
Melihat wakil sekte Shu Wei mengeluarkan kekuatan maksimal alam langit tahap awal, Baihu masih tetap tenang melihat padanya.
“Sampai kapan kakek tua itu hanya menonton saja” gumam Baihu dalam hatinya.
Tiba-tiba dari kerumunan muncul seorang lelaki tua membawa sekeranjang buah yang dipetiknya dari pohon milik wakil ketua sekte Shu Wei.
“Buah ini ternyata cukup enak. Pantas saja kamu tidak mengijinkan orang lain untuk memetiknya” kata lelaki tua itu yang ternyata Ketua sekte Matahari Bulan Shang Chi sambil memakan buah dan berjalan mendekati wakil ketua sekte Shu Wei.
Mata wakil ketua sekte Shu Wei berkedut melihat kedatangan ketua sekte Shang Chi dengan membawa sekeranjang buah miliknya. Dia menghentikan kekuatannya karena kehadiran ketua sekte di ruang pelatihan tersebut.
“Ketua sekte!” teriak para murid memberi hormat pada Ketua sekte yang datang ke dalam ruang pelatihan kelas master tersebut.
Ketua sekte Shang Chi berhenti di depan wakil ketua sekte Shu Wei dan melihat ke sekelilingnya.
“Hmm... ada apa ramai-ramai di ruang pelatihan ini” tanya Ketua sekte berpura-pura dengan wajah kebingungan.
“Baihu. Buah ini untukmu” kata ketua sekte Shang Chi sambil melempar satu buah pada Baihu yang kemudian menangkapnya.
“Yang lain, apa ada yang mau meminta buah ini?” tanya ketua sekte Shang Chi pada orang-orang di tempat itu
Semua orang ditempat itu menundukkan kepalanya tidak berani menjawab pertanyaan dari ketua sekte Shang Chi.
“Baihu, kamu beruntung ketua sekte datang menyelamatkanmu” gumam wakil ketua sekte Shu Wei menatap ke arah Baihu.
__ADS_1
Ketua sekte Shang Chi yang mendengar kata-kata wakil ketua sekte mendekatinya,” Aku bukan menyelamatkannya, melainkan aku menyelamatkanmu dan juga orang-orang disini. Jika Baihu melawanmu dengan kekuatan penuh jurus ke 9 Matahari dan Bulan, bukan hanya nyawamu yang melayang demikian juga orang-orang di tempat ini” sahutnya dengan tatapan tajam pada wakil sekte Shu Wei.
Wajah wakil ketua sekte Shu Wei menjadi pucat mendengar perkataan ketua sekte Shang Chi. Dia tidak mengetahui kekuatan besar dari jurus ke 9 Matahari dan Bulan karena dirinya jarang melihat langsung jurus itu digunakan dalam pertempuran.
“Apakah aku mengganggu acara latihan kalian?” tanya ketua sekte kemudian pada mereka. Namun masih tidak ada yang berani menjawabnya.
Ketua sekte Shang Chi lalu melihat ke arah orang-orang disana, “Aku ingin memberitahu kalian semuanya. Baihu adalah muridku. Aku sendiri yang akan melatihnya. Dia bebas untuk tinggal dimana saja di tempat ini. Siapa yang berani menganggunya berarti juga melawan diriku” kata ketua sekte Shang Chi sambil menatap ke arah wakil ketua sekte Shu Wei.
Semua orang yang mendengar perkataan ketua sekte merasa Baihu memiliki keberuntungan dilatih secara langsung oleh ketua sekte Matahari Bulan. Wajah wakil ketua sekte Shu Wei dan cucunya Shu Chao menjadi gelap mendengar kata-kata ketua sekte dihadapan semua orang. Ini membuat mereka di masa depan tidak akan bisa lagi mengganggunya di dalam kediaman sekte.
Sebenarnya ketua sekte Shang Chi hanya tidak ingin Baihu menggunakan jurus ke 9 Matahari dan Bulan untuk menghancurkan sekte Matahari Bulan karena terpaksa seperti hari ini jika dia tidak datang lebih awal.
“Sebaiknya kalian semua bubar dan kembali ke kediaman masing-masing” kata ketua sekte Shang Chi kemudian.
Mendengar kata-kata ketua sekte Shang Chi, tidak ada yang berani melanggarnya. Mereka langsung bubar dan kembali ke kediaman masing-masing dan mengingat kejadian ini di dalam hati mereka. Sejak itu nama Baihu menjadi idola dari beberapa orang yang menonton kejadian tersebut.
Tetua Wang Mei dan Zhou An mendekati ketua sekte Shang Chi dan memberi hormat padanya saat semua orang telah pergi.
“Tetua Wang, selama aku tidak bisa mengajar. Aku menugaskanmu untuk membantu pelatihan Baihu. Juga siapkan tempat tinggal untuknya di wilayah dewa” kata ketua sekte Shang Chi pada tetua Wang Mei.
Tetua Wang Mei tidak berani membantah perintah dari ketua sekte Shang Chi. Meskipun dia tahu jurus dirinya kalah jauh dari Baihu, namun tugas dari ketua harus dilaksanakan.
Zhou An yang merasa lega mendatangi Baihu, “Baihu, kamu beruntung ketua sekte datang menyelamatkanmu. Kamu harus berterima kasih padanya” kata Zhou An.
__ADS_1
“Terima kasih ketua sekte” sahut Baihu dengan senyumnya, meskipun dia sudah mengetahui kehadiran lelaki tua itu sejak dirinya menjatuhkan Shu Chao.
“Bukankah harusnya kamu memanggilnya Guru?” gumam Zhou An yang masih turut campur dengan kata-katanya.
Ketua sekte Shang Chi hanya tersenyum melihat mereka berdua, “Ah, Baihu bebas untuk memanggilku apa saja.” sahutnya karena mengatahui guru Baihu adalah Wu Shan.
“Baiklah. Nona Zhou, aku serahkan buah ini padamu. Mulai hari ini, buah apapun di dalam kediaman sekte ini bebas untuk dinikmati oleh siapa saja” lanjutnya sambil pergi meninggalkan mereka
Mereka bertiga membungkukkan kepalanya melihat kepergian ketua sekte Shang Chi.
“Baihu, aku juga harus kembali ke kelasku. Sampai ketemu lagi nanti” teriaknya sambil pergi meninggalkan Baihu dan Tetua Wang Mei.
Tetua Wang Mei menghela nafas lega karena kejadian tadi cepat berlalu tanpa melukai siapapun terutama Baihu. Dia menatap wajah Baihu yang masih acuh tak acuh sambil memakan buah yang diberikan oleh ketua sekte Shang Chi padanya.
“Bocah ini tetap tenang seperti bukan anak kecil saja. Apa dia tahu bahwa ketua sekte pasti akan menyelamatkannya?” gumam Wang Mei dalam hatinya.
“Kakak Wang, mengapa kamu tidak menceritakan tentang pertandingan bela diri saat kamu mengikutinya dulu” kata Baihu mengagetkan lamunan Wang Mei
Wang Mei tidak menduga Baihu akan menanyakan tentang pertandingan bela diri yang dulu pernah dia ikuti saat masih sebagai murid sekte Matahari Bulan pada dirinya secara tiba-tiba.
“Mari kita cari tempat untuk bercerita. Aku akan menceritakannya padamu” sahut Wang Mei.
Wang Mei lalu mengajak Baihu menuju ke kediamannya di wilayah Dewa untuk menyiapkan tempat tinggal bagi Baihu disana bersama para tetua sekte lainnya. Hanya Baihu murid pertama yang tinggal di wilayah dewa dan bukan sebagai tetua sekte.
__ADS_1
Wilayah dewa merupakan daerah yang terletak di paling kanan kediaman sekte Matahari Bulan dan berbatasan dengan kediaman sekte Teratai Suci. Yang membatasi mereka adalah sebuah aliran sungai yang berasal dari puncak pegunungan dengan airnya yang sangat jernih.
Setelah menyiapkan tempat tinggal untuk Baihu, Wang Mei lalu mengajaknya menuju ke sebuah taman di belakang wilayah dewa yang sangat indah dan dekat dengan aliran sungai. Di taman itu terdapat paviliun kecil dengan bangku dan meja untuk orang beristirahat dan menikmati keindahan taman tersebut.