu telah mengatur tekanan kekuatannya hanya seluas arena pertandingan, jadi para murid dari sekte lainnya yang menonton juga telah mundur menjauh dan tidak membuat mereka terluka.


“Baik, aku akan mengeluarkan jurus ke 8 Matahari dan Bulan sekarang” kata Baihu yang segera bersiap.


“Hentikan!” teriak ketua sekte Pedang Langit Xu Xuan setelah melihat kekuatan dahsyat Baihu sebelum mengeluarkan jurusnya.


Gong Jun tampak sudah berlutut tidak bisa berdiri oleh tekanan kekuatan Baihu tersebut, tubuhnya telah bergetar hebat. Apalagi jika diserang dengan jurus oleh Baihu. Itu akan membuatnya terluka parah. Namun melihat Gong Jun tidak menyerah, membuat ketua sekte Pedang Langit mengambil tindakan untuk menyelamatkan muridnya, Gong Jun.


Baihu segera menghentikan seluruh kekuatannya setelah melihat ketua sekte Pedang Langit muncul menghadang dirinya dan membuyarkan kekuatannya pada Gong Jun.


“Ketua sekte Shang Chi, kami mengaku kalah oleh kekuatan muridmu Baihu” kata ketua sekte Pedang Langit Xu Xuan pada ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi sambil memberi hormat padanya


“Hahaha... baiklah, aku senang. Guru Wu Shan telah mendidik murid berbakat sekte Matahari Bulan. Ini semua berkat dirinya” sahut ketua sekte Matahari Bulan sejujurnya tanpa mencari pujian untuk dirinya sendiri.


Setelah pertandingan bela diri ini, semua sekte mengakui kembali kekuatan jurus 9 Matahari dan Bulan dari sekte Matahari Bulan. Hanya menggunakan jurus ke 8 saja Baihu bisa memperlihatkan kedahsyatannya, bagaimana dengan jurus ke 9. Semua penasaran dengan hal itu.


“Baiklah, pemenang dari pertandingan bela diri antar sekte tahun ini adalah Baihu dari sekte Matahari Bulan” teriak panitia.


Li Yan tersenyum merasa lega, dirinya cukup puas karena dikalahkan oleh pemenang dari pertandingan bela diri ini. Hal ini membuatnya tidak terlalu malu karena semua orang juga dikalahkan olehnya.


Wajah Yang Zi menjadi merah melihat Baihu memenangkan pertandingan ini. Dia sangat mengagumi kekuatannya yang bisa melebihi kekuatan Gong Jun.


Wang Mei juga tersenyum puas melihat kemenangan Baihu. Demikian juga ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi dan para tetua sekte lainnya.

__ADS_1


Para ketua sekte lainnya juga memuji bakat dari Baihu dalam pertandingan ini. Namun wakil ketua sekte Shu Wei yang tidak berdaya dan merasa iri dengan kemenangan Baihu, demikian juga Raja Buas Shi Long yang menjadi kesal karenanya.


“Baiklah, kita akan memberikan hadiah pada Baihu atas kemenangannya ini” teriak ketua sekte Teratai Suci selanjutnya


Baihu merasa tidak sabar menunggu hadiah kemenangan yaitu untuk masuk ke dalam Gua Kebijaksanaan itu. Dia benar-benar ingin mendapatkan kekuatan lebih besar dan ilmu lebih banyak lagi dari dalam gua tersebut.


Para ketua sekte pun berkumpul bersama, mereka membicarakan hasil pertandingan ini dan akan memutuskan apakah sah untuk kemenangan Baihu tersebut. Sebenarnya murid yang sudah memiliki kekuatan kultivasi alam Dewa biasanya telah diangkat menjadi tetua sekte.


Gong Jun yang berusia 18 tahun seharusnya sudah menjadi tetua sekte Pedang Langit. Namun dia menyembunyikan kekuatannya untuk memenangkan pertandingan ini kembali.


Berbeda dengan Baihu yang baru berusia 15 tahun, dari segi usia dia belum bisa menjadi tetua sekte karena masih jauh terlalu muda meskipun kekuatannya telah berada di alam Dewa.


“Baiklah, kami memutuskan Baihu sah memenangkan pertandingan bela diri antar sekte tahun ini. Namun tiga tahun lagi saat usianya sudah 18 tahun, dia tidak bisa mengikuti pertandingan ini kembali” kata ketua sekte Teratai Suci sesuai keputusan para ketua sekte semuanya.


Mendengar keputusan para ketua sekte membuat beberapa lawan Baihu menjadi kecewa, mereka berharap bisa mengejar ketertinggalan dari Baihu dan melawannya kembali suatu saat nanti.


“Kapan aku bisa menerima hadiahnya? Aku sudah tidak sabar lagi” gumam Baihu dalam hatinya yang tidak peduli dengan hal-hal pertandingan tersebut.


“Baiklah, kita akan membuka pintu Gua Kebijaksanaan sebagai hadiah untuk Baihu dan dia bisa memasuki gua tersebut untuk mendapatkan pelajaran sesuai keberuntungannya” kata ketua sekte Pedang Langit selanjutnya.


Ketiga ketua sekte Teratai Suci, sekte Pedang Langit dan sekte Matahari Bulan yang memegang kunci segera bersiap untuk membuka pintu Gua Kebijaksanaan. Dan Baihu telah berdiri dibawah pintu Gua Kebijaksanaan yang terletak diatasnya bersiap untuk melompat masuk kedalamnya.


Setelah pintu Gua Kebijaksanaan terbuka, tiba-tiba terdengar ledakan


BUMMM!

__ADS_1


Asap mengepul dari segala arah menyelimuti seluruh tempat itu dan menutupi pandangan semua orang ditempat itu. Baihu segera melompat ke dalam Gua Kebijaksanaan sehingga terhindar dari asap tersebut.


__ADS_2