BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga

BAIHU (Pendekar Harimau Putih) : Menantang Naga
BAB 22 | Baihu melawan Shu Chao


__ADS_3

Zhou An tidak mendengarkan kata-kata dari Zhang Ji, dia tetap berdiri di samping Baihu bersama tetua Wang Mei.


“Tahukah kamu bahwa wakil ketua sekte Shu Wei telah menanam pohon itu sejak dia masih menjadi murid di sekte ini. Dan buah itu adalah buah kesukaan dia” kata Zhang Ji yang memanasi suasana


“Wakil ketua sekte, tanah di wilayah ini adalah milik sekte meskipun pohon buah itu kamu yang menanamnya siapapun orang dari sekte ini boleh untuk mengambilnya” sahut tetua Wang Mei membela Baihu.


Wajah wakil ketua sekte Shu Wei semakin gelap mendengar perkataan tetua Wang Mei, “Aku memberikan larangan itu untuk murid sekte agar bisa belajar disiplin mematuhi aturan” kata wakil ketua sekte Shu Wei berdalih.


Wakil ketua sekte kekuatan kultivasinya telah berada di alam Langit tahap awal meskipun dia tidak bisa menguasai jurus ke 9 Matahari dan Bulan. Namun dengan mengandalkan kekuatannya saja dia hanya berada di bawah Ketua sekte Shang Chi di dalam sekte ini.


“Wakil ketua sekte, biarkan aku membantu untuk mendisiplinkan murid baru ini” sahut Shu Chao yang sejak awal mencari alasan untuk bisa bertarung melawan Baihu.


Wakil ketua sekte hanya diam tidak menjawab kata-kata Shu Cho. Dia memang ingin memberikan pelajaran pada Baihu hari ini. Dia yakin Shu Chao cucunya yang telah menguasai 7 jurus Matahari dan Bulan dengan kekuatan alam Suci tingkat akhir akan bisa mengalahkan Baihu.


Shu Chao segera maju mendekati Baihu, “Guru Wang Mei, maafkan aku. Kamu tidak akan menghalangiku kan?” kata Shu Chao sopan menatap pada Guru Wang Mei.


Guru Wang Mei mengetahui kekuatan Shu Chao dan 7 jurus yang dikuasainya. Meskipun kekuatan Wang Mei berada di alam Dewa tahap awal, hanya satu tingkat di atas Shu Chao tetapi penguasaan jurus Shu Chao lebih banyak darinya. Jadi jika dia bertarung dengannya tentu masih sulit untuk menentukan menang dan kalah.


Ekspresi Baihu masih tetap tenang dan datar, meskipun dia merasa hal ini terlalu dilebih-lebihkan namun saat ini dia tidak bisa menghindari pertarungan ini lagi.


“Tetua Wang, Nona Zhou, menyampinglah. Sepertinya aku tidak bisa menghindar lagi. Mereka memang ingin menguji kekuatanku” katanya pada Wang Mei dan Zhou An.


Shu Chao menyeringai melihat Tetua Wang Mei dan Zhou An yang mundur menjauhi Baihu agar bisa bertarung melawan Shu Chao.


Kejadian ini memicu keramaian di dalam sekte, khususnya di kelas master yang sudah ramai berkumpul di tempat pelatihan itu. Mereka menjaga jarak dari Shu Chao dan Baihu yang sedang akan bertarung.

__ADS_1


“Baihu, mengakulah bersalah. Kamu bisa mati jika melawannya” teriak Sunne yang cemas mengetahui Baihu akan bertarung melawan Shu Chao yang didengarnya murid paling kuat di sekte Matahari Bulan ini.


Murid yang pernah terpukul oleh Baihu tersenyum senang melihat kali ini Baihu akan dihabisi oleh Shu Chao. “Ayo kakak Shu, habisi dia!” teriaknya


Shu Chao tampak bersemangat karena disamping teman-temannya dari kelas Suci juga datang mendukung dirinya, anak-anak dari kelas Master dan kelas Spirit juga turut mengidolakan dirinya untuk menang.


Wakil ketua sekte tampak tersenyum melihat cucunya yang menjadi idola bagi teman-temannya. Dia yakin cucunya yang berbakat akan bisa mengalahkan Baihu.


“Mereka memang sengaja ingin menguju kekuatan Baihu dengan cara ini. Baihu, aku percaya kamu pasti bisa mengalahkannya” gumam Guru Wang Mei memandang Baihu yang masih tetap tenang berdiri.


“Baihu, berhati-hatilah.” Zhou An dengan tatapan cemas pada Baihu.


Zhang Ji yang melihat wajah Zhou An cemas menjadi kesal. Dia semakin tidak menyukai Baihu yang dekat dengan calon istrinya itu. “Shu Chao, jangan biarkan dia merasa besar kepala. Habisi dia!” teriaknya


“Jika kamu mau bersujud dan memanggilku Guru, aku akan mengampunimu” katanya


Orang-orang di ruang pelatihan itu tertawa mendengar kata-kata Shu Chao yang sombong itu. Mereka merasa sebentar lagi, jangankan bersujud bahkan untuk bangun saja Baihu akan kesulitan.


“Bukankah kamu ingin melawanku? Kenapa sekarang malah memintaku untuk bersujud? Untuk apa sandiwara ini” sahut Baihu santai yang membuat wajah Shu Chao menjadi merah karena marah.


Shu Chao tidak lagi berniat untuk membuang waktu karena marah. Dia langsung mengerahkan kekuatan alam Suci tingkat akhir miliknya. Kekuatan yang cukup besar hingga hembusan angin membuat orang-orang ditempat itu merasa merinding oleh tekanan kekuatan Shu Chao.


Namun Baihu tampak tenang saja merasakan kekuatan Shu Chao, dia masih berdiri tidak bergeming dan menatap Shu Chao dengan tanpa ekspresi.


Shu Chao menjadi semakin kesal melihat sikap Baihu yang masih santai tidak ketakutan oleh kekuatannya. “Jangan salahkan aku karena sudah memberimu kesempatan untuk menyerah” teriaknya

__ADS_1


Dia langsung menyerang ke arah Baihu dengan ganasnya, jurus pertama Matahari dan Bulan dikerahkan dengan menggunakan kekuatan alam Suci terlihat sangat ganas bagi teman-temannya.


Mata orang-orang bergidik melihat serangan Shu Cho yang tidak memberi ampun pada Baihu. “Mati kamu Baihu” batin temannya yang pernah kena pukulan kepala Baihu.


Wajah Zhou An semakin cemas melihat Shu Chao menyerang Baihu dengan ganas, dia menggigil gemetaran karenanya. Tetua Wang Mei menyipitkan matanya merasakan keganasan serangan itu


“Sial, Shu Chao benar-benar ingin mencelakai Baihu dengan serangannya. Wakil ketua sekte tidak menghentikannya. Berarti mereka memang merencanakan hal ini” gumam Tetua Wang Mei dengan wajah geram.


Baihu tampak tenang melihat serangan dari Shu Chao dia belum melakukan gerakan apa-apa.


“Hahaha... murid baru yang belum belajar apa-apa pasti tertegun melihat serangan seperti itu.” teriak salah satu murid di kerumunan


“Ah, Baihu pasti habis oleh serangan ini” Sunne menutup matanya melihat serangan ganas itu.


Ketika serangan Shu Chao tinggal selangkah lagi di depan Baihu, Baihu segera mengerahkan kekuatan alam Suci tingkat akhir yang seimbang dengan Shu Chao. Dia juga mengeluarkan jurus pertama dari Matahari dan Bulan. Baihu sengaja tidak mengeluarkan kekuatan maksimalnya untuk menguji jurusnya sendiri melawan Shu Chao.


Mata semua orang terkejut melihat kekuatan dan jurus Baihu yang juga sama kuatnya dengan Shu Chao. Mereka tidak menyangka selama ini Baihu ternyata sekuat itu.


Kali ini wakil ketua sekte Shu Wei yang menyipitkan matanya melihat kekuatan Baihu, “Sial, anak ini ternyata menyembunyikan kekuatannya” geramnya dalam hati


Mulut Zhang Ji menganga dengan mata yang melotot, seandainya lalat berani lewat didepannya akan terhisap oleh mulutnya itu.


Zhou An terkejut melihat kekuatan Baihu yang ternyata seimbang dengan kekuatan Shu Chao. Hanya tetua Wang Mei tidak terkejut. Dia mengetahui Baihu sengaja masih menyembunyikan kekuatan alam Dewa miliknya.


“Sialan, pantasan anak ini telihat tenang. Rupanya dia menyembunyikan kekuatannya selama ini” wajah Shu Chao menjadi kesal karena serangannya ditangkis dengan mudah oleh Baihu.

__ADS_1


__ADS_2