
Baihu sedang mengadakan rapat dengan teman-temannya di kota Emas. “Bagaimana sekte Wudang dan Pedang Langit? Apakah mereka sudah bergerak dari Beidu?” tanya Baihu pada tim pengintai
“Sudah tuan. Sekte Wudang dan Pedang Langit siap untuk menyerang prajurit musuh dari belakang. Sekte Matahari Bulan dan Teratai Suci telah siap menyerang dari kota Mengsu,” sahut para tim pengintai.
“Saat ini di kota Emas sudah berkumpul para pendekar dari sekte Huasan, Bulan Es, Ming dan Kunlun. Kita juga sudah merekrut pasukan di kota Emas dan siap untuk menghajar mereka esok hari.” kata Baihu dengan bersemangat. “Bersiaplah untuk mengalahkan pasukan jendral Zhu Cen pada peperangan esok hari.”
Keesokan harinya, tanah dan dedaunan masih basah oleh embun pagi. Sinar matahari pagi baru saja terbit di ufuk timur menguapkan embun sedikit demi sedikit. Pasukan Baihu dan para pendekar sekte telah bersiap di luar gerbang kota Emas untuk menyerang pasukan jendral Zhu Cen.
Semangat tempur tinggi terpancar di wajah mereka karena berita kemenangan pada kota Mengsu dan Beidu membuat kepercayaan diri mereka meningkat pada kepemimpinan Baihu dalam peperangan ini.
Baihu tampak berada di depan dengan menunggangi harimaunya Sunu, sementara teman-teman sekte lainnya berada disampingnya dengan menunggangi kuda mereka.
Pasukan Jendral Zhu Cen juga telah bersiap di seberang mereka, tampak pasukan panah mereka telah berada di garis depan bersiap untuk mengeluarkan panahnya. Baihu mengernyitkan mata melihat hal itu, “Nona Li, perintahkan pasukan panah bersiap di atas benteng kota” perintah Baihu pada Li Yan
Li Yan segera memberikan aba-aba pada pasukan panah kota Emas. Kemudian mereka berada di atas benteng mengarahkan panah pada pasukan jendral Zhu Cen. Tentu saja jarak tembak pasukan panah Baihu lebih jauh karena berada dari ketinggian mengarah pada mereka.
“Siapkan panah api,” Baihu memberikan perintahnya. “Tembak!”
Ribuan anak panah meluncur dari ketinggian disertai oleh api yang menyala membuat pasukan Jendral Zhu Cen menjadi panik, pasukan jendral Zhu Cen segera menggunakan perisai untuk menangkis panah, namun mereka tidak bisa menghindar dari api yang mulai membakar perisai itu.
“Lepaskan panah minyak!” Baihu kembali memberikan perintahnya. Ribuan anak panah yang telah diolesi minyak dengan kantong kecil berisi minyak tergantung di anak panah itu meluncur ke arah pasukan jendral Zhu Cen membuat api semakin membesar membakar pasukan jendral Zhu Cen.
“Pasukan berkuda, Maju! Pasukan tombak dan pedang menyusul di belakang pasukan kuda” perintah Baihu selanjutnya sambil memimpin penyerangan dengan menunggangi Sunu menyerang ke arah pasukan lawan yang panik karena kobaran api.
Ratusan pasukan berkuda para pendekar dari sekte segera menyerbu ke arah pasukan jendral Zhu Cen.
__ADS_1
Jendral Zhu Cen melihat pasukannya yang barisan depannya kocar-kacir menggertakkan giginya melihat hal itu. “Pasukan tombak, hadang pasukan berkuda musuh!” Teriaknya memberikan aba-aba
Segera pasukan tombak panjang maju ke depan melewati kobaran api yang menutupi pandangan mereka.
Melihat pasukan tombak berusaha melewati kobaran api, Baihu tidak tinggal diam. Dia mengerahkan jurus Angin Badai Mengguncang Langit memperbesar kobaran api dan menahan pasukan tombak itu untuk maju. Hal ini membuat beberapa pasukan tombak itu terkena kobaran api dan mulai membakar tubuh mereka.
Kepanikan terjadi diantara pasukan tombak yang terbakar oleh api dan membuat barisan mereka menjadi hancur. Disisi lain Li Yan telah mengeluarkan jurus Bulan Beku bersama para murid sekte Bulan Es lainnya untuk menahan gerakan pasukan tombak maju dengan membekukan gerakan mereka.
Pasukan berkuda kota Emas lainnya dengan mudah menebas dan menghancurkan musuh yang panik dan membeku itu. Baihu mengamuk bersama harimau Sunu menghancurkan barisan pasukan tombak lawan yang tersisa.
Mata jendral Zhu Cen menjadi merah, pasukan panahnya tidak berkutik melawan serangan cepat jarak dekat pasukan berkuda disamping mereka menghindari kobaran api.
Pasukan tombak dan pedang lainnya dari kota Emas telah juga menyusul pasukan berkuda yang memimpin di depan. Pasukan berkuda langsung menuju garis belakang pasukan jendral Zhu Cen. Tampak Baihu langsung mengincar jendral Zhu Cen. Dia melompat ke udara dan mengeluarkan jurus ke 9 Matahari dan Bulan Bersatu di udara.
Seluruh mata berkedut melihat lingkaran Yin dan Yang di udara, beberapa pasukan panah berusaha menembakkan panahnya ke arah Baihu yang melayang di udara. Namun panah itu hancur sebelum mengenai tubuh Baihu.
BUMM...
Ledakan kekuatan dari jurus Matahari dan Bulan Bersatu menghancurkan barisan belakang jendral Zhu Cen. Tubuh puluhan pasukan hancur berantakan oleh jurus mengerikan itu termasuk komandan yang tadi memberi perintah.
Jendral Zhu Cen masih sempat melarikan diri dilindungi oleh pasukannya yang mati mengenaskan di depannya. Nyali pasukan jendral Zhu Cen menjadi ciut melihat kekuatan jurus Baihu yang mengerikan itu.
“I-Ini bukan lawan pasukan biasa seperti kami,” gumam pasukan yang menggigil ketakutan
Melihat pasukannya menjadi ragu dan ketakutan, wajah jendral Zhu Cen menjadi gelap. “Apa yang kalian prajurit takutkan? Dia hanya manusia. Dia pasti memiliki kelemahan juga,” Teriak jendral Zhu Cen memberikan semangat namun dia sendiri melarikan diri mundur.
__ADS_1
Tentu saja prajuritnya menjadi ragu melihat jendral mereka sendiri hanya berlari sembunyi dan membiarkan mereka menjadi perisai baginya.
“Menyerahlah. Aku hanya mengincar kepala Jendral kalian,” Teriak Baihu membuat prajurit pasukan jendral Zhu Cen tersadar.
“Benar, jendral lawan lebih kuat dan berani. Jendral kita pengecut dan bersembunyi, untuk apa membelanya. Aku menyerah” kata salah satu dari pasukan jendral Zhu Cen sambil melemparkan senjata miliknya dan berlutut.
Hampir sebagian pasukan mengikutinya sementara yang lain masih ragu-ragu.
“Aku tidak akan membunuh kalian yang menyerah. Aku hanya mengincar jendral kalian,” Teriak Baihu kembali sambil bergerak cepat ke arah jendral Zhu Cen melewati pasukan musuh yang telah menyerah.
Melihat Baihu tidak mempedulikan pasukan yang menyerah, semua prajurit kini satu persatu melemparkan senjata mereka dan tidak lagi melindungi jendral Zhu Cen dari kejaran Baihu.
Wajah jendral Zhu Cen menjadi hitam melihat tindakan para prajuritnya, dia geram menggertakkan giginya lalu memenggal prajurit yang menyerah di sampingnya dengan kejam. Prajurit lain yang melihat hal itu menyingkir menjauh dari jendral Zhu Cen.
Kini tampak jendral Zhu Cen hanya berdiri sendirian karena prajuritnya sendiri menjauhi dirinya yang mengamuk. Baihu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia langsung menghantam pukulannya ke arah jendral Zhu Cen.
BUMM...
Tubuh jendral Zhu Cen terpental oleh serangan kekuatan Baihu. Beruntung dirinya telah mempersiapkan diri menahan dengan perisai yang diambilnya dari tanah tempatnya berpijak. Perisai itu hancur oleh pukulan kekuatan Baihu, namun tubuh jendral Zhu Cen masih selamat.
“Hehehe... aku tidak selemah yang kamu pikirkan,” kata Jendral Zhu Cen sambil terkekeh.
Dia masih berdiri dengan memegang tombak pusaka miliknya. Tombak itu ujungnya bermata golok yang terbuat dari baja murni yang lebih kuat dari mata golok biasanya. Jendral Zhu Cen segera bersiap dengan kuda-kudanya untuk menyerang Baihu.
Tombak golok milik jendral Zhu Cen berputar terpilin menyerang ke arah Baihu. Baihu menyipitkan matanya melihat jurus jendral Zhu Cen. Segera Baihu mengerahkan jurus Raga Spirit Sejati memperkuat pertahanan tubuhnya untuk menahan serangan tombak tersebut.
__ADS_1
BUMM...
Ledakan terjadi kembali saat kepala tombak itu berbenturan dengan telapak tangan Baihu.