
Kedua belah pihak kembali bertukar serangan, Baihu dan Xu Rou tampak seimbang dalam pertarungan itu. Meskipun kekuatan Baihu kalah dari Xu Rou, namun kekuatan jurus Baihu jauh lebih kuat dan ganas dari jurus Xu Rou. Sehingga pertarungan terlihat seimbang.
Xu Rou mengernyitkan dahi dan menggertakkan giginya karena dalam seratus jurus tidak mampu menjatuhkan Baihu. Dia tidak menyangka di wilayah dataran tengah ini akan ada seorang bocah yang bisa mengimbangi dirinya.
Bugh!... Bugh!
Pukulan Xu Rou berhasil mengenai perut Baihu namun Baihu juga berhasil menyarangkan pukulannya ke dada Xu Rou. “Ukh!”
Mereka berdua terdorong mundur lalu memuntahkan darah hampir bersamaan. Xu Rou tampak semakin kesal. Dia belum pernah dalam beberapa tahun terakhir merasakan kekalahan bahkan belum pernah terluka dan menyemburkan darah.
Xu Rou kembali mengatur nafasnya untuk menyerang kembali. Baihu juga terlihat meneteskan darah di sudut bibirnya, namun dia tetap tersenyum menikmati pertarungan itu.
Melihat Baihu yang tersenyum, Xu Rou merasa kesal. Dia melompat ke arah Baihu, telapak tangan dan tinjunya bergantian menyerang ke arah kepala, dada dan perut Baihu. Namun Baihu dengan tenang menghindari serangan itu. “Serangannya semakin lama semakin mengganas. Aku harus cepat mengalahkannya dan pergi dari sini,” gumam Baihu.
Ketika pertarungan semakin memanas tiba-tiba sebuah bayangan melompat ke arah pertarungan mereka berdua. Baihu berkelit ketika merasakan sebuah angin serangan dari punggungnya.
Bummm...
Ledakan terjadi saat bayangan itu menghantam tanah kosong tempat Baihu berpijak sebelumnya. Mata Baihu berkedut melihat hal itu, dia bersiap memasang kuda-kudanya kembali dan mengatur nafasnya.
“Kakak!” seru Xu Rou ketika melihat saudaranya Xu Gang datang membantunya. Wajahnya merasa senang dengan kehadiran kakaknya yang membantu pertempuran melawan Baihu.
“Siapa yang telah berbuat onar di depan hidungku ini?” teriak Xu Gang dengan menoleh ke arah Baihu. Tatapan matanya tajam namun Baihu tidak mempedulikannya.
__ADS_1
Melihat wajah Baihu yang acuh tak acuh, membuat Xu Gang semakin panas. Dia pun menyerang ke arah Baihu dengan ganasnya.
“Hati-hati kakak!” teriak Xu Rou memberi peringatan pada kakaknya. Lelaki bertubuh pendek gempal itu bergerak secepat kilat ke arah Baihu. Dia mengerahkan jurus yang mematikan untuk segera menyelesaikan pertarungan itu.
Baihu pun tidak mau kalah begitu saja, Dia juga mengerahkan jurus Sembilan Semesta tahap puncak Kuasa Sejati karena tidak ingin berlama-lama bertempur melawan mereka berdua.
Baihu menangkis serangan Xu Gang kemudian berkelit saat pukulan Xu Gang mengarah pada tubuhnya, Xu Gang pun tampak terkejut melihat kecepatan Baihu yang tak kalah darinya. Dia menjadi bertambah kesal karenanya. “Adik, ayo kita tangkap orang ini!” teriak Xu Gang mengajak adiknya untuk menyerang Baihu bersama-sama.
Baihu menyadari kekuatannya berada di bawah kedua Xu bersaudara itu. Namun kekuatan jurus Kuasa Sejati sangat istimewa. Dengan kekuatan jurusnya Baihu dapat menangkis setiap serangan mereka berdua.
“Aku tidak bisa melayani mereka berdua sekaligus saat ini, aku harus mundur sementara ini.” batin Baihu. Kemudian Baihu menoleh ke sekelilingnya untuk mencari celah mundur, namun matanya tertegun ketika melihat tubuh Yan Shu yang tergeletak tidak sadarkan diri di atas kereta kuda.
“Sialan, mereka rupanya telah menangkap Yan Shu,” geram Baihu.
Ketika Baihu memikirkan cara untuk pergi, dia tidak menduga kedua Xu bersaudara telah mengerahkan jurus mereka ke arah Baihu. Baihu lalu berbalik kemudian menahan serangan kedua Xu bersaudara itu kemudian dia menggunakan kesempatan itu untuk memantulkan diri mundur ke arah Yan Shu.
Baihu menyerang dan memukul pada prajurit yang baru saja kembali bersama Xu Gang. Prajurit yang menjaga Yan Shu itu bukanlah lawan Baihu, sehingga Baihu dengan mudah melepaskan ikatan Yan Shu. Baihu segera memberikan pil pemulihan padanya untuk menyadarkannya.
Setelah siuman, Yan Shu terkejut mendapati dirinya berada di atas kereta kuda itu. “Yan Shu, cepat pulihkan kondisimu,” bisik Baihu pelan. Dalam keadaan terkejut, Yan Shu langsung mengerahkan kekuatannya yang tersisa untuk memurnikan pil yang diberikan oleh Baihu untuk memulihkan dirinya.
Xu Gang yang melihat hal itu menjadi marah, dia segera mengejar Baihu dengan serangan yang ganas. Baihu terpaksa menghadang serangan Xu Gang untuk melindungi Yan Shu yang sedang memulihkan tenaganya.
Bumm!..
__ADS_1
Kedua kekuatan dan jurus beradu, tubuh Baihu terpental menabrak kereta kuda dengan menyemburkan darah dari mulutnya. Sementara Xu Gang pun terpental menabrak pohon di belakangnya dan darah menetes dari mulutnya. Mereka berdua sama-sama memegang kedua dada mereka yang terasa sakit. “Baihu!” seru Yan Shu yang terkejut melihat Baihu terpukul olehnya.
“Yan Shu, segera pulihkan kondisimu. Kita pergi dari sini.” bisik Baihu padanya.
Yan Shu mengerti bahwa Baihu tidak bisa menghadapki kedua Xu bersaudara itu sekaligus saat ini. Jadi dia melanjutkan pemulihan tubuhnya untuk bisa pergi bersama Baihu.
Xu Rou yang melihat kondisi Baihu terluka segera mengerahkan kekuatan dan jurusnya menyerang ke arah Baihu.
Melihat serangan Xu Rou, Baihu yang telah meminum pill pemulihan segera mengerahkan energinya untuk mengeluarkan jurus ke sembilan Matahari dan Bulan. Lingkaran Yin dan Yang tampak terbentuk di depan tubuh Baihu dan siap untuk ditembakkan ke arah Xu Rou.
“Adik, awas!” teriak Xu Gang pada adiknya Xu Rou. Namun teriakan itu terlambat, tubuh Xu Rou telah terkunci oleh serangan Baihu. Xu Rou yang mengerahkan kekuatan maksimal dan jurus Tinju Surga dan Nerakanya segera berbenturan dengan kekuatan jurus Matahari dan Bulan Bersatu.
Bumm!...
Ledakan dahsyat kini terjadi, Tubuh Xu Rou yang terlindungi oleh kultivasi alam Abadi tahap awal terpental oleh ledakan itu. Dadanya terasa sakit dan sulit bernafas. Namun kekuatan alam Abadi lah yang telah melindungi nyawanya dari jurus Matahari dan Bulan Bersatu. Meski demikian, tubuhnya juga terluka cukup parah oleh serangan itu.
Baihu juga mengalami hal yang sama, tanpa jurus Kuasa Sejati yang melindungi pertahanan tubuhnya, tubuh Baihu mungkin sudah hancur oleh ledakan itu.
Kedua belah pihak mengalami kerugian yang sama. Hal itu bertepatan dengan pulihnya kekuatan Yan Shu yang segera menyambar tubuh Baihu lalu memapahnya pergi dari tempat itu.
Xu Gang menggertakkan giginya hendak mengejar namun dia ingin memeriksa keadaan adiknya terlebih dahulu. Yan Shu bersama Baihu akhirnya bisa pergi meninggalkan hutan itu dan kembali ke kota Langsang.
Di kota Langsang, Yan Shu bergabung bersama Yang Zi dan Diao Shi memeriksa keadaan Baihu yang terluka. “Aku tidak apa-apa. Biarkan aku memulihkan diri sebentar,” sahut Baihu sambil duduk bersila dan meminum pil obat pemulihan tubuh.
__ADS_1