BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 57 | Makam Raja


__ADS_3

“Tuan, aku bisa membantu masuk ke dalam sekte untuk menyelidiki dari dalam” tiba-tiba Mu Lin memberikan idenya


Baihu merenung memikirkan hal itu, menyelidiki sekte dari dalam memang lebih baik, tetapi resikonya sungguh besar jika ketahuan.


“Mu Lin, itu akan sangat berbahaya bagimu jika ketahuan oleh mereka” sahut Baihu mengkhawatirkannya.


Mata Yang Zi berkedut melihat wajah Baihu yang tampak khawatir pada Mu Lin, dia merasa Baihu menyukai Mu Lin dan hal itu membuatnya merasa tidak senang. “Ish, Aku ini tunanganmu, mengapa kamu memperhatikan wanita lain?” gumamnya kesal di dalam hati.


Pikiran Yang Zi tanpa sadar mulai menerima perjodohan dari orang tua mereka dimana sebelumnya dia menganggap perjodohan itu tidak penting baginya. “Ah... mengapa aku sekarang seperti ini?” gumamnya kembali saat dia menyadari pikirannya itu


Xin Ye yang melihat hal itu mulai ikut berbicara, “Baihu, biar aku dan Mu Lin yang menyamar menyelidiki sekte Makam Raja dari dalam. Aku bisa menjaga Mu Lin. Kamu bisa pergi bersama Yang Zi menyelidiki Makam Raja di utara” sahut Xin Ye membantu Yang Zi saudara seperguruannya.


Mata Yang Zi menjadi bersinar mendengar ide dari Xin Ye, “Kamu memang kakak seperguruanku yang baik, kakak Xin” senyumnya dalam hati


“Nona Xin, apakah kamu yakin?” tanya Baihu padanya yang menjadi khawatir pada mereka berdua.


“Baihu, serahkan pada kami. Kita juga tidak bisa menyelidiki pergi bersama-sama. Akan menimbulkan kecurigaan, jadi kita harus berpencar” lanjut Xin Ye


“Benar juga” pikir Baihu.


Akhirnya mereka sepakat untuk pergi berpencar, Xin Ye dan Mu Lin menyamar sebagai pelayan sekte dan menyelinap ke dalam markas sekte Makam Raja yang terpencar. Sedangkan Baihu dan Yang Zi pergi menuju pinggiran utara kota Bintang untuk menyelidiki tempat yang dinamakan Makam Raja itu.


Keesokan harinya, pinggiran utara kota Bintang merupakan tempat yang cukup terpencil, namun di kelilingi oleh bukit-bukit dan juga hutan-hutan kecil sekitarnya. Terdapat beberapa desa terpencil disana yang dihuni oleh para petani yang bercocok tanam dan berkebun.


Di sebuah bukit terdapat kediaman sekte Makam Raja yang disebut dengan Makam Raja. Tempat ini adalah kediaman utama dari sekte Makam Raja.


“Makam Raja ternyata berada di puncak bukit itu” kata Baihu pada Yang Zi saat mereka tiba di desa terpencil dan melihat ke arah bukit tempat Makam Raja berada.

__ADS_1


“Baihu, sebaiknya kita menunggu malam tiba jika ingin menyelinap masuk kesana” saran Yang Zi.


Baihu menganggukkan kepalanya menyetujui saran dari Yang Zi. Mereka pun beristirahat di desa terpencil itu sambil menunggu tibanya malam.


******


Di salah satu kamar di kediaman sekte Makam Raja, tampak seseorang yang masih muda tengah duduk sambil membaca buku. Kemudian seorang pelayan sekte datang menghampirinya dan memberi hormat. “Tuan, besok siang anda diminta untuk bertemu di gua penjara oleh Putra Mahkota” kata pelayan itu sambil menundukkan kepalanya


Pemuda itu menghentikan bacaannya, dia menoleh ke arah pelayan sekte itu. “Kamu siapkan hidangan untuk menjamu Putra Mahkota besok malam disini. Setelah menemuinya disana, kami akan kembali ke sini” kata pemuda itu.


“Baik tuan” sahut pelayan sekte itu kembali sambil pergi meninggalkan pemuda itu.


“Aku pun ingin bertemu dengan mu, Pangeran. Sudah saatnya kita menjalankan rencana berikutnya” gumam pemuda itu lalu berdiri dan menaruh bukunya kembali.


Pemuda itu berjalan menuju ke halaman belakang sekte yang merupakan tempat pemakaman dari para ketua dan tetua sekte. Tampak pemuda itu kemudian berhenti di sebuah makam yang terletak di paling pojok kanan dengan nisan bertuliskan. “Makam Raja Pedang”


Kemudian pemuda itu tampak mendekati batu nisan dari makam tersebut dan memutarnya.


Tampak muncul sebuah tangga menuju ke ruang bawah tanah di samping kanan makam tersebut. Pemuda itu lalu berjalan menuruni tangga yang menuju ruang bawah tanah yang gelap.


Kemudian pemuda itu menyalakan sebuah obor yang kemudian merembet ke obor lainnya yang turut menyala. Ruang bawah tanah itupun menjadi terang, kemudian tiba-tiba pintu luar menutup kembali.


Pemuda itu berjalan menyurusuri lorong di ruang bawah tanah itu dan memasuki salah satu ruangan. Di dalam ruangan itu tampak seseorang yang duduk bersila namun kedua tangan dan kakinya terikat di dinding itu.


“Ketua sekte, aku datang mengunjungimu” kata pemuda itu.


Lelaki tua itu membuka matanya dan memandang ke arah pemuda itu dengan wajah gelap dan mata merah menyala,”Chen Guo, Dasar murid durhaka! Apa yang kamu lakukan?” tanya ketua sekte tersebut.

__ADS_1


Orang itu adalah ketua sekte Makam Raja yang terkurung oleh muridnya sendiri Chen Guo dan kemudian mengambil alih kendali atas sekte Makam Raja. Namun dia menunjuk boneka sebagai ketua sekte baru yang juga berada di bawah kendalinya.


“Ketua, aku telah lama merencanakan ini. Dan orang-orang yang setia denganmu telah aku bersihkan. Kini hanya kamu sendiri yang masih tersisa” sahut Chen Guo sambil tersenyum


“Bunuhlah aku! Aku tidak akan memberikan tenaga dan ilmuku padamu” sahut ketua sekte Makam Raja dengan luapan amarahnya sambil menarik rantai itu dengan keras.


“Hahaha... aku tidak membutuhkan ilmu darimu. Aku sudah mendapatkannya selama ini” sahut Chen Guo


Wajah ketua sekte Makam Raja yang keras menjadi sedikit melunak, “Apa tujuanmu?” tanyanya pada Chen Guo.


Chen Guo berjalan mengelilingi ruangan itu, “Aku sudah pernah menawarkan dan mengajakmu untuk bergabung. Tetapi kamu dengan tegas menolakku. Jadi maaf, aku terpaksa melakukan ini” sahut Chen Guo


Mata ketua sekte menatap tajam pada Chen Guo dia masih tidak percaya murid kesayangannya yang berbakat akan mengkhianati sektenya seperti ini. “Dulu sebenarnya kamu bisa memenangkan pertandingan bela diri antar sekte, tetapi kamu lebih memilih mengalah dari Putra Mahkota Zhang Mou. Apa tujuanmu?” tanya ketua sekte


“Hahaha... cukup sederhana. Aku ingin dekat dengannya” sahut Chen Guo sambil tertawa.


“Apa tujuanmu dekat dengannya?” tanya ketua sekte kembali


Wajah Chen Guo tertegun, “Ketua, apakah kamu ingin menyelidikiku?” tanyanya.


Mendengar itu wajah ketua sekte Makam Raja menjadi gelap kembali. Dia hanya ingin tahu tujuan muridnya melakukan hal ini dan tega mengkhianati sektenya.


“Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu dulu. Aku ingin menguasai dunia bela diri dan semua sekte berada di bawah kendali sekte Makam Raja. Tetapi kamu malah mentertawakan cita-citaku” sahut Chen Guo


“Kebetulan aku memiliki tujuan yang sama dengan Zhang Mou, mengapa aku tidak bergabung dengannya. Dia ingin menguasai seluruh kerajaan sedangkan aku ingin menguasai duna bela diri. Kamu pasti memahami alasanku melakukan ini” lanjut Chen Guo


Mendengar hal itu, ketua sekte Makam Raja tersenyum kecil, “Cih, merajai dunia bela diri tidak semudah itu. Kamu memerlukan kekuatan untuk menjadi nomor satu di dunia bela diri” sahut ketua sekte Makam Raja itu.

__ADS_1


“Kekuatan? Aku memiliki kekuatan dari kerajaan yang mendukungku. Dalam bela diri, aku juga berbakat untuk menjadi yang terkuat. Hahaha... ” sahut Chen Guo sambil tertawa


“Percuma aku mendidik orang gila sepertimu” gumam ketua sekte Makam Raja dalam hatinya


__ADS_2