
Laporan para pengintai bawahan Li Yan membuat Baihu berdiskusi dengan teman-temannya kembali. Meskipun Baihu ingin segera pergi ke kerajaan Pesisir Laut Selatan, namun dirinya sekarang tidak bisa lagi bebas seperti sebelumnya. Waktu penobatannya tinggal dua hari lagi, dan setelah itu dia harus berkonsentrasi pada tugasnya sebagai seorang Raja bagi rakyat kerajaan Gurun Barat.
Baihu melihat ke arah Zhou An yang wajahnya tampak selalu murung memikirkan kedua orang tuanya. Hati Baihu merasa ikut sedih melihat hal itu. Dia tidak bisa membiarkan kedua orang tua Zhou An berada dalam tawanan bangsa Lato terlalu lama. Hal itu akan membuat hati Zhou An dan dirinya tidak tenang.
“Nona Zhou, beristirahatlah. Aku mengerti perasaanmu, aku mendapat kabar kedua orang tuamu masih dalam tahanan bangsa Lato. Aku berjanji kita akan segera membebaskannya,” janji Baihu untuk menenangkan pikiran Zhou An.
Zhou An mengangkat wajahnya menatap mata Baihu dengan wajah murung, dia percaya Baihu akan membantunya. Namun hati nya terasa tidak tenang dan ingin segera pergi untuk melihat kedua orang tuanya.
Wang Mei pun datang mendekati Zhou An dan memeluknya, “Zhou An, mari aku antar ke kamarmu untuk beristirahat. Kamu harus menjaga kesehatan dirimu demi kedua orang tuamu.” bujuk Wang Mei.
Kehangatan keluarga dirasakan oleh Zhou An saat bersama teman-temannya, dia pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya bersama Wang Mei.
Setelah mengantar Zhou An, Wang Mei pun kembali bertemu dengan Baihu dan teman-temannya. Teman-teman yang telah menjadi jendral pasukan semua bersiaga di garis perbatasan dengan kerajaan Pesisir Laut Selatan.
Di dalam ibukota kerjaan Gurun Barat hanya tinggal Wang Mei, Yang Zi dan Li Yan. Baihu berdiskusi dengan mereka tentang rencana pembebasan kerajaan Pesisir Laut Selatan dari bangsa Lato.
Li Yan menjadi seorang jendral yang memimpin pasukan pengintai dari kerajaan Gurun Barat yang berpusat dan sekaligus menjaga kota Mengsu. Jendral Yang Zi merupakan menteri urusan luar atau external sedangkan jendral Wang Mei adalah menteri urusan dalam atau internal.
“Kakak Yang, aku ingin segera pergi ke kerajaan Pesisir Laut Selatan setelah melaksanakan upacara penobatan. Aku harap kakak bisa membantuku kembali untuk mengerjakan pekerjaan di ibukota kerajaan.” kata Baihu
Wajah Yang Zi tertegun mendengar perkataan Baihu, dia juga ingin turut pergi ke kerajaan Pesisir Laut Selatan. Namun lagi-lagi Baihu menyerahkan pekerjaan pemerintahan pada dirinya.
“Yang Mulia, selama kepergianmu ke wilayah luar bagian barat. Perdana menteri Ling telah mengerjakan tugas pemerintahan dengan baik. Aku rasa dia bisa melaksanakan tugas-tugasmu di ibukota kerajaan.” sahut Yang Zi kemudian.
__ADS_1
Baihu mengkerutkan keningnya memikirkan perdana menteri Ling yang selama ini memang bertugas dengan baik mengatur roda pemerintahan. Sedangkan Yang Zi dan Wang Mei hanya mengawasinya saja.
Kini, saat Baihu ingin berangkat ke wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan, baik Yang Zi maupun Wang Mei dan Li Yan berharap bisa turut serta untuk membantu Baihu.
“Baiklah jika demikian, setelah penobatan kita pergi bersama-sama menuju kerajaan Pesisir Laut Selatan,” lanjut Baihu kemudian.
Ketiga wanita cantik itu merasa senang dengan kata-kata Baihu yang akhirnya mau mengajak mereka untuk turut serta dalam penyusupan ke wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan.
“Aku akan menyerahkan tampuk panglima pasukan militer kepada jendral Yan Shu yang menjaga kota Langsang.” kata Baihu sambil memerintahkan seorang pengawal untuk memanggil jendral Yan Shu yang sedang berada di ibukota kerajaan untuk menghadiri upacara penobatan Raja.
Jendral Yan Shu yang menerima panggilan Baihu segera datang menghadap dengan memberi hormat pada Baihu. “Ada apa Yang Mulia memanggilku?”
“Jendral Yan Shu, setelah upacara penobatan selesai. Aku akan pergi menyusup ke kerajaan Pesisir Laut Selatan. Aku harap kamu bisa menjaga kerajaan ini selama aku pergi,” pinta Baihu pada jendral Yan Shu.
“Baik Yang Mulia. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi kerajaan.” sahut jendral Yan Shu.
Hari penobatan raja kerajaan Gurun Barat telah tiba dan para undangan dari berbagai sekte besar telah hadir, demikian juga para pejabat menteri serta kepala kota yang ada di wilayah kerajaan Gurun Barat.
“Hahaha... aku tidak mungkin melewatkan acara ini.” Tiba-tiba terdengar suara yang dikenal oleh Baihu datang memasuki ruang aula kerajaan Gurun Barat.
Tampak tetua Zhu Shimin Si Angin Timur Gila datang bersama Mu Lin sambil membawa sesuatu untuk Baihu.
“Tetua!” teriak Baihu secara spontan saat melihat Zhu Shimin yang muncul dalam keadaan sehat. Dia merasa senang bisa bertemu dengannya kembali. Mereka pun bersalaman dan saling tertawa bersama.
__ADS_1
“Hei tetua Zhu, bukan cuma kamu yang datang. Aku juga datang sekaligus ingin menjajal dirimu lagi.”
Semua orang kembali dikejutkan oleh kedatangan Dang Gui yang dijuluki Raja Bintang Utara bersama dua orang muridnya yang sengaja datang dari wilayah pegunungan utara untuk memberikan selamat kepada Baihu atas penobatan tersebut.
“Nak, aku menunggumu datang tapi aku dengar kamu malah pergi ke daerah barat,” kata Dang Gui pada Baihu saat bertemu dengannya.
Baihu memberikan hormatnya pada tetua Dang Gui,”Maaf tetua, aku ada keperluan pergi ke daerah barat. Suatu saat aku pasti akan pergi mengunjungimu,” sahut Baihu dengan penuh hormat pada tetua Dang Gui.
“Hahaha... kapan kamu akan juga mengunjungiku dan minum bersama?”
Lagi-lagi sebuah suara tawa muncul di ruang aula kerajaan tersebut. Kini tampak Hong Jun Pertapa Selatan yang muncul dari Gunung Labu bersama tiga orang murid anehnya.
Ketiga tetua itu mengenal Baihu dan semua menyukainya. Mereka sengaja datang khusus untuk memberikan selamat kepada Baihu atas penobatannya tersebut.
Kedatangan ketiga tetua bela diri dunia persilatan itu memberikan kesan pada semua orang bahwa mereka bertiga menghormati dan menghargai Baihu, sehingga mereka menyempatkan diri untuk datang dari jauh menghadiri upacara penobatannya.
Baihu mempersilahkan ketiga tetua untuk duduk di tempat khusus bagi mereka yang telah disediakan sebelumnya dan duduk bersama dengan para ketua sekte besar yang ada termasuk ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi.
Setelah itu upacara penobatan berjalan dengan lancar dan semua orang merasa lega sambil berlutut memberi hormat pada Baihu. “Yang Mulia Raja Kerajaan Gurun Barat!” teriak semua orang hampir bersamaan.
“Bangunlah semuanya!” sahut Baihu yang berdiri menghormati semua orang.
Di usianya yang tepat 19 tahun Baihu telah menjadi seorang Raja dari Kerajaan Gurun Barat yang telah ditaklukkannya karena selalu sewenang-wenang terhadap rakyat dan juga sekte besar dunia persilatan.
__ADS_1
Baihu juga telah membalaskan dendam kedua orang tuanya yang telah terbunuh oleh Raja kerajaan Gurun Barat sebelumnya.
Suasana perjamuan setelah penobatan pun berjalan lancar dan penuh kegembiraan hingga satu persatu para undangan dari pejabat dan berbagai kota berpamitan. Kini hanya tinggal para sekte besar dunia persilatan yang masih tinggal bersama ketiga tetua bela diri dunia persilatan.