
Mata Zhang Mou melotot melihat keindahan yang ditampilkan di depan matanya. Dia menelan air ludahnya dan tersenyum mengangkat tubuh Yang Nie menuju ke kamar tidurnya.
Di dalam kamar tidur Yang Nie, Zhang Mou membaringkan tubuh Yang Nie di atas ranjang yang cukup lebar dan lembut. Zhang Mou melepaskan seluruh pakaiannya dan melompat ke atas ranjang itu.
Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati kehangatan malam itu bersama mantan istri temannya sebagai imbalan awal untuk membantunya mencapai tujuan Yang Nie.
Zhang Mou juga memiliki tujuan sendiri, tetapi dengan melakukan permintaan Yang Nie dia bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus. Untuk itu dia benar-benar merasa mendapatkan durian runtuh malam itu.
\=====
Keesokan harinya di kerajaan Gurun Barat, Baihu telah mengadakan pertemuan dengan para jendral dan menteri dari kerajaan Gurun Barat. Dia meminta agar pengamanan diperketat khususnya di daerah perbatasan.
Baihu juga meminta secara khusus agar semua sekte datang menghadiri penobatan dirinya sekaligus untuk membahas perkembangan yang terjadi di daerah kerajaan Pesisir Laut Selatan.
Tiga hari tersisa untuk mempersiapkan rencana hari penobatannya, Baihu tidak ingin saat penobatannya terjadi kerusuhan dan peperangan di beberapa kota perbatasan. Jadi dia segera mengirimkan pasukan tambahan ke masing-masing kota perbatasan utara dan selatan.
Dua hari sebelum hari penobatan, beberapa sekte besar telah datang ke ibukota kerajaan Gurun Barat untuk mengadakan pertemuan dengan Baihu dan teman-teman sekte mereka.
“Ketua sekte, selamat datang di ibukota kerajaan Gurun Barat,” sambut Baihu bersama teman-temannya menyambut kedatangan ketua sekte besar dari seluruh wilayah dataran tengah.
“Yang Mulia, lama tidak bertemu denganmu,” sapa beberapa ketua sekte yang telah datang.
Baihu yang menyambut kedatangan para sekte besar itu merasa gembira bisa bertemu dengan mereka kembali. Dia pun mengajak para ketua dan tetua sekte besar itu untuk bertemu dan berbicara di aula istana kerajaan Gurun Barat.
__ADS_1
“Ketua dan tetua sekte, mohon maaf karena aku mengundang kalian secara mendadak karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua,” kata Baihu memulai pertemuan antar sekte besar itu.
“Yang Mulia, anda adalah anggota khusus sekte kami. Jangan terlalu sungkan,” sahut para ketua dan tetua sekte itu.
Para ketua dan tetua sekte besar itu sebenarnya telah mengetahui kabar yang terjadi pada sekte Ming dan sekte Kun Lun di wilayah kerajaan Pesisir Laut Selatan. Namun Baihu menceritakan kembali tentang hal itu pada mereka dan juga dilanjutkan lebih rinci oleh para pengungsi dari sekte Ming dan sekte Kun Lun.
Baihu ingin mengajak para sekte besar untuk saling membahu membantu sekte Ming dan sekte Kun Lun agar mereka bisa kembali ke kediaman mereka dan membangun kembali sekte mereka itu.
Para sekte besar menyetujui hal itu. Mereka akan segera mengirimkan bantuan para pendekar dari sekte untuk memerangi kerajaan bangsa Lato yang menduduki kediaman sekte Ming dan sekte Kun Lun.
Mendengar hal itu membuat Baihu dan juga para pengungsi yang merupakan tetua dan murid yang tersisa dari sekte Ming dan sekte Kun Lun merasa senang. Mereka bisa membalaskan kematian ketua sekte mereka pada pasukan kerajaan bangsa Lato.
“Hal kedua adalah tentang penobatan diriku pada dua hari mendatang untuk mengumumkan pada rakyat kerajaan Gurun Barat bahwa pemerintahan masih berjalan normal setelah masa transisi perubahan pemerintahan kerajaan ini,” kata Baihu.
Para hadirin ketua dan tetua sekte besar itu memberikan hormat dan merasa senang hati bisa menjadi saksi penobatan tersebut. Mereka pun gembira karena Baihu mau menerima untuk menjadi Raja kerajaan Gurun Barat agar menstabilkan kondisi kerajaan itu.
“Aku juga telah mengirimkan undangan kepada 3 tetua besar dunia persilatan untuk datang. Aku harap mereka bersedia menyediakan waktu untuk datang menyaksikan penobatan itu,” lanjut Baihu kemudian.
Setelah semua memastikan bahwa para sekte besar akan tinggal untuk dua atau tiga hari mendatang di kerajaan Gurun Barat, Baihu segera memerintahkan para pelayannya untuk mempersiapkan segala pelayanan untuk mereka.
“Hal terakhir adalah, aku ingin meminta bantuan dari para sekte besar untuk membantu menyelidiki tentang pergerakan dari bangsa Lato di kerajaan Pesisir Laut Selatan. Aku akan segera melakukan serangan terhadap bangsa Lato ini untuk membebaskan Raja dan Ratu kerajaan Pesisir Laut Selatan yang ditawan oleh bangsa Lato.” jelas Baihu.
Para ketua dan tetua sekte yang hadir menyetujui rencana Baihu. Mereka bahkan mempersiapkan para pendekar sekte untuk membantu penyerangan itu.
__ADS_1
Baihu kembali merasa senang dan memberi hormat kepada para ketua dan tetua sekte besar itu.
Setelah semua hal di bahas, Baihu kemudian mempersilahkan para sekte besar untuk beristirahat di tempat yang telah disediakan oleh pelayan kerajaan untuk mereka. Baihu kemudian mengajak teman-temannya untuk bertemu dan merencanakan penyerangan ke kerajaan Laut Selatan segera setelah upacara penobatan raja.
“Yang Mulia, aku akan menambah perketat pengamanan kota perbatasan selatan. Untuk itu aku mohon Yang Mulia bersedia mengeluarkan perintah pasukan untuk segera bergerak membantu kami di daerah perbatasan,” kata salah satu dari jendral pasukan Baihu
“Baik, kakak Wang Mei dan kakak Yang Zi tolong dibantu untuk pengerahan pasukan sesegera mungkin menuju ke perbatasan.” pinta Baihu.
“Baik Yang Mulia,” sahut Wang Mei dan Yang Zi bersamaan.
Baihu kemudian menerima laporan dari Li Yan tentang pasukan mata-mata yang telah dikirimkan olehnya ke wilayah Pesisir Laut Selatan.
Mereka mengirimkan berita bahwa pasukan kerajaan bangsa Lato telah bergerak menuju ke wilayah barat. Mereka akan segera tiba di seberang sungai dan bersiap untuk menyeberangi sungai itu.
Baihu merenungkan tentang hal itu. Dia merasa ada suatu yang aneh tentang pergerakan bangsa Lato tersebut. Baihu merasa untuk menjatuhkan kapal musuh di seberang sungai adalah hal yang mudah. Tapi dia merasa bahwa bangsa Lato sengaja mengeluarkan berita bahwa mereka bermaksud untuk menyeberangi sungai secara langsung untuk menyerang kota perbatasan di kerajaan Gurun Barat.
“Aku rasa mereka tidak bergerak semudah itu. Tolong perhatikan pergerakan kapal di sungai. Dan juga perhatikan pergerakan mereka terus,” perintah Baihu kepada Li Yan.
“Baik Yang Mulia,” sahut Li Yan dengan tegas.
Kemudian Baihu menanyakan tentang keberadaan Raja dan Ratu Pesisir Laut Selatan yang berhasil ditawan oleh mereka. Li Yan melaporkan dari bawahannya bahwa keberadaan Raja dan Ratu sangat rahasia, tetapi dia percaya bahwa selama bisa mengurung dan memanfaatkan kedua Raja dan Ratu, maka kedudukan bangsa Lato di wilayah Pesisir Laut Selatan akan semakin stabil.
Bangsa Lato ingin menggunakan kedua Raja dan Ratu sebagai sandera apabila terjadi hal di luar perkiraan mereka.
__ADS_1