BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 115 | Menuju kota Linshang


__ADS_3

Perguruan Wudang di wilayah kerajaan Salju Utara, ketua sekte Wudang sendiri yang datang menjemput Baihu yang tiba bersama murid-muridnya.


“Yang Mulia!” Ketua sekte Wudang memberi hormatnya kepada Baihu.


“Ah, ketua sekte. Jangan terlalu sungkan. Panggil saja namaku Baihu,” sahut Baihu yang merasa sungkan dengan sebutan Yang Mulia.


“Yang Mulia, kami tidak berani. Kamu adalah pahlawan kami dan juga seorang raja besar. Sudah sepantasnya kami menghormatimu.” kata ketua sekte kembali sambil tersenyum hormat.


Baihu tidak lagi mempermasalahkan soal sebutan itu. Dia lalu berjalan mengikuti ketua sekte yang mengantar dirinya menuju ke ruang pertemuan.


“Yang Mulia, ini beberapa pemimpin kota dan jendral pasukan yang bersembunyi di kediaman sekte Wudang karena kota mereka telah diserang oleh bangsa Buke.” kata ketua sekte.


“Hormat kami Yang Mulia!” sapa para pemimpin kota dan jendral setelah melihat Baihu memasuki ruang pertemuan bersama ketua sekte Wudang.


Baihu lalu memberikan hormat juga kepada mereka kemudian duduk di tempat yang telah disediakan oleh ketua sekte disamping dirinya.


“Teman-teman, hari ini kita kedatangan Raja Kerajaan Gurun Barat yang telah pernah kalian dengar sebelumnya. Beliau datang kemari untuk membantu kita menghadapi serangan bangsa Buke.” kata ketua sekte Wudang.


“Ketua sekte, kerajaan Salju Utara semakin hari semakin dikuasai oleh bangsa Buke. Mereka kini hampir menguasai sebagian besar kerajaan Salju Utara. Mohon maaf sebelumnya Yang Mulia, bukan kami menyangsikan kekuatan Yang Mulia. Namun jika Yang Mulia sendirian datang kemari akan sangat kesulitan untuk melawan musuh yang besar.” kata salah satu pemimpin kota di wilayah utara.


“Omong kosong! Apa kamu ingin kerajaan Gurun Barat mengerahkan pasukannya ke wilayah kerajaan Salju Utara?” ketua sekte menjadi marah mendengar kata pemimpin kota itu.


Perkataan ketua sekte membuat mata pemimpin kota itu berkedut. Demikian juga beberapa orang di pertemuan itu yang menyangsikan kekuatan Baihu yang datang sendirian.

__ADS_1


“Masalah kerajaan Salju Utara harus diselesaikan oleh kerajaan kita sendiri. Yang Mulia Baihu hanya membantu memberikan nasehat dan strateginya. Disamping itu Yang Mulia juga memiliki musuh yang bersembunyi di wilayah kita.” lanjut ketua sekte.


Apa yang dikatakan oleh ketua sekte Wudang adalah benar. Kerajaan Salju Utara terlalu hidup santai selama ini dan melalaikan pertahanan mereka sendiri. Kini jika ingin merebut kembali wilayah kerajaan Salju Utara yang dikuasai oleh bangsa Buke, rakyat kerajaan Salju Utara harus berjuang keras dan bersatu.


Raja Yang Kui memerintah dengan hidup tenang dan santai, dia tidak pernah mengurus kerajaan Salju Utara dengan baik. Sehingga sebagian kota-kota sebenarnya merasa tidak senang karena kurang diperhatikan oleh Raja Yang Kui.


Hal ini juga membuat para pemimpin kota dan jendral memilih lebih baik pergi meninggalkan kota tanpa perlawanan bersama pasukan mereka daripada berperang membela Raja yang tidak memperhatikan rakyatnya.


Perpecahan tengah terjadi di internal kerajaan Salju Utara, sehingga bangsa Buke memanfaatkan hal ini untuk menguasai beberapa kota yang tidak senang dengan Raja Yang Kui.


“Maaf, tujuan utamaku kemari adalah mencari pelarian dari Zhang Mou. Sebenarnya aku tidak mau ikut campur urusan dalam negeri kalian. Namun satu hal yang ingin aku sampaikan. Jika kalian tidak bersatu, maka akan sulit untuk mempertahankan keberadaan Kerajaan Salju Utara kembali.” kata Baihu pada semua pemimpin dan jendral yang hadir di pertemuan itu.


Wajah para pemimpin kota dan jendral menjadi merah karena kata-kata Baihu. Mereka merasa bersalah karena membiarkan pasukan bangsa Buke menguasai kota tanpa memberikan perlawanan.


“Aku harap kalian masih bisa mengumpulkan pasukan yang setia dengan Kerajaan Salju Utara. Ingat, ini demi kerajaan bukan demi Raja kalian.”


Kata-kata Baihu terdengar cukup pedas di telinga para pemimpin dan jendral tersebut. Mereka kemudian saling memandang satu sama lain seakan mengiyakan kata-kata Baihu.


“Terima kasih atas saran Yang Mulia. Jika demikian kami akan pergi mengumpulkan kekuatan terlebih dulu.” sahut salah satu jendral lainnya.


Semua pemimpin kota dan para jendral segera bersiap untuk mengumpulkan pasukan kerajaan Salju Utara yang masih setia pada kerajaan. Setelah semuanya pergi, kini hanya tinggal Baihu yang masih duduk dan berbicara dengan ketua sekte Wudang bersama murid-muridnya.


“Ketua sekte, dimana Zhang Mou berada?” tanya Baihu sambil menyesap teh yang telah disediakan di atas mejanya.

__ADS_1


“Yang Mulia, aku dengar Zhang Mou berada di kota Linshang dan dekat dengan nyonya Yang Nie. Apa yang Yang Mulia rencanakan?” Ketua sekte Wudang bertanya balik pada Baihu.


“Aku ingin menyelesaikan masalah satu persatu. Setelah masalah dengan bangsa Lato selesai di kerajaan Pesisir Laut Selatan. Kini aku akan menyelesaikan masalah Zhang Mou. Untuk kerajaan Salju Utara, sebaiknya para jendral dan pemimpin kota tadi bisa mengatasinya.”


Ketua sekte Wudang menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Baihu. Bagaimanapun urusan internal kerajaan Salju Utara harus diselesaikan oleh mereka sendiri.


Adapun masalah kerajaan Pesisir Laut Selatan, putri Zhou An sendiri yang meminta bantuan pada Baihu serta sekte Kun Lun dan sekte Ming. Lagipula, bangsa Lato bermaksud menyerang kerajaan Gurun Barat, sehingga Baihu berbalik melawan mereka.


Tiba-tiba datang salah satu murid dari sekte Wudang memberikan laporannya. “Ketua sekte, pasukan bangsa Buke telah bergerak mendekati ibukota kerajaan Salju Utara. Mereka telah mengepungnya.”


“Apa?” Ketua sekte tiba-tiba berdiri dengan wajah tegang. Dia tidak menyangka bangsa Buke telah bergerak secepat itu mencapai ibukota kerajaan. Baihu pun terkejut mendengarnya tapi dari kediaman sekte Wudang ke ibukota memakan waktu tiga hari, jadi tidak akan mudah untuk pergi membantu ibukota kerajaan.


“Yang Mulia, bagaimana pendapatmu?”


“Ketua sekte, aku yakin bangsa Buke tidak akan mudah menaklukkan kerajaan Salju Utara. Akan membutuhkan waktu untuk melakukannya. Sebaiknya pemimpin kota dan para jendral dengan cepat mengumpulkan kembali pasukan mereka yang tercerai berai lalu berangkat membantu ke ibukota kerajaan.”


“Aku akan pergi melihat ke kota Linshang mencari Zhang Mou. Jika masalah ini telah selesai aku akan menyusul ke ibukota.”


“Baik. Aku juga akan pergi ke ibukota bersama murid-murid Wudang.” sahut ketua sekte.


Baihu pun pamit pergi diantar oleh seorang murid dari sekte wudang untuk pergi menuju kota Linshang.


Kota Linshang, adalah kota perbatasan di daerah barat kerajaan Salju Utara. Saat ini kota Linshang telah dikuasai oleh bangsa Buke. Banyak pasukan bangsa Buke berkeliaran di kota Linshang sementara penduduk kota tidak berani keluar dari rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


Baihu berdiri di salah satu bangunan tinggi di tengah kota melihat ke arah kediaman jendral Ning yang ditunjukkan oleh murid sekte Wudang padanya.


__ADS_2