
“Duduklah” kata Wang Mei pada Baihu sambil dirinya juga duduk di depan Baihu.
Setelah Baihu duduk, Wang Mei lalu menceritakan tentang pertandingan bela diri yang pernah dia ikuti saat masih berstatus murid sekte Matahari Bulan.
“Saat itu aku menjadi salah satu peserta pertandingan bersama dua tetua lainnya untuk mewakili sekte Matahari Bulan.” kenang Wang Mei
“Pertandingan bela diri antar sekte diikuti oleh 9 sekte besar yang ada di dataran ini termasuk 3 sekte di pegunungan ini. Mereka adalah sekte Ming dan sekte Kun Lun dari wilayah selatan, sekte Huasan dan sekte Makam Raja dari wilayah barat, sekte Wudang dari wilayah utara, sekte Bulan Es dari wilayah timur”
Baihu tampak mendengarkan dengan seksama cerita dari Wang Mei. Melihat Baihu tertarik dengan ceritanya Wang Mei mengambil nafas sebelum melanjutkan kembali.
“Saat itu aku yang turut serta dalam pertandingan kalah di babak empat besar melawan sekte Pedang Langit. Dan aku dikalahkan oleh Zhang Mou kakak dari Zhang Ji, yang akhirnya mereka menjadi pemenang dari pertandingan bela diri karena saat di final melawan sekte Makam Raja, mereka juga dikalahkan oleh Zhang Mou” kenang Wang Mei dengan sedih.
Baihu menyipitkan matanya mendengar perkataan dari Wang Mei. “Jika Zhang Mou belajar di sekte Pedang Langit, mengapa Zhang Ji memilih untuk belajar di sekte Matahari Bulan?” tanyanya.
Wang Mei tersenyum mendengar pertanyaan Baihu,” Iya. Semua karena Zhou An” sahutnya
“Zhou An?” Baihu tidak mengerti
“Bukankah kamu sudah mengetahui bahwa Zhou An adalah tunangan Zhang Ji yang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka” lanjut Wang Mei kembali
“Oh, jadi karena Zhou An belajar disini, maka Zhang Ji mengikutinya belajar disini juga” Baihu baru mengerti hal itu.
Wang Mei melihat ekspresi Baihu yang terlihat lucu mengatakan hal itu, “Apakah kamu menyukai Zhou An?” godanya sambil melihat wajah Baihu. Namun dalam hati Wang Mei entah kenapa dia merasa tidak senang jika Baihu mengiyakannya.
“Kakak Wang, aku baru mengenalnya sebagai teman. Aku rasa Zhou An itu gadis yang baik. Zhang Ji sangat beruntung. Namun aku lihat Zhou An tidak begitu menyukainya” sahut Baihu
“Karena aku rasa Zhou An mungkin menyukai orang lain” kata Wang Mei kembali untuk melihat ekspresi wajah Baihu. “Perasaan wanitaku mengatakan Zhou An mungkin menyukaimu Baihu” batinnya
Namun Baihu terlihat acuh tak acuh mendengar hal itu, wajahnya masih tampak datar. Dia lebih tertarik untuk mendengarkan cerita tentang pertandingan bela diri itu lagi.
__ADS_1
“Itu terserah Zhou An saja. Terus bagaimana tentang pemenang pertandingan bela diri tersebut. Apakah Zhang Mou berhasil mendapatkan sesuatu dari Gua Kebijaksanaan itu?” tanya Baihu kembali mengalihkan pembicaraan
Wang Mei tampak kecewa melihat ekspresi dan jawaban dari Baihu, dia lalu menjawab pertanyaan Baihu kembali.
“Waktu itu Zhang Mou hanya beruntung mendapatkan Pedang Pusaka, sedangkan teman setimnya yang dua orang lainnya tidak seberuntung dirinya” sahut Wang Mei
“Jadi tidak semua orang yang masuk ke dalam Gua Kebijaksanaan itu mendapatkan keberuntungan ya” kata Baihu dengan wajah muram
Wang Mei melihat semangat Baihu tampak menurun setelah mendengarkan ceritanya itu. Baihu berharap dia bisa mendapatkan sesuatu dari dalam Gua Kebijaksanaan itu, namun mendengar banyak yang gagal membuat dirinya menjadi kurang percaya diri tentang keberuntungan dalam hidupnya.
“Tenang saja, mungkin kamu nanti salah satu yang mendapatkan keberuntungan itu” hibur Wang Mei untuk menyemangatinya lagi.
Baihu tahu Wang Mei berusaha untuk memberinya semangat kembali, dia hanya tersenyum melihat ke arah Wang Mei.
“Kakak Wang, aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Kakak sangat baik. Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Baihu kembali
“Apa yang ingin kamu tanyakan?” sahut Wang Mei penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh Baihu selanjutnya.
Wang Mei serasa disambar petir oleh pertanyaan dari Baihu, “Dasar bocah ini!” geramnya. Menanyakan tentang pernikahan pada seorang wanita adalah suatu yang tidak boleh dilakukan. Itu adalah hal yang sangat sensitif bagi kaum wanita seumur Wang Mei yang berada di usia 21 tahun. Namun Baihu tidak tahu tentang hal itu.
Wang Mei lalu mendengus dan memalingkan wajahnya yang kesal mendengar pertanyaan Baihu, “Itu bukan urusan anak kecil sepertimu” sahutnya.
Baihu merasa tidak enak melihat Wang Mei yang tampak kesal karena pertanyaannya, “Maaf kakak Wang, aku salah bicara. Tapi aku yakin pasti banyak lelaki yang menyukai kakak karena kecantikan kakak” hibur Baihu
“Kecantikanku?” Wang Mei hanya mendengar kata itu dari Baihu dan membuat wajahnya menjadi merah.
“Ehm, kamu masih kecil tapi pandai menggoda wanita” sahut Wang Mei pelan. Kekesalannya sedikit sirna karena pujian dari Baihu tentang kecantikannya.
Baihu tersenyum kecut mendengar kata-kata Wang Mei tentang dirinya. Mereka pun sama-sama tersenyum kembali dan membahas tentang pertandingan bela diri yang akan diadakan kurang dari sebulan nanti.
__ADS_1
“Kamu harus lebih sering berlatih untuk meningkatkan kultivasi dan penguasaan jurusmu” pesan Wang Mei kembali serius
“Baik kakak Wang. Aku akan butuh bimbingan darimu” sahut Baihu.
Wang Mei merenung beberapa saat sebelum melanjutkan. Dia teringat akan kejadian hari ini disaat mereka berlatih bersama.
“Aku akan membimbingmu. Tetapi dengan satu syarat, ada beberapa tempat yang tidak boleh kamu sentuh di tubuhku. Jika kamu melakukan hal seperti tadi lagi saat kita berlatih, aku akan membunuhmu” kata Wang Mei dengan wajah merah
Baihu tertegun, dia mengingat kejadian apa yang dimaksud oleh Wang Mei. Ketika dia mengingatnya dia pun meminta maaf, “Ah, maafkan aku saat itu menyentuh dada kakak Wang” sahutnya sambil tersenyum dengan muka merah.
Mata Wang Mei berkedut melihat ekspresi Baihu yang tidak seperti meminta maaf dengan tulus, tetapi lebih kepada kesengajaan melakukan itu dengan senang.
“Bocah ini sungguh menyebalkan” gumamnya kesal dalam hatinya.
Ketika mereka tengah asik berbincang, tiba-tiba mereka melihat sekelebat sosok berpakaian hitam yang bergerak melewati aliran sungai dan pergi menuju ke arah hulu sungai.
Wang Mei dan Baihu terkejut melihatnya, mereka lalu serempak pergi mengikutinya menuju ke arah hulu sungai.
“Siapa orang itu?” pikir Wang Mei mengikuti dari kejauhan bersama Baihu
Aliran sungai itu berasal dari puncak pegunungan di antara sekte Teratai Suci dan sekte Matahari Bulan. Dan di atas puncak tersebut terdapat sebuah air terjun yang aliran airnya berasal dari sungai besar di atas pegunungan yang mengalir dari arah timur laut kediaman sekte Teratai Suci.
Sosok berpakaian hitam itu tampak masuk menembus air terjun itu dan menghilang. Wang Mei dan Baihu yang tiba di hulu aliran sungai melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan sosok tersebut. Namun mereka tidak menemukannya. Mereka lalu melihat ke arah dinding air terjun yang cukup tinggi.
“Orang itu menghilang” gumam Baihu setelah melihat ke sekelilingnya
“Mungkin dia menaiki tebing air terjun itu dan pergi ke atas pegunungan” sahut Wang Mei.
Baihu menoleh ke arah dinding itu lalu melihat kembali pada Wang Mei, “Apa kita akan naik ke atas tebing itu?” tanyanya.
__ADS_1
“Sebaiknya kita kembali saja. Mudah-mudahan orang itu tidak bermaksud jahat” sahut Wang Mei
Mereka pun kembali ke kediaman sekte Matahari Bulan dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.